23 Desember 2008

Hari Kelabu!!

Ach....benaran kelabu hari ini!!
CV sudah selesai dan berlanjut dengan tugas lain. Bakalan nggak bisa pulang cepat besok. Hik..hik...Rasanya sudah tidak ada semangat kerja lagi hari ini. Sudah pengen pulang aja ke rumah, dengarin lagu Natal lagi dan tidak kerja lagi pe minggu depan. Maunya begitu, tapi sepertinya besok harus kerja pe sore lagi....Hik..hik...

Seperti ketika menjelang hari lebaran bulan Oktober kemarin, teman-teman sudah tidak memiliki semangat kerja, cenderung bermalas-malasan, sementara aku tidak merasakan apa yang dirasakan oleh mereka. Akan tetapi sekarang aku merasakannya. rasanya sudah sangat enggan untuk bekerja karena besok sudah malam Natal. Sekarang aku bisa memahami perasaan mereka saat itu.

Hei...jangan patah semangat dong...!! Yok...bangkit...bangkit....masih banyak kerjaan....Kalahkan rasa enggan menyelesaikan kerjaan yang numpuk. He..he...Hayo....

Pagi yang Kelabu???

Pagi yang kelabu!!
Tidur lelap sepanjang malam berselimutkan dinginnya udara dan rintikan hujan. Hm...tidur tanpa keringat. Suatu kenikmatan di musim penghujan ini. Akan tetapi sayangnya berlanjut sampai pagi hari ini sehingga pagi ini terkesan kelabu. He..he...Lho, koq jadi sok puitis ya??

Pagi yang kelabu semoga tidak menjadi hari yang kelabu. Tapi rasa-rasanya akan menjadi hari yang kelabu di kantor deh. Habis...dah pengen libur Natal. Rasanya berat sekali untuk melangkahkan kaki menuju ke kantor pagi hari ini....Pekerjaan CV yang tidak selesai-selesai membuat diriku semakin malas aja ke kantor. Piuh....menyebalkan kali ya....hati dah ingin menikmati libur Natal tapi masih kepikiran dengan beban pekerjaan kantor yang belum selesai. Salah sendiri, siapa yang nunda??? He..he...

Ach...seandainya saat ini kami berada di rumah bapak dan mamak yang di Siantar....pasti senang sekali. Sibuk dengan persiapan natal. Bersih-bersih rumah, pasang pohon Natal, belanja makanan, masak ikan mas naniura, ikan mas arsik, rendang..hm....jadi ngiler neh..

Persiapan apa yach untuk Natal tahun ini? Masak?? Masak apa ya? Rendang? Walah...nggak ngerti masak rendang ala mamak. Mungkin besok aku telpon mamak aja deh...nanyain resep. Jadi ingat dulu, adikku si bungsu ketika sudah menikah, sibuk menelpon mamak nanyain resep masakan ini dan itu. Dulu aku geli melihat tingkahnya itu. Tapi ternyata setelah aku menikah....melakukan hal yang sama. Ha..ha...

So...apa dong? Tinggal sehari lagi nih....Hm...pertama yang terbaik adalah di kantor hari ini menyelesaikan CV. Jika selesai hari ini pasti deh...rasanya lebih ringan...dan merasa bebas untuk menyambut libur Natal. Memang pekerjaan yang belum selesai membuat rasanya terbeban. Ach....

Pagi yang kelabu.....He..he...Pasti tidak akan menjadi hari yang kelabu karena aku akan berangkat ke kantor sesaat lagi. Semangat!!!

21 Desember 2008

Merry Christmas!!!


Horre....!!
Natal tahun ini akan tiba, tanpa terasa tinggal 3 hari lagi, bahkan dari sejak minggu lalu suasana Natal sudah terasa. Awal Desember saja pohon Natal sudah dipasang di banyak toko-toko dan Mall. Senang rasanya melihat pohon Natal bertebaran di toko-toko yang dikunjungi.

Jadi ingat, minggu lalu, bersama abang sedang di Plaza Blok M. Saat berada di dalamnya, terlihat pohon Natal dan hiasan yang menunjukkan suasana Natal dengan iringan lagu-lagu Natal. Rasanya betah sekali berada di dalamnya. Lucu dan ironisnya, aku ajak abang ke Plaza Blok M hanya untuk menikmati suasana tersebut. Minta lebih lama lagi berada di dalamnya. Pura-pura melihat sepatu yang discount pe 50%. Ha..ha..padahal udah capek udek-udek isi Matahari mencari baju Kerja. Lho...Natal koq malah cari baju kerja? Hi...hi...sudah setahun tidak beli baju kerja. Baju udah kucel. Kesempatan untuk berburu baju discountnan di bulan Desember.

Tapi tersadar ketika abang mengatakan: "Lho, kenapa cari suasana Natal di Mall?. Aneh kau ini, dek...Suasana Natal itu ya di rumah dan dalam diri kita". Dengan acuh aku mendengarkan perkataannya, tetapi sebenarnya jauh dalam hati, aku tersentak. Perkataan sepintas lalu, tapi menusuk kalbu. Apakah benar aku sesungguhnya mencari makna Natal di antara pohon-pohon Natal yang dipajang di dalam toko-toko atau Mall dan lagu-lagu yang diperdengarkan? Apakah hanya karena pohon Natal tidak ada di rumah, aku menjadi tidak merasakan makna Natal itu? Aku berharap tidak. Sungguh disayangkan jika makna Natal hanya sekedar perayaan "hura-hura" di antara pohon-pohon terang itu. Apakah banyak orang yang mengaku Kristen pernah merasakan "kehampaan" menyambut Natal dan kemudian tanpa menyadarinya mencari maknanya dalam kemeriahan pohon-pohon terang tersebut?. Aku berharap,tahun ini aku bukan diantara orang yang mencari makna Natal di antara pohon-pohon terang tersebut.

Bagaimana dengan Anda? Apakah selalu menyadari makna Natal setiap Natal menjelang? 3 hari lagi menjelang Natal. Semoga kita menemukan makna Natal tahun ini dalam diri kita masing-masing. 3 hari waktu yang singkat tapi mungkin cukup untuk menemukan Makna Natal itu. Merry Christmas !!!

By the way, pohon Natal di atas merupakan karya pengkritik akan makna Natal tersebut. Hi..hi...

20 Desember 2008

My Reflection I (Kota Kisaran)

Happy Birthday to Me!! Selasa, 09 Desember 2008 merupakan hari ulangtahunku yang ke-35 tahun. Waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa. Jika mengingat waktu kecil dulu seperti kemarin saja rasanya. AKu masih ingat bersama teman-teman menangkap kecebong di parit, dimana banyak tumpukan warna kuning (wek..wek..), atau ketika aku berlari mengejar temanku, namanya Meri, yang telah berlaku curang dalam bermain kuaci. Aku mengejarnya sampai gerbang rumah guruku. Lumayan jauh tuh...sekitar 2 Km. Tanpa berhenti aku mengejarnya. Sayangnya dia sudah sampai di gerbang rumah guruku. Ha..ha...Aku tak berani masuk karena itu rumah guruku. Bermain kuaci adalah satu permainan masa kecilku dulu di Kota Kisaran, Sumatera Utara. Bersama minimal satu teman melemparkan beberapa bentuk kemasan plastik dan kemudian membidiknya. Jika kena dan melewati garis berarti kita menang. Apa begitu dulu aturannya ya? Wah...lupa-lupa ingat deh.

Aku ingat menangis sedih ketika murid-murid bapak menginjak taman bungaku, yang dengan susah payah kutanam di depan halaman rumah. Dengan tanpa merasa bersalah mereka menginjak buang-bungaku. Saking sedihnya, aku duduk di bawah pohon jambu air susu,tanpa perduli bagaimana oran g mungkin iri karena bapakku baru pulang dari Jepang. Selama setahun dia belajar di negeri Sakura (Zaman dulu hal itu merupakan hal yang langka, naik pesawat aja merupakan barang mewah saat itu). Mereka menyambutnya dengan gegap gempita, sementara aku menangisi bunga-buangku. Hik..hik...kemudian setelah semua muridnya pulang, bapak mendatangi ku dan berkata:"Mengapa menangis boru?" Dengan terbata-bata aku menjelaskan bungaku diinjak sama murid-murid bapak. Lalu aku dipeluk dan dibawa ke dalam rumah.

Aku ingat ketika bapak pulang dari Jepang membawa oleh-oleh yang banyak sekali dan langka saat itu. Pensil warna (sampai sekarang masih ada lho, aku simpan terus), kotak pensil berwarna merah jambu, dan jam kalung. Dan ketika pulang ke Onan Runggu, kampung ompung/nenek dari mamak, dengan bangga memakai jam kalung itu dan sodara-sodara sepupu melihat ke arah jam kalungku dengan rasa iri.

Aku ingat ketika untuk pertama kalinya merayakan ulangtahunku dengan mengundang teman-teman. Itu merupakan ulang tahunku yang ke-11 ya? Lupa aku! Tapi aku masih ingat ketika mamak, kak Linda, kak Uli, dan yang lain-lain bekerja keras memasak bihun goreng dan kue bolu. Rasanya aku tak ingat lagi, apakah asin, pedas, manis atau hambar. Tetapi yang kuingat adalah duduk di kursi (didampingi adik bungsuku yang cantik) sementara teman-teman duduk di tikar, kemudian aku meniup lilin dan teman-teman menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Dulu kan lagu Happy Birthday to You masih aneh. Wong lidahnya masih kaku gitu. Hi..hi...rasanya bangga sekali bisa merayakan ulangtahun dengan meniup lilin. Hari ulangtahun yang berkesan.

Aku ingat dalam keluargaku, setiap anak yang ulangtahun pasti dirayain dengan makan bersama dengan menu spesial: Gulai Ayam masakan mamak. Hm....senangnya karena jarang makan gulai ayam, dan lebih istimewa lagi adalah bagian daging yang paling disenangi akan dihidangkan bagi yang ulang tahun. Tidak ada acara menyanyikan selamat ulang tahun. Itu merupakan hal yang aneh, tapi pasti bapak dan mamak akan mendoakan kami.

Aku ingat ketika setiap sehabis makan malam, bapak akan mengajak anak-anaknya dan setiap orang yang tinggal di rumah duduk di meja makan dan berdoa. Bapak, dengan wajah seriusnya akan memimpin kebaktian keluarga. Berdoa, bernyanyi, dan membaca alkitab dilahap bapak semua. He..he...nampak kali bapakku ini pelayanNYA. Anak-anak tidak kebagian. Hi..hi...Tentunya di tengah kebaktian itu sudah terdengar suara tepukan dan panggilan namaku, kak Eldi atau dek Golda mengajak untuk bermain. Saat mendengar tepukan itu, tempat duduk rasanya menjadi keras...ingin cepat-cepat menyelesaikan kebaktian. Piuh....dasar anak-anak!!

Aku ingat ketika mamak telat pulang ke rumah, kami akan masak gulai ayam. Tidak ada siapa-siapa, hanya kami anak-anak yang masih kecil dan seorang bapak yang sangat takut melihat darah. Ha..ha...tapi karena akan masak gulai ayam, maka dengan sangat terpaksa, bapak memotong ayam. Setelah leher ayam dipotong, bukannya mati. Ayam malah berdiri dan terseok-seok melarikan diri dengan leher yang berdarah. Hah....peristiwa yang mengerikan saat itu. Untunglah akhirnya mamak pulang, masakan gulai ayam jadi juga. Hi..hi...

Aku ingat ketika abangku yang pendiam memotong rambutku di bawah pohon nangka. Rumah yang dikelilingi oleh banyak pohon nangka, pepaya, belimbing, ubi kayu, pisang. Senangnya rasanya...rumah teduh karena banyak pohon. Kemana bakat abang memotong rambut ya?

Aku ingat ketika bapak selalu membawa aku dan dek Golda jalan-jalan sore, membeli majalah Bobo, sambil singgah di penjual es campur. Rasanya senang sekali di atas vespa bapak jalan-jalan sore. Sayang..hanya kami berdua saja yang menikmatinya.

Aku ingat ketika hampir setiap tahun kami pulang ke rumah ompung di Onan Runggu. Dengan menyewa mobil?? Ach...tak tahulah asal mobil itu darimana, tapi yang pasti ketika sekeluarga pulang tentu dengan mobil. Melewati perkebunan karet dan singgah makan siang di bawah pepohonan karet dengan bekal yang sudah disiapkan dari rumah. Atau lain waktu singgah di Parapat, memandang danau Toba dari atas. Indah sekali....Rasanya danau yang terlihat luar biasa luasnya dari sudut pandang seorang anak kecil. Lain kesempatan bermain di pinggiran danau Toba. Ach...masa-masa yang menyenangkan.

Aku ingat ketika bulan Desember tiba, anak-anak sekolah minggu menyambut Natal dengan menghapalkan ayat-ayat Alkitab: Pada mulanya.....Allah.....menciptakan langit dan bumi.....dan seterusnya. Lalu tari-tarian, pasti tiap tahun tarian : Malam Kudus......Ha..ha....dengan sedikit grogi aku membawa boneka kecil seakan membawa bayi kecil Yesus. Berjalan ke depan, ke kiri dan ke kanan, dan kemudian singgah di suatu tempat untuk meletakan boneka bayi Yesus. Tentunya aku didampingi oleh Yusuf "Saibun". Dimanakah Yusufku itu berada sekarang? Dan acara yang ditunggu-tunggu semua anak-anak sekolah minggu adalah: KUE NATAL. Dengan wajah tak sabar, kami anak-anak kecil menunggu giliran untuk mendapatkan sebungkus kue natal.

Masa kecil yang tak mungkin kualami lagi. Begitu banyak masa indah...tak tertuangkan dalam tulisan ini.....




18 Desember 2008

Coba Lagi

Semangat banget tadi malam untuk menulis, tetapi blogku lagi error. Lay out tiga tulisan yang terakhir berantakan. Abang mencoba untuk memperbaikinya,tetapi tidak berhasil. Akhirnya tidak jadi menulis tadi malam.

Pagi hari inipun aku pengen sekali menulis tetapi karena masih error akhirnya tiga tulisan terakhir dihapus, tentunya dengan dicopy terlebih dahulu dong biar nanti dituliskan kembali dalam blog ini. Semoga usaha ini berhasil sehingga bisa menulis lagi dengan lay out yang bagus.

16 Desember 2008

Kekayaan dengan Cara Cepat dan Mudah

Akhirnya aku menulis kembali apa yang ada dalam pikiranku!

Kalau dulu sobat dekatku yang mengingatkan aku untuk terus mengupdate blog ini. Sekarang giliran, dek Ima yang ngingatin. Sebenarnya banyak hal yang ingin kutuliskan selama dua minggu aku off menulis, tetapi karena sedang berada di Semarang dan Yogyakarta kemudian kembali ke Jakarta dan badan tidak fit akhirnya ditunda lagi untuk menulis lagi (Ladies and gentlemen, here is...the queen of reason, hik...hik...) Tapi sampai kapan akan menunggu mood datang untuk menulis???

Dengan pikiran sampai kapan mood datang kembali, akhirnya aku menulis lagi. Ops...sorry bos!!! Sebenarnya saat ini adalah jam kerja. Biasanya aku menulis di pagi hari sesaat setelah semua pekerjaan rumah tangga selesai dikerjakan. Akan tetapi karena berhubung diriku larut dalam nikmatnya tidur di pagi hari dengan alasan badan kurang fit, akhirnya keterusan untuk menikmati pagi hari dengan bangun siang. Ha..ha...

Badan tidak fit, batuk melulu, trus..ketiga bos tidak ada di kantor. Lengkaplah sudah alasan untuk semakin tidak semangat deh kerjanya. Tapi...kupikir-pikir...dari pada bermalas-malasan nunggu mood muncul, kenapa tidak baca kembali tulisan di blogku dan kenapa tidak baca-baca internet? Akhirnya aku membuka bahan bacaan di internet, tepatnya iklan-iklan. Tidak begitu tertarik karena isinya semua menawarkan "kekayaan dan bagaimana cara cepat untuk kaya". Lalu baca blog...eh...muncul inspirasi untuk menuliskan mengenai "kekayaan dan bagaimana cara cepat untuk kaya"

Yup...begitu banyak iklan dan tulisan di internet yang menawarkan kekayaan dan cara cepat untuk menjadi kaya. Semua menawarkan bukti-bukti rentetan saldo dari beberapa orang yang sudah menjadi kaya. Dengan iming-iming cara cepat kaya dan kenikmatan dunia lain, misalnya: tidak perlu bekerja di bawah ketakutan akan dipecat karena ketidaksukaan bos, tidak perlu bekerja diperintah-perintah orang, tidak perlu bekerja dengan upah minimum sementara energi habis terkuras. Kerja mati-matian untuk perusahaan, tapi yang kaya tetap pemilik perusahaan, sementara kita semakin tidak punya waktu untuk keluarga.

Mungkin apa yang diiklan di internet itu benar adanya bahwa mereka terbukti memperoleh kekayaan dengan cepat dan mudah. Mungkin mereka tidak perlu bekerja mati-matian untuk memperoleh segenggam berlian (ha..ha...). Tapi apakah itu makna dalam bekerja? Kemudahan dan kecepatan untuk memperoleh sesuatu? Apakah makna dari harta yang kita miliki? Ada pepatah yang mengatakan: "Easy come easy go". Apakah hal ini tidak berlaku bagi mereka yang sudah memperoleh kekayaan dengan cepat dan mudah? Bukankah lebih bermakna suatu proses yang setahap demi setahap untuk mencapai sesuatu, termasuk harta?

Dalam dunia yang selalu diiming-imingi kekayaan dan kemudahan, apakah kita tidak menjadi kehilangan makna sebuah proses dan perjuangan? Dan bukankah sebuah proses dan perjuangan merupakan bagian dari perjalanan hidup manusia? Jika hal itu tidak dialami oleh manusia bukankah ada sesuatu yang hilang?

Saya tidak mengatakan bahwa kekayaan itu salah. Oh...saya sangat pengen kaya, tapi ketika paradigma kita berubah menjadi: kekayaan dengan cara cepat dan mudah, apakah hal itu masih merupakan hal yang wajar dalam proses kehidupan kita? Saya tidak berani juga menjawab karena saya kwatir sayapun bagian dari orang-orang yang menginginkan jalan pintas untuk menjadi kaya.

Saya hanya terpikirkan hal di atas dan mencoba menuliskan di blog ini sambil berharap menemukan jawaban atas semua pertanyaan di atas....

Bagaimana dengan anda? Apakah sempat memikirkan kekayaan dengan cara cepat dan mudah?

Selamat berpikir dan menjawab pertanyaan yang akan terus mengalir.....

02 Desember 2008

Psikotest

Psikotest! Kata yang menakutkan bagi pelamar kerja yang sering gagal dalam mengikuti tes ini. Berapa banyak orang sangat penasaran dengan kata ini. Berapa banyak orang yang datang ke toko buku Gramedia atau toko buku lain untuk membeli buku-buku mengenai psikotest dan mempelajarinya dengan harapan bisa lolos dengan mudah dalam mengikuti psikotes.

Saya ingat pengalaman dari teman saya ketika kuliah dulu. Dia orang yang pintar. Nggak mungkin bodoh dong, kuliah di fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Bukannya mengagungkan universitas tertua itu, tapi paling tidak itu menjadi satu indikator dalam masyarakat kita bahwa zaman dulu, masuk universitas ini menunjukkan dia orang pandai. Kalau sekarang sih....nggak pasti satu indikator kale ya. Hi..hi...Habis pendidikan sudah dikomersialkan seh... Lanjut mengenai teman saya ini, ketika dia mengikuti psikotes, dia gagal. Dia jadi bingung sendiri. Apa yang salah dengan diriku? Saya percaya, pasti saat ini dia tidak akan mempertanyakan hal itu lagi karena sekalipun dia gagal psikotest tapi dia bisa kerja yang bagus koq sekarang.

Satu teman saya lagi, kuliah di fakultas Psikologi bok....dan di Universitas Indonesia lagi. Jelas dong hubungan antara fakultas psikologi dengan psikotest. Dia ngaku kalo ada test psikotes bakalan nggak lulus dia. Belum pernah terbukti sih, soalnya dia kerja selalu lulus dengan wawancara pake bahasa Inggris dan kerjanya sukses tuh....

Satu lagi pengalaman orang terdekat saya. Ketika mau ujian masuk Perguruan Tinggi, dengan semangat empat lima dia mengikuti bimbingan tes. Ketika akan ujian, ada fasilitas untuk psikotest menentukan minat dan bakat. Sungguh disayangkan, salah seorang penguji psikotest tersebut mengatakan bahwa kamu tidak memiliki minat dan bakat yang jelas, kalau kamu seperti ini terus maka kamu akan selalu gagal dimanapun kamu berada. Wah...sungguh pernyataan yang kejam. Saya aja tidak percaya dia mengatakan hal tersebut. Mungkin orang terdekat saya itu hanya melebih-lebihkan. (Semoga saja). Tapi dampak dari apa yang disampaikan kepada orang terdekat saya itu berdampak sangat buruk. Dia tidak lulus masuk Perguruan Tinggi Negeri. Dia langsung merasa gagal. Masuk universitas swasta yang sebenarnya bagus (paling tidak diakui masyarakat) dan nilai IPK-nya di atas 3, tapi dia merasa gagal. Satu tahun lagi dia belajar keras agar bisa lulus PTN dan akhinrya tahun ini dia coba lagi dan masuk PTN di kota Bandung. Apakah itu suatu kebetulan? Oh tentu tidak. Itu hasil dari kerja keras dan menghilangkan pernyataan si penguji psikotest itu dan keluar dari "pembatasan diri".

Berkenaan dengan psikotest di atas, saya hanya mau menyampaikan pikiran saya bahwa seringkali hasil psikotest membuat orang membatasi dirinya. Maksudnya membatasi dirinya adalah saya hanya memiliki kemampuan sebatas hasil psikotest itu. Jika hasil psikotest bagus, berarti saya memiliki intelegensi yang tinggi, saya memiliki karakter yang bagus. Jika hasil psikotest tidak sebagus harapan kita, maka berarti saya memiliki intelegensi yang rata-rata atau bahkan di bawah rata-rata, saya memiliki karakter yang buruk. Tidak ada pilihan lain. Tidak ada kemungkinan terhadap suatu perubahan.

Sangat disayangkan jika banyak orang merasa menjadi orang yang gagal ketika dikaitkan dengan hasil psikotest. Akhirnya orang membatasi dirinya dengan hasil psikotest. Sebenarnya kita sering sekali dibatasi tidak hanya hasil psikotest tapi juga perkataan orang-orang di sekitar kita yang menyatakan hal negatif pada kita. Kita hanya mengingat kata-kata negativ tersebut, kita lupa masih ada orang lain yang pernah mengungkapkan kelebihan kita. Tapi karena seringnya mendengar kata-kata negativ, akhirnya itu terus yang terngiang di pikiran kita. Dan lebih disayangkan lagi, kata-kata negativ itu sering terdengar dari orang terdekat kita: orang tua kita, pasangan kita, sodara kita bahkan mungkin guru kita di sekolah.

Lalu bagaimana mengatasi pembatasan diri kita ini? Banyak langkah sih...tapi satu hal yang sudah berhasil dilakukan oleh orang terdekat saya, suami tercinta (hi..hi...yang benar neh??): MOTIVASI DIRI. Yup...motivasi diri akan memupus perkataan-perkataan negatif yang selama ini kita dengar dan mengkristal dan akhirnya membatasi diri kita. Sepertinya kata motivasi diri bukan hal yang jarang kita dengar, tapi berapa banyakkah yang berhasil untuk memotivasi dirinya? Saya tidak berani menjawab. Andalah yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Tapi sebelum ke langkah motivasi diri, perlu kita lakukan adalah kesadaran diri akan kata "pembatasan diri". Kata pembatasan diri ini perlu kita sadari benar sehingga dengan kesadaran itu kita bisa menerima apa yang terjadi dalam diri kita dan akhirnya kita dapat mengambil langkah untuk memotivasi diri melakukan perubahan-perubahan dalam diri kita.

Berminat untuk tidak membatasi diri kita? Ayo...kita sering melakukan refleksi atas apa yang kita lakukan, pikirkan dan katakan. Refleksi....kesadaran diri....motivasi diri....dan akhirnya terbebaskan dari pembatasan pikiran dan pembatasan diri.

Berdiskusi, sharing, dan menulis merupakan salah satu bagian untuk melakuka proses penyadaran diri ini. Bersyukurlah bagi mereka yang terus belajar untuk melakukan hal tersebut.

Selamat atas proses perjuangan Anda dan saya untuk keluar dari pembatasan diri.

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio