15 Mei 2009

Waktu adalah Uang

Hari ini adalah tanggal 15 Mei 2009. setengah bulan lagi genaplah menjadi setengah tahun sudah manusia di seluruh muka bumi ini telah menjalani separuh tahun 2009. Sangat cepat sekali waktu berlalu. Benar adanya kata seorang pengarang buku bahwa kita perlu menghargai waktu itu dengan menguangkannya sehingga kita benar-benar menghargai waktu. Seperti kita dalam taksi yang terkena macet...setiap detik merupakan waktu yang berharga karena setiap detik berjalan berarti terjadi penambahan dalam rupiah yang harus kita keluarkan.

Kita perlu menguangkan waktu itu dalam bentuk rupiah sehingga kita secara sadar benar menghargai waktu. Misalnya kita menghargai waktu untuk 1 jamnya adalah 5 juta. Tentu, kita tidak
akan membuang waktu itu lagi. Kita akan menggunakan waktu 1 jam dengan sungguh-sungguh karena 1 jam berarti 5 juta rupiah. Misalkan begitu. Dengan kesadaran itu, maka kita akan terus terpacu untuk menghargai waktu. Jika dihitung kembali waktu dari tanggal 1 Januari - 15 Mei 2009, berarti ada ada 135 hari x 24 jam x 5 juta rupiah. Hasilnya adalah Rp 16.200.000.000,- Waw....luar biasa bukan? Dan berapa yang sudah kuhasilkan sebenarnya selama ini? Sedih sekali....kalo membandingkan yang kuperoleh dengan hitungan-hitungan itu.

Jadi teringat dengan ucapan salah satu adik lama yang mengatakan bahwa kalo tidur cepat rasanya rugi. Hm.....dulu aku tidak memahaminya kenapa dia punya prinsip begitu. Sekarang lebih kupahami maksud dari kata-katanya. Luar biasa....masih semuda itu, dia sudah punya prinsip demikian. Bravo....!!!

Bagaimana temans??? Berapa nilai rupiah setiap jam yang sudah engkau lalui? Bagaimana dengan diriku sendiri? Rasanya sudah terbaca dari tulisan di atas....

Bersyukur bahwa Dia masih memberikan sang waktu itu kepada kita semua. Ayo...kita hargai waktu yang ada dengan cara yang berbeda mulai detik ini. Detik ini........!!! Satu detik berapa rupiah ya????

04 Mei 2009

Quit Time in My Office

Waktu yang tenang!!

Itu merupakan waktu yang sangat berharga di kantor. Tidak ada suara-suara dominan yang dapat mengganggu konsentrasi kerja. Hm...berangkat dari rumah tadi sedikit tidak bersemangat. Tentu saja tidak bersemangat karena mengingat kejenuhan dan kebosanan dalam bekerja. Untuk mengatasi hal ini, aku membuka bahan bacaan dari Tung Desem Waringin perihal 24 prinsip miliader. Wah...dari judul buku yang dibaca kesannya aku pengen cepat kaya nih. Hah..hah...siapa sih yang kepengen kaya. Pasti semua orang pengen jadi kaya ketika doktrin kaya itu tidak salah menjadi prinsipnya. Dulu prinsipku kaya itu menyebalkan, hanya orang-orang yang berdosa aja yang kaya dan orang kaya identik dengan kesombongan.

Akan tetapi paradigma itu berubah seiring dengan sedikit banyaknya buku-buku yang kubaca. Hm..tapi yang mau kusampaikan disini bukan masalah kaya itu boleh apa tidak atau aku benaran pengen cepat kaya. Melalui buku yang kubaca itu, muncul motivasi dalam diriku untuk peluang waktu yang banyak untuk belajar. 3 prinsip pertama yang disampaikan oleh Tung Desem Waringin adalah: 1. Nilai tambah; 2. Faktor kali, dan 3. Peluang ada dimana-mana. Hasil pembacaanku melalui tiga prinsip itu bukan masalah jadi pengen cepat kaya, justru...refleksi diri mengenai apa yang sudah kujalani selama ini. Buku ini kupadukan dengan buku dari Adam Kwoo yang berjudul: I'm gifted, so you are yang berbicara salah satunya mengenai mind mapping. Kupadukanlah kedua buku itu dan menghasilkan suatu refleksi tentang apa yang sudah kujalani selama ini, khususnya 2 tahun di Jakarta. Luar biasa....

Motivasi...motivasi...muncul dari diri kita sendiri, tapi untuk bisa memotivasi diri, kita perlu juga membaca buku-buku yang menolong kita untuk berpikir memotivasi diri sendiri.

Let's guys...Use your time wisely! He gives us lots of time and He wants us to use it wisely!

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio