10 November 2017

Pulang Kampung ke Siantar

Nah...setelah urusan check up di Penang selesai plus nyobain makanan ini dan itu...maka aku menyempatkan diri untuk pulang kampunglah. Masak tinggal sejengkal lagi dari bandara Kualanamo ndak menyempatkan diri bertemu orang-orang terkasih:) 
Jadi...aku pulanglah ke rumah.Tapi berhubung sekarang kecepatanmengetik melambat....ha...ha...maka mari kita letakkan foto-fotonya saja dulu yang bercerita yah...:)
Jadi kali ini parade foto saja yah....yang penting ingat dulu moment-moment menyenangkan ini. Kiranya Tuhan memberikan kesempatan lagi untuk pulang dan bertemua emak dan bapak yang tercinta, ponakan yang smart, dan abang serta eda dan kakak yang super baik.
Hm...ada tambahan video nih....hanya beberapa detik saja, tetapi momen ini penting banget bagiku, yaitu makan bersama orang-orang terkasih dengan masakan mamak yang super duper enak, "Ikan Mas Naniura". Memang masakan emak yang paling enak sedunia.
Hm...ngences deh saat membayangkan lagi akan ikan mas naniura masakan mamak. Maluaite godang ate, omak....selalu menyediakan waktu untuk memasak makanan kesukaanku, walaupun sebenarnya ndak tega melihat mamak harus berlelah untuk masak di dapur. Hiks...omak sudah terlihat semakin tua. Rasanya ingin menolak, tetapi ingat suatu cerita bagaimana orang tua senang sekali membuat sesuatu yang membuat anaknya bahagia. Bahagianya orang tua adalah saat dia bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat anaknya bahagia, seperti saat kita masih kecil..dia melakukan apa saja agar kita anak-anaknya bertumbuh dan bergembira. Maka salah satu kebahagian omak adalah memasak masakan kesukaanku, ikan mas naniura. Mauliate godang ate, omak...:)






Check Up Ke Penang

Setelah sekian lama menunda untuk check up, akhirnya berangkat juga ke Penang untuk check up hasil operasi pengangkatan penyakit miom. Aku berangkat hari Sabtu, tanggal 29 September 2017. Sendiri sajah. Iyah..sudah bisa mandiri berangkat ke Penang, lagian kan tujuannya check up aja koq, dan Puji Tuhan hasilnya baik-baiks aja, walaupun setahun lagi masih harus check up untuk memastikan tidak terjadi pertumbuhan yang lainnya:).
Jadi bisa dikatakan selama perjalanan di Penang, aku sangat menikmati perjalanan, soalnya bebas bergerak kemana saja dan bebas bereksplorasi makanan. Ha..ha...tapi namanya juga hanya sebentar saja ya, maka nyoba makanan ini dan itu tidak banyak, tetapi aku cukup puas untuk makan apa saja yang kumau. Kemudian mampir beli oleh-oleh buat keluarga di Siantara. Hm...tidak banyak yang kuceritakan tapi biarlah beberapa foto menceritakan sendiri. Ha..ha...ketahuan kalau sudah mulai teler nih menuliskannya. Nah...benarkan...dengan foto-foto saja sudah menceritakan tentang makanan, lokasi tempat makan, dan tempat beli oleh-olehnya. Semoga ada kesempatan lagi ke sini berdua dengan suami, bisa makan apa aja yang enak :) dan...jalan-jalan mengeksplorasi kota tua Penang lah...:)

Perjalanan Di Kota Surabaya

Yippee....mengawali perjalanan ke 4 kota untuk satu pekerjaan ini adalah dengan berkunjung ke Kota Surabaya. Hm...tanggal berapa ya melakukan perjalanan ke Kota Pahlawan ini? Hm....oh iya...dari tanggal 7-13 Oktober 2017. Nah...tuh kan..kalau tidak segera ditulis perjalanannya, bisa lupa deh....Sik...asyik....bisa ingat memori yang sudah sebulan lebih nih. Ditemani secangkir kopi Blue Poda dan diiringi dengan derasnya hujan, sudah beberapa tulisan aku hasilkan sore ini lho:) Hm...tujuan menuliskan dalam blog ini lebih pada agar moment-moment itu tidak hilang begitu saja. Maklum, low memori ni sekarang. Mungkin akibat usia yang menua ya. Tapi apapun itu....aku senang bisa menuliskan setiap perjalanan kehidupanku dalam blog ini. Lagian tidak banyak teman yang mengetahui blogku ini lho:) Hanya beberapa teman dekat saja, kalaupun tahu nggak apa-apa juga sih..semoga apa yang ditulis menjadi satu inspirasi dalam hidup mereka yang membaca tulisan-tulisan perjalanan kehidupanku ini. 
Nah, kali ini perjalanan ke Kota Pahlawan terkait dengan pekerjaan yang sama di Riau, maka ini pun perjalanan yang tidak bisa diceritakan dengan gamblang, tetapi bahwa aku pernah melakukan pekerjana ini di Kota Surabaya....hm...itu sesuatu banget deh:) Jadi, lagi-lagi...aku cerita ajah ya tentang yang asyik...asyik ajah...:)
Pertama tentu cerita tentang makanan yang enak dong. Ha..ha...dari cari-cari info, makanan yang enak yang cukup dekat tempat menginap adalah nasi rawon setan. Beuh...sempat bilang sama driver gocar, "Mas...ntar kalau sudah selesai makan dari situ, ndak jadi setan toh?" Beuh...mas nya ketawa ngakak. Aih..senangnya bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak ya...Rasanya....hm...enak....tapi tidak sesetan namanya....Ndak pedas-pedas amat koq:)
Nah, perjalanan kedua adalah aku di depan kafe Babeh. Hm...nggak ada yang istimewa banget dari lokasi ini, hanya ingin mengingat bahwa perjalanan tugas ke Riau ini bersama satu tim, yaitu Any Soendari. Orang yang dinamis...aktif...dan semangat. Belajar banyak pada semangatnya dalam bekerja:) Dan terakhir adalah perjalanan ke UIN Sunan Ampel. Trimakasih untuk satu kesempatan perjalanan bersama seorang teman yang semangat dan dinamis dan bisa bertemu banyak orang yang asyik-asyik...:)

Perjalanan Di Riau

Wow...luar biasa punya kesempatan bekerja di Provinsi Pekan Baru, Riau. Sudah lama sekali impian untuk bisa memperoleh kesempatan bekerja di Provinsi Pekan Baru, tapi ketika bermimpi, koq rasanya ndak mungkin ya. Soale...dari sisi pekerjaan rasanya jauh....Tapi Puji Tuhan...Dia tahu tentang keinginanku ini dan dia kabulkan, sehingga 22-27 Oktober 2017 lalu, aku diberi kesempatan ntuk bekerja di Riau.  Iyah...pekerjaan yang luar biasa juga...mengukur efektifitas pekerjaan suatu lembaga besar. Yippee...jadinya bisa ketemu orang-orang besar juga. Ha..ha...
Tapi karena pekerjaan itu adalah sesuatu yang tidak boleh dishare dengan terbuka, maka dalam tulisan ini aku tidak bercerita tentang pekerjaannya, tetapi bercerita tentang sekali dayung, 2-3 pulau terlampau alias...pertemuan dengan orang-orang dekat dalam hidupku yang tinggal di kota nan panas ini. Ini beberapa moment yang menyenangkan selama perjalanan ke Riau. 
Pertama, tentunya, aku menyempatkan bertemu dengan tanteku, adik bungsu mama. Dia seorang diaken di salah satu gereja. Walaupun aku tidak bisa menginap di rumah tane karena keterbatasan waktu, aku bisa berkunjung ke rumah tante dengan kebaikan hati dari temannya yang menjemput dan mengantarku ke rumah tante. Luar biasa baik hati teman tanteku ini ya. Datang ke hotel, menjemputku, kemudian diantar ke rumah tante hanya agar aku bisa main ke rumah tante sebentar, kemudian, kami makan mie pangsit yang super enak....jauh eh dari mie pangsit simpat empat Siantar:) Lalu kemudian menganta aku dan tante ke hotel lagi. Tante menginap semalam di hotel . Walau sebentar, tetapi perjumpaan itu menyenangkan, bisa mengungjungi adik mama:)
Yang kedua adalah, orang kedua yang penting untuk ditemui adalah sobat kuliah S2 ku, Cici.. Hiks...sayang aku tidak sempat main ke rumahnya, padahal dia sudah siapkan makan malam masakaan dia yang kurindu. Dulu, ketika kuliah di Yogya, kami sering kumpul di kos nya dan kami makan bersama. Perhatiannya luar biasa sebagai sahabat. Karena lagi-lagi waktuku yang sempit, lha..tiap malam pasti ada pertemuan dengan narsum, jadinya ndak sempat lagi ketemuan ma Cici di rumah karena saat aku bisa, dia ada tugas pula ke Padang. Hiks..jadinya kami bertemu di bandara, sesaat aku akan berangkat. Pertemuan hanya kurang lebih 15 menit...Terharu...dia menyempatkan dirinya bertemu, membawa anak-anaknya yang dengan pakaian seragam akan langsung berangkat ke sekolah setelah menemui aku di bandara. Hiks..terimakasih Ci....terimakasih Bening, Embun, dan Berlian.
Dan ketiga, nah....ini dia...menyempatkan diri makan yang enak di Riau. Di sepanjang kerja beberapa hari, rasanya belum menemukan makanan yang enak di lidah. Ternyata kata temanku yang pernah kerja di Riau, dia juga merasa makanan di Riau tidak begitu memuaskan. Hiks...kan jadi penasaran, masak si ndak ada makanan yang enak (pst selain dari mie pangsit itu ya:) Akhirnya malam terakhir, kami berdua dengan tim kerja, mampir di satu rumah makan terkenal, yang kebetulan tidak begitu jauh dari Grand Central Hotel Pekanbaru, tempat kami menginap. Kami makan di Pondok Patin H.M Yunus. Here we were....laper.....dan ya...lumayan untuk lidah yang sudah pengen maem berkuah dan pedas.
Satu lagi ni cerita, bisa berkunjung ke Balai Adat Melayu Riau. It's time to selfie...:) No cerita, soale terkait pekerjaan:) tapi senang bisa selfie di depan ini agar di masa yang akan datang, aku bisa ingat, aku pernah melakukan perjalanan pekerjaan di Riau ini.
 

Wajah Lugu SD Ku

Nah...ini adalah fotoku ketika lulus SD dari SDN 57 Padang, Sumatara Barat. Foto ni kulihat kembali ketika baru-baru ini aku terhubung kembali dengan kawan-kawan SD dulu. Hiks..terharu aku dengan respond kawan-kawan SD dulu. Rata-rata mereka masih mengingat diriku. Sementara aku yang low memori ini perlu bekerja kerja untuk mengingat wajah-wajah mereka di masa kecil dulu. Dan inilah wajah SD ku dulu. Lugu dan culun dengan rambut belah tengah panjangnya. Wow...
Jadi ingat masa SD di Padang. Yang pasti nangkap ikan di parit belakang sekolah. Hiks...jorok benar dulu ya. Ikan-ikan kecil di aliran parit aja ditangkapin. Tetapi itulah masa kanak-kanak...semuanya menarik untuk dikerjakan:) Kemudian ingat dengan ibu guru  yang senang melihat keseriusanku belajar lagu "Indonesia Raya", dan dengan bangga memintaku tampil untuk menyanyikan lagu tersebut. Hiks...tak taunya, di tengah bernyanyi dengan semanga 45, aku lupa deh lanjutan lagunya. Yah....penonton kecewa...termasuk ibu gurukuyang ndut tapi baik hati. Ingat dengan temanku yang mungil, Ismed dan Akmal....Aku baru ingat dengan jelas siapa mereka di masa laluku. Ha..ha...tapi yang kuingat persis adalah cowok keturunan china, tinggi besar, sangat menonjol tinggi badannya dibandingkan dengan teman-teman lainnya, sehingga aku ingat persis dengan dia, namanya Tongson. Hm...sayang dia tidak ada dalam WA group, belum terlacak keberadaannya. Dimanakah dia sekarang ini?

Tahap Lanjutan Kafe The Karanglo

 Well....pembicaraan beberapa waktu yang lalu saat abang pertama datang ke Yogya semakin terealisasi dengan komitmen dari ponakan memberikan waktunya untuk mendesign dan merenovasi rumah. Wow...mak jang....designnya luar biasa. Si pelit memberikan pujian aja mengatakan, "Bagus banget designnya ya, dek". Hm....jika sampai dia memberikan pujian, maka dijamin itu berlaku universal. Ha...ha...Kalau aku yang beri pujian, maka masih diragukan validasinya:) 
Nah, kelanjutan dari rencaan Kafe The Karanglo itu semakin mendekati dengan kehadiran ponakan nan pintar ini. Sodarapun mendukung proses untuk renovasi bangunannya, belum lagi dukungan dari sodara lain untuk memberi pelajaran penting dari proses mengenal benih kopi, bertumbuh, perawatan pertumbuhan, berbuah, pemetikan, pemilihan, penjemuran, roasting, sampai penyajian. Semua mendukung untuk proses pembukaan family bisnis ini. Sahabatpun memberi dukungan semangat dan suami pun melihat ini sebagai sesuatu yang sangat serius sampai dia bergumul untuk mengatakan tidak pada sesuatu yang penting juga dalam hidupnya. Hm...Jadi, apa lagi yang ditunggu? Semua telah tersedia....jadi mari belajar dari nol untuk melakukan impian ini. Do the best !
Jadi teringat percakapan dengan sang ponakan ketika dia mengatakan bahwa "Kita bekerja untuk kemuliaan nama DIA. Semua yang kita kerjakan akan hilang lenyap, tetapi ketika kita bekerja untuk kemuliaan nama DIA, maka semua itu tidak menjadi sia-sia" Wow...luar biasa sekali pernyataan sang ponakan yang masih muda belia. Wow...aku tertegur sangat dengan pernyataannnya. Bagaimana dengan dirimu? Seberapa jauh memahami konsep bekerja untuk kemuliaan nama DIA?? 
Eits...itu foto bukan di kafe ya...tapi di suatu tempat untuk melihat barang-barang yang akan dibeli. Saat amelihat barang-barang terjadi diskusi antara sang arsitek dengan calon barista dan chef the Karanglo :)

Mari Mulai Berolahraga Lagi

Yesss....setelah mabok dengan begitu mudahnya merasa lelah, maka rasa kapok menyerang. Bangun tidur pagi aja terasa lelah. Ini kondisi tubuh sudah nggak benar nih. Bangun selalu siang dan dalam keadaan merasa lelah, sampai-sampai berpikir, "jangan-jangan, ada suatu penyakit dasyat nih dalam tubuh". Itu saking merasa lelah, padahal baru bangun pagi. Hm...benar-benar....nggak benar nih. Gawats...
Akhirnya dengan susah payah bangun pagi dan dengan dorongan suami untuk memulai kembali olah raga teratur dan minum air putih yang banyak, maka sejak Senin, 30 Oktober 2017, kami berdua membangun olah raga pagi, pilihannya jalan pagi dan naik sepeda. 
Well...setelah hampir dua minggu, minus hari minggu, maka mulai terasa badan semakin fit, tidak merasa lelah lagi bangun di pagi hari. Setelah beraktifitas di pagi hari beberes rumah dan masak makananpun, badan tidak lelah seperti biasanya. Upaya jalan pagi atau naik sepeda setiap hari minus hari minggu dalam dua minggu sungguh mendatangkan banyak manfaat. Nih beberapa manfaat yang didapatkan:
  1. Yang pasti, kondisi badan tidak mudah lelah lagi. Yippeee....setiap bangun pagi tidak merasa lelah seperti biasanya.
  2. Merasa lebih fit untuk kondisi tubuhnya dalam keseharian beraktifitas. Yessss.......
  3. Wow...sudah bisa bangun jam 04.00 WIB lagi....Beuh...rasanya sudah lama sekali tidak bisa bangun sepagi itu. Senang rasanya bisa bangun sepagi itu lagi
  4. Dengan bangun lebih pagi, maka bisa memiliki waktu pribadi dengan DIA bersama suami. Yippeee.....asyik....bisa doa bareng, baca Firman bareng, diskusi bareng tentang Firman dan kembali bisa lebih terbuka membicarakan pergumulan yang terkait dengan pesan-pesan DIA. Wow....senang sekali rasanya.
  5. Bangun pagi dengan gairah....semangat...
  6. Bisa terkoneksi dengan kesegaran alam pedesaan. Luarrr...biasaa.....:)
  7. Pikiran yang dibangun semakin positif.....energi negatif semakin menipis karena dari mata melek, sudah dibangun sesuatu yang positif. Yipppee.....
Wah...pokoknya senang banget deh dalam dua minggu ini bisa konsisten bangun pagi dan olah raga pagi dengan teratur. Awalnya jalan kaki hanya 30 menit, tetapi sekarang sudah bisa 1 jam jalan pagi/naik sepeda. Wah....rasanya senang sekali. Semakin terasa fit...semakin terasa energik, semakin terasa semangat, semakin terasa optimis. Wuih...memang keteraturan bangun pagi dan olah raga itu mendatangkan banyak sekali  manfaat seperti yang sudah diuraikan di atas. Jadi...mari...mulai bangun kebiasaan bangun pagi dan olah raga pagi. Dijamin mendatangkan sukacita lho....
 

09 November 2017

Luka Yang Menua by Kak Boni

Wow...serius sekali judul tulisannya ya. Ehm...iyah sih...judul tulisannya cukup serius. Ini adalah materi yang dibawakan oleh Kak Boni di Kompak, 7 November 2017 yang lalu. Kelas Bertumbuh sudah selesai, tetapi kami melihat adalah menarik jika sebelum masuk ke Kelas Berbuah, maka ada materi tambahan, salah satunya adalah materi Luka Yang Menua. Hm...aku menuliskan dalam blog ini sebagai pengingat bahwa dalam proses ini, aku diingatkan tentang seseorang yang perlu aku cermati ketika berelasi dengan dia. Lewat materi ini, aku mencoba merangkai kenapa relasiku dengan dia sangat buruk :). Tapi tentang hal ini, tidak akan aku tulis dalam blog ini, tetapi ada beberapa point yang kutulis agar menjadi pengingat juga akan point-point materi yang disampaikan kak Boni.
Beberapa point yang menarik adalah:
  1. Teori yang disampaikan lebih pada pendekatan psikoanalisa dari Freud bahwa pengalaman di masa lalu itu berpengaruh pada kondisi kita. Jadi seumpama permukaan gunung es yang terlihat hanya sedikit saja, sedangkan yang tidak terlihat lebih besar.
  2.  Hm...lupa ayatnya tapi kira-kiranya dikatakan bahwa Allah  mau kita menjaga hati kita karena dari hatilah muncul sumber kehidupan. Apakah Amsal??? Lupa-lupa ingat. Tapi pointnya adalah bahwa hati kita perlu jaga karena hati berpengaruh pada banyak aspek kehidupan kita.
  3. Ketika kita mengalami situasi yang tidak mengenakkan hati, contoh konkrit kedukaan...janganlah kita "merohanikan" kondisi kita dengan tujuan kita cepat sembuh. Tidak...Yesus saja mengambil waktu menyendiri saat Dia mendengar bahwa Yohanes dipenggal kepalanya. Hatinya sedih sekali dan Dia tidak berpura-pura bahwa Dia baik-baik saja. Dia ambil waktu untuk berproses dalam rasa dukanya. Jadi mari....kita jangan melewati setiap tahapan dalam proses hati kita.
  4. Nah..cara kita ketika mengalami beberapa situasi hati yang tidak mengenakan adalah dengan kita berelasi dengan hati kita. Kita komunikasi dengan hati kita:) Jadi perlu ambil waktu deh untuk bicara dengan diri kita dan dengan Tuhan. 
  5. Nah, praktek yang dilakukan sbb:
  • Dalam dua detik, ingalah satu nama.
  • Nah, setelah ingat nama itu, maka tulislah dalam sebuah surat dan tuliskan apa yang kamu rasakan tentang orang itu.
  • Setelah kamu tuliskan, maka anggaplah orang itu ada  di depan mu dan bacakanlah isi surat yang kamu tulis itu.
  • Nah...kemudian...(tambahan dariku:) setelah kamu baca isi suratmu itu, kembali komunikasi dengan hatimu dan tanyakan kepada DIA, Dia mau bicara apa dengan situasi itu.
  • Proses ini tidak hanya terjadi sekali dan semua beres...tapi proses ini dilakukan berulang kali sampai tahapan kita lebih tenang dan lebih paham.
  • Nah...kira-kiranya begitulah point-point yang dipahami dari Kak Boni. Semoga bermanfaat ....dan monggo dipraktekan dan lihat manfaatnya:)

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio