16 Desember 2008

Kekayaan dengan Cara Cepat dan Mudah

Akhirnya aku menulis kembali apa yang ada dalam pikiranku!

Kalau dulu sobat dekatku yang mengingatkan aku untuk terus mengupdate blog ini. Sekarang giliran, dek Ima yang ngingatin. Sebenarnya banyak hal yang ingin kutuliskan selama dua minggu aku off menulis, tetapi karena sedang berada di Semarang dan Yogyakarta kemudian kembali ke Jakarta dan badan tidak fit akhirnya ditunda lagi untuk menulis lagi (Ladies and gentlemen, here is...the queen of reason, hik...hik...) Tapi sampai kapan akan menunggu mood datang untuk menulis???

Dengan pikiran sampai kapan mood datang kembali, akhirnya aku menulis lagi. Ops...sorry bos!!! Sebenarnya saat ini adalah jam kerja. Biasanya aku menulis di pagi hari sesaat setelah semua pekerjaan rumah tangga selesai dikerjakan. Akan tetapi karena berhubung diriku larut dalam nikmatnya tidur di pagi hari dengan alasan badan kurang fit, akhirnya keterusan untuk menikmati pagi hari dengan bangun siang. Ha..ha...

Badan tidak fit, batuk melulu, trus..ketiga bos tidak ada di kantor. Lengkaplah sudah alasan untuk semakin tidak semangat deh kerjanya. Tapi...kupikir-pikir...dari pada bermalas-malasan nunggu mood muncul, kenapa tidak baca kembali tulisan di blogku dan kenapa tidak baca-baca internet? Akhirnya aku membuka bahan bacaan di internet, tepatnya iklan-iklan. Tidak begitu tertarik karena isinya semua menawarkan "kekayaan dan bagaimana cara cepat untuk kaya". Lalu baca blog...eh...muncul inspirasi untuk menuliskan mengenai "kekayaan dan bagaimana cara cepat untuk kaya"

Yup...begitu banyak iklan dan tulisan di internet yang menawarkan kekayaan dan cara cepat untuk menjadi kaya. Semua menawarkan bukti-bukti rentetan saldo dari beberapa orang yang sudah menjadi kaya. Dengan iming-iming cara cepat kaya dan kenikmatan dunia lain, misalnya: tidak perlu bekerja di bawah ketakutan akan dipecat karena ketidaksukaan bos, tidak perlu bekerja diperintah-perintah orang, tidak perlu bekerja dengan upah minimum sementara energi habis terkuras. Kerja mati-matian untuk perusahaan, tapi yang kaya tetap pemilik perusahaan, sementara kita semakin tidak punya waktu untuk keluarga.

Mungkin apa yang diiklan di internet itu benar adanya bahwa mereka terbukti memperoleh kekayaan dengan cepat dan mudah. Mungkin mereka tidak perlu bekerja mati-matian untuk memperoleh segenggam berlian (ha..ha...). Tapi apakah itu makna dalam bekerja? Kemudahan dan kecepatan untuk memperoleh sesuatu? Apakah makna dari harta yang kita miliki? Ada pepatah yang mengatakan: "Easy come easy go". Apakah hal ini tidak berlaku bagi mereka yang sudah memperoleh kekayaan dengan cepat dan mudah? Bukankah lebih bermakna suatu proses yang setahap demi setahap untuk mencapai sesuatu, termasuk harta?

Dalam dunia yang selalu diiming-imingi kekayaan dan kemudahan, apakah kita tidak menjadi kehilangan makna sebuah proses dan perjuangan? Dan bukankah sebuah proses dan perjuangan merupakan bagian dari perjalanan hidup manusia? Jika hal itu tidak dialami oleh manusia bukankah ada sesuatu yang hilang?

Saya tidak mengatakan bahwa kekayaan itu salah. Oh...saya sangat pengen kaya, tapi ketika paradigma kita berubah menjadi: kekayaan dengan cara cepat dan mudah, apakah hal itu masih merupakan hal yang wajar dalam proses kehidupan kita? Saya tidak berani juga menjawab karena saya kwatir sayapun bagian dari orang-orang yang menginginkan jalan pintas untuk menjadi kaya.

Saya hanya terpikirkan hal di atas dan mencoba menuliskan di blog ini sambil berharap menemukan jawaban atas semua pertanyaan di atas....

Bagaimana dengan anda? Apakah sempat memikirkan kekayaan dengan cara cepat dan mudah?

Selamat berpikir dan menjawab pertanyaan yang akan terus mengalir.....

1 komentar:

wiki mengatakan...

Hmmm...artikel yg menarik. mantap boss...keep psosting ya...

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio