16 Oktober 2009

Dominan-Stephen-Semangat

Lagi asyik dengan laporan pelatihan. Asyik banget, sampai-sampai lupa waktu ketika membaca dan mengedit laporan dari lapangan. Akan tetapi keasyikan itu ternoda oleh satu suara yang dominan. Yah..buyar deh konsentrasi yang kubangun sejak pagi tadi. Setengah semangat langsung melayang sesaat, tetapi kemudian ingat dengan kata-kata pak Stephen, hm...akhirnya aku cari file lagu yang menyejukkan hati dan mendengarkannya sambil membuka blog kesayangan ini dan mencoba menuangkan pengalaman ini dalam bentuk tulisan yang membangun.

Hm..apa kira-kira yang dapat membangun dari kejadian ini ya? Yups....mencoba untuk tidak tenggelam terlalu lama dengan pengaruh buruk dari luar diri. Seperti kata pepatah, anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Rasanya perlu diterapkan deh itu untuk situasi yang memberikan aura negatif. He..he...Yuk...semangat lagi deh.... Kerja..kerja...mari kita kerja....(ada yang tahu lanjutan lagu ini???) He..ha...

Okeh..siap kerja lagi setelah publish tulisan ini deh. Dengan harapan, siapapun yang baca blogku terinspirasi untuk tetap maju meraih impian dengan penuh semangat dan sukacita sekalipun ada aura yang mengganggu.

28 Agustus 2009

Ngalor-Ngidul di Pagi Hari

Piuh....jam 4 pagi sudah bangun! Tapi badan berat sekali rasanya. Pengennya tidur aja. Entah kenapa sejak pindahan rumah seminggu yang lalu, rasanya pengen tidur aja. Kalo di Yogya, pasti dah langsung ke mbak Sasro, minta dipijiten. Rasanya males banget bangun dari kasur dan beraktivitas. Kalolah boleh memilih, aku tidak masuk kantor hari ini, tapi tak dapat restu pula dari sang bos...

Akhirnya sampai juga ke kantor dan datang tepat pada waktunya, biasanya telat bok...Tadinya mo ke bank dulu ma abang, tapi pasti telat ke kantor. Malu deh sering telat ke kantor. Sudahlah rumah paling dekat dengan kantor...yang lain pada tinggal di Bekasi bisa datang tepat pada waktunya. So...diputuskan untuk tidak ke bank, biarlah si abang sendirian yang ke bank. Duit yang mo ditabung juga nggak banyak jadi nggak perlu pe dikawal gitu. Ha..ha...

Sudah lama rasanya tidak ke kantor tepat pada waktunya. Senang juga rasanya bisa datang tepat pada waktunya. Baru satu teman yang datang, siapa lagi kalo bukan Mas Dipa, si pegawai teladan nan setia. Salut aku sama rekan kerjaku yang satu ini, setia banget dan buaaik banget....Hm...aku bersyukur memiliki teman-teman kerja yang baik. Tidak seperti yang kubayangkan saat akan menjejakkan kaki ke Jakarta ini. Thanks God for the nice friend in my life.

27 Agustus 2009

Karyawan?? Bisnis??

Gelap gulita di luar! Rasanya sudah lama tidak segelap ini Jakarta. Biasanya terang benderang dan puanas, rek.....Tapi kegelapan di luar sana tidak menghalangi niatku untuk menulis kembali tentang bisnis yang sudah kujalani.

Menjalani bulan ketiga untuk bisnis pulsa. Hm...lumayan senang terlibat dalam bisnis ini. Untungnya lumayanlah buat jajan sana sini, tetapi sayang swami lebih senang dijadikan modal tambahan. Transaksi tidak begitu banyak terjadi, soalnya jualnya hanya ke teman kantor yang segelintir itu dan pemakaian untuk diri sendiri. Walau transaksi tidak seberapa, tapi tetap memperoleh keuntungan, tanpa mengganggu kerjaan yang lain. Rasanya sedap membayangkan punya 1 counter menjual pulsa dengan satu orang pegawai. Luar biasa jika itu tercapai karena bisa memberikan pekerjaan kepada orang lain. Hm..tapi sementara itu menjadi mimpi saja dahulu. Mimpi yang akan menjadi kenyataan: Memberi pekerjaan bagi orang lain dengan memperhatikan tingkat kesejahteraannya. Wah..koq mimpinya jadi itu ya? Ha..ha...Wah...kalo bapak aye baca tulisan ini bakalan pusing...

Hm...beberapa bulan ini paradigmaku sudah berubah, sejak ikut seminarnya pak Tung Desem Waringin itu. Pengen kayak dia...Melakukan sesuatu yang disenanginya dan tentunya dengan tanpa pusing mikirin keuangan lagi. Istilah kerennya Financial Freedom. Dulu tidak terpikirkan istilah financial freedom ini, yang ada hanya bekerja dan berguna bagi kemanusiaan. Tapi sekarang berubah menjadi bekerja, berguna bagi kemanusiaan dan tetap bisa dong alami financial freedomnya. Ha..ha...Maunya...

Siapa yang mau ikutan alami financial freedom? Makanya, yuk...ikutan bisnis....Bisnis apapun itulah...yang penting tidak merugikan orang lain deh. He..he...Dijamin pasti paradigmanya berubah deh...tidak karyawan sekali.....Emang bedanya karyawan dengan bisnis apa sih??? He..he..lain waktu ditulis deh...mo pulang neh...(Eits...ini satu sifat karyawan, pengen cepat pulang. Kalo bisnis, nggak bakalan pulang kalo nggak dimarahin ma istri or swaminya or anaknya. Ha..ha..

Lebaran: Tak Gendong Kemana-Mana

Rasanya pengen Lebaran tiba secepatnya. Yah...aku sudah menjadi bagian dari kebanyakan orang yang tinggal di Jakarta kale ya..Menantikan libur panjang Lebaran. Dulu aku selalu bertanya kenapalah orang-orang di Jakarta pada haus banget dalam menantikan libur panjang. Hm...setelah beberapa saat di Jakarta, akupun mengerti. Yah..gimana tidak....hidup di Jakarta benar-benar kayak mesin yah....hidup untuk kerja dan kerja. Tidak ada kesempatan seperti dulu lagi. Jalan kemana dengan enak tanpa harus mikir ini dan itu. Trus, ada sanak saudara, sahabat, dan keluarga yang memberikan kenyamanan. Jakarta???Rasanya koq nggak memiliki keluarga dekat ya. Sahabat dekat? Sendiri rasanya hidup ini. Untunglah swami bisa dijadikan sanak keluarga, sahabat, dan kekasih hati. Ha..ha...Ada-ada aja...otak lagi buntu gini ya bicaranya ngalor ngidul kata orang Jawa.


Kembali ke acara Lebaran. Hm...libur lebaran tahun ini cukup panjang, yaitu tanggal 18-27 September 2009. Wah...itu kan waktu yang sangat panjang. Pengen rasanya ke Yogyakarta libur panjang ini, tetapi mengingat betapa repotnya dalam perjalanan baik melalui darat, udara, dan laut ??? Ha..ha..mana ada Laut menuju ke Yogyakarta, cukup darat dan udara. Hm....jadi mikir deh mo ke Yogyakarta, nengok adik bungsu yang memiliki tiga anak yang ganteng dan cantik-cantik plus...nengok bapakenya. Jadi mungkin tak jadilah ke Yogyakarta. Oh...benarkah??? Sangat sayang sekali. Hm...ntar deh dipikirkan kembali.

Kira-kira ada sumbangan ide hal yang perlu dilakukan selama libur Lebaran tanpa harus berdesak-desakan dengan banyak orang??? Ha...ha...Mungkin lagunya mbah Surip pas..."Tak gendong...kemana-mana..." Wah..asyik tenan kui, tapi yang gempor swami awak ni lah....Dia pasti jawablah "Mana tahan...........". Dengan perbandingan antara diriku dan dirinya (lihat fotonya), pastilah dia bilang: "Yok...kita ke Yogyakarta aja". Ha..ha...

Bulan Ramadhan Lagi!!!

Sekarang sudah berada dalam bulan puasa, istilah kerenya Ramadhan. Luar biasa. Waktu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin berbuka puasa bersama di kantor. Tuh foto yang di samping. Sayang nggak lengkap, soalnya yang lain pada kemana ambil makanan. He..he...

Sejak foto itu sampai sekarang, sudah banyak peristiwa yang terjadi dalam hidupku dan hidup teman-temanku ya? Mila skarang sudah dikarunia anak, Irwan sudah pindah kerja yang lebih menjanjikan. He..he.... Pak Subur sepertinya makin sering melamun di kantor dan makin pendiam. Apa gerangan yang dipikirkannya ya? Endah dan Iwan masih belum mengalami perubahan rasanya, masih tetap setia dengan kesendiriannya. Ntar setelah menikah, pasti mereka nyesal kenapa lama baru nikah. Ha..ha...Jika mereka beruntung mendapatkan pasangan yang saling melengkapi lho. Mbak Eni?? Hm..masih bertahan dengan satu putrinya, walaupun sudah pengen nambah lagi.

Diriku sendiri? Aku masih seperti yang dulu. Ha..ha...masih pacaran lulu dengan swami, hidup bebas merdeka, tapi satu hal yang tidak menggembirakan, masih tetap tinggal di Jakarta. Ha..ha...Apakah Ramadhan yang akan datang aku dan swami sudah bisa berpindah tempat ke kampung halaman? Tapi....kampung halaman yang mana yach? Dengan status sekarang, harusnya kampung halamannya bukan Siantara lagi dong, tapi Singkawang. Ha..ha...atau jangan-jangan Yogyakarta?

Apapun itu, aku sekarang berada dalam waktu kekinian, yaitu bulan puasa di tahun 2009. Semoga dengan banyaknya waktu (pulang kerja jam 4 neh...) aku bisa meningkatkan apa aja yang perlu ditingkatkan. Amin....

21 Agustus 2009

Bisnis= Membangun Kepercayaan

Sudah lama sekali tidak mengupdate blogku ini. Awal Juli 2009. Hm....kemana aja selama ini? Perasaan lagi sibuk dengan bisnis. Ha..ha..padahal karena lupa kalo punya blog. Pasti yang pernah buka blogku ini bosan deh, habis nggak pernah diupdate lagi. He..he...

Hm...mo tulis apa hari ini ya? Oh iya...bisnis keduaku dah jalan neh...Sebenarnya bukan bisnisku doang sih. Bisnis kedua ini bekerjasama dengan dua sahabat terbaik dalam hidupku. Hm...sebenarnya ada sedikit rasa worried berbisnis dengan dua sahabat terbaik ini. Katanya bisnis bisa merusak persahabatan, tapi banyak juga koq yang bilang persahabatan makin erat walau sudah berbisnis bersama. Semoga kami mengalami pilihan kedua ini ya.... Persahabatan makin erat dan bisnis makin lancar. Amin......!!!

Tapi emang, bisnis kedua ini kami bangun dari rasa saling percaya koq. Yang satu memberikan modal, dia jauh di negeri orang, yang satu mendistribusikannya di daerah, dan diriku bertanggungjawab untuk mencari bahan. Masing-masing punya peranan dan asyik banget bok....Kita belajar untuk terus saling mempercayai. Dan itu satu pembelajaran yang penting dalam bisnis kedua ini. Terus menumbuhkembangkan kepercayaan.

Minggu lalu sobatku sudah mengirimkan modalnya, kemudian bersama suami menuju ke mangga dua untuk mengobrak-abrik setiap kios yang ada. Dengan kehijauan kami (maksudnya opo, nduk??), kami melihat yang terbaik, menawarkan, dan kemudian membelinya. Melelahkan, tapi rasanya senang sekali bisa menjalankan bisnis kedua. Kemarin sudah kami kirimkan. Sekarang giliran sobat kedua yang menjalankan bagiannya. Sukses ya, say...Apapun hasilnya, kami dukung dari jauh. Ha..ha..

Hm...sekarang waktunya menyenangkan bos, yaitu dengan makan selahap yang disajikan. Ha..ha..Makan siang dulu, bok...



09 Juli 2009

Semangat Bisnis Masa Kecil

Lelah rasanya sore ini!! Dari pagi sampai makan siang tadi konsentrasi banget ma kerjaan. Trus, makan siang kebanyakan. Ha..ha..., jadinya lelah dan ngantuk. Intermezo sebentar dengan mengirimkan satu email kepada sahabat terbaik menginformasikan mengenai rencana bisnis yang akan kami bangun bersama. Senang sekali kami bisa memulai bisnis bersama.

Mengikuti perjalanan bisnis pulsa hampir tiga minggu ini, sedikit muncul penyesalan mengapa dari awal tidak mau terlibat dalam dunia bisnis kecil-kecilan. Hm..sebenarnya ketika masih kecil dulu, aku pernah bisnis kecil. Bersama dengan mamak yang sangat senang bisnis (tapi sayang terhambat karena statusnya), aku jualan es buah. Setiap malam, aku dan mamak mengupas buah-buahan, memotongnya, memasaknya, memasukkan dalam plastik panjang yang kecil, dan akhirnya memasukkan ke dalam kulkas. Keesokan harinya mengantarkannya ke satu kios di pinggir jalan masuk ke rumah. Aku masih ingat betapa senangnnya melakukan itu dan ketika menerima uang hasil penjualan es. Bisa kurasakan kebanggaannya sampai sekarang. Akan tetapi sayang sekali, karena status mamak yang istri pendeta, tidak memungkinkan lagi melakukan bisnis kecil itu. Jemaat protes dengan bisnis kecil kami itu. Tidak layak!! Itulah yang tertanam akhirnya dalam diri bahwa bisnis itu tidak baik. Bibit itu akhirnya mati sebelum berkembang.

Teringat akan hal itu, aku bandingkan dengan bisnis kami saat ini. Perasaan senang saat melakukan transaksi penjualan HP. Rasanya sama dengan perasaan ketika kecil dulu. Aneh...rasanya kepuasan mendapatkan keuntungan berbeda dengan menerima gajian bulanan. Koq lebih senang dengan keuntungan yang diperoleh daripada gaji bulanan ya? Masih jauh kali gaji bulanan yang kuterima dibandingkan dengan keuntungan yang kuperoleh, tapi kesenangan dan kebanggaannya jauh berbeda pula. Jauh lebih senang menerima hasil penjualan transaksi pulsa.

Minggu ini kami akan merambah pada bisnis kedua. Modal yang dibutuhkan sudah jauh lebih besar dibanding bisnis pertama, tentu lebih besar resiko yang dihadapi. Kwatir?? Tidak perlu dibiarkan mencekam diri, karena percaya bahwa bisnis akan membentuk kita, mengajar kita banyak hal. Hal itu sudah terbukti dari tiga minggu ikutan bisnis pulsa ini. Semangat bisnis masa kecil tidak akan terhapuskan dengan kekwatiran akan resiko yang dihadapi.

04 Juli 2009

Pengalaman Seminggu Bisnis Pulsa

Sekitar seminggu sudah terlibat dalam bisnis pulsa HP. Senang rasanya!! Dalam seminggu sudah dapat keuntungan yang sedikit demi sedikit menjadi bukit, sementara hanya duduk dan tetap mengerjakan pekerjaan harian di kantor. Sambil bekerja, ada aja teman yang minta isi pulsa. Ha.ha...malah kuanggap refreshing ketika jari jemariku mengetikkan angka-angka di HPku, dan tring....satu transaksi sudah terjadi dan pundi-pundi pun bertambah. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit...

Benar...sungguh menyenangkan bisnis pulsa ini. Kukatakan menyenangkan karena aku mengerjakannya tanpa harus terganggu kerjaan kantor dan pundi-pundi tetap bertambah. Di samping itu, aku dan swami makin bijak dalam menggunakan waktu bersama. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kebiasaan kami Sabtu-Minggu dari Mall ke Mall or toko buku. Kalo toko buku sih bagus banget.....tapi kalo ke mall??? Badan capek...uang melayang...(untuk isi perut neh..) dan gigit jari (habis nggak bisa beli barang yang dilihat). Ha..ha...Lha iyalah..kalo Sabtu Minggu ke mall...masak terus beli barang.....nggak kuat bok...

Satu tantangan bagi kami dalam bisnis ini untuk mengembangkannya dalam bentuk yang lebih menyenangkan, yaitu menawarkan kepada banyak orang untuk ikut bisnis ini. Dengan semakin banyak orang yang ikut bisnis ini di bawahku, maka setiap transaksi yang mereka lakukan akan mendatangkan pundi-pundi juga bagiku, walau kecil tapi pasti menjadi bukit. So...otak kami sedang berpikir, bagaimana menawarkan bisnis ini ke banyak orang.

Kami yakin dengan bisnis ini tidak merugikan orang sedikitpun, makanya "nggak tahu malu" nawarin bisnis ini ke orang lain. Ha..ha..Gimana nggak yakin....wong..uang kita nggak ada diambil sama sekali.Kita hanya perlu daftar Gratis dan kemudian bayar deposit sejumlah yang kita mau. Dengan bayar deposit, kita bisa melakukan transaksi pulsa. Mengenai orang lain yang menjadi anggota kita, dia tidak dirugikan sama sekali, setiap transaksi yang dilakukan member kita maka otomatis 50 rupiah menjadi bagian kita tanpa mengurangi keuntungan member kita. Member kita menjual pulsa sesuai dengan jumlah yang diinginkannya, jadi 50 rupiah yang kita dapat tidak memotong keuntungan member kita itu. Kita dapat komisi dari pulsagram yang menjadi wadah bisnis ini.

Saat ini, memberku masih satu orang...Senang rasanya punya member. Baru sehari dia melakukan deposit, dan sudah melakukan beberapa kali transaksi. Pundi-pundikupun bertambah. Dikit.....sih....tapi aku yakin ketika punya banyak member maka si sedikit itu pasti menjadi si banyak. Ha..ha...Ketika si member kita punya member di bawahnya, maka dia juga memperoleh komisi dari setiap transaksi yang dilakukan membernya, dan tentu saja kita pun dapat juga...Jadi sampai 10 member di bawah kita. Pulsagram membatasi sampai 10 di bawah supaya fair dong....Ntar kalau keterusan, keenakan di kita dan rugi di pulsagramnya. Ha..ha...Jadi masih rasional hitung-hitungan komisinya sehingga kami percaya pada bisnis ini.

So...rekan-rekan yang baca blog ini, siapa aja..coba deh ikutan bisnis pulsa ini. Menarik deh...

26 Juni 2009

Keuntungan Belajar Bisnis

Wah...yang berkelebatan di kepala beberapa hari ini hanya bisnis sampingan, yaitu bisnis pulsa HP. He..he...Baru belajar bisnis sampingan kecil-kecilan. Walau modal kecil tapi sangat menarik untuk berbisnis.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari bisnis, bahkan bisnis kecil-kecilan seperti yang saya lakukan saat ini. Baru berjalan beberapa saat, tapi banyak yang saya pelajari di sini dan saya mau sharingkan apa yang sudah saya dapat dari keterlibatan berbisnis, beberapa diantaranya adalah:

1. Menghilangkan sifat boros. Bagi yang cukup boros boleh deh belajar bisnis kecil-kecilan. Kita belajar untuk menghargai setiap pendapatan rupiah demi rupiah. Dengan pengalaman mendapat keuntungan rupiah yang kecil, kita menjadi berpikir ulang untuk mengeluarkan uang untuk benda-benda yang tidak perlu. Contoh kecil saja! Sebagai ibu rumah tangga, wajib dong berbelanja kebutuhan sehari-hari. Nah...kebetulan saya belanja di pasar, membeli lauk pauk dan sayuran. Biasanya saya menggampangkan mengeluarkan uang seribu dua ribu..tapi sekarang saya jadi mikir...apakah perlu beli tempe dan tahu sebanyak ini? Rasa-rasanya kalo beli satu cukup deh...(menu hari ini adalah tempe dan tahu). Kalo beli satu lagi dan ternyata bersisa (biasanya selalu bersisa, hi..hi...) berarti dah berapa kali transaksi pulsa HP ya??? Ha..ha...menarik bukan pembelajarannya??

2. Otak dipergunakan. Katanya sih...kita perlu terus menerus menggunakan otak, jika tidak maka memori otak kita semakin lemah dan terbiasa malas berpikir (Semoga tidak ada diantara pembaca blog ini). Nah, dengan ikutan bisnis kecil ini, kita membangun kebiasaan untuk menggunakan otak kita. Contoh nih...bagaimana cara memasarkan pulsa ini ya? Siapa lagi teman yang saya tawari bisnis pulsa ini ya? Kalau iklan lewat internet, gimana caranya ya? (he..he..kalo yang satu ini bagian swami mengerjakannya). Gimana presentasi yang baik untuk membuat teman kita tertarik menjadi member ya? By the way...saya percaya banget akan bisnis kecil ini sekalipun keuntunganya tidak langsung besar, jadi saya sangat yakin dalam menawarkan bisnis ini ke teman-teman, tetapi tetap berpikir bagaimana menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Nah..itu kan dah membuat otak kita jalan nih..

3. Menghargai Waktu. Yup...pasti kita akan belajar menghargai waktu. Contohnya nih...kebetulan aku dan swami belum dikaruniai anak, jadi kami lebih banyak dong punya waktu dibanding pasangan lain. Nah..biasanya Sabtu-Minggu nih kami sering ke mall. Hasilnya??? Waktu terbuang, badan penat, dan paling parah kantong kering....Ha..ha...Nah, sekarang kami lebih kreatif...Sabtu-Minggu digunakan untuk mikirin bisnis ini. Tukar pikiran dengan suami. Wah...kan bagus tuh...Tapi jangan kwatir, kami masih tetap koq sekali-kali jalan ke mall...tentunya sambil produktif dong...mikir...bisnis apa lagi yang bisa diambil yah....Asyik kan?? Jalan berdua dengan swami, trus...uang swami nggak habis begitu aja..kita malah diskusi gimana supaya bisa bisnis kayak yang di mall itu. Ha..ha..dijamin makin disayang suami deh...

Wah...masih banyak yang lain deh...tapi aku fokus ke pekerjaan kantor dulu deh..Waktu menulis blog sudah cukup...Skarang fokus ke kerjaan kantor dong...Jangan lupa klik di sini ya untuk melihat bisnisku. Siapa tahu kamu tertarik dan menjadi teman bisnisku. Hi..hi...

Met belajar bisnis ya...!!!

3 Manfaat Bisnis Pulsa HP

Kemarin siang, habis makan masakan mas Amir terasa ngantuk sekali. Berusaha keras melawan kantuk dengan sebentar mengalihkan perhtian dari pekerjaan dengan membaca informasi ringan yang selama ini difilekan dengan baik.

Satu informasi ringan yang dibaca mengenai bisnis sampingan. Memulai bisnis sampingan tidak perlu menunggu sampai punya waktu yang banyak. Ini masalah niat saja dan ambil ACTION. Jika kita menghitung waktu kita, pastilah ada waktu yang kita pakai untuk nonton, chatting, facebook, jalan-jalan di mall. Kalo dibilang sampai nggak punya waktu berarti bisnis sampingannya sudah menjadi bisnis utama. Ha..ha...Jadi jika merasa belum punya waktu, maka kurangilah waktu nonton, chatting, facebook, apalagi jalan-jalan di mall.

Yang kedua, dalam bisnis tidak ada istilah langsung sukses besar. Setiap orang yang sukses dalam dunia bisnis pasti memulai dari langkah pertama dan pasti pernah mengalami gagal atau kemunduran. Akan tetapi sebenarnya istilah gagal atau kemunduran itu tidak ada bagi yang sukses...yang ada hanya Sukses atau Belajar.

Jadi teringat akan bisnis pertama, yaitu bisnis pulsa HP. Wah..malu hati rasanya nawarin pulsa ke bos sendiri. Tapi untunglah bos di kantor easy going dengan keberanian yang terkumpul sebagai dampak mengikuti seminar Tung Desem Waringin, aku menginformasikan diri bahwa aku sudah memiliki bisnis sampingan. Wah..langsung si bos minta diisi pulsa simpati 50. Dengan sedikit grogi, jari jemariku menekan nomor-nomor di HPku. Tunggu punya tunggu koq belum masuk ya?? Terdengar suara ledekan teman-teman...gimana nih...antriannya dah sampai jalan PLN nih...Ha..ha..pengalaman pertama yang tidak mengenakan. Akhirnya setelah 1 jam, report pulsa sudah masuk....Akhirnya.....Sedikt agak sorean, teman kerja minta diisi pulsa esia dan tidak ada trouble.

Pagi ini satu teman kerja minta diisi pulsa. Bersyukur dan bertekad tidak akan mundur dari bisnis sampingan ini. Mengapa? Benar bahwa bisnis pulsa HP ini adalah sampingan yang tidak membutuhkan waktu dan modal besar. Sebagaimana dalam tulisan sebelumnya, aku dan swami ikut bisnis ini karena 3 tahapan keuntungan, yaitu:

1. Keuntungan pertama adalah Daftar Gratis dan deposit bisa berapa aja, tidak akan hangus dan apes-apesnya bisa pake untuk pulsa sendiri, sehingga kapan aja bisa isi pulsa sendiri dan tentunya dengan biaya lebih MURAH dibandingkan beli di luar (silahkan cek sendiri dengan mengklik link ini).

2. Keuntungan kedua adalah selisih penjualan pulsa ke teman kantor dan tetangga dekat dengan pembelian dari pulsagram.

3. Keuntungan ketiga adalah bonus sebesar Rp50/transaksi yang diperoleh jika kita punya member dan member tersebut melakukan transaksi ke orang lain. Jadi kita tidak memperoleh bonus dari uang pendaftaran member tapi ketika member bertransaksi kita memperoleh Rp50/transaksinya. Jadi member kita mendapat untung dari selisih harga dasar dan penjualan, dan kita mendapat untung karena member kita melakukan transaksi. Jangan kwatir...bonus Rp50 tidak diambil dari keuntungan member kita koq.

Menguntungkan bukan bisnis sampingan ini?? So...buruan daftar di sini ya...

24 Juni 2009

http://www.pulsagram.com/?id=WJ0652

Semangat!!! Itu kata pertama yang muncul dalam jiwa ketika berhasil melakukan suatu action bisnis kecil. Bersama dengan swami melakukan bisnis Pulsa HP. Dengan keahlian swami di dunia internet (at least dibandingkan dengan diriku, hi..hi..), kami akhirnya mengambil tindakan dengan ikut bergabung disini.

Bisnis kecil-kecilan yang tidak membutuhkan waktu yang panjang untuk memperoleh manfaatnya. Ya..untuk manfaat pertama tidak membutuhkan waktu yang panjang karena manfaatnyapun tidak besar. Mendaftar GRATIS dan kemudian membayar deposit saja sudah menguntungkan. Bagaimana tidak menguntungkan....Kita bisa isi pulsa sendiri dengan harga pulsa yang sangat MURAH. Nah..manfaat yang lebih besar lagi kalo mengambil langkah berikutnya, yaitu menjual pulsa ke teman-teman kantor or kenalan dimana aja. Tidak perlu nyewa kios, cukup nenteng satu HP saja. Dengan harga pulsa yang sangat MURAH...kita dapat KEUNTUNGAN hasil penjualan. Tidak percaya kalo sangat MURAH? Coba klik disini dan lihat sendiri harga pulsa yang ditawarkan. Sudah melihatnya?? Menarik bukan???

Nah...untuk meraih keuntungan yang lebih besar lagi....kita kudu punya usaha ekstra lebih...kawan...!!! Pernah dengar MLM kan??? Tidak tertarik??? Jangan ditanya...Saya juga paling anti dengan MLM. Gimana tidak...MLM identik dengan mencari member baru dan kita dapat uang dengan biaya pendaftaran member baru tersebut. TENANG kawans.....MLM Pulsa HP ini tidak merugikan member baru. Sama seperti kita...kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk registrasi, maka member barupun tidak perlu mengeluarkan biaya registrasi. Hanya perlu Deposit yang bisa dipakai untuk mengisi pulsa sendiri dan deposit tidak mengenal kata hangus. Dan member kita akan memperoleh keuntungan sedikit dan lebih banyak seperti yang kita alami, tapi tidak keuntungan sangat besar. Karena jika dia mau keuntungan yang sangat besar...dia perlu mencari member baru dong.

Lalu keuntungan kita sebagai yang sudah mendapatkan member apa dong? Kita nggak dapat uang dari pendaftaran member baru itu. So??? Well...ketika dia melakukan transaksi untuk orang lain bahkan untuk dirinya sendiri, kita mendapatkan keuntungan sangat sedikit....bahkan kalo ada di depan mata, pencuri juga nggak akan mengambilnya, dan lebih jauh lagi..pengemis juga bakalan nolak deh...Mau tahu berapa??? 50 rupiah bok...Dikitkan??? Tapi hitung dong jika kita punya member baru yang banyak dan mereka melakukan transaksi banyak...Bak umpama pepatah....Sedikit demi sedikit...lama-lama menjadi bukit. Makanya buruan dong daftar di sini. Buktiin sendiri deh...Hi..hi..untuk manfaat yang sangat besar itu...saya kudu usaha lagi nih...tapi manfaat kecil dan lumayan itu...sudah diraih dong...

Seminar yang Mengubahkan

Tung Desem Waringin??? Sudah lama aku mendengar nama itu sejak aku pacaran dulu, sekitar 4 tahun yang lalu. Aku hanya memandang sekilas buku yang diberikan. Hm....tapi kemudian aku dan swami ikut seminarnya dua minggu yang lalu. Seperti salamnya yang selalu dikatakan: Salam Dahsyat....!!! Ya...benar-benar dahsyat sekali seminarnya. Sekitar 4-5 ribuan orang penuh semangat dan enerjik mengikuti pelatihannya tanpa lelah. Dari pagi sampai hampir tengah malam dan dari pagi lagi sampai tengah malam, 3 kali pagi dan 3 kali malam. Salam dahsyat....itu selalu menjadi kata kunci dalam setiap sessinya.

Paradigma kita dibabat habis mengenai konsep keyakinan, tujuan yang ingin kita raih, impian yang kita bentuk, uang dan kekayaan dengan 100 pertanyaan yang tertuang dalam buku pegangan selama seminar. Berangkat dari perubahan paradigma itu, kita mengarah pada apa yang dapat kita lakukan untuk menghasilkan perubahan dalam hidup kita. Tiga permainan yang menyadarkan kita. Permainan yang pertama "Cepek dong".....membuat kita menjadi sadar bahwa tidaklah perlu malu untuk menawarkan produk kita kepada banyak orang. Paling kita ditolak banyak orang, tapi pasti dari sekian orang itu pasti ada yang melihat penawaran kita. Permainan kedua "Uang beredar"....membuat kita menjadi sadar bahwa uang itu ada di sekitar kita, bok...tapi bagaimana kita menyadari dan memilki kemauan untuk menerima uang yang beredar itu juga, tersadarkan tidaklah bijaksana memberi tanpa perhitungan. Dan yang terakhir "Mengucap Syukur"...ha..ha...dari situ menjadi sadar betapa banyak orang yang tidak dapat bersyukur.

Mau ikutan seminarnya? Mahal bok...Rp 4.999.000. Biasanya harga seminarnya tu seharga itu.Tapi jangan kwatir....dia juga memberikan seminar yang memungkinkan kita untuk menghadirinya. Rajin-rajin aja melihat informasi dalam link ini Siapa tahu ada kesempatan lagi. Bersyukur kami memiliki kesempatan mengikuti seminarnya seharga Rp 100.000. Apakah ada perbedaan kualitas seminarnya? Saya percaya tidak ada karena dia selalu memberikan yang terbaik untuk pendengarnya.Tentu tidak ada makan dan minum bok...kita bawa sendiri dari rumah, jadi kayak piknik juga. Ha..ha...tapi jangan kwatir...bagi yang belum punya istri...ada koq makanan yang ditawarkan.

Selamat searching seminar murah Tung Desem Waringin!!

17 Juni 2009

Larut dalam Semangat

Dua nyonya besar sedang tidak berada di kantor saat ini. Yang satu sedang berada di kampung asalnya dalam rangka tugas dengan mengikut sertakan satu pasukannya selama dua minggu ini. Sementara yang satu jadi nyonya di kantor suaminya. Ha..ha...Suatu kondisi yang sangat menyenangkan.

Akan tetapi yang menjadi satu pertanyaan adalah, apakah situasi ini membuat aku menjadi bermalas-malasan? Hm....beberapa teman kuperhatikan mendadak pengantuk. Ha..ha..termasuk diriku. sesaat kebiasaan lama muncul kembali. Hm...aspemo kata sohibku. "Asal peak modom" menjadi gelarku dimasa lalu. Maaf...bagi yang tidak mengerti harap mencari sendiri arti kata tersebut dengan teman-teman Bataknya. Ha..ha...Aspemo berarti begitu tergeletak langsung tertidur.

Sesaat dadak kebiasaan lama itu muncul, wajah Pak Tung melintas di benakku. Action, larut dalam belajar, mimpi, tujuan, uang beredar, jalan-jalan ke luar negeri...semua kata-kata itu bermunculan dengan sangat cepat. Berubah dalam sekejap?? Tentu tidak...butuh waktu untuk memotivasi diri agar berubah....Lalu mata dalam cermin itu berkata: Ayo....larut..larutlah dalam semangat itu....Nyonya-nyonya tidak ada??? It's time to learn so many from the project...

But...sebelum melarutkan diri dalam semangat itu, aku tertarik untuk menuangkan pengalaman kecil ini dalam suatu tulisan yang sederhana. Tulisan sederhana yang melarutkan jiwa dalam semangat untuk belajar.

05 Juni 2009

Di Balik Wajah Ceria

Again...Again....!!!

Aku ingin menulis tentang ide apapun yang muncul dalam pikiranku. Daripada pikiran menerawang jauh dan tidak menghasilkan sesuatu, lebih baik kutuangkan dalam bentuk tulisan, dan lagi...lagi...belum terfokuskan apa yang akan kutulis. Biarlah mengalir seperti air mengalir di aliran sungai yang jernih sehingga mendatangkan kejernihan pikiran.

Lihat album foto di file lap top. Hm...terlihat wajah ceria seperti yang terlihat dalam foto di atas. Kalau melihat wajah cerianya, aku senang sih...(manis gitu bok!!!) Pengumuman...pengumuman....ada orang narsis neh...!!

Tapi kalo melihat baju seragam kantornya, bete...bete...bete...ach....Ha..ha...itu merupakan baju seragam kantor yang dipakai setiap hari Jumat. Hm..sebenarnya bagus sih corak batiknya, buatan Aceh lagi, tapi sayangnya modelnya membuatku bete...bete..bete...ach...dan lebih betenya, wajib dipakai setiap hari Jumat.

Rasanya kalo memakai baju itu seperti terlihat penyanyi dangdut (maaf ya bagi yang suka lagu dangduts). Masalahnya aku nggak selera dengan lagu dangdut jadi entah kenapa ada hubungan antara baju penyanyi dangdut dengan lagu dangdut. Jadinya bete deh make baju seragam ini. Untunglah wajah manis nan ceria mendukung fotonya menjadi terlihat bagus. Ha..ha...

Di samping itu, kata baju seragam dengan baju tidak seragam. Hm...sepertinya ada yang kurang pas di perasaan dengan bahasa baju seragam dengan baju tidak seragam. Keseragaman identik dengan anak sekolahan sehingga rasanya tidak nyaman jika memakai baju seragam di kantor swasta ya. Kalau di kantor pemerintahan emang wajib hukumnya baju seragam.

Untunglah baju seragam di atas sudah di museumkan, tapi sayangnya datang lagi seragam yang lain. Ha..ha...tapi masih lebih bagus modelnya seragam yang baru. Terlepas dari seragam atau tidak, at least baju yang lama sudah dimuseumkan.

Selamat memakai seragam batik baru!!

Foto Wajah Jelek


Hm....lagi gila updated blognya nih....!! Aji gila, dalam dua hari dah mau yang ketiga nich....Bagus....Bagus...lah...tapi mungkin isinya nggak fokus kali ya...Tapi nggak apa-apalah, lebih baik menuliskan apa yang ada di pikiran daripada bengong. Hah??? bengong??? Hari gene???? Iye, makanya aye menuliskan segala isi pikiran dulu biar otak berkembang....

Teringat akan berangkat ke kampung halaman pada bulan Maret yang lalu, jadi teringat ma foto jelek sebelum berangkat. Lihat sendiri kan...jelek banget lho...Gimana nggak jelek. Lihat deh...tangannya lagi ngapain. Ngitung uang di dompet yang tipis....Tipis kan identik dengan uangnya cekak. Ha...ha...jadi ketika akan di foto, pasang wajah jelek deh....menutupi dompetnya yang tipis. Kwek...kwek....Tapi walaupun begitu, aku bersyukur banget DIA masih kesempatan untuk kami pulang kampung dan kumpul bersama semua saudara, kecuali dengan keluarga kakak yang terbesar. Baik ayah bunda dan anak-anak pada nggak bisa semua karena kesibukan yang nggak bisa ditinggalkan.

Sepertinya cerita di kampung halaman belum semua kutuangkan dalam blog ini. Mungkin setelah yang satu ini. Aku bahas dulu tentang foto jelek ini. Ha..ha....walau wajah jelek, tapi aku senang dengan ekspresinya. Coba lihat deh...bibirnya tak berbentuk lagi tapi terlihat hidung yang mancung (narsis nih). Kulit yang hitam (manis, he..he..) tapi mulus bok (at least yang terlihat di sekitar tangan). Ha..ha...ha...Seperti apapun itu, aku bersyukur dengan tubuh yang diberikan oleh Tuhan Sang Pencipta diriku. Berapa banyak manusia ciptaanNya yang tidak mensyukuri tubuh yang dimiliki? Rasanya tak terhitung lagi....(semoga bukan yang baca blog ini). Ada yang merasa kulitnya terlalu gelaplah, atau malah terlalu terang kali, bibirnya terlalu tebal atau terlalu tipis, bibirnya terlalu masuk ke dalam atau terlalu ketinggian dan masih banyak lagi....

Teringat akan tulisan seorang teman yang bekerja di kalangan anak-anak luar biasa (maksudnya yang cacat). Dia bahagia bisa berada di antara anak-anak tersebut karena bisa melihat dalam keterbatasan fisiknya, anak-anak itu bisa berbuat banyak yang mungkin jika dibandingkan dengan orang lain yang lengkap tubuh fisiknya tapi tidak bisa berbuat banyak. Waw...luar biasa. Menyenangkan sekali memiliki pekerjaan yang seperti itu ya. Kapankah ada kesempatan untuk bekerja yang memberikan makna bagi banyak orang lain?? (Hm...ini satu tema yang perlu dituliskan secara tersendiri deh).

Kembali ke foto jelek di atas....di balik foto dengan tampang jelek tersebut, aku bangga lho dengan apa yang sudah diciptakan Tuhan atas tubuhku ini. Terimakasih Tuhan....!!!

Bagaimana dengan teman-teman yang baca blog ini?
Yuk...Selamat bersyukur atas tubuh yang diciptakanNYA!!

04 Juni 2009

Sejoli di antara Jemuran!!!


Teringat akan foto sepasang sejoli di antara jemuran pakaian dengan latar belakang pemandangan yang cukup indah. Membayangkan tempat itu, aku jadi ingin kembali lagi ke sana, tapi hanya berdua saja, tidak perlu ikut satu rombongan keluarga besar kantorku. Ha..ha..

Aku senang dengan baju seragamnya. Kaos putih dengan celana jeans. Hm...keren...(rasanya sih...nggak tahu pendapat orang lain). Hayo...setuju dong dengan perasaanku. He..he..belum lihat fotonya ya??? Blum bisa diupload nih...kucoba lagi deh...Gagal lagi...mungkin lain kesempatan diulang lagi.

Ini foto favoritku. Soalnya baju seragamnya itu lho...rasanya dah lama aku ingin foto berdua dengan "the white man" dengan kaos putih dan celana jeans. Hm...i love it....Thanks to kantor deh...difasilitasi jalan-jalan ke Puncak, nginap di tempat peristirahatan Bulog lagi. ha...ha...asyik juga (gratis kan...) Tapi dah 2 tahun dulu kerja baru dapet acara jalan-jalan gratis. Maunya sih tiap tahun dong ibu...ibu...bapak..bapak.. Aye....

Keren ya....!!!

Warna-Warni Pikiran

Smangat sore!!!

Hm..sebenarnya aku nggak tahu harus menulis apa sore ini, tetapi hatiku tergerak aja untuk membuka blog dan melihat tanggal terakhir aku menulis dalam blog ini adalah tanggal 15 Mei 2009. Itu berarti sekitar setengah bulan yang lalu dan temanya mengenai waktu adalah uang. Bagaimana kita bisa menghargai waktu dengan menilai setiap waktu yang berjalan dengan sejumlah uang.

Jika setengah bulan yang sudah berlalu aku hitung kembali dengan sejumlah nilai uang, sudah berapa banyak uangku yang hilang ya? Tak berani untuk menghitungnya lagi, ntar aku menjadi sedih lagi. He..he..mungkin lebih baik saat ini aku menuliskan saja apa yang ada dalam pikiranku.

Apa yang ada dalam pikiranku saat ini ya? Hm...banyak cabangnya...rasa gerah beberapa akhir minggu ini, yang membuat tidur tidak menjadi nyenyak, temanku yang sudah bertemu dengan Sang Illahi, suara teman kerja yang sedang membicarakan teman kerja kantor lamanya yang juga sudah berpulang kepada Sang Khalik, tesis adiku yang membuat dia masih terbeban, sahabatku yang sudah di Indonesia tapi aku masih belum bisa terkoneksi dengan dirinya, bosku yang tiba-tiba datang (hari gini???dah kesorean lagi, bos....) tapi tak apalah, menunjukkan keinginan bekerja yang tinggi. Hi..hi...rencana Sabtu beli buku dengan suami tersayang...(emang ada suami lain yang tidak tersayang ya???Hi..hi...), ponakan-ponakanku yang ganteng, cantik, dan lucu. Ach...banyak yang muncul dalam pikiran ini. So what gitu lho....

Begitu banyak yang muncul dalam pikiranku. Sepertinya diriku tidak fokus lagi untuk bekerja hari ini. Yah...dan satu lagi....Minggu masuk kerja lagi....(barusan di SMS oleh bosku yang lain), padahal dah rencana mo arisan keluarga swami...Ach....bagaimana caranya agar bisa tetap dengan rencana semula ya???

Bunga...warna hijau....di depan mataku saat ini. Jadi teringat kapan aku akan menambah tanaman bunga di halaman secuil itu ya? Apakah bisa dikatakan halaman secuil? Hi..hi...

Wah...ini benar-benar tulisan warna warni pikiranku. Hm...asyik juga....membuat diriku belajar untuk tetap semangat. Apa hubungan antara tulisan warna warni pikiran dengan semangat ya??? Hm..sepertinya sih menstimulus pikiranku untuk "menghitung hari lagi". Ha..ha...nggak nyambung...

15 Mei 2009

Waktu adalah Uang

Hari ini adalah tanggal 15 Mei 2009. setengah bulan lagi genaplah menjadi setengah tahun sudah manusia di seluruh muka bumi ini telah menjalani separuh tahun 2009. Sangat cepat sekali waktu berlalu. Benar adanya kata seorang pengarang buku bahwa kita perlu menghargai waktu itu dengan menguangkannya sehingga kita benar-benar menghargai waktu. Seperti kita dalam taksi yang terkena macet...setiap detik merupakan waktu yang berharga karena setiap detik berjalan berarti terjadi penambahan dalam rupiah yang harus kita keluarkan.

Kita perlu menguangkan waktu itu dalam bentuk rupiah sehingga kita secara sadar benar menghargai waktu. Misalnya kita menghargai waktu untuk 1 jamnya adalah 5 juta. Tentu, kita tidak
akan membuang waktu itu lagi. Kita akan menggunakan waktu 1 jam dengan sungguh-sungguh karena 1 jam berarti 5 juta rupiah. Misalkan begitu. Dengan kesadaran itu, maka kita akan terus terpacu untuk menghargai waktu. Jika dihitung kembali waktu dari tanggal 1 Januari - 15 Mei 2009, berarti ada ada 135 hari x 24 jam x 5 juta rupiah. Hasilnya adalah Rp 16.200.000.000,- Waw....luar biasa bukan? Dan berapa yang sudah kuhasilkan sebenarnya selama ini? Sedih sekali....kalo membandingkan yang kuperoleh dengan hitungan-hitungan itu.

Jadi teringat dengan ucapan salah satu adik lama yang mengatakan bahwa kalo tidur cepat rasanya rugi. Hm.....dulu aku tidak memahaminya kenapa dia punya prinsip begitu. Sekarang lebih kupahami maksud dari kata-katanya. Luar biasa....masih semuda itu, dia sudah punya prinsip demikian. Bravo....!!!

Bagaimana temans??? Berapa nilai rupiah setiap jam yang sudah engkau lalui? Bagaimana dengan diriku sendiri? Rasanya sudah terbaca dari tulisan di atas....

Bersyukur bahwa Dia masih memberikan sang waktu itu kepada kita semua. Ayo...kita hargai waktu yang ada dengan cara yang berbeda mulai detik ini. Detik ini........!!! Satu detik berapa rupiah ya????

04 Mei 2009

Quit Time in My Office

Waktu yang tenang!!

Itu merupakan waktu yang sangat berharga di kantor. Tidak ada suara-suara dominan yang dapat mengganggu konsentrasi kerja. Hm...berangkat dari rumah tadi sedikit tidak bersemangat. Tentu saja tidak bersemangat karena mengingat kejenuhan dan kebosanan dalam bekerja. Untuk mengatasi hal ini, aku membuka bahan bacaan dari Tung Desem Waringin perihal 24 prinsip miliader. Wah...dari judul buku yang dibaca kesannya aku pengen cepat kaya nih. Hah..hah...siapa sih yang kepengen kaya. Pasti semua orang pengen jadi kaya ketika doktrin kaya itu tidak salah menjadi prinsipnya. Dulu prinsipku kaya itu menyebalkan, hanya orang-orang yang berdosa aja yang kaya dan orang kaya identik dengan kesombongan.

Akan tetapi paradigma itu berubah seiring dengan sedikit banyaknya buku-buku yang kubaca. Hm..tapi yang mau kusampaikan disini bukan masalah kaya itu boleh apa tidak atau aku benaran pengen cepat kaya. Melalui buku yang kubaca itu, muncul motivasi dalam diriku untuk peluang waktu yang banyak untuk belajar. 3 prinsip pertama yang disampaikan oleh Tung Desem Waringin adalah: 1. Nilai tambah; 2. Faktor kali, dan 3. Peluang ada dimana-mana. Hasil pembacaanku melalui tiga prinsip itu bukan masalah jadi pengen cepat kaya, justru...refleksi diri mengenai apa yang sudah kujalani selama ini. Buku ini kupadukan dengan buku dari Adam Kwoo yang berjudul: I'm gifted, so you are yang berbicara salah satunya mengenai mind mapping. Kupadukanlah kedua buku itu dan menghasilkan suatu refleksi tentang apa yang sudah kujalani selama ini, khususnya 2 tahun di Jakarta. Luar biasa....

Motivasi...motivasi...muncul dari diri kita sendiri, tapi untuk bisa memotivasi diri, kita perlu juga membaca buku-buku yang menolong kita untuk berpikir memotivasi diri sendiri.

Let's guys...Use your time wisely! He gives us lots of time and He wants us to use it wisely!

30 April 2009

Semangat!!

Pulang kerja tadi malam rasanya lemes banget....Tidak ada tenaga untuk mengerjakan hal lain padahal begitu banyak waktu. Biasanya beberes-beres, kalo kata temanku, jadi upik abu sebentar. Ha..ha...nyuci piringlah, nyuci pakaianlah, nyapulah dan nyeterika baju kerja untuk besoklah. Hm....cukup mengasyikan setelah bekerja seharian di kantor. Akan tetapi tadi malam, koq rasanya nggak ada tenaga sama sekali untuk menjadi upik abu. Akhirnya setelah mencari lauk untuk makan malam dan menikmati makan malam, aku langsung tertidur.

Rasanya cepat sekali pagi hari. Swami dah bangun duluan (selalu, ha..ha..), jahilnya keluar....tapi mata masih berat sekali. Akhirnya setelah jam 6.30 WIB baru bangun deh. Itupun dengan ogah-ogahan. Kalau tak ingat swami butuh teh hangat dan ingat harus kerja, akan dilanjutkan tidurnya lagi. Ha..ha..

Sempat ngobrol sebentar dengan swami tentang rasa lesu bekerja di kantor beberapa hari terakhir ini. Apa gerangan yang terjadi ya? Kesimpulannya, jangan mau terbawa suasana kantor yang membuat kita tidak bergairah dan tidak termotivasi. Harus mampu mencari sesuatu yang membuat kita tetap semangat dan termotivasi. Hm...dua tahun bukan waktu pendek bekerja di kantor yang sekarang, dan semangat makin menurun. Tanda-tanda tak baik bagi perkembangan diri. Solusinya? Mencari pekerjaan baru atau bertahan? Kata seorang pakar nih, jangan pernah mencari pekerjaan baru karena "adanya masalah" dalam kantor, tetapi saat berpindah kantor adalah saat ketika pekerjaan kita cemerlang dalam kantor itu. Hm....benar juga itu.

So...what now? Sepertinya perlu dipikirkan dengan sedikit lebih serius obrolan dengan swami tadi pagi. Semangat.....itu ada dalam diri kita, bukan karena situasi kantor tapi dengan situasi apapun itu, kita mampu menyemangati diri sendiri. Perlu melakukan peningkatan skill dan jika dibutuhkan kursus sehingga semakin meningkatkan skill.

Hm.....Semangat!!! Jangan menyerah!!

14 April 2009

Paskah : Diriku dan DiriNYA!!

Tersentak hatiku ketika swami ngeluh karena merasa tidak siap menghadapi Jumat Agung dan perayaan Paskah. Karena kegiatan yang tak putus-putus menjelang Jumat Agung dan Paskah....dia merasa ndak meluangkan waktu untuk persiapkan mental menghadapi Jumat Agung dan Paskah....Diriku bertanya: "Emang persiapan apa sih bang kalo menghadapi Jumat Agung dan Paskah?". Lalu jawabnya: "Lho...kita kan harus mempersiapkan diri, misalnya dalam kegiatan harian kita, kita mengenang saat-saat Yesus menghadapi kematianNya. Kita refleksikan peristiwa itu dalam keseharian kita".

Diriku terdiam mendengarkannya karena aku rasa-rasanya tidak pernah berpikir begitu. Tersentak juga mendapati suamiku ternyata rohani juga. Hi..hi....ada apa dengan diriku ya? Koq sampai tak terpikirkan seperti si abang....Apakah banyak orang mengikuti jejakku atau jejak si abang ya??Yang ikutan baca blog ini ikutan yang mana? Jumat Agung.....Paskah.....semoga tahun ini tidak berlalu dengan kehampaan...

Pernyataan abang membuatku lebih konsentrasi mengikuti kebaktian Paskah. Puji Tuhan....Jumat Agung mungkin berlalu tanpa makna yang jelas, tapi kebaktian Paskah dan pernyataan abang membuatku berpikir ulang tentang hubungan antara diriku dan diriNYA saat ini.

Selamat Paskah dan Selamat menemukan makna Paskah dalam keseharian sepanjang tahun ini!!

07 April 2009

Pulang Kampung!!!

Horee.....!!
Akhirnya hari yang ditunggu datang juga....Pulang kampung dan kumpul dengan semua keluarga di rumah yang dirindukan. Walaupun perjalanan menuju rumah sangat melelahkan, akan tetapi dengan semangat empat lima ditempuh.

Kamis, hari libur nasional. Aku dan abang bersiap-siap dengan harap-harap cemas akan keberangkatan naik pesawat karena cuaca sepertinya kurang baik. Ingatan akan perjalanan pulang dari Pontianak ke Jakarta yang mengalami turbulensi membuat rasanya cemas untuk naik pesawat, padahal itu satu tahun yang lalu. Tiket sudah dipesan jauh-jauh hari, tepatnya bulan Desember 2008 sudah beli tiket pesawat dengan harapan dapat harga promo. He..he...Rasanya tiketnya lebih murah kemarin ketika pulang jenguk mamak yang sedang sakit. Ya jelas dong, karena bukan hari libur gitu lho...

Apa yang dikwatirkan terjadilah sudah....1 jam pertama masih bisa menikmati perjalanan tanpa ada turbelensi yang berarti walau rasa cemas selalu mengikuti. Akan tetapi 1 jam kemudian.....merupakan waktu yang sangat lama...tiap 5 menit melihat jam tangan dan berpikir kapan kah akan mendarat dan apakah bisa mendarat. Ketakutan akan turbulensi akhirnya terjadi....Dalam keadaan seperti itu, terpikirkan olehku hidup yang sudah kujalani. Apa yang sudah kujalani?? Sepertinya belum ada yang dapat dibanggakan untuk menghadap sang Ilahi. Apakah itu juga yang dipikirkan oleh mereka yang mengalami situasi darurat dan akhirnya benaran menghadap sang Ilahi? Apakah yang mereka pikirkan? Apakah sama dengan yang kupikirkan? Manusia...manusia.....Dirimu baru berpikir ke sang Ilahi manakala waktu itu sudah mendekat....

Ach...akhirnya kami mendarat juga di bandara Polonia....Lega sekali...sekaligus.....lemas.....Rasanya ucapan syukur tak putus-putus terucap dari bibir yang masih bergetar ini. Ha..ha...Thanks God!!! Perjalanan panjang dari Medan - Siantar rasanya tidak seberapa lagi walaupun lelah menunggu penumpang lain naik taksi ala Medan. Yang penting sudah mendarat dan masalah lain bisa diterima deh...Waktu menunjukkan jam 23.00 WIB ketika tiba di gerbang rumah yang bercat biru. Kak Eldi yang terkantuk-kantuk menunggu kedatangan kami membuka gerbang....Memasuki rumah....bapak dan emak juga ikut terbangun mendengar sambutan lolongan si hitam dan kawan-kawannya. He..he...

Di tengah rasa lelah, melihat bapak dan mamak sehat rasanya senang sekali bisa bertemu. Setengah dari rasa lelah menguap entah kemana, padahal selama perjalanan dari Medan ke Siantar rasanya mata berat sekali. Syukurlah...semua orang yand dicintai sehat sentosa. Masih menyempatkan untuk ngobrol dengan bapak dan mamak. Mamak terlihat lebih kurus...tapi itu bagus untuk penyakit gulanya, sementara bapak semakin terlihat tua...

Waktu makin larut....bapak dan mamak juga sudah mengantuk, kami juga lelah. Sebelum beranjak ke peraduan, aku menyempatkan diri makan durian yang sangat diidam-idamkan. "Tombus bah na mangarato i".

06 Maret 2009

Thanks God, It's Friday!

He..he...katanya demikian bagi banyak buruh di kota Jakarta ini. Sangat menyenangkan menyambut hari Jumat, khususnya sore hari karena hal itu berarti besok dan besok lusanya libur, berleha-leha di rumah atau di Mall??? Apapun itu, tergantung pilihan dari pribadi masing-masing. Akan tetapi sepertinya kebanyakan orang memilih ke Mall (bagi yang punya uang lebih kale...).

Kalau aku pengennya sering ke Mall ....tapi apa daya....kantong tak sampai...daripada capek keliling-keliling dan gigit jari melihat barang-barang di etalase yang dipajang, mending ke toko buku Gramedia. Hi..hi...inipun bukan suatu hal yang terlalu menggembirakan bagiku, tapi lebih kepada diriku yang penuh pengertian sebagai seorang istri yang baik untuk mendampingi suami dalam sukanya. Ha..ha... Lha...begitu melihat toko buku Gramedia...segala tingkat stress seperti apapun menjadi hilang, tapi khusus untuk suami. Kalau diriku biasa-biasa aja melihat toko buku itu. He...he...flat...man...flat....

Jadi menyambut sore hari ini, aku sangat senang karena ini hari jumat sore, artinya besok dan besok lusa libur, seninnya libur juga. Wah...sangat nikmat membayangkan hari Senin tidak perlu buru-buru masak dan berangkat ke kantor. Satu lagi yang buat diriku bahagia, Laporan QR proyek SCBD sudah selesai, bisa konsen mengerjakan CV untuk perpanjangan proyek CWSH. Amin...semoga bisa selesai biar bisa ambil cuti 4 hari. Satu lagi membuatku senang....aku bisa update blog ini walaupun sederhana. Thanks God, it's Friday.

Pulang ach.....

06 Januari 2009

My Reflection III (Kota Pelajar, Yogyakarta)

Here is the third of my reflection!!
Aku ingat ketika akhirnya meninggalkan Kota Padang yang penuh dengan cerita masa remajaku menuju Kota Pelajar, Kota Yogyakarta. Dengan berbekal NEM yang pas-pasan untuk ukuran Kota Pelajar dan juga latar belakang sekolah SMAN 2 Padang yang cukup bagus, abang tertua, Samuel mendaftarkan diriku di SMAN 3 Yogyakarta. Perbedaan NEM saja sudah membuatku "keder", apalagi dengan budaya dan bahasa yang tidak kumengerti sama sekali. Bahasa Jawa merupakan bahasa planet yang sama sekali asing bagiku dan itu menyebabkan aku menjadi penyendiri di ruang kelas IPS. Untunglah ada temanku yang baik hati, namanya Dewi yang memperhatikan aku dan selalu menanyakan keadaan diriku. Aku ingat ketika teman-teman lumayan hebat dalam mata pelajaran Matematika sementara aku tidak. Aku menjadi orang yang berpikir aku paling bodoh sedunia. Tapi kemudian ketika tamat SMA, aku masuk ranking 15 besar yang biasanya selama sekolah di SMAN 3 aku selalu mendapat ranking di atas 25. Ha..ha..

Aku juga ingat ketika sekolah SMAN3 tersebut, aku duduk melingkar dengan teman-teman persekutuan sekolah. Dewi mengajakku ikut persekutuan doa sekolah, sebelum jam sekolah dimulai kami duduk melingkar dan berdoa bersyafaat bersama. Hah...situasi yang paling aneh kurasakan dan kubenci apalagi ketika aku diminta untuk mendoakan bangsa dan negara? Doa apa ini? Tak mengertilah aku. Ketika tiba giliranku berdoa, aku diam saja...diam seribu bahasa...tidak mengerit apa yang harus diucapkan. Apa pula ini. Ha...ha...Akhirnya temanku Dewi melanjutkan doanya tanpa menungguku lagi lebih lama. Bayangkan...anak pendeta bok...

Aku ingat ketika ibu guru bahasa Jermanku, ibu Anna namanya, ngambek tidak mau mengajar selama satu semester karena ada salah satu temanku yang kentut di dalam kelas dan ajuibilah...baunya rek....Tidak ada yang mengaku, sehingga akhirnya selama satu semester kami tidak belajar bahasa Jerman. Ya...nasib....

Aku ingat pepatah yang mengatakan: "Masa yang paling indah adalah masa SMA". Ach...sepertinya pernyataan itu tidak berlaku padaku. Aku hidup di negeri antah berantah yang asing sekali.

Aku ingat ketika "Naik Sidi" aku sedih karena emak dan bapak tidak datang, yang ada hanya sodara, itupun tidak ada acara makan-makannya, tidak seperti yang lain. Tapi aku bersyukur punya keluarga lain yang mengundang kami untuk makan di rumah namboru, mamanya Lena. Rumah yang mungil tapi kehangatan namboru dan keluarga tidak semungil rumahnya, bahkan besar sekali.....apalagi kalo Lena sudah tertawa.....wah......Bersyukur untuk satu keluarga yang kukenal ketika berada di kota Pelajar ini.

Aku ingat ketika tes wawancara di Universitas Duta Wacana untuk mencoba masuk jurusan Theologia, bapak Budi menanyakan: "Kenapa kamu tertarik untuk masuk Theologia?" Dengan polosnya aku menjawab:"Aku merasa dipanggil, pak". Lalu pak Budi melanjutkan bertanya: "Siapa yang memanggil kamu?" Aku terdiam sambil menyimpan kedongkolan...Pertanyaan macam mana pula si bapak ini.

Aku ingat ketika akhirnya aku masuk Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada, angkatan 1992. Aku sedih sekaligus senang. Sedih karena pengumuman gelombang kedua Fakultas Theolgia Duta Wacana belum keluar. Sementara pengumuman gelombang pertama sudah meyatakan bahwa aku gagal masuk FakultasTheologia. Karean waktu yang terbatas, aku harus memilih mendaftar di Fakultas Filsafat ataukah menunggu hasil pengumuman gelombang kedua Fakultas Theologia? Akhirnya aku memilih mendaftar di Fakultas Filsafat. Sebenarnya jauh di relung hati akul ebih suka jika diterima di Fak. Theologia. Apa itu Fakulstas Filsafat? Tak mengertilah aku....Aku hanya melihat bagaimana abangku yang ganteng, Justin Mardoharris yang sudah kuliah lebih dahulu di Fakulas Filsafat itu sangat jarang berbicara tapi ketika berbicara, pembicaraanya runtut dan sistematis. Aku juga tidak mengerti kenapa dia tidak senang ketika kusampikan bahwa kau lulus di Fakultas Filsafat.

Aku ingat ketika kuliah di gedung Balairung, lantai 3, aku dan kedua sahabatku mengikuti kuliah dengan kebingungan atas penjelasan dosen-dosen kami. Kami dikenal trio kwek..kwek..(Aku, Ema, dan Naomi)> Entah kenapa kami disebut trio kwek..kwek...mungkin karena kalau kami tertawa berbarengan, suara kami membahana dan gedung Balairung bergetar. Ach...ada-ada aja. Sama-sama orang Batak tapi memiliki pribadi yang sangat berbeda. Yang satu keibuan (katanya demikian), yang satu super sibuk dan mandiri (gimana nggak super sibuk, kuliahnya di dua tempat), dan yang satu lagi hati-hati dalam bergaul. Yang hati-hati ini mengatakan bahwa pertama kali melihat aku dia kesal...karena aku terlalu centil dan banyak bicara. Ha..ha..yang super sibuk..bicaranya sangat cepat...untunglah aku tetap mengerti apa yang dikatanya. Hi..hi...Persahabatan indah yang selalu kusyukuri.

Aku ingat ketika kak Yahya mengenalkan kami pada Persekutuan Mahasiswa Kristen Filsafat, Ekonomi, dan Psikologi (PMK Filekpsi). Dalam ketidak mengertian akan siapa itu Tuhan dan tuntutan bacaan untuk selalu mempertanyakan keberadaaNya, aku aktif dalam PMK. Sebenarnya tidak banyak kubaca buku-buku filsafat, tapi koq ya akhirnya mempertanyakan Tuhan? Mungkin penjelasan dosen yang sering bertanya tentang apa aja. Aku ingat..aku tetap aktif dalam persekutuan sambil terus bertanya tentang DIA.

Aku ingat ketika aku punya Kelompok Tumbuh Bersama (KTB), yang mana kakak KTB-ku bernama mbak Yani. Wong Solo yang lemah lembut. Aku selalu diberikan PR untuk menghapal ayat-ayat Alktitab. Wah..males benar. Ha..ha...Kami sering diskusi atau tepatnya diberi penjelasan mengenai dasar-dasar kekristenan di lantai dasar Balirung. Dia kakak yang baik hati, tapi dia tidak mengerti pergumulanku mengenai Tuhanku.

Aku ingat ketika aku menjadi aktif di PMK Filekspi, ada begitu banyak mas dan mbak yang baik hati banget. Semuanya baik dan perhatian (yang akhirnya menjadi saudara iparku), Mas Leo, Mas Arif, Mas Bayu, Adi dan Adi Ting, Alloy, dan masih banyak lagi. Ada juga adik-adik di bawahku: Frans dan Nita (mereka berada di sorga sekarang), Ima, dan Deny (yang menjadi adik KTB-ku), Bonar, Ima, Deni, Dyah, Nico, Agus, Anton, Laura, Prima. Duh...banyak sekali. Mereka semua sedikit banyaknya menjadi bagian yang mewarnai hidupku.

Aku ingat ketika sobatku, Ema berpisah jarak dengan pacarnya dan kemudian putus. Kami sama-sama stres..Mungkin kami sudah lupa stress karena apa. Ha..ha...tapi dalam keadaan begitu, dengan gila kami bermain hujan-hujanan di hamparan rumput hiijau di alun-alun Utara. Persis kayak anak kecil. Masih ingatkah Ema akan kegilaan kami? Hanya kami berdua di lapangan rumput seluas itu. Dunia milik kami berdua, yang lain hanya numpang. Hi..hi...

Aku ingat ketika aku pacaran untuk pertama kalinya dengan seorang pria pujaan hatiku, namanya Tulus Tobing. Lupa nama lengkapnya. He..he...hanya dengan tersenyum saja dia padaku sudah membuatku mengawang-awang...dan ketika dia meninggalkan aku hanya karena aku terlalu baik katanya, aku terhempas kembali ke bumi. Ach...masih untung bumi, bukannya terhempas ke kumpulan duri. Ha...ha...

Aku ingat ketika aku selalu memberi perhatian kepada banyak orang dan dua diantaranya begitu yakin bahwa hanya karena aku adalah pribadi yang perhatian dan peduli pada orang lain maka aku akan menjadi istri yang baik buat mereka. Dua orang yang berteman baik, tapi dua-duanya hanyalah abang yang baik hati bagiku.

Aku ingat ketika abang keduaku yang ganteng pulang dari Surabaya. Matanya merah penuh kecurigaan, kewaspadaan dan ketakutan. Aku tak mengerti apa-apa tentang keadaanya. Aku hanya tahu bahwa akhirnya dia sakit dan pernah merasakan sakitnya diberi kejutan listrik. Sedih adalah kata yang tepat jika mengingat abangku ini. Tapi walaupun demikitan aku tetap sayang pada abangku ini.

Aku jadi ingat akan kakak di atasku persis, Elyanju. Kami biasanya memanggilnya kak El...Saat dia ulangtahun, aku berjanji bahwa aku akan pulang tepat waktu dan membawa makanan kesukaan kami. Sayangnya aku pulang terlambat. Dia ngambek dan tidak mau keluar dari kamar. Dia merasa aku memperhatikan seluruh dunia, tapi untuk satu hari saja, hari ulangtahunnya aku tidak memberikan perhatian padanya. Ach...aku sangat menyesal.

Aku ingat ketika aku menjadi pengangguran di Kota Bandung. Bersama kak Ellys, Ema, dan Eni berjuang untuk hidup dalam kesederhanaan. Dalam kondisi stress begitupun, kami bisa tertawa bersama. Tidak sampai setahun...tapi itu merupakan saat-saat menyengsarakan tapi membahagiakan karena tidak ada keluarga satu orangpun di kota Dingin itu, tapi serasa memiliki kakak dan sodara yang baik hati.

Aku ingat ketika akhirnya mendapat pekerjaan di Kota Bandung sebagai guru SDK VI BPK Penabur Bandung. AKu dikenal sebagai guru yang baik hati oleh murid-muridku. Alvin yang tidak bisa diam, Maria yang pintar sekali tapi sombong, Margaretha yang memandangku penuh kekagumana, Daniel yang akhirnya tinggal kelas karena keluarga yang tidak memperhatikan dengan baik pendidikannya. Ach...saat itu aku sebagai penentu masa depan dari murid-muridku. Bagaimana kabar Daniel sekarang ya??

05 Januari 2009

My Reflection II (Kota Padang)

Here I am!!!
Tahun 2009 telah tiba tetapi lanjutan tulisan my reflection I (Kota Kisaran) belum kutuliskan. Hm...sebelum memulai tulisan yang baru, aku melanjutkan tulisan yang tanggung ach...sayang banget untuk tidak dilanjutkan. Itu merupakan perjalanan hidupku...Masak sih nunggu ulangtahun yang ke-36 untuk penyelesaian tulisannya. Iya nggak seh???

Nih ni...lanjutannya...

Aku ingat ketika pindah dari Kota Kisaran menuju Padang, Sumatera Barat, mamakku menangis dengan sedih ketika meninggalkan teman-temannya. Sementara aku tidak mengerti kenapa dia menangis. Dengan barang- barang yang penuh satu truk kami berangkat ke Kota Padang yang ternyata bersih banget dan satenya enak sekali.

Aku ingat ketika sekolah di SD Negeri No. 57 Padang, dengan semangat 45 aku diminta oleh ibu guruku yang anaknya bernama Dora (aku ingat) menyanyikan lagu Indonesia Raya tanpa teks. Ha...ha.. di tengah jalan, berhenti karena lupa. Ibu guru tidak bisa marah kepadakuk arena aku yang paling semangat latihan nyanyi tapi ketika dites di depan kelas lupa teks lagunya, bagaimana dengan yang lain?

Aku ingat dengan Dian dan Ami. Dua sahabatku di SD. Dian yang kurus dan ceriwis dan Ami gendut yang berambut indah. Pernah bersama mereka dan teman SD yang lain ke pantai Air Manis...katanya di pantai itu terletak kapal Malin Kundang. Perjalanan yang melelahkan tapi senang karena bisa melintasi pepohonan rindang sepanjang bukit yang didaki dan juga luasnya pantai Air Manis yang masih perawan.

Aku ingat ketika teman-teman SMP 4 datang ke rumah dan makan di rumah, dimana saat itu, kami berada di Kota Padang, yang hampir 100% penduduk aslinya muslim semua, dan adalah aneh bila mereka mau makan di rumah temannya yang bapaknya pendeta Kristen dan gerejanya di samping rumah lagi. Rasanya saat itu aku sangat bangga bahwa teman-temanku mau percaya padaku untuk makan di rumah dengan masakan dari emakku yang cantik. Lauknya sederhana, ikan teri medan yang disambal. Tentunya dengan campuran kacang tanah.

Aku ingat dengan Vera, teman dekatku di SMP. Setiap berangkat dan pulang sekolah pasti melalui rumahnya yang dipenuhi dengan begitu banyak rotan-rotan sebagai bahan membuat keranjang buah. Itu merupakan mata pencaharian orangtuanya. Vera yang sederhana tapi yang cerdas.

Aku ingat indahnya cinta monyet. Safri Andriza namanya. Orangnya ganteng (pada saat itu, hi..hi..). Senangnya merasakan debaran jantung ketika mata saling memandang malu-malu dan langsung buang muka sejauh mungkin agar tidak ketahuan. Gimana nggak ketahuan, wong mata sudah saling memandang. Hi..hi...Debby, temanku yang cantik mengatakan bahwa pujaan hatiku sangat menyukai diriku, tapi karena kami berbeda keyakinan, apalagi aku anak pendeta, jadinya dia tidak pernah mengungkapkan perasaannya padaku. Walau hanya mendengar dari Debby, tapi rasanya senang sekali mengetahui bahwa pujaan hatiku ada rasa padaku.

Aku ingat ketika bapak sekali-kali menjemput aku dan adikku di sekolah dengan mobil kijangnya yang berwarna hijau muda itu dan sekali-kali menjemput kak Eldi di SMP Kalam Kudusnya. Rasanya senang dan bangga sekali bapak dan mamak menjemput dengan mobil, padahal itu mobil second. Ha...ha...tapi bapak bangga sekali karena dengan mobil itu juga dapat melakukan pelayanannya.

Aku ingat ketika dengan mobil kijang itu, bersama bapak, mamak, dan lagi-lagi adik bungsu itu pergi ke berbagai daearah di Sumatera Barat. Pelayanan bapak di berbagai kota di Sumatera Barat membawa kami juga mengelilingi kota-kotanya: Danau Singkarak, Danau Maninjau, Pariaman, Bukit Tinggi, Solok, dan masih banyak lagi...Satu hal yang kuingat adalah ketika sehabis bapak melayani di gereja, kami membawa rambutan yang sangat banyak. Rambutan tersebut merupakan oleh-oleh dari salah satu jemaatnya. Aku lupa nama tempatnya dan wajah yang memberikan rambutan itupun aku lupa, tetapi aku ingat di sekeliling rumahnya banyak sekali pohon rambutan dan aku ingat bagaimana senangnya dan bangganya aku bisa mengikuti beberapa perjalanan pelayanan bapak.

Aku ingat ketika adik bungsuku yang cantik berlatih Kempo pada malam hari. Semangatnya mengalir dalam diriku yang membuatku akhirnya juga ikutan latihan beladiri Kempo. Tapi yang namanya termotivasi karena orang lain, bukan diri sendiri, akhirnya berhenti sampai ban hijau. Its...ni...sam...si....Ha..ha..hanya itu yang tertinggal dalam ingatanku.

Aku ingat ketika pergi berbelanja ke pasar bersama adik dan mamak yang cantik, kami sering sekali mampir ke warung soto padang. Hm....lezatnya soto itu. Setelah lelah berbelanja....kenikmatan soto padang dapat membuat hidup lagi.

Aku ingat ketika SMA kelas satu di SMAN 2 Padang, setiap hari Jumat, kami wajib berpakaian kerudung. Bawahannya pake sarung yang dililit, atasannya baju kurung, untung ndak pakai jilbab, kalau pakai...wah...aku pasti dibilang mirip Cut Nyak Dien, pahlawan dari Aceh. Dengan baju kurung yang sarungny sering naik ke atas, bersama teman-teman berjalan kaki menuju tempat perhentian bis. Sepanjang jalan ada banyak pohon yang rindang.

Aku ingat lelaki Padang bernama Dody. Cowok keren itu mencuri hatiku. Swit...swit....mencuri hati sang perawan. He...He....cinta monyet kedua yang tetap tidak kesampaian. Ach...lagi-lagi karena berbeda keyakinan.

Aku ingat ketika bapak dan mamak pindah kerja ke Doloksanggul. Keputusan bersama sudah diambil. Kami akan tetap tinggal di Padang, di asrama Katolik, selama beberapa bulan sampai pembagian raport kenaikan kelas dua. Bertiga dengan kak Eldi dan dek Golda, kami tinggal di asrama. Banyak teman yang bersuku bangsa Cina. Pertama rasanya aneh berada di antara mereka yang berwarna kulit putih, tapi akhirnya aku punya teman dekat bernama Amey, yang sangat suka telur asin. Berkat dialah aku akhirnya suka sekali telur asin yang awalnya bagiku sangat busuk baunya, tapi akhirnya sangat enak. Kwek..kwek...

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio