19 November 2008

A Gift for Parents

27 September adalah tanggal ulang tahun bapakku dan 29 November adalah tanggal ulang tahun mamakku. Kedua tanggal tersebut merupakan hari yang selalu kusyukuri karena mengingatkanku bahwa berkat Tuhan sungguh luar biasa dalam keluargaku. Gimana tidak. Aku memiliki kedua orang tua yang tetap sehat sampai usia senja mereka. Tahun ini bapak ulang tahun yang ke-70 dan mamak ulang tahun yang ke-62. Dan mereka tetap menjaga kehidupan rumah tangga yang kokoh.

Sekotak kado yang dibungkus dengan kertas kado berwarna biru muda sudah kukirimkan kemarin pagi lewat pengiriman kilat (TIKI), dengan harapan sekalipun bapak menerima terlambat kadonya, tapi mamak bisa menerima kadonya lebih awal. Berharap dengan apa yang kami berikan, orang tua dapat tersenyum mengingat "boru dan hela" (kalo dalam bahasa Indonesia artinya anak perempuan dan menantu) yang jauh di kota lain.

A simple gift merupakan suatu hal yang berharga bagi orang-orang yang kita kasihi, tapi sebenarnya bentuk dari sebuah hadiah tidaklah selalu dalam bentuk pemberian berbagai jenis barang dan yang diberikan pada hari ulang tahunnya. Sebuah hadiah yang berarti ketika kita memberi kasih sayang kita dalam bentuk perhatian. Memang benar bahwa mengingat hari ulang tahun dan mengirimkan kado merupakan salah satu bentuk perhatian, tapi itu kan hanya sekali setahun. Apakah cukup menunjukkan perhatian kita sekali dalam setahun? Atau dua kalilah, ditambah dengan hari Natal atau Lebaran atau apalah.

Jawaban untuk pertanyaan itu adalah TIDAK. Tidak cukup hanya sekali atau dua kali dalam setahun. Akan lebih berarti lagi ketika kita sering mengajak orang tua kita berkomunikasi. Bukankah ketika kita sudah menikah, waktu untuk orang tua kita semakin berkurang? Rasanya kita terhempas dalam kesibukan dan rutinitas rumah tangga kita yang baru, apalagi kalo sudah punya anak. Bayangan orang tua seakan buram dalam ingatan kita. Sementara orang tua kita di tempat yang jauh senantiasa mengharapkan anak-anaknya menyapa dirinya.

Komunikasi tidak membutuhkan biaya yang mahal, apalagi saat ini, ketika banyaknya promosi-promosi dari berbagai operator telepon seluler yang membuat kocek kita sedikit lebih ringan. Berapalah biaya nelpon seminggu sekali dibandingkan dengan kebahagiaan orang tua ketika kita "menyapa" mereka. Sekedar menanyakan: "Gimana kabarnya, pak? Mak? Lagi flu? Bapak dan mamak pasti kurang istirahat. Tidak perlu terlalu sering pelayanan lagi dong, pak. Perlu dijaga kesehatannya". Lalu kita mendengarkan cerita mereka tentang kehidupan mereka, si anu nikah, si anu sakit, bapak dan mamak mau ke ladang, mau istirahat di Parapat. Atau keluhan sedang jengkel dengan anaknya yang lain. Hik..hik...

A gift for parents adalah menyapa dan mendengarkan mereka. Tuhan tahu setiap orang dapat memberikan hal ini sebagai ungkapan terimakasih dan sayang kita kepada bapak dan mamak kita.

Sapalah dan dengarkanlah!!!

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio