07 April 2009

Pulang Kampung!!!

Horee.....!!
Akhirnya hari yang ditunggu datang juga....Pulang kampung dan kumpul dengan semua keluarga di rumah yang dirindukan. Walaupun perjalanan menuju rumah sangat melelahkan, akan tetapi dengan semangat empat lima ditempuh.

Kamis, hari libur nasional. Aku dan abang bersiap-siap dengan harap-harap cemas akan keberangkatan naik pesawat karena cuaca sepertinya kurang baik. Ingatan akan perjalanan pulang dari Pontianak ke Jakarta yang mengalami turbulensi membuat rasanya cemas untuk naik pesawat, padahal itu satu tahun yang lalu. Tiket sudah dipesan jauh-jauh hari, tepatnya bulan Desember 2008 sudah beli tiket pesawat dengan harapan dapat harga promo. He..he...Rasanya tiketnya lebih murah kemarin ketika pulang jenguk mamak yang sedang sakit. Ya jelas dong, karena bukan hari libur gitu lho...

Apa yang dikwatirkan terjadilah sudah....1 jam pertama masih bisa menikmati perjalanan tanpa ada turbelensi yang berarti walau rasa cemas selalu mengikuti. Akan tetapi 1 jam kemudian.....merupakan waktu yang sangat lama...tiap 5 menit melihat jam tangan dan berpikir kapan kah akan mendarat dan apakah bisa mendarat. Ketakutan akan turbulensi akhirnya terjadi....Dalam keadaan seperti itu, terpikirkan olehku hidup yang sudah kujalani. Apa yang sudah kujalani?? Sepertinya belum ada yang dapat dibanggakan untuk menghadap sang Ilahi. Apakah itu juga yang dipikirkan oleh mereka yang mengalami situasi darurat dan akhirnya benaran menghadap sang Ilahi? Apakah yang mereka pikirkan? Apakah sama dengan yang kupikirkan? Manusia...manusia.....Dirimu baru berpikir ke sang Ilahi manakala waktu itu sudah mendekat....

Ach...akhirnya kami mendarat juga di bandara Polonia....Lega sekali...sekaligus.....lemas.....Rasanya ucapan syukur tak putus-putus terucap dari bibir yang masih bergetar ini. Ha..ha...Thanks God!!! Perjalanan panjang dari Medan - Siantar rasanya tidak seberapa lagi walaupun lelah menunggu penumpang lain naik taksi ala Medan. Yang penting sudah mendarat dan masalah lain bisa diterima deh...Waktu menunjukkan jam 23.00 WIB ketika tiba di gerbang rumah yang bercat biru. Kak Eldi yang terkantuk-kantuk menunggu kedatangan kami membuka gerbang....Memasuki rumah....bapak dan emak juga ikut terbangun mendengar sambutan lolongan si hitam dan kawan-kawannya. He..he...

Di tengah rasa lelah, melihat bapak dan mamak sehat rasanya senang sekali bisa bertemu. Setengah dari rasa lelah menguap entah kemana, padahal selama perjalanan dari Medan ke Siantar rasanya mata berat sekali. Syukurlah...semua orang yand dicintai sehat sentosa. Masih menyempatkan untuk ngobrol dengan bapak dan mamak. Mamak terlihat lebih kurus...tapi itu bagus untuk penyakit gulanya, sementara bapak semakin terlihat tua...

Waktu makin larut....bapak dan mamak juga sudah mengantuk, kami juga lelah. Sebelum beranjak ke peraduan, aku menyempatkan diri makan durian yang sangat diidam-idamkan. "Tombus bah na mangarato i".

1 komentar:

tina mengatakan...

hi..renta, kamu orang siantar juga ya? salam kenal ya..kamu dimana di siantar?

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio