30 April 2009

Semangat!!

Pulang kerja tadi malam rasanya lemes banget....Tidak ada tenaga untuk mengerjakan hal lain padahal begitu banyak waktu. Biasanya beberes-beres, kalo kata temanku, jadi upik abu sebentar. Ha..ha...nyuci piringlah, nyuci pakaianlah, nyapulah dan nyeterika baju kerja untuk besoklah. Hm....cukup mengasyikan setelah bekerja seharian di kantor. Akan tetapi tadi malam, koq rasanya nggak ada tenaga sama sekali untuk menjadi upik abu. Akhirnya setelah mencari lauk untuk makan malam dan menikmati makan malam, aku langsung tertidur.

Rasanya cepat sekali pagi hari. Swami dah bangun duluan (selalu, ha..ha..), jahilnya keluar....tapi mata masih berat sekali. Akhirnya setelah jam 6.30 WIB baru bangun deh. Itupun dengan ogah-ogahan. Kalau tak ingat swami butuh teh hangat dan ingat harus kerja, akan dilanjutkan tidurnya lagi. Ha..ha..

Sempat ngobrol sebentar dengan swami tentang rasa lesu bekerja di kantor beberapa hari terakhir ini. Apa gerangan yang terjadi ya? Kesimpulannya, jangan mau terbawa suasana kantor yang membuat kita tidak bergairah dan tidak termotivasi. Harus mampu mencari sesuatu yang membuat kita tetap semangat dan termotivasi. Hm...dua tahun bukan waktu pendek bekerja di kantor yang sekarang, dan semangat makin menurun. Tanda-tanda tak baik bagi perkembangan diri. Solusinya? Mencari pekerjaan baru atau bertahan? Kata seorang pakar nih, jangan pernah mencari pekerjaan baru karena "adanya masalah" dalam kantor, tetapi saat berpindah kantor adalah saat ketika pekerjaan kita cemerlang dalam kantor itu. Hm....benar juga itu.

So...what now? Sepertinya perlu dipikirkan dengan sedikit lebih serius obrolan dengan swami tadi pagi. Semangat.....itu ada dalam diri kita, bukan karena situasi kantor tapi dengan situasi apapun itu, kita mampu menyemangati diri sendiri. Perlu melakukan peningkatan skill dan jika dibutuhkan kursus sehingga semakin meningkatkan skill.

Hm.....Semangat!!! Jangan menyerah!!

14 April 2009

Paskah : Diriku dan DiriNYA!!

Tersentak hatiku ketika swami ngeluh karena merasa tidak siap menghadapi Jumat Agung dan perayaan Paskah. Karena kegiatan yang tak putus-putus menjelang Jumat Agung dan Paskah....dia merasa ndak meluangkan waktu untuk persiapkan mental menghadapi Jumat Agung dan Paskah....Diriku bertanya: "Emang persiapan apa sih bang kalo menghadapi Jumat Agung dan Paskah?". Lalu jawabnya: "Lho...kita kan harus mempersiapkan diri, misalnya dalam kegiatan harian kita, kita mengenang saat-saat Yesus menghadapi kematianNya. Kita refleksikan peristiwa itu dalam keseharian kita".

Diriku terdiam mendengarkannya karena aku rasa-rasanya tidak pernah berpikir begitu. Tersentak juga mendapati suamiku ternyata rohani juga. Hi..hi....ada apa dengan diriku ya? Koq sampai tak terpikirkan seperti si abang....Apakah banyak orang mengikuti jejakku atau jejak si abang ya??Yang ikutan baca blog ini ikutan yang mana? Jumat Agung.....Paskah.....semoga tahun ini tidak berlalu dengan kehampaan...

Pernyataan abang membuatku lebih konsentrasi mengikuti kebaktian Paskah. Puji Tuhan....Jumat Agung mungkin berlalu tanpa makna yang jelas, tapi kebaktian Paskah dan pernyataan abang membuatku berpikir ulang tentang hubungan antara diriku dan diriNYA saat ini.

Selamat Paskah dan Selamat menemukan makna Paskah dalam keseharian sepanjang tahun ini!!

07 April 2009

Pulang Kampung!!!

Horee.....!!
Akhirnya hari yang ditunggu datang juga....Pulang kampung dan kumpul dengan semua keluarga di rumah yang dirindukan. Walaupun perjalanan menuju rumah sangat melelahkan, akan tetapi dengan semangat empat lima ditempuh.

Kamis, hari libur nasional. Aku dan abang bersiap-siap dengan harap-harap cemas akan keberangkatan naik pesawat karena cuaca sepertinya kurang baik. Ingatan akan perjalanan pulang dari Pontianak ke Jakarta yang mengalami turbulensi membuat rasanya cemas untuk naik pesawat, padahal itu satu tahun yang lalu. Tiket sudah dipesan jauh-jauh hari, tepatnya bulan Desember 2008 sudah beli tiket pesawat dengan harapan dapat harga promo. He..he...Rasanya tiketnya lebih murah kemarin ketika pulang jenguk mamak yang sedang sakit. Ya jelas dong, karena bukan hari libur gitu lho...

Apa yang dikwatirkan terjadilah sudah....1 jam pertama masih bisa menikmati perjalanan tanpa ada turbelensi yang berarti walau rasa cemas selalu mengikuti. Akan tetapi 1 jam kemudian.....merupakan waktu yang sangat lama...tiap 5 menit melihat jam tangan dan berpikir kapan kah akan mendarat dan apakah bisa mendarat. Ketakutan akan turbulensi akhirnya terjadi....Dalam keadaan seperti itu, terpikirkan olehku hidup yang sudah kujalani. Apa yang sudah kujalani?? Sepertinya belum ada yang dapat dibanggakan untuk menghadap sang Ilahi. Apakah itu juga yang dipikirkan oleh mereka yang mengalami situasi darurat dan akhirnya benaran menghadap sang Ilahi? Apakah yang mereka pikirkan? Apakah sama dengan yang kupikirkan? Manusia...manusia.....Dirimu baru berpikir ke sang Ilahi manakala waktu itu sudah mendekat....

Ach...akhirnya kami mendarat juga di bandara Polonia....Lega sekali...sekaligus.....lemas.....Rasanya ucapan syukur tak putus-putus terucap dari bibir yang masih bergetar ini. Ha..ha...Thanks God!!! Perjalanan panjang dari Medan - Siantar rasanya tidak seberapa lagi walaupun lelah menunggu penumpang lain naik taksi ala Medan. Yang penting sudah mendarat dan masalah lain bisa diterima deh...Waktu menunjukkan jam 23.00 WIB ketika tiba di gerbang rumah yang bercat biru. Kak Eldi yang terkantuk-kantuk menunggu kedatangan kami membuka gerbang....Memasuki rumah....bapak dan emak juga ikut terbangun mendengar sambutan lolongan si hitam dan kawan-kawannya. He..he...

Di tengah rasa lelah, melihat bapak dan mamak sehat rasanya senang sekali bisa bertemu. Setengah dari rasa lelah menguap entah kemana, padahal selama perjalanan dari Medan ke Siantar rasanya mata berat sekali. Syukurlah...semua orang yand dicintai sehat sentosa. Masih menyempatkan untuk ngobrol dengan bapak dan mamak. Mamak terlihat lebih kurus...tapi itu bagus untuk penyakit gulanya, sementara bapak semakin terlihat tua...

Waktu makin larut....bapak dan mamak juga sudah mengantuk, kami juga lelah. Sebelum beranjak ke peraduan, aku menyempatkan diri makan durian yang sangat diidam-idamkan. "Tombus bah na mangarato i".

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio