28 Agustus 2009

Ngalor-Ngidul di Pagi Hari

Piuh....jam 4 pagi sudah bangun! Tapi badan berat sekali rasanya. Pengennya tidur aja. Entah kenapa sejak pindahan rumah seminggu yang lalu, rasanya pengen tidur aja. Kalo di Yogya, pasti dah langsung ke mbak Sasro, minta dipijiten. Rasanya males banget bangun dari kasur dan beraktivitas. Kalolah boleh memilih, aku tidak masuk kantor hari ini, tapi tak dapat restu pula dari sang bos...

Akhirnya sampai juga ke kantor dan datang tepat pada waktunya, biasanya telat bok...Tadinya mo ke bank dulu ma abang, tapi pasti telat ke kantor. Malu deh sering telat ke kantor. Sudahlah rumah paling dekat dengan kantor...yang lain pada tinggal di Bekasi bisa datang tepat pada waktunya. So...diputuskan untuk tidak ke bank, biarlah si abang sendirian yang ke bank. Duit yang mo ditabung juga nggak banyak jadi nggak perlu pe dikawal gitu. Ha..ha...

Sudah lama rasanya tidak ke kantor tepat pada waktunya. Senang juga rasanya bisa datang tepat pada waktunya. Baru satu teman yang datang, siapa lagi kalo bukan Mas Dipa, si pegawai teladan nan setia. Salut aku sama rekan kerjaku yang satu ini, setia banget dan buaaik banget....Hm...aku bersyukur memiliki teman-teman kerja yang baik. Tidak seperti yang kubayangkan saat akan menjejakkan kaki ke Jakarta ini. Thanks God for the nice friend in my life.

27 Agustus 2009

Karyawan?? Bisnis??

Gelap gulita di luar! Rasanya sudah lama tidak segelap ini Jakarta. Biasanya terang benderang dan puanas, rek.....Tapi kegelapan di luar sana tidak menghalangi niatku untuk menulis kembali tentang bisnis yang sudah kujalani.

Menjalani bulan ketiga untuk bisnis pulsa. Hm...lumayan senang terlibat dalam bisnis ini. Untungnya lumayanlah buat jajan sana sini, tetapi sayang swami lebih senang dijadikan modal tambahan. Transaksi tidak begitu banyak terjadi, soalnya jualnya hanya ke teman kantor yang segelintir itu dan pemakaian untuk diri sendiri. Walau transaksi tidak seberapa, tapi tetap memperoleh keuntungan, tanpa mengganggu kerjaan yang lain. Rasanya sedap membayangkan punya 1 counter menjual pulsa dengan satu orang pegawai. Luar biasa jika itu tercapai karena bisa memberikan pekerjaan kepada orang lain. Hm..tapi sementara itu menjadi mimpi saja dahulu. Mimpi yang akan menjadi kenyataan: Memberi pekerjaan bagi orang lain dengan memperhatikan tingkat kesejahteraannya. Wah..koq mimpinya jadi itu ya? Ha..ha...Wah...kalo bapak aye baca tulisan ini bakalan pusing...

Hm...beberapa bulan ini paradigmaku sudah berubah, sejak ikut seminarnya pak Tung Desem Waringin itu. Pengen kayak dia...Melakukan sesuatu yang disenanginya dan tentunya dengan tanpa pusing mikirin keuangan lagi. Istilah kerennya Financial Freedom. Dulu tidak terpikirkan istilah financial freedom ini, yang ada hanya bekerja dan berguna bagi kemanusiaan. Tapi sekarang berubah menjadi bekerja, berguna bagi kemanusiaan dan tetap bisa dong alami financial freedomnya. Ha..ha...Maunya...

Siapa yang mau ikutan alami financial freedom? Makanya, yuk...ikutan bisnis....Bisnis apapun itulah...yang penting tidak merugikan orang lain deh. He..he...Dijamin pasti paradigmanya berubah deh...tidak karyawan sekali.....Emang bedanya karyawan dengan bisnis apa sih??? He..he..lain waktu ditulis deh...mo pulang neh...(Eits...ini satu sifat karyawan, pengen cepat pulang. Kalo bisnis, nggak bakalan pulang kalo nggak dimarahin ma istri or swaminya or anaknya. Ha..ha..

Lebaran: Tak Gendong Kemana-Mana

Rasanya pengen Lebaran tiba secepatnya. Yah...aku sudah menjadi bagian dari kebanyakan orang yang tinggal di Jakarta kale ya..Menantikan libur panjang Lebaran. Dulu aku selalu bertanya kenapalah orang-orang di Jakarta pada haus banget dalam menantikan libur panjang. Hm...setelah beberapa saat di Jakarta, akupun mengerti. Yah..gimana tidak....hidup di Jakarta benar-benar kayak mesin yah....hidup untuk kerja dan kerja. Tidak ada kesempatan seperti dulu lagi. Jalan kemana dengan enak tanpa harus mikir ini dan itu. Trus, ada sanak saudara, sahabat, dan keluarga yang memberikan kenyamanan. Jakarta???Rasanya koq nggak memiliki keluarga dekat ya. Sahabat dekat? Sendiri rasanya hidup ini. Untunglah swami bisa dijadikan sanak keluarga, sahabat, dan kekasih hati. Ha..ha...Ada-ada aja...otak lagi buntu gini ya bicaranya ngalor ngidul kata orang Jawa.


Kembali ke acara Lebaran. Hm...libur lebaran tahun ini cukup panjang, yaitu tanggal 18-27 September 2009. Wah...itu kan waktu yang sangat panjang. Pengen rasanya ke Yogyakarta libur panjang ini, tetapi mengingat betapa repotnya dalam perjalanan baik melalui darat, udara, dan laut ??? Ha..ha..mana ada Laut menuju ke Yogyakarta, cukup darat dan udara. Hm....jadi mikir deh mo ke Yogyakarta, nengok adik bungsu yang memiliki tiga anak yang ganteng dan cantik-cantik plus...nengok bapakenya. Jadi mungkin tak jadilah ke Yogyakarta. Oh...benarkah??? Sangat sayang sekali. Hm...ntar deh dipikirkan kembali.

Kira-kira ada sumbangan ide hal yang perlu dilakukan selama libur Lebaran tanpa harus berdesak-desakan dengan banyak orang??? Ha...ha...Mungkin lagunya mbah Surip pas..."Tak gendong...kemana-mana..." Wah..asyik tenan kui, tapi yang gempor swami awak ni lah....Dia pasti jawablah "Mana tahan...........". Dengan perbandingan antara diriku dan dirinya (lihat fotonya), pastilah dia bilang: "Yok...kita ke Yogyakarta aja". Ha..ha...

Bulan Ramadhan Lagi!!!

Sekarang sudah berada dalam bulan puasa, istilah kerenya Ramadhan. Luar biasa. Waktu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin berbuka puasa bersama di kantor. Tuh foto yang di samping. Sayang nggak lengkap, soalnya yang lain pada kemana ambil makanan. He..he...

Sejak foto itu sampai sekarang, sudah banyak peristiwa yang terjadi dalam hidupku dan hidup teman-temanku ya? Mila skarang sudah dikarunia anak, Irwan sudah pindah kerja yang lebih menjanjikan. He..he.... Pak Subur sepertinya makin sering melamun di kantor dan makin pendiam. Apa gerangan yang dipikirkannya ya? Endah dan Iwan masih belum mengalami perubahan rasanya, masih tetap setia dengan kesendiriannya. Ntar setelah menikah, pasti mereka nyesal kenapa lama baru nikah. Ha..ha...Jika mereka beruntung mendapatkan pasangan yang saling melengkapi lho. Mbak Eni?? Hm..masih bertahan dengan satu putrinya, walaupun sudah pengen nambah lagi.

Diriku sendiri? Aku masih seperti yang dulu. Ha..ha...masih pacaran lulu dengan swami, hidup bebas merdeka, tapi satu hal yang tidak menggembirakan, masih tetap tinggal di Jakarta. Ha..ha...Apakah Ramadhan yang akan datang aku dan swami sudah bisa berpindah tempat ke kampung halaman? Tapi....kampung halaman yang mana yach? Dengan status sekarang, harusnya kampung halamannya bukan Siantara lagi dong, tapi Singkawang. Ha..ha...atau jangan-jangan Yogyakarta?

Apapun itu, aku sekarang berada dalam waktu kekinian, yaitu bulan puasa di tahun 2009. Semoga dengan banyaknya waktu (pulang kerja jam 4 neh...) aku bisa meningkatkan apa aja yang perlu ditingkatkan. Amin....

21 Agustus 2009

Bisnis= Membangun Kepercayaan

Sudah lama sekali tidak mengupdate blogku ini. Awal Juli 2009. Hm....kemana aja selama ini? Perasaan lagi sibuk dengan bisnis. Ha..ha..padahal karena lupa kalo punya blog. Pasti yang pernah buka blogku ini bosan deh, habis nggak pernah diupdate lagi. He..he...

Hm...mo tulis apa hari ini ya? Oh iya...bisnis keduaku dah jalan neh...Sebenarnya bukan bisnisku doang sih. Bisnis kedua ini bekerjasama dengan dua sahabat terbaik dalam hidupku. Hm...sebenarnya ada sedikit rasa worried berbisnis dengan dua sahabat terbaik ini. Katanya bisnis bisa merusak persahabatan, tapi banyak juga koq yang bilang persahabatan makin erat walau sudah berbisnis bersama. Semoga kami mengalami pilihan kedua ini ya.... Persahabatan makin erat dan bisnis makin lancar. Amin......!!!

Tapi emang, bisnis kedua ini kami bangun dari rasa saling percaya koq. Yang satu memberikan modal, dia jauh di negeri orang, yang satu mendistribusikannya di daerah, dan diriku bertanggungjawab untuk mencari bahan. Masing-masing punya peranan dan asyik banget bok....Kita belajar untuk terus saling mempercayai. Dan itu satu pembelajaran yang penting dalam bisnis kedua ini. Terus menumbuhkembangkan kepercayaan.

Minggu lalu sobatku sudah mengirimkan modalnya, kemudian bersama suami menuju ke mangga dua untuk mengobrak-abrik setiap kios yang ada. Dengan kehijauan kami (maksudnya opo, nduk??), kami melihat yang terbaik, menawarkan, dan kemudian membelinya. Melelahkan, tapi rasanya senang sekali bisa menjalankan bisnis kedua. Kemarin sudah kami kirimkan. Sekarang giliran sobat kedua yang menjalankan bagiannya. Sukses ya, say...Apapun hasilnya, kami dukung dari jauh. Ha..ha..

Hm...sekarang waktunya menyenangkan bos, yaitu dengan makan selahap yang disajikan. Ha..ha..Makan siang dulu, bok...



 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio