23 Desember 2008

Hari Kelabu!!

Ach....benaran kelabu hari ini!!
CV sudah selesai dan berlanjut dengan tugas lain. Bakalan nggak bisa pulang cepat besok. Hik..hik...Rasanya sudah tidak ada semangat kerja lagi hari ini. Sudah pengen pulang aja ke rumah, dengarin lagu Natal lagi dan tidak kerja lagi pe minggu depan. Maunya begitu, tapi sepertinya besok harus kerja pe sore lagi....Hik..hik...

Seperti ketika menjelang hari lebaran bulan Oktober kemarin, teman-teman sudah tidak memiliki semangat kerja, cenderung bermalas-malasan, sementara aku tidak merasakan apa yang dirasakan oleh mereka. Akan tetapi sekarang aku merasakannya. rasanya sudah sangat enggan untuk bekerja karena besok sudah malam Natal. Sekarang aku bisa memahami perasaan mereka saat itu.

Hei...jangan patah semangat dong...!! Yok...bangkit...bangkit....masih banyak kerjaan....Kalahkan rasa enggan menyelesaikan kerjaan yang numpuk. He..he...Hayo....

Pagi yang Kelabu???

Pagi yang kelabu!!
Tidur lelap sepanjang malam berselimutkan dinginnya udara dan rintikan hujan. Hm...tidur tanpa keringat. Suatu kenikmatan di musim penghujan ini. Akan tetapi sayangnya berlanjut sampai pagi hari ini sehingga pagi ini terkesan kelabu. He..he...Lho, koq jadi sok puitis ya??

Pagi yang kelabu semoga tidak menjadi hari yang kelabu. Tapi rasa-rasanya akan menjadi hari yang kelabu di kantor deh. Habis...dah pengen libur Natal. Rasanya berat sekali untuk melangkahkan kaki menuju ke kantor pagi hari ini....Pekerjaan CV yang tidak selesai-selesai membuat diriku semakin malas aja ke kantor. Piuh....menyebalkan kali ya....hati dah ingin menikmati libur Natal tapi masih kepikiran dengan beban pekerjaan kantor yang belum selesai. Salah sendiri, siapa yang nunda??? He..he...

Ach...seandainya saat ini kami berada di rumah bapak dan mamak yang di Siantar....pasti senang sekali. Sibuk dengan persiapan natal. Bersih-bersih rumah, pasang pohon Natal, belanja makanan, masak ikan mas naniura, ikan mas arsik, rendang..hm....jadi ngiler neh..

Persiapan apa yach untuk Natal tahun ini? Masak?? Masak apa ya? Rendang? Walah...nggak ngerti masak rendang ala mamak. Mungkin besok aku telpon mamak aja deh...nanyain resep. Jadi ingat dulu, adikku si bungsu ketika sudah menikah, sibuk menelpon mamak nanyain resep masakan ini dan itu. Dulu aku geli melihat tingkahnya itu. Tapi ternyata setelah aku menikah....melakukan hal yang sama. Ha..ha...

So...apa dong? Tinggal sehari lagi nih....Hm...pertama yang terbaik adalah di kantor hari ini menyelesaikan CV. Jika selesai hari ini pasti deh...rasanya lebih ringan...dan merasa bebas untuk menyambut libur Natal. Memang pekerjaan yang belum selesai membuat rasanya terbeban. Ach....

Pagi yang kelabu.....He..he...Pasti tidak akan menjadi hari yang kelabu karena aku akan berangkat ke kantor sesaat lagi. Semangat!!!

21 Desember 2008

Merry Christmas!!!


Horre....!!
Natal tahun ini akan tiba, tanpa terasa tinggal 3 hari lagi, bahkan dari sejak minggu lalu suasana Natal sudah terasa. Awal Desember saja pohon Natal sudah dipasang di banyak toko-toko dan Mall. Senang rasanya melihat pohon Natal bertebaran di toko-toko yang dikunjungi.

Jadi ingat, minggu lalu, bersama abang sedang di Plaza Blok M. Saat berada di dalamnya, terlihat pohon Natal dan hiasan yang menunjukkan suasana Natal dengan iringan lagu-lagu Natal. Rasanya betah sekali berada di dalamnya. Lucu dan ironisnya, aku ajak abang ke Plaza Blok M hanya untuk menikmati suasana tersebut. Minta lebih lama lagi berada di dalamnya. Pura-pura melihat sepatu yang discount pe 50%. Ha..ha..padahal udah capek udek-udek isi Matahari mencari baju Kerja. Lho...Natal koq malah cari baju kerja? Hi...hi...sudah setahun tidak beli baju kerja. Baju udah kucel. Kesempatan untuk berburu baju discountnan di bulan Desember.

Tapi tersadar ketika abang mengatakan: "Lho, kenapa cari suasana Natal di Mall?. Aneh kau ini, dek...Suasana Natal itu ya di rumah dan dalam diri kita". Dengan acuh aku mendengarkan perkataannya, tetapi sebenarnya jauh dalam hati, aku tersentak. Perkataan sepintas lalu, tapi menusuk kalbu. Apakah benar aku sesungguhnya mencari makna Natal di antara pohon-pohon Natal yang dipajang di dalam toko-toko atau Mall dan lagu-lagu yang diperdengarkan? Apakah hanya karena pohon Natal tidak ada di rumah, aku menjadi tidak merasakan makna Natal itu? Aku berharap tidak. Sungguh disayangkan jika makna Natal hanya sekedar perayaan "hura-hura" di antara pohon-pohon terang itu. Apakah banyak orang yang mengaku Kristen pernah merasakan "kehampaan" menyambut Natal dan kemudian tanpa menyadarinya mencari maknanya dalam kemeriahan pohon-pohon terang tersebut?. Aku berharap,tahun ini aku bukan diantara orang yang mencari makna Natal di antara pohon-pohon terang tersebut.

Bagaimana dengan Anda? Apakah selalu menyadari makna Natal setiap Natal menjelang? 3 hari lagi menjelang Natal. Semoga kita menemukan makna Natal tahun ini dalam diri kita masing-masing. 3 hari waktu yang singkat tapi mungkin cukup untuk menemukan Makna Natal itu. Merry Christmas !!!

By the way, pohon Natal di atas merupakan karya pengkritik akan makna Natal tersebut. Hi..hi...

20 Desember 2008

My Reflection I (Kota Kisaran)

Happy Birthday to Me!! Selasa, 09 Desember 2008 merupakan hari ulangtahunku yang ke-35 tahun. Waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa. Jika mengingat waktu kecil dulu seperti kemarin saja rasanya. AKu masih ingat bersama teman-teman menangkap kecebong di parit, dimana banyak tumpukan warna kuning (wek..wek..), atau ketika aku berlari mengejar temanku, namanya Meri, yang telah berlaku curang dalam bermain kuaci. Aku mengejarnya sampai gerbang rumah guruku. Lumayan jauh tuh...sekitar 2 Km. Tanpa berhenti aku mengejarnya. Sayangnya dia sudah sampai di gerbang rumah guruku. Ha..ha...Aku tak berani masuk karena itu rumah guruku. Bermain kuaci adalah satu permainan masa kecilku dulu di Kota Kisaran, Sumatera Utara. Bersama minimal satu teman melemparkan beberapa bentuk kemasan plastik dan kemudian membidiknya. Jika kena dan melewati garis berarti kita menang. Apa begitu dulu aturannya ya? Wah...lupa-lupa ingat deh.

Aku ingat menangis sedih ketika murid-murid bapak menginjak taman bungaku, yang dengan susah payah kutanam di depan halaman rumah. Dengan tanpa merasa bersalah mereka menginjak buang-bungaku. Saking sedihnya, aku duduk di bawah pohon jambu air susu,tanpa perduli bagaimana oran g mungkin iri karena bapakku baru pulang dari Jepang. Selama setahun dia belajar di negeri Sakura (Zaman dulu hal itu merupakan hal yang langka, naik pesawat aja merupakan barang mewah saat itu). Mereka menyambutnya dengan gegap gempita, sementara aku menangisi bunga-buangku. Hik..hik...kemudian setelah semua muridnya pulang, bapak mendatangi ku dan berkata:"Mengapa menangis boru?" Dengan terbata-bata aku menjelaskan bungaku diinjak sama murid-murid bapak. Lalu aku dipeluk dan dibawa ke dalam rumah.

Aku ingat ketika bapak pulang dari Jepang membawa oleh-oleh yang banyak sekali dan langka saat itu. Pensil warna (sampai sekarang masih ada lho, aku simpan terus), kotak pensil berwarna merah jambu, dan jam kalung. Dan ketika pulang ke Onan Runggu, kampung ompung/nenek dari mamak, dengan bangga memakai jam kalung itu dan sodara-sodara sepupu melihat ke arah jam kalungku dengan rasa iri.

Aku ingat ketika untuk pertama kalinya merayakan ulangtahunku dengan mengundang teman-teman. Itu merupakan ulang tahunku yang ke-11 ya? Lupa aku! Tapi aku masih ingat ketika mamak, kak Linda, kak Uli, dan yang lain-lain bekerja keras memasak bihun goreng dan kue bolu. Rasanya aku tak ingat lagi, apakah asin, pedas, manis atau hambar. Tetapi yang kuingat adalah duduk di kursi (didampingi adik bungsuku yang cantik) sementara teman-teman duduk di tikar, kemudian aku meniup lilin dan teman-teman menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Dulu kan lagu Happy Birthday to You masih aneh. Wong lidahnya masih kaku gitu. Hi..hi...rasanya bangga sekali bisa merayakan ulangtahun dengan meniup lilin. Hari ulangtahun yang berkesan.

Aku ingat dalam keluargaku, setiap anak yang ulangtahun pasti dirayain dengan makan bersama dengan menu spesial: Gulai Ayam masakan mamak. Hm....senangnya karena jarang makan gulai ayam, dan lebih istimewa lagi adalah bagian daging yang paling disenangi akan dihidangkan bagi yang ulang tahun. Tidak ada acara menyanyikan selamat ulang tahun. Itu merupakan hal yang aneh, tapi pasti bapak dan mamak akan mendoakan kami.

Aku ingat ketika setiap sehabis makan malam, bapak akan mengajak anak-anaknya dan setiap orang yang tinggal di rumah duduk di meja makan dan berdoa. Bapak, dengan wajah seriusnya akan memimpin kebaktian keluarga. Berdoa, bernyanyi, dan membaca alkitab dilahap bapak semua. He..he...nampak kali bapakku ini pelayanNYA. Anak-anak tidak kebagian. Hi..hi...Tentunya di tengah kebaktian itu sudah terdengar suara tepukan dan panggilan namaku, kak Eldi atau dek Golda mengajak untuk bermain. Saat mendengar tepukan itu, tempat duduk rasanya menjadi keras...ingin cepat-cepat menyelesaikan kebaktian. Piuh....dasar anak-anak!!

Aku ingat ketika mamak telat pulang ke rumah, kami akan masak gulai ayam. Tidak ada siapa-siapa, hanya kami anak-anak yang masih kecil dan seorang bapak yang sangat takut melihat darah. Ha..ha...tapi karena akan masak gulai ayam, maka dengan sangat terpaksa, bapak memotong ayam. Setelah leher ayam dipotong, bukannya mati. Ayam malah berdiri dan terseok-seok melarikan diri dengan leher yang berdarah. Hah....peristiwa yang mengerikan saat itu. Untunglah akhirnya mamak pulang, masakan gulai ayam jadi juga. Hi..hi...

Aku ingat ketika abangku yang pendiam memotong rambutku di bawah pohon nangka. Rumah yang dikelilingi oleh banyak pohon nangka, pepaya, belimbing, ubi kayu, pisang. Senangnya rasanya...rumah teduh karena banyak pohon. Kemana bakat abang memotong rambut ya?

Aku ingat ketika bapak selalu membawa aku dan dek Golda jalan-jalan sore, membeli majalah Bobo, sambil singgah di penjual es campur. Rasanya senang sekali di atas vespa bapak jalan-jalan sore. Sayang..hanya kami berdua saja yang menikmatinya.

Aku ingat ketika hampir setiap tahun kami pulang ke rumah ompung di Onan Runggu. Dengan menyewa mobil?? Ach...tak tahulah asal mobil itu darimana, tapi yang pasti ketika sekeluarga pulang tentu dengan mobil. Melewati perkebunan karet dan singgah makan siang di bawah pepohonan karet dengan bekal yang sudah disiapkan dari rumah. Atau lain waktu singgah di Parapat, memandang danau Toba dari atas. Indah sekali....Rasanya danau yang terlihat luar biasa luasnya dari sudut pandang seorang anak kecil. Lain kesempatan bermain di pinggiran danau Toba. Ach...masa-masa yang menyenangkan.

Aku ingat ketika bulan Desember tiba, anak-anak sekolah minggu menyambut Natal dengan menghapalkan ayat-ayat Alkitab: Pada mulanya.....Allah.....menciptakan langit dan bumi.....dan seterusnya. Lalu tari-tarian, pasti tiap tahun tarian : Malam Kudus......Ha..ha....dengan sedikit grogi aku membawa boneka kecil seakan membawa bayi kecil Yesus. Berjalan ke depan, ke kiri dan ke kanan, dan kemudian singgah di suatu tempat untuk meletakan boneka bayi Yesus. Tentunya aku didampingi oleh Yusuf "Saibun". Dimanakah Yusufku itu berada sekarang? Dan acara yang ditunggu-tunggu semua anak-anak sekolah minggu adalah: KUE NATAL. Dengan wajah tak sabar, kami anak-anak kecil menunggu giliran untuk mendapatkan sebungkus kue natal.

Masa kecil yang tak mungkin kualami lagi. Begitu banyak masa indah...tak tertuangkan dalam tulisan ini.....




18 Desember 2008

Coba Lagi

Semangat banget tadi malam untuk menulis, tetapi blogku lagi error. Lay out tiga tulisan yang terakhir berantakan. Abang mencoba untuk memperbaikinya,tetapi tidak berhasil. Akhirnya tidak jadi menulis tadi malam.

Pagi hari inipun aku pengen sekali menulis tetapi karena masih error akhirnya tiga tulisan terakhir dihapus, tentunya dengan dicopy terlebih dahulu dong biar nanti dituliskan kembali dalam blog ini. Semoga usaha ini berhasil sehingga bisa menulis lagi dengan lay out yang bagus.

16 Desember 2008

Kekayaan dengan Cara Cepat dan Mudah

Akhirnya aku menulis kembali apa yang ada dalam pikiranku!

Kalau dulu sobat dekatku yang mengingatkan aku untuk terus mengupdate blog ini. Sekarang giliran, dek Ima yang ngingatin. Sebenarnya banyak hal yang ingin kutuliskan selama dua minggu aku off menulis, tetapi karena sedang berada di Semarang dan Yogyakarta kemudian kembali ke Jakarta dan badan tidak fit akhirnya ditunda lagi untuk menulis lagi (Ladies and gentlemen, here is...the queen of reason, hik...hik...) Tapi sampai kapan akan menunggu mood datang untuk menulis???

Dengan pikiran sampai kapan mood datang kembali, akhirnya aku menulis lagi. Ops...sorry bos!!! Sebenarnya saat ini adalah jam kerja. Biasanya aku menulis di pagi hari sesaat setelah semua pekerjaan rumah tangga selesai dikerjakan. Akan tetapi karena berhubung diriku larut dalam nikmatnya tidur di pagi hari dengan alasan badan kurang fit, akhirnya keterusan untuk menikmati pagi hari dengan bangun siang. Ha..ha...

Badan tidak fit, batuk melulu, trus..ketiga bos tidak ada di kantor. Lengkaplah sudah alasan untuk semakin tidak semangat deh kerjanya. Tapi...kupikir-pikir...dari pada bermalas-malasan nunggu mood muncul, kenapa tidak baca kembali tulisan di blogku dan kenapa tidak baca-baca internet? Akhirnya aku membuka bahan bacaan di internet, tepatnya iklan-iklan. Tidak begitu tertarik karena isinya semua menawarkan "kekayaan dan bagaimana cara cepat untuk kaya". Lalu baca blog...eh...muncul inspirasi untuk menuliskan mengenai "kekayaan dan bagaimana cara cepat untuk kaya"

Yup...begitu banyak iklan dan tulisan di internet yang menawarkan kekayaan dan cara cepat untuk menjadi kaya. Semua menawarkan bukti-bukti rentetan saldo dari beberapa orang yang sudah menjadi kaya. Dengan iming-iming cara cepat kaya dan kenikmatan dunia lain, misalnya: tidak perlu bekerja di bawah ketakutan akan dipecat karena ketidaksukaan bos, tidak perlu bekerja diperintah-perintah orang, tidak perlu bekerja dengan upah minimum sementara energi habis terkuras. Kerja mati-matian untuk perusahaan, tapi yang kaya tetap pemilik perusahaan, sementara kita semakin tidak punya waktu untuk keluarga.

Mungkin apa yang diiklan di internet itu benar adanya bahwa mereka terbukti memperoleh kekayaan dengan cepat dan mudah. Mungkin mereka tidak perlu bekerja mati-matian untuk memperoleh segenggam berlian (ha..ha...). Tapi apakah itu makna dalam bekerja? Kemudahan dan kecepatan untuk memperoleh sesuatu? Apakah makna dari harta yang kita miliki? Ada pepatah yang mengatakan: "Easy come easy go". Apakah hal ini tidak berlaku bagi mereka yang sudah memperoleh kekayaan dengan cepat dan mudah? Bukankah lebih bermakna suatu proses yang setahap demi setahap untuk mencapai sesuatu, termasuk harta?

Dalam dunia yang selalu diiming-imingi kekayaan dan kemudahan, apakah kita tidak menjadi kehilangan makna sebuah proses dan perjuangan? Dan bukankah sebuah proses dan perjuangan merupakan bagian dari perjalanan hidup manusia? Jika hal itu tidak dialami oleh manusia bukankah ada sesuatu yang hilang?

Saya tidak mengatakan bahwa kekayaan itu salah. Oh...saya sangat pengen kaya, tapi ketika paradigma kita berubah menjadi: kekayaan dengan cara cepat dan mudah, apakah hal itu masih merupakan hal yang wajar dalam proses kehidupan kita? Saya tidak berani juga menjawab karena saya kwatir sayapun bagian dari orang-orang yang menginginkan jalan pintas untuk menjadi kaya.

Saya hanya terpikirkan hal di atas dan mencoba menuliskan di blog ini sambil berharap menemukan jawaban atas semua pertanyaan di atas....

Bagaimana dengan anda? Apakah sempat memikirkan kekayaan dengan cara cepat dan mudah?

Selamat berpikir dan menjawab pertanyaan yang akan terus mengalir.....

02 Desember 2008

Psikotest

Psikotest! Kata yang menakutkan bagi pelamar kerja yang sering gagal dalam mengikuti tes ini. Berapa banyak orang sangat penasaran dengan kata ini. Berapa banyak orang yang datang ke toko buku Gramedia atau toko buku lain untuk membeli buku-buku mengenai psikotest dan mempelajarinya dengan harapan bisa lolos dengan mudah dalam mengikuti psikotes.

Saya ingat pengalaman dari teman saya ketika kuliah dulu. Dia orang yang pintar. Nggak mungkin bodoh dong, kuliah di fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Bukannya mengagungkan universitas tertua itu, tapi paling tidak itu menjadi satu indikator dalam masyarakat kita bahwa zaman dulu, masuk universitas ini menunjukkan dia orang pandai. Kalau sekarang sih....nggak pasti satu indikator kale ya. Hi..hi...Habis pendidikan sudah dikomersialkan seh... Lanjut mengenai teman saya ini, ketika dia mengikuti psikotes, dia gagal. Dia jadi bingung sendiri. Apa yang salah dengan diriku? Saya percaya, pasti saat ini dia tidak akan mempertanyakan hal itu lagi karena sekalipun dia gagal psikotest tapi dia bisa kerja yang bagus koq sekarang.

Satu teman saya lagi, kuliah di fakultas Psikologi bok....dan di Universitas Indonesia lagi. Jelas dong hubungan antara fakultas psikologi dengan psikotest. Dia ngaku kalo ada test psikotes bakalan nggak lulus dia. Belum pernah terbukti sih, soalnya dia kerja selalu lulus dengan wawancara pake bahasa Inggris dan kerjanya sukses tuh....

Satu lagi pengalaman orang terdekat saya. Ketika mau ujian masuk Perguruan Tinggi, dengan semangat empat lima dia mengikuti bimbingan tes. Ketika akan ujian, ada fasilitas untuk psikotest menentukan minat dan bakat. Sungguh disayangkan, salah seorang penguji psikotest tersebut mengatakan bahwa kamu tidak memiliki minat dan bakat yang jelas, kalau kamu seperti ini terus maka kamu akan selalu gagal dimanapun kamu berada. Wah...sungguh pernyataan yang kejam. Saya aja tidak percaya dia mengatakan hal tersebut. Mungkin orang terdekat saya itu hanya melebih-lebihkan. (Semoga saja). Tapi dampak dari apa yang disampaikan kepada orang terdekat saya itu berdampak sangat buruk. Dia tidak lulus masuk Perguruan Tinggi Negeri. Dia langsung merasa gagal. Masuk universitas swasta yang sebenarnya bagus (paling tidak diakui masyarakat) dan nilai IPK-nya di atas 3, tapi dia merasa gagal. Satu tahun lagi dia belajar keras agar bisa lulus PTN dan akhinrya tahun ini dia coba lagi dan masuk PTN di kota Bandung. Apakah itu suatu kebetulan? Oh tentu tidak. Itu hasil dari kerja keras dan menghilangkan pernyataan si penguji psikotest itu dan keluar dari "pembatasan diri".

Berkenaan dengan psikotest di atas, saya hanya mau menyampaikan pikiran saya bahwa seringkali hasil psikotest membuat orang membatasi dirinya. Maksudnya membatasi dirinya adalah saya hanya memiliki kemampuan sebatas hasil psikotest itu. Jika hasil psikotest bagus, berarti saya memiliki intelegensi yang tinggi, saya memiliki karakter yang bagus. Jika hasil psikotest tidak sebagus harapan kita, maka berarti saya memiliki intelegensi yang rata-rata atau bahkan di bawah rata-rata, saya memiliki karakter yang buruk. Tidak ada pilihan lain. Tidak ada kemungkinan terhadap suatu perubahan.

Sangat disayangkan jika banyak orang merasa menjadi orang yang gagal ketika dikaitkan dengan hasil psikotest. Akhirnya orang membatasi dirinya dengan hasil psikotest. Sebenarnya kita sering sekali dibatasi tidak hanya hasil psikotest tapi juga perkataan orang-orang di sekitar kita yang menyatakan hal negatif pada kita. Kita hanya mengingat kata-kata negativ tersebut, kita lupa masih ada orang lain yang pernah mengungkapkan kelebihan kita. Tapi karena seringnya mendengar kata-kata negativ, akhirnya itu terus yang terngiang di pikiran kita. Dan lebih disayangkan lagi, kata-kata negativ itu sering terdengar dari orang terdekat kita: orang tua kita, pasangan kita, sodara kita bahkan mungkin guru kita di sekolah.

Lalu bagaimana mengatasi pembatasan diri kita ini? Banyak langkah sih...tapi satu hal yang sudah berhasil dilakukan oleh orang terdekat saya, suami tercinta (hi..hi...yang benar neh??): MOTIVASI DIRI. Yup...motivasi diri akan memupus perkataan-perkataan negatif yang selama ini kita dengar dan mengkristal dan akhirnya membatasi diri kita. Sepertinya kata motivasi diri bukan hal yang jarang kita dengar, tapi berapa banyakkah yang berhasil untuk memotivasi dirinya? Saya tidak berani menjawab. Andalah yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Tapi sebelum ke langkah motivasi diri, perlu kita lakukan adalah kesadaran diri akan kata "pembatasan diri". Kata pembatasan diri ini perlu kita sadari benar sehingga dengan kesadaran itu kita bisa menerima apa yang terjadi dalam diri kita dan akhirnya kita dapat mengambil langkah untuk memotivasi diri melakukan perubahan-perubahan dalam diri kita.

Berminat untuk tidak membatasi diri kita? Ayo...kita sering melakukan refleksi atas apa yang kita lakukan, pikirkan dan katakan. Refleksi....kesadaran diri....motivasi diri....dan akhirnya terbebaskan dari pembatasan pikiran dan pembatasan diri.

Berdiskusi, sharing, dan menulis merupakan salah satu bagian untuk melakuka proses penyadaran diri ini. Bersyukurlah bagi mereka yang terus belajar untuk melakukan hal tersebut.

Selamat atas proses perjuangan Anda dan saya untuk keluar dari pembatasan diri.

27 November 2008

Laughing

Tertawa itu sehat!!

Satu ciri orang yang memiliki mental yang sehat adalah bisa ketawa ngakak (Menurut pendapat saya. Nggak ada dasar teori atau saya nggak tahu jika ada teori tersebut). He..he...Ketawa ngakak maksudnya bisa tertawa secara lepas, bukan karena terpaksa atau dibuat-buat.

Banyak acara di stasiun televisi kita yang membuat orang ketawa, tapi kalo saya perhatikan bahan leluconnya lebih pada mengejek kelemahan orang lain. Apa memang hal yang lucu itu "bersodara dekat" dengan mengejek kekurangan orang lain ya? Terlepas dari situ, satu yang pasti (bagi saya) bahwa ketika orang bisa tertawa lepas maka itu satu indikator bahwa dia memiliki jiwa yang sehat. Coba aja berikan lelucon pada orang yang sedang bete atau lagi pusing dengan banyak masalah dan dikuasai oleh masalahnya, nggak bakalan deh dia bisa ketawa ngakak.

Saya senang ketika ada adik saya, namanya Desi br. Purba mengirimkan satu email yang lucu sekali. Dia sering kirim email yang lucu-lucu ke email saya. Salah satu yang paling lucu adalah Ulla..Ulla....(klik aja). Semoga bisa terhubungkan, sehingga teman-teman yang baca bisa ketawa ngakak. Sampai berapa hari ini, jika swami saya melihatnya, pasti ketawa ngakak. Senang sekali melihatnya bisa ketawa seperti itu. Saya sih ketawa ngakak ketika pertama kali melihatnya, hanya tidak bisa keras-keras, ntar kedengaran bos. Ha..ha...(nyuri waktu lihat email di kantor karena lagi bete dengan tumpukan pekerjaan). Dan saya masih sering ketawa hanya karena melihat swami masih tertawa terbahak-bahak melihat adegan hulla...hulla tersebut.

Lihat deh...! Pasti ketawa. Huah..hah....Anda tertawa??? Anda pasti sehat secara mental. Hm....

25 November 2008

Let's Jogging


It's so fresh....

Sangat menyenangkan jika bisa bangun pagi lebih awal dan meluangkan waktu untuk jalan pagi, apalagi kalo ditemani oleh orang terdekat kita. Seperti dalam foto yang terlihat...diriku sedang lari pagi sambil mejeng sebentar. Ha...ha...sayang fotonya tidak menunjukkan sedang asyik lari pagi, tapi antara lari pagi dan tidur (matanya merem seh...).

Terlepas dari foto yang matanya merem, sangat menyenangkan lari pagi (sebenarnya). Akan tetapi sangat disayangkan kegiatan lari pagi ini belum rutin. Olah raga yang rutin dan teratur membuat stamina kita menjadi lebih fit. Kita tidak cepat lelah dan bekerja lebih semangat. Hidup semangat!!

Mungkin untuk sebagian orang, lari pagi merupakan suatu kegiatan yang agak berat karena harus bangun pagi, belum lagi mikir banyak hal yang harus disiapkan sebelum berangkat kerja dan pikiran bahwa rasanya sayang cepat bangun pagi karena merasa butuh istirahat. Belum lagi memikirkan tidak ada tempat yang nyaman untuk berolah raga. Kalo menggunakan fasilitas olah raga seperti: fitness or aerobik, biayanya mahal bok....bisa makan seminggu kale...(kalo di warung padang, kalo di restoran sekali dua kali aja kale...Ha...ha..).

Tapi sebenarnya olah raga tidak tergantung fasilitas koq. Jika ada kemauan disitu ada jalan (katanya). Jika tidak ada ruang untuk jalan pagi seperti yang menjadi latar belakang foto tersebut, kita bisa olah raga di dalam rumah atau kamar (bagi yang masih anak kos). Banyak CD tentang berolah raga dalam ruangan. Yang penting seh...niatnya olah raga.

Gimana guys...kita jogging yok!!!

21 November 2008

The Power Of Spirit

Judul di atas terinspirasi dari sebuah karya photoshop yang judulnya sama persis. Tidak apa-apalah menjiplak judul yang sama, kan dah permisi dari swami sendiri. He...he...Lagian, karya photoshop itu berbicara lewat gambar, sementara yang satu ini lewat narasi. Boleh dilihat lho...bagus banget. Tinggal klik aja kata yang berwarna biru di atas.

Berkenaan dengan the spirit, Aku jadi ingat kepada empat orang dalam lingkar kehidupanku. Yang pertama bapak. Istilah the power of spirit ini benar-benar dapat saya lihat dalam dirinya. Spirit dalam hidupnya terlihat jelas dengan hidupnya yang penuh semangat, tidak kenal lelah dalam setiap pekerjaan yang dia lakukan. Ada dong saatnya letih lesu tak bertenaga. Ha..ha...tapi letih lesu tak bertenaga itu lebih karena hidupnya diisi dengan pekerjaan yang terus menerus. Tiada kenal lelah. Ada juga saatnya lelah karena begitu banyaknya permasalahan yang terjadi dalam pekerjaannya. Tapi semua itu tidak membuat dia lelah dan terduduk dan tertunduk. Bapak akan mengambil waktu menyendiri dengan Tuhannya dan kemudian kembali menghadapi permasalahan dengan spirit yang tak pernah putus-putus.

Kan lucu, ketika melakukan perjalanan dalam sehari, bapak tidak terlihat lelah, tapi anaknya yang masih muda, yang masih memiliki energi yang lebih fit malah terlihat wajahnya kuyu kelelahan. Jika mengingat itu, aku bertanya dalam hati: "Apa yang membuat bapak begitu memiliki energi yang kuat? Sepertinya tiada kenal lelah?". Jawabannya adalah kekuatan dari spirit yang ada dalam dirinya. Spirit itu mengalirkan energi yang luar biasa.

Yang kedua adalah swami tercinta yang buat karya-karya dalam photoshop itu. Coba lihat deh karya-karyanya. Bagus bukan? Mungkin tidak terlalu bagus bagi yang sudah gape photoshop dan ngerti seni. Bagiku, aku melihat dari proses yang dilaluinya untuk menghasilkan karya tersebut. Spirit menghasilkan ketekunan dan kerja smart!! Spirit mengasah segala potensi yang sudah ada dalam dirinya!!Spirit mengalahkan rasa lelah secara fisik!! Sementara aku ketika pulang kerja, rasanya tempat tidur memanggilku dengan suara sayup-sayup: Mari...kemari....enak lho berbaring. Ha...ha...

Yang ketiga nih....Salah satu sahabat terbaik dalam hidupku. Kamu bisa baca kekuatan semangatnya dalam karya-karya srapbooknya. Mengasihi putranya, belajar tanpa lelah, berkarya, dan terus berkarya untuk menghasilkan yang terbaik dalam hidupnya. Hidup di negeri asing bukan menjadi suatu halangan baginya untuk terus berkarya dan menjalani hidupnya dengan penuh makna. Luar biasa bukan? The power of spirit....

Satu orang lagi dalam lingkar kehidupanku adalah adik KTB-ku
(Kelompok Tumbuh Bersama). Sebenarnya malu juga mengatakan adik KTB-ku karena itu sudah 12 tahun yang lalu, saat kami kuliah di Yogyakarta dan rasanya aku bukan kakak KTB yang baik. He..he..Lama ya....12 tahun bok. Tapi itulah....setelah 12 tahun berlalu, aku masih tetap melihat pribadi yang tidak pernah merasa lelah dalam hidupnya. Dia masih pribadi yang penuh semangat, yang selalu ceria, yang selalu mau berbagi cerita kehidupan. Bekerja dan kuliah dan tetap terlihat enjoy dalam hidupnya adalah suatu bentuk dari the power of spirit dalam hidupnya. Kubayangkan diriku jika bekerja dan kuliah, di Jakarta lagi......weleh...weleh....rasanya tak sanggup lagi...tak sanggup lagi....(sambil nyanyi neh...sumbang kali ye...) he...he...

Masih banyak lagi orang-orang dalam lingkar hidupku yang menunjukkan the power of spirit. Tak bisa disebutkan satu persatu. Mamak yang tiada kenal lelah, kakak-kakak dan abang yang di kampung memperjuangkan nasib kaum perempuan, adik di kota pelajar, dan para sahabat
di Bandung, Yogyakarta. Masih banyak lagi.... Bersyukur mereka menjadi bagian dari perjalanan hidupku.

Ach...dari tadi cerita dari orang-orang dalam lingkar hidupku. Bagaimana dengan diriku ya? Hm...ada dong the power of spirit itu. Lha ini..buktinya....blog ini sebagai satu bentuk spirit yang terwujud. Ha..ha...

Ketika kita memiliki spirit dalam menjalani kehidupan akan terpancar dalam keseharian kita. Wajah tetap "bercahaya" walau terlihat lelah. Senantiasa sehat dan kuat walau banyak pekerjaan yang mengeluarkan energi.

Apakah kamu punya spirit itu? Yok...kita bangun spirit itu!!!

19 November 2008

A Gift for Parents

27 September adalah tanggal ulang tahun bapakku dan 29 November adalah tanggal ulang tahun mamakku. Kedua tanggal tersebut merupakan hari yang selalu kusyukuri karena mengingatkanku bahwa berkat Tuhan sungguh luar biasa dalam keluargaku. Gimana tidak. Aku memiliki kedua orang tua yang tetap sehat sampai usia senja mereka. Tahun ini bapak ulang tahun yang ke-70 dan mamak ulang tahun yang ke-62. Dan mereka tetap menjaga kehidupan rumah tangga yang kokoh.

Sekotak kado yang dibungkus dengan kertas kado berwarna biru muda sudah kukirimkan kemarin pagi lewat pengiriman kilat (TIKI), dengan harapan sekalipun bapak menerima terlambat kadonya, tapi mamak bisa menerima kadonya lebih awal. Berharap dengan apa yang kami berikan, orang tua dapat tersenyum mengingat "boru dan hela" (kalo dalam bahasa Indonesia artinya anak perempuan dan menantu) yang jauh di kota lain.

A simple gift merupakan suatu hal yang berharga bagi orang-orang yang kita kasihi, tapi sebenarnya bentuk dari sebuah hadiah tidaklah selalu dalam bentuk pemberian berbagai jenis barang dan yang diberikan pada hari ulang tahunnya. Sebuah hadiah yang berarti ketika kita memberi kasih sayang kita dalam bentuk perhatian. Memang benar bahwa mengingat hari ulang tahun dan mengirimkan kado merupakan salah satu bentuk perhatian, tapi itu kan hanya sekali setahun. Apakah cukup menunjukkan perhatian kita sekali dalam setahun? Atau dua kalilah, ditambah dengan hari Natal atau Lebaran atau apalah.

Jawaban untuk pertanyaan itu adalah TIDAK. Tidak cukup hanya sekali atau dua kali dalam setahun. Akan lebih berarti lagi ketika kita sering mengajak orang tua kita berkomunikasi. Bukankah ketika kita sudah menikah, waktu untuk orang tua kita semakin berkurang? Rasanya kita terhempas dalam kesibukan dan rutinitas rumah tangga kita yang baru, apalagi kalo sudah punya anak. Bayangan orang tua seakan buram dalam ingatan kita. Sementara orang tua kita di tempat yang jauh senantiasa mengharapkan anak-anaknya menyapa dirinya.

Komunikasi tidak membutuhkan biaya yang mahal, apalagi saat ini, ketika banyaknya promosi-promosi dari berbagai operator telepon seluler yang membuat kocek kita sedikit lebih ringan. Berapalah biaya nelpon seminggu sekali dibandingkan dengan kebahagiaan orang tua ketika kita "menyapa" mereka. Sekedar menanyakan: "Gimana kabarnya, pak? Mak? Lagi flu? Bapak dan mamak pasti kurang istirahat. Tidak perlu terlalu sering pelayanan lagi dong, pak. Perlu dijaga kesehatannya". Lalu kita mendengarkan cerita mereka tentang kehidupan mereka, si anu nikah, si anu sakit, bapak dan mamak mau ke ladang, mau istirahat di Parapat. Atau keluhan sedang jengkel dengan anaknya yang lain. Hik..hik...

A gift for parents adalah menyapa dan mendengarkan mereka. Tuhan tahu setiap orang dapat memberikan hal ini sebagai ungkapan terimakasih dan sayang kita kepada bapak dan mamak kita.

Sapalah dan dengarkanlah!!!

17 November 2008

Indo Comtech


Hik..hik....

Tulisanku yang pertama tentang Indo Comtech hilang hanya karena ingin cepat copy paste....Buyar deh...tulisanku yang pertama. Hik...hik....Kucoba menuliskannya lagi.

Indo Comtech merupakan pameran komputer terbesar di Indonesia (perlu dichek lagi nih informasinya). Pameran ini dilaksanakan dari tanggal 12-16 November 2008 di Jakarta Convention Center. Luar biasa pameran ini. Gimana nggak luar biasa, dari memasuki area parkir antre....beli tiket antre...masuki ruang pameran antre....dan ketika masuk ke ruang pameran sudah banyak orang antre untuk duduk selonjor di lantai yang bisa duduki. Hi..hi...Pasti mereka sudah kecapekan mengelilingi stand yang ada.

Saat kami masuk ke ruang stand, ajubileh....lautan manusia yang terlihat, sepertinya standnya tidak ada. Hi..hi...Dengan sedikit memaksa menerobos lautan manusia. Bisa dibayangkan dong...kita tidak bebas untuk mendapat informasi dari penjaga standnya, kita hanya berhasil menanyakan informasi ke beberapa stand saja, lebih banyak mengumpulkan brosur-brosur.

Sepanjang stand yang kami lalui, tidak terlihat sama sekali PC, tetapi notebook, printer dan sejenisnya, dan proyektor. Luar biasa perkembangan teknologi ini. Mantan pacar yang disampingku sangat antusias melihat produk-produk yang disediakan. Matanya bersinar-sinar seperti mendapat durian runtuh. Ha..ha...

Ketika melihat produk-produk yang ditawarkan, kata pertama yang mucul di pikiranku adalah: waw...luar biasa.....keren...pengen dong punya...gantiin yang punya kantor, tetapi nambah kata lain, mahal bok....tidak terjangkau bok...(untuk saat ini, hi..hi..) Tapi the show must go on!! Dengan semangat empat lima, kita tetap keliling walau disenggol di sana sini..Ha...ha...

Oh ya...ada satu foto yang sempat kami ambil, karena kecapekan, kami duduk di luar. Kesempatan deh untuk ambil fotonya. Emang kepikir foto ini untuk mejeng di blog ini. Tadinya sih pengen ambil foto suasana di dalam ruang stand, tapi ketika akan ambil foto disenggol sana senggol sini...yah...nggak jadi deh....

15 November 2008

People Change!!!

Koq rasanya lebih asyik menggunakan kata " People Change" daripada menggunakan kata "Orang bisa berubah". Mungkin aku sudah terpengaruh kata-kata kebule-bulekan ya atau mungkin karena istilah ini sudah sangat sering terdengar sehingga serasa menyatu dalam pikiranku.

Terlepas dari istilah menggunakan Bahasa Indonesia or Inggris yang digunakan, rasa-rasanya nih...kata people change ini mengandung makna negatif bagiku secara pribadi. Koq bisa ya? Mungkin karena seringnya aku mendengarkan istilah itu muncul ketika aku menyampaikan keluhan-keluhanku bahwa orang-orang yang kukenal berubah menjadi pribadi-pribadi yang tidak kukenal. " Koq dia jadi begini ya? Dia dulu nggak sombong, koq sekarang jadi sombong? Koq dia jadi ketus begitu ya? Koq dia jadi matre ya? Koq dia jadi tidak peduli ya?" Banyak kata koq dia jadi....... Ketika aku mengungkapkan kata koq dia jadi.....maka teman curhatku akan memberikan dua kata: People Change.

Manusia pasti berubah dong...nggak mungkin nggak. Begitu banyak peristiwa dalam hidup manusia yang membuat dia pasti berubah. Akan tetapi, kalo bisa berandai-andai nih....alangkah indahnya hidup ini jika orang-orang yang kita kenal berubahnya ke arah yang positif, sehingga tidak muncul kata " Koq dia jadi ...." Tapi kali itu uniknya hidup di dunia ini. Dengan banyaknya terjadi perubahan-perubahan itu membuat hidup kita jadi dinamis, terlepas perubahan itu baik atau buruk. Bisa aja kan perubahan buruk seseorang membuat kita menjadi berubah positif karena kita dibuat berpikir agar tidak berubah menjadi seperti dia yang berubah buruk.

Akan tetapi alangkah menyakitkan ya, kalo orang-orang yang kita sayangi berubah dari yang kita kenal. Kalo orang yang tidak kita begitu kenal berubah, No problem...tidak akan menyakiti kita. Ops...sory....ikutan gossip nih...katanya Tora Sudiro, pemain extravaganza itu, dengar-dengar telah bercerai dengan istrinya dan pindah ke lain hati, teman main dalam extravaganza. Bisa bayangin nggak ya kalo aku dalam posisi mantan istrinya mas Tora.....Wah...sakit banget kali ya....

Jadi teringat sama teman yang dulu sehidup semati ketika di Yogyakarta dulu. Waktu ngekos di Gang Sambu dulu. Nggak lama sih, cuma setengah tahun doang. Saat tidak ada uang lagi di tangan untuk makan apa...(aduh segitu melaratnya kah masa itu??? Hi...hi...) Kita pe bongkar celengan receh-receh....baru deh bisa belanja trus masak dong...(tahu tempe kali lauknya). Huah..hah...Dan setelah sekian lama berpisah...pasti terjadi perubahan dong...Yup...dia makin sukses dengan karirnya dan karirku tidaklah secemerlang dia. Walau karir tidak secemerlang dia, tapi nggak sampe harus bongkar celengan receh-receh koq. Ha...ha...

Lanjutan ceritanya tahu dong....perubahan apa yang terjadi....Muncullah satu kata dari lanjutan "People Change" nambah dengan kata "Sombong". Kayaknya cerita ini sudah sering dialami orang kali ya...Sebenarnya point yang ingin kusampaikan adalah ketidak mengertianku kenapa orang bisa menjadi sombong. Teryata ada satu kalimat yang sangat bagus yang membuatku mengerti tentang kesombongan itu: "Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau".

Maksudnya apa ya? Ya menurut pikiranku sih...orang yang sombong itu akhirnya tidak menyadari apa yang sedang dikerjakannya karena dia dalam proses mengalami ditipu. Di tipu??? Iya...ditipu oleh kesombongannya sehingga dia tidak bisa lagi melihat sesuatu secara obyektif. Jadi sebenarnya kasihan ya kalo melihat orang sombong tu, karena dia sedang ditipu lho...

Wah...aku bicara tentang kata people change ditambah kata sombong. Jangan-jangan aku juga bagian dari kalimat itu ya? Oh....Tuhan Yang Maha Kasih, jauhkanlah diriku dari tiga kata itu. Amin...!!!

Terdengar suara bisikan halus: "Iya nak...kudengarkan permohonanmu itu, engkau tidak sombong karena engkau belum secermelang temanmu (hi..hi...) tapi engkau menjadi kurang memiliki kasih". Gedubrak.....brak....brak....(Maksudnya, udah jatuh ketimpa ma tangga lagi). Berarti aku bagian dari : "People Change" dong????? Ops....yang bisikian tadi siapa ya??? Eh....mantan pacarku. Dia merasa aku lebih kurang perhatian. Weleh...weleh....

14 November 2008

Nyamuk

Banyak nyamuk di rumah ku.....gara-gara kamu....malas bersih-bersih....

Aku ingat lagu kanak-kanak itu, kalo tidak salah dinyanyikan oleh Joshua??? Aku tidak begitu pasti. Aku ingat lagu itu ketika tadi pagi, saat duduk di ambal, ada seekor hewan halus yang hampir tidak terlihat oleh mata (bukan makhluk halus lho dan bukan nyamuk), tapi
bisa kita rasakan dari gerakan-gerakannya. Saat aku akan mengusirnya dengan tanganku, ada yang mengatakan: "Aduh...jangan keras begitu...kasihan....Bandingkanlah tangan kita yang besar yang memiliki kekuatan beribu-ribu kali lipat dari badannya yang hampir tidak terlihat itu. Cukup ditiup aja...kasihan....hewan sehalus itu ditepuk dengan tangan kita".

Pernyataan itu tidak pernah terpikirkan olehku...Aku tahunya ada nyamuk yang mengganggu, pukul aja sekeras-kerasnya (pe telapak tangan jadi sakit, he..he..). Teringat akan lagu di atas...Aku pernah buka pembicaraan di meja makan, saat makan di kantorku tentang cara memukul nyamuk. Ada yang bilang: " Nyamuk??? Pak..puk...mate deh nyamuknya, nggak cukup di situ aja, aku gesek lagi ampe tidak berbentuk. Hi..hi...ada yang komentar: "kejam amat sih..." Bosku malah lucu banget....ditepuk sekali, trus...dengan ujung jarinya yang lentik itu membuangnya dengan rasa geli dan sedikit jijik melihat hewan malang itu.

Apa yang kupelajari dari peristiwa itu adalah, ternyata ada tipe-tipe orang dalam "membunuh" hewan kecil. Pertanyaan selanjutnya, "Apakah cara orang tersebut mempengaruhi karakter seseorang?" Kayaknya perlu ada penelitian juga neh...Capek deh....

13 November 2008

Support

Piuh.......!!!

Kata pertama yang muncul dalam pikiranku ketika akan mengupdated blog ini. Rasanya berat sekali untuk mulai menulis kembali. Terakhir ku update 2 Oktober 2008, sampai-sampai sohib terbaikku `protes`....plus mantan pacarku kehilangan kata-kata untuk memotivasiku mengupdate blog ini. He...he...

Pikiranku, isi blog ini merupakan pembelajaran Bahasa Inggris. Ternyata perkataan sohibku mengingatkan bahwa tidak harus demikian. So, jadilah kutuliskan isi pikiranku saat ini.

Butuh hati dan ketekunan dalam mengupdated blog kita. Jika tidak memiliki itu, kita terhempas dengan kesibukan pekerjaan harian di kantor dan rumah. Kita merasa tidak memiliki tenaga lagi untuk menuangkan pikiran kita. Tapi syukurlah....aku memiliki mantan pacar dan sohib yang tetap memberi semangat untuk belajar mengembangkan kemampuan menulis (apa aja....tidak harus Inggris kan???). Hi..hi...

Wah....dalam proses menulis ini, koq jadi pengen sharing lagi tentang Inggris ya? Perhaps...perhaps....tomorrow morning aja ya...

03 Oktober 2008

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Dear friends!

Di hari yang penuh kemenangan ini, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri! Minal Aidin Walfaidzin! Mohon maaf lahir dan batin. Kiranya, Hari Raya Idul Fitri tahun ini membuat kita seperti bayi yang baru lahir, putih bersih kembali dan penuh harapan dalam menjalani bulan-bulan selanjutnya.


11 September 2008

To Be

Good Morning, guys!

Sorry for being late to make this new posting! No reason for that. He...he.... Hm....pagi ini, saya ingin menyambung pembelajaran kita yang pertama dulu. Teman-teman masih ingatkan?? I, you, he, she, it, we, you, they. Oh iya...itu semua disebut sebagai subyek ya...

Ingat nggak ketika belajar Bahasa Indonesia dulu ada Subyek, Predikat, Obyek, dan Keterangan. Nah...yang kita pelajari itu disebut sebagai subyek. Supaya subyek itu "lebih hidup" ketika dipergunakan dalam kalimat yang mengandung kata sifat or keterangan, maka
I, you, he, she, it, we, you, they itu perlu teman-teman pendampingnya. Sama dengan kita kan...kita perlu teman biar hidup ini menjadi "lebih hidup" or menyenangkan. Gitchu lho....

Hm...untuk teman pendampingnya ini disebut
To BE.....!!! Jadi masing-masing si subyek itu ditemani oleh to be. Yuk, kita lihat apa aja to be dari si subyek itu.

I
am
You
are

He
is
She
is
It
is

We
are
You
are
They
are

Saya punya banyak sahabat, satu sahabat terbaik saya bernama Emma Manurung. Dari namanya tergambar dengan jelas dong kalau dia perempuan.
Dia tinggal di Malaysia. Orangnya baik deh.... Hm...November nanti kami bakalan ketemu. Pasti seru deh ketemu lagi dengannya.

Dari cerita saya itu, teman-teman sudah bisa lho buat kalimat dalam Bahasa Inggris dengan menerapkan pembelajaran kita hari ini:

She is a woman.
She is in Malaysia.
She is kind.

Gampang toh menerapkannya! Trus...kalo misalnya kita buat
She am a woman....Benar nggak ya??? Jelas nggak benar dong...kan seperti di atas dijelaskan bahwa masing-masing punya teman pendamping setia, tidak bisa ke lain hati ya. Jadi yang benar adalah She is a woman.

Kata orang Ambon: Inga....Inga......
TO BE

Bye....

06 September 2008

Subject

Hi guys!

Saya ingat masa kecil dulu, saat saya berada di Padang. Kota yang bersih dan indah (dulu sih...nggak tahu kalo sekarang). Sekitar 30 menit jalan kaki dari rumah bisa menemukan pantai. Orang bilang pantai Padang. Setiap sore, sepanjang mata melihat di pinggiran pantai banyak yang berjualan. Satu jenis makanan yang terkenal dan yang sangat saya sukai adalah SATE (tentunya akhirannya pake kata Padang dong). Hm.....rasanya tak ada yang mengalahkan nikmatnya makan sate padang...Ke kota manapun selalu saya mencari sate padang...tapi rasanya tidak ada yang seenak di pinggiran pantai Padang....Wah..rasanya kepengen terbang kesana deh.

Ingatan akan kota Padang juga membuat saya ingat ketika orang tua saya sangat berkeinginan anaknya maju dalam Bahasa Inggris. Akhirnya saya diajak menemui bapak yang cakep. He..he...kecil-kecil sudah tahu cowok cakep atau tidak. Bapak yang baik hati dan cakep itu bernama Pak Karim. Saya panggil pak cakep aja deh. Wah...dia sangat mahir berbahasa Inggris. Kemudian pak cakep mengajak kami masuk ke ruang kelasnya. Dengan wajah polos dan lugu, saya masuk ke dalam ruang kelas.

Saya ingat benar pak cakep mengajari:

I= Saya

You = Kamu

He = Dia (laki-laki)

She = Dia (perempuan)

It = Benda


We = Kami

You = Kalian

They = Mereka

Wah...susunannya aja saya sampe ingat banget. Persis seperti itu, ndak pernah terbalik. Berapa kali pertemuan temanya hanya: I, you, he, she, it, we, you, they.....sampai bosan deh ditanyain: I itu apa? You itu apa? He itu apa? She itu apa? It itu apa? We itu apa? You itu apa? They itu apa?.

Kemudian pak cakep akan menunjuk orang di sebelah saya (laki-laki). Hayoo...dia itu disebut apa??? Teman-teman tahu tidak? He!!!!!!. Dengan suara keras kami akan menjawabnya.

Gitu deh guys....
Nah.....guys, untuk kali ini saya juga ingin berbagi itu aja....Tapi dihapalin ya....Kapan waktu kita lanjutkan lagi.

Bye guys......



05 September 2008

Let's start

English is difficult!!! Saya teringat saat masih SMP dulu (tidak seperti sekarang, anak SD sudah belajar Bahasa Inggris)....banyak teman-teman yang tidak menikmati belajar Bahasa Inggris. Matematika merupakan pelajaran yang ditakuti oleh teman-teman, termasuk saya dan Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran kedua yang menyebalkan. Untungnya gurunya tidak se'killer' guru matematika.

Yup... Bahasa Inggris menjadi hal yang menyebalkan. Ada present tenses, past tenses, future.....duh...tenses...tenses..dan tenses.........Bingung deh....Itu masih tenses, belum yang lain lagi...Capek deh....

Apakah ada di antara teman-teman yang mengalami hal ini? Jika english is difficult for you or english is boring for you....Yuk....kita sama-sama belajar di blog ini. Pepatah orang dulu, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit....

Saya ingin berbagi pengalaman aja ma teman-teman yang belum ngerti english banget....makanya judul blog di atas: English for Beginners... Yuk...kita mulai belajar english sehingga english itu tidak menyebalkan dan membosankan....

Let's start, guys.....

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio