20 November 2010

Kisah Pohon Kelapa

Hm...sepertinya judul tulisan ini sedikit melebar, tetapi tidak apa-apa. Step pertama yang dilakukan dalam menulis adalah menuangkan segala apa yang ada dalam pikiran. At least itu metode yang kupakai dalam setiap menulis dalam blog ini. Penulis lain mungkin memiliki strategi yang berbeda, tetapi this is my own strategy in writing. He..he..

Kisah pohon kelapa yang kumaksud di sini adalah, seperti dalam foto itu, latar belakangnya adalah minum kelapa muda. Yah..setelah melakukan perjalanan pada hari libur Hari Raya Idul Adha, 17 November 2010, aku dan abang mampir untuk minum es kelapa muda. Bermotor di Jakarta di bawah terik matahari membuat dahaga dan minuman yang paling menyegarkan adalah kelapa muda. Jes...rasanya segar sekali ketika air kelapa muda yang dingin melalui mulut dan tenggorokan yang kering ini. Ha..ha...kebayang kan minum kelapa muda.

Nah...sebenarnya inti yang ingin kusampaikan bukan nikmatnya kelapa muda dingin, tetapi saat minum kelapa muda ini, ada percakapan diantara aku dan abang mengenai pengalaman masa kecilnya dan yang membuatku bisa menggambarkan halaman belakang rumahnya. Ternyata, dulu sekali halaman belakangnya luas, ada dua pohon kelapa dan pohon sukun. Sayang pohon itu sukun sudah ditebang untuk memperluas dapurnya, sementara dua pohon itu masih ada sampai sekarang. Saat aku datang ke rumah itu Desember dua tahun yang lalu, aku tidak memperhatikan pohon kelapa itu. Ada terlihat tetapi kirain milik tetangga belakang, ternyata sekarang aku baru sadar bahwa pohon kelapa itu adalah milik mami.

Lebih lanjut abang cerita saat masa kecil dulu, mereka sering minum kelapa muda dari dua pohon kelapa itu dan yang manjat pohon tentunya bukan dia. Hm..kalau dilihat perawakannya nggak cocok jika punya pengalaman panjat pohon kelapa. Ha..ha..jadi siapa lagi kalau bukan adik ipar satu-satunya.

Hm..suatu kisah yang menarik saat minum kelapa muda. Teringat akan suatu pernyataan seorang pendeta bahwa selama kita menikah, maka akan selalu ada yang baru untuk kita ketahui dari pasangan kita, apakah cerita masa keci atau masa lalunya yang tidak terpikir untuk diceritakan tetapi pas momentnya maka hal itu terceritakan.

Thanks to Jesus for this wonderful opportunity. Bisa minum kelapa muda yang segarrrrrrrya dan cerita yang ada.

16 November 2010

Proyek Mone: Acceleration Action Plan Workshop

Hm...kali ini tulisan berkaitan dengan kegiatan di kantor. Hm..koq kayaknya aku senang mengawali tulisan dengan hm..?? Ada apa dengan hm...yach? He..he..

Nama kegiatan ini Acceleration Action Plan Workshop, sebagai salah satu bagian kegiatan dari Proyek MSS Pendidikan. Dilaksanakan pada hari Jumat-Sabtu, tanggal 12-13 November 2010 di Wisma Patria Griya, Jln Pejaten Barat No. 16 Kemang, Jakarta 12550, phone: 021-781 9464, 781 9465 dan F
ax. 021 7883 7882. Sangat lengkap berhubung, notesnya ada di mejaku. Ha..ha..Ya..siapa tahu ada yang tertarik untuk mengetahui tempat ini dan menginap di wisma ini karena cukup nyaman untuk meeting dan kamarnya juga lumayan. Untuk Kota Jakarta yang bising, tempat ini cukup recomended untuk melaksanakan kegiatan dengan peserta 10-50 orang. Lha..koq malah jadi marketing ya? He..he..

Apa yang menarik dari kegiatan ini ya? Oh iya..aku senang sekali karena ini kali ke sekian aku dapat menyiapkan kegiatan dimulai dari menyiapkan ToR meminta persetujuan kegiatan ke ADB Jakarta dan berada di dalam pertemuan untuk mendengarkan diskusi diantara para tenaga ahli. Rasanya menjadi hidup ketika ada kesempatan untuk diskusi, he..he..walaupun hanya mendengarkan dan sekali-kali bicara berkenaan dengan role perusahaan. Rasanya sudah lama aku tidak merasakan rasa seperti ini lagi. Hm..se
pertinya selama ini aku sudah terlalu banyak terlibat dalam dunia "kesibukan" yang jauh dari impianku untuk selalu berada diantar orang-orang yang senang berdialog dan berdiskusi. Dengan berdialog dan diskusi, setiap masalah yang ada dapat dicari solusi permasalahnya. He..he..

Disk
usi ini menjadi semakin menarik ketika Bpk. Fauzan memfasilitasi pertemuan ini sehingga step-step pembahasan kegiatan dalam proyek dapat tergambarkan dengan sangat baik. Melalui pertemuan ini, aku menjadi semakin mengerti proyek ini seperti apa dan bagaimana progressnya dan rencana kerja ke depan seperti apa. Tentunya dengan pertemuan ini diharapkan adanya rencana kerja yang dapat mempercepat perkembangan di lapangan. Salah satu hal yang akan disiapkan berikutnya adalah regional workshop dengan mengundang stake holder dari 5 kabupaten wilayah proyek, dimana akan mempresentasikan tahapan dan progres proyek dan mendiskusikan bagaimana strategi dalam menindaklanjuti proyek ini. Bukan pada perpanjangan proyek, tetapi ketika proyek selesai, apa yang dilakukan berkaitan dengan peningkatan standar mutu pelayanan pendidikan dapat tetap berjalan sehingga pendidikan di Indonesia semakin maju ke depannya. Hm..satu tantangan lagi untuk menyusun ToR untuk disiapkan.

Hm....(again) semoga ada kesempatan lain untuk pertemuan seperti ini. Thanks Jesus for this opportunity.

Pesta Pernikahan: Agustine Br. Marbun

Waw...luar biasa! Semakin menulis semakin ingin menuangkan banyak hal dalam tulisan. Mungkin ini sekedar suatu bentuk catatan harian, perjalanan hidup, tetapi menarik. Jadi ingat dulu, saat masih di Kota Yogyakarta, aku rajin sekali menulis hasil proses perenunganku mengenai Firman Tuhan. Catatan itu masih ada sampai sekarang, selalu kubawa kemana saja pindah rumah. Tetapi...he..he..ketika membacanya lagi, agak sakit mata "sikit". Hi..hi..gimana tidak, tulisannya itu lho...Walau demikian, ada saat membacanya kembali aku terkagum-kagum dengan apa yang kutulis. Semoga blog ini juga ketika aku membaca kembali, saat kapanpun itu dan dimanapun itu, aku terkagum-kagum dengan apa yang kutulis, bukan karena tulisannya bagus tetapi karena saat membaca kembali saat itu aku ingat semua peristiwa yang kualami dan terkagum-kagum melihat pemeliharaanNYA. Luar biasa.

Unt
uk tulisan ketiga hari ini, aku ingin menuliskan pengalaman kedua di acara pesta batak. Sudah empat tahun aku dan abang menikah. Hm..kapan ya aku menikah itu? Hi..hi..Tgl 13 Juli 2006 di Kota Pematang Siantar. Waw..sudah lama sekali ya. Nah..setelah 4 tahun, baru ini kali kedua aku dan abang menghadiri pernikahan keluarga batak, sebelumnya pernikahan Arlen Marbun.

Hm..sebelumnya sudah ada ketika Evi, adiknya Ema menikah dengan adat pesta batak juga, tapi kami hanya sekedar hadir, kalau ini karena masih keluarga,
masih seputar keluarga suami, Marbun, terlibat dalam perbincangan persiapan dan mangulosi. Justru melalui bergabung dengan keluarga Marbun ini, kami menjadi semakin sering terlibat dalam acara batak, ya arisan..ya..martupol (bisa dikatakan pertunangan) dan ya...pernikahan.

Satu sisi cukup berat untuk selalu mengikuti acara batak ini. Bagaimana tidak, ketika terlibat arisan, itu berarti siap dengan acara martupol dan acara pernikahan. Arisan, martupol dan pernikahan berarti sering lokasi pertemuan jauh, biaya "make up", biaya "tumpak", biaya beli "ulos" dan biaya taksi. Sehubungan hanya masih memiliki sepeda motor, belum punya mobil, maka setiap acara yang disertai "make up" maka perlulah naik taksi, nggak mungkin kan naik motor atau naik bis? Hi...hi..bisa hilang semua make up terbawa angin. Satu sisi memang berat.

Akan teta
pi sisi lainnya, aku senang menghadiri acara ini, membuatku merasa dekat dengan "dunia batak". Ya..dunia batak yang selama ini jauh dari diriku karena sejak SD sudah merantau di negeri orang, ya Padang, ya Jawa. Tidak dekat dengan "bebauan batak". Ha..ha..Mungkin karena itu, aku merindukan sosok suami batak seutuhnya. Ha..ha..Sebelum menikah, harapannya menikah dengan lelaki batak tulen, murni, yang mengerti bahasa batak dan budaya batak, tetapi Tuhan memang punya rencana lain, Dia memberi lelaki setengah batak setengah dayak, dan sangat bersyukur untuk itu, kan jadi punya mertua dayak dan keluarga besar Dayak. Waw...tak terpikirkan sebelumnya punya keluarga besar Dayak. Thank you, Jesus.

Berhubung suami bukan batak murni, maka setelah menikah masih jauhlah dengan bebauan batak tadi, tetapi Tuhan tahu kali ya kalau aku merindukan dunia batak itu. Terlibatlah kami dalam arisan keluarga Marbun yang masih satu ompung di Kota Jakarta ini. Awalnya masih ikut arisan bulanan, jika ada acara selalu mencari cela untuk tidak terlibat. Ha..ha..ya itu tadi...lokasi yang jauh dan waktu yang sangat sempit di ibu kota ini.

Kembali ke pernikahan Agustine Br. Marbun. Dia panggil mamak tua kepadaku. Hubungan persaudaraannya dilihat dari ompung kami bersaudara dan kami masih yang paling tua, sehingga akhirnya panggilanku adalah mamak tua. Dia sering lupa untuk manggil aku mamak tua, lebih sering panggil kakak. Katanya sih karena aku masih terlihat muda. Hi..hi..maunya sih...tapi memang terlihat banget kalau ibu yang sudah punya anak dengan ibu yang belum punya anak, khususnya di kalangan ibu-ibu batak. Hm...

Well..point yang ingin aku sampaikan dalam tulisan ini adalah dalam pesta pernikahan batak kedua yang kami hadiri inilah, aku dapat melihat sedikit dunia batak yang kurindukan. Dunia batak yang membuatku merasa berat untuk beberapa hal dan dunia batak yang membuatku merasa senang untuk beberapa hal.

Anak Medan....anak medan.....hi..hi..nggak tahu lanjutannya, tapi untuk pesta kedua ini, lagu itu dinyanyikan lagi beberapa kali sesuai permintaan dari yang mau "mangulosi", yang memberikan ulos kepada pengantin.

Ada 2 foto menarik yang ingin kuceritakan;
1. Foto pribadi di awal pesta. Hm..masih semangat dengan situasi pestanya, ketawa dengan sumringah dengan songketnya yang nyesak. Hi..hi..
2. Foto abang dengan sodara sepupunya. Aku senang melihat foto ini karena abang pakai ulos ragi hotang? Semoga nggak salah nyebut nama ulosnya. He..he.

Perayaan Ulang Tahun: Mrs. Lisa's Birthday

Menyenangkan sekali pagi hari ini. Tenang sekali suasana di kantor. Ya..gimana tidak, yang datang ke kantor hanya aku dan Bpk. Owin Jamasy, training manager untuk Proyek Local Government Capacity Building (LGCB). Sebelum memulai pekerjaan, sepertinya keingingan menuangkan tulisan dalam blog ini menggoda sekali. Satu tulisan sudah selesai, dan ini tulisan kedua di pagi hari ini.

Inti dari tulisan ini masih seputar p
erayaan ulang tahun. Kali ini adalah perayaan ulang tahun dari salah satu bos besar di kantor ini, yaitu Ibu Lisa. Si ibu cantik ini sangat senang merayakan ulang tahun bersama kami para karyawannya. Walaupun untuk perayaan ulang tahunnya di kantor untuk tahun ini sudah yang ketujuh kali karena sebelumnya sudah merayakan di berbagai tempat. Namanya saat ini lagi "terkenal", maka banyak yang ingin merayakan ulangtahunnya. Bersyukurlah beliau banyak orang yang memperhatikan dirinya.

Seperti terlihat foto di atas, seluruh karyawan kantor foto bersama. Sayang sekali Ibu Direktur, si bunda yang cantik dan aku tidak berada di tempat karena sedang melakukan perjalanan ke Kab. Musibanyuasin, menghadiri workshop MSS Pendidikan. Hm..itu kejadiannya pada hari Rabu, tgl 27 Oktober 2010. Satu lagi yang belum hadir sehingga tidak sempat foto bersama, yaitu Bpk. Fauzan, Direktur Teknis. Mantan atlit kempo satu ini terlambat datang, tetapi masih sempat nyicip makanannya. Ha..ha..

Walau tidak dapat hadir, masih sempat mengucapkan selamat ulang tahun buat Bu Lisa yang cantik. Dan sekali lagi dalam tulisan ini: "Selamat Ulang Tahun buat Ibu Lisa, Semoga tetap sehat dan bahagia dan tentunya semakin wise dalam memperhatikan orang di sekitar".

Akhir Oktober 2010: Ita's Birthday


Hm....satu kebiasaan yang baik di kantor adalah setiap teman yang ulang tahun pasti diingat. Itu hal yang baik, tetapi hal yang tidak baik bagi kantong adalah bagi yang dianggap posisi bagus n gaji di atas rata-rata menurut versi mereka, he..he..bakalan diminta untuk makan di luar deh. Semua senang sih merayakan ulang tahun bersama teman-teman, tetapi tidak sehat bagi kantong mereka yang tidak seberapa. Ha..ha..

Kali ini, teman ulang tahun yang se
benarnya sudah lama pindah ke kantor lain, hanya posisinya lebih bagus, sekretaris pribadi dari Menteri BUMN. Namanya Ita. Orangnya baik hati. Selama satu tahun bekerja dengan dia, aku memperoleh kesan yang sangat baik tentang dirinya. Tidak mudah mengeluh dan mau untuk maju. Walaupun pernah sekali, saat makan siang bersama di luar pada bulan puasa, dia curhat cukup banyak mengenai apa yang dia alami ketika bekerja sama dengan si ehm...He.he..rahasia dong.

Hubungan baik itu tetap terjalin. Itu salah satu yang kusenangi dari kantor ini. Cukup positif walaupun ada kekurangannya. He..he..namanya juga manusia, pasti ada yang kurang dong. Kalau tidak ada yang kurang bukan manusia, tetapi malaikat.


Kembali ke acara ulang tahun, Ita merayakan ulangtahun dengan mengajak kami makan malam bersama di Qomari atau?? Lali aku, bah...Pokoke, tempatnya besar banget dan banyak pilihan jenis makanan berat, ringan
, dan beraneka minuman. Tempatnya nyaman dan perpaduan antara tradisional dan moderen. Lihat aja dinding yang menjadi latar belakang foto kami, terbuat dari kayu-kayu dan di bagian lain ada tempat kerupuk yang biasa ditemui di warung makan di Yogyakarta. Belum lagi becak yang dipanjang di dekat kasir. Lucu yah...seperti yang terlihat di foto di bawah ini.

Ini kali kedua kami merayakan ulang tahun bersama di Qomari. Sebelumnya, kami sering ke Bakmi Golek (Bagol) di Jln. Dewi Sartika atau Bebek Ginyo, hm...yang satu ini tidak hapal nama jalannya tetapi dekat dengan terminal kampung melayu.

Semoga setiap perayaan ulangtahun menjadikan kami semua menjadi semakin dekat dan semakin kuat pertemanannya sehingga dimana dan kapanpun itu, kami mengingat betapa manisnya hubungan pertemanan di kantor ini.

11 November 2010

Kegiatan Proyek: Pengalaman Gempa Di Jakarta

Waw...ini pengalaman yang sudah lama, tetapi baru sekarang ditulis kembali. He.he..mencoba untuk mengingat kembali apa yang dikerjakan pada waktu itu, sebagai bagian usaha untuk tidak melupakan setiap moment dalam hidup.

Kegiatan ini adalah Coordination and Preparation Meeting for LGCB Implementation, 2-3 September 2009 di Hotel Kaisar, Jln. Duren Tiga Raya, Jakarta Selatan. Waw...Itu sudah 1 tahun yang lalu, bahkan lebih beberapa bulan. Rasanya peristiwanya seperti baru bulan kemarin.

Hm..aku jadi ingat bahwa saat kegiatan itu, hari pertama atau hari kedua, sepertinya sih hari pertama, terjadi gempa di Tasikmalaya/Sukabumi? yang goncangannya sampai ke Jakarta. Posisi kami berada di tingkat dua, wah...baru kali ini terasa goncangan yang luar biasa. Hampir semua orang berlari mencari jalan untuk menyelamatkan diri. Tidak tahu jalan kemana, hanya mengikuti kemana orang keluar dan akhirnya menemukan pintu darurat. Sampai di bawah, kaki rasanya gemetaran. Piuh...

Rasanya seluruh tubuh masih gemetar ketika melanjutkan kegiatan di lantai dua. Rasanya ingin pulang, tetapi tugas masih ada. Kegiatan tetap dilanjutkan. Tapi luar biasa ya bahwa ada dua bapak peserta yang dengan tenang duduk diam dengan laptopnya sementara banyak orang berhamburan keluar. Prinsip mereka, jika gempa besar maka tidak ada kesempatan menyelamatkan diri, yang ada hanya pasrah.

Hm...setahun berlalu, tetapi ketika "dipaksa' untuk mengingat kejadian itu, masih bisa tergambarkan kepanikan banyak orang di hotel tersebut.

Apa pembelajaran dari pengalaman ini ya? Setiap saat bisa terjadi kejadian yang tak terduga, yang membuat semua orang panik, tetapi bagaimana respon kita sendiri dalam menghadapi kejadian tersebut. Apakah kita tenang atau terbawa dengan kepanikan orang. Semoga untuk ke depan, selalu siap dengan segala situasi dan belajar tetap tenang.

08 November 2010

Setelah Empat Tahun: Baju Pengantin


Hm..sepertinya tulisan dalam blog ini penuh dengan foto yang kata orang mungkin narsis. Kan jadi nggak enak hati jika dipikir narsis. Tetapi untunglah ternyata tidak narsis, tetapi lebih kepada kepentingan tulisan agar terlihat lebih hidup dan berbicara. Di samping itu jika blog ini baik-baik saja, maka mungkin 20 tahun ke depan (jika Tuhan berkenan memberi usia yang panjang), maka aku bisa melihat perjalanan hidupku melalui blog ini. Dengan foto-foto yang ada, maka tentunya akan memudahkan untuk mengingat perjalanan hidup tersebut. Jadi bukan bermaksud narsis ya, walaupun foto-foto sebelumnya banyak foto diri dan terlebih foto di atas ini. He..he..

Aha, ini foto diambil ketika menghadiri acara pemberkatan pernikahan bere Arlen Marbun dengan istrinya ...br. Sihombing
(he..he..namanya nggak tahu) di Gereja HKBP Taman Mini pada tanggal 30 Oktober 2010. Sayang, alamat gerejanya tidak dapat kutuliskan di sini karena tidak memperhatikan bahwa alamat itu penting untuk dituliskan. Setelah menulis ini, baru menyadari bahwa alamat gereja juga menjadi satu data yang dapat menjadi bahan untuk tulisan.

Ini menjadi tulisan yang menarik bagiku karena setelah 4 tahun menikah dengan suami, baru ini kali pertama aku memakai baju pengantin dulu. Saat akan menikah dulu, aku mengajukan protes pada mamak karena menggunakan uang yang cukup mahal untuk membeli baju pengantin beserta dengan songketnya. Rasanya dulu berpikir ini baju hanya dipakai untuk sekali seumur hidup. Akan sangat sayang sekali bukan dengan biaya yang menurutku mahal sekali pada saat itu dan pada saat inipun masih mahal bagiku. He..he..

Terlepas dari keberatanku pada waktu itu, aku menyadari bahwa orangtua kita ingin melihat anaknya tampil cantik di hari pernikahannya. Setelah 4 tahunpun masih terlihat cantik kan? He..he..bukan hanya baju pengantinya yang masih cantik dan update, hi..hi.. tapi orangnya juga. Ha..ha..Nah kalau kalimat terakhir ini sepertinya akan diprotes oleh suami. Jelas cantik di zaman pernikahan dong...kalau sekarang terlihat tidak terlihat. Maksudnya??? Hi..hi..hanya dia yang mengerti kayaknya.

Satu pengalaman lucu pada acara ini adalah, aku dan abang datang paling awal. Namanya pakai songket dan wajah penuh make up, nggak mungkinlah datang dengan naik motor atau angkot. Nah...datanglah kami ke gereja ini dengan kendaraan yang berbeda, abang dengan motornya dan aku dengan taksi. Pas kebetulan kami datang kepagian. Pihak pekerja gereja bagian beres-beresin ruangan sedang bekerja, lalu ketika melihat taksi datang dan keluar dengan baju ala pengantin, maka dikiralah aku pengantin perempuan. Hal ini didengar oleh abang. Ha..ha..dia ketawa mendengar hal itu. Itu suatu pujian atau mata sang pekerja lagi rabun ya?? He..he..intinya sih...aku masih cantik kali dengan menggunakan pakaian pengantinku itu ya. Ha..ha..maunya.....(nah..ini baru narsis namanya). He..he.. 1000 x.

05 November 2010

SMA Unggulan: SMAN 2 Sekayu

Kab. Musibanyuasin merupakan kabupaten yang kami tuju setelah makan siang di Kota Palembang. Pemerintah setempat benar-benar menjamu tamu yang datang dari Jakarta. Kami diajak makan malam di hari pertama dan makan siang di hari kedua, terlebih kami diajak keliling Kota Sekayu. Hm..jangan dipikir keliling Kota ke tempat wisata yang menyenangkan hati lho, justru..kami diajak keliling ke TK dan SMK yang baru saja dibangun setahun, dengan fasilitas gedung yang luar biasa mewah. Dan teramat ajaib adalah seluruh murid memperoleh biaya siswa, tentunya siswa yang masuk sekolah ini harus diuji kompetensinya.

Disamping TK dan SMK yang baru dibangun, Bpk. Fauzi yang baik hati mengajak kami ke SMA unggulan, yaitu SMAN 2 Sekayu. Lagi-lagi setiap siswa mendapat biaya siswa. Menurut pengakuan dari Kepala Dinas Pendidikan, Bpk. Apriadi, setiap siswa benar-benar mengikuti uji kompetensi, tidak ada campur tangan dari pihak-pihak yang dapat memasukkan anaknya karena nepotisme atau apalah namanya itu. Hal ini dapat dibuktikan oleh beliau dimana anaknya sendiri tidak lulus uji kompetensi dan memang tidak bisa masuk ke sekolah tersebut. Luar biasa...komitmen yang sangat tinggi menjadi panutan bagi masyarakat luas. Jadi bisa dibayangkan jika beberapa tahun ke depan Kota Sekayu menghasilkan anak-anak yang luar biasa.

Pengantar bahasa dalam sekolah ini adalah bahasa inggris. Si bunda yang gape bahasa inggris tak ketinggalan memberi apresiasi dan motivasi kepada siswa dengan bahasa inggris. Sangat senang bunda selama kunjungan itu dapat berkomunikasi dengan siswa-siswa yang cerdas. Ibu Sri, guru bahasa inggris mengajak kami ke ruang kelas, melihat aktivitas siswa, seperti terlihat dalam gambar.

Sekalipun cuaca panas, tetapi serasa teduh di sekolah ini karena sepanjang lorong dan antar kelas, terdapat tanaman bunga-bunga yang hijau dan cantik. I love this small city. Thanks to Bpk. Fauzi yang baik hati telah mengajak kami keliling Kota Sekayu.

Pembelajaran ketiga: Bagaimana kita melayani tamu dengan kesungguhan hati sehingga sang tamu merasa bersyukur telah bertemu dengan kita. Hm....

04 November 2010

Makanan Khas Palembang: Ikan Pindang


Begitu sampai kota Palembang, aku terkagum-kagum dengan kotanya yang bersih. Si bunda sudah sejak awal bercerita bahwa dia suka dengan Kota Palembang karena kebersihannya, enak dipandang mata. Aku penasaran dengan ceritanya. Sebersih apa sih kotanya?? Rasa penasaran itu akhirnya terbukti: Kota Palembang bersih, enak dipandang mata. Aku tidak menyangka Kota Palembang semaju ini. He..he..maaf ya penduduk Palembang. Kirain hanya Medan saja yang kota di Pulau Sumatera ini. Ha..ha.. ternyata Palembang sudah semaju kota Medan. Bravo deh..

Pak Memed, temannya bunda tidak menjemput kami, hanya Pak Jamal yang menjemput di bandara. Sementara kami menuju Kota Palembang, ternyata Pak Memed sudah siap dengan menu makanan yang melimpah di rumah makan Raos. Rumah makannya sederhana, tidak begitu besar, tetapi menurut informasi ini termasuk rumah makan yang menu makanannya memuaskan pengunjungnya. Let's see...

Hm...Ikan Pindang, makanan khas Palembang terhidang di depan mata, sayang dalam fotonya ikan pindangnya sudah disantap, jadi yang terlihat hanya kuahnya yang sepiring. Dulu, aku penasaran sekali dengan rasa ikan pindang. Dari berbagai media, salah satunya Kompas memberitakan khusus masalah ikan pindang. Hm...Sejak itu aku jadi penasaran, apa sih ikan pindang itu. Hm..ternyata enak juga, karena berkuah dan dapat kepala ikannya. Ha..ha..kalau hanya daging saja sepertinya cepat "nek" karena mengandung banyak lemak. Selama di Palembang/
Kab. Musibanyuasin, aku disuguhi ikan pindang. Ha..ha...sama seperti kalau keluarga datang ke rumah, pasti selalu ada ikan mas arsik atau gulai ayam kampung n si..nguk..nguk...Hi..hi..

Oh iya, di bawah ini, menu makanan ketika makan bersama Bpk. Apriadi, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Musibanyuasin dan Bpk. Fauzi, Kepala Badan Perencanaan. Wah..suprise dengan sambutan mereka. Kita dijamu benar. Ntar deh dalam tulisan lain mengenai jamu menjamu dari stakeholder Kab. Musibanyuasin. Soalnya jamu menjamu bukan masalah makanan saja tapi diajak kelililing sehingga bisa melihat kemajuan dari kab ini. Hm...nyam..nyam...Di tempat ini aku pertama kali makan burung goreng. Eh..ternyata enak juga. Satu lagi menu baru yang dimakan adalah udang goreng dari sungai Musi. Kata si bunda udang sombong soalnya kepalanya besar sekali. Ha..ha..asal yang sering makan tidak menjadi kepala besar alias sombong ya.


Oh iya..pembelajaran apa yang kudapat dari perjalanan ini ya? Hm..satu hal mengenai menu makanan, jangan sungkan untuk makan menu baru dan jangan juga terlalu jaim, rugi sendiri. Selama makan itu, minumanku standar saja, es teh. Habis..rasanya nikmat jika setelah makan minum es teh, apalagi teh botol sosro...He..he..Satu menu minuman yang biasa dimana-mana tapi rasanya ternyata beda di sini, juice mangga. Wah..si bunda begitu suprise dengan nikmanya juice mangga. Nggak tahu jenis mangga apa, tapi enak sekali dan beda rasanya. Melihat warnanya memang berbeda sih dan sangat menarik. Sayang, tidak cepat berespon untuk mengambil foto juice mangganya.

So..pembelajaran kedua: Ketika berada di daerah baru, jangan ragu untuk mencoba menu makanan dan minuman yang baru. Ikan pindang, udang sombong, burung goreng, sambal mangga, lalapan bambu, dan juice mangga. Hiks..hiks...juice mangga lewat deh.

Pembelajaran Pertama: Bandara Sultan Mahmud Badarudin- Palembang

Perjalanan yang menyenangkan ke Kab. Musi Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan. Ini merupakan perjalanan pertama ke Propinsi Sumatera Selatan, dan ini perjalanan pertama bersama dengan bosku yang cantik (jika tidak sedang marah-marah, he...he...). Banyak hal yang dapat menjadi pembelajaran selama perjalanan tiga hari dua malam bersama "sang artis', julukan bagi bosku oleh salah satu pegawai Dinas Pendidikan di Kab. Musibanyuasin. Salah satunya menjadi latah untuk berfoto di beberapa tempat sebagai kenangan. Ha..ha..Hal ini dapat terlihat di foto di samping ini. Begitu sampai bandara Sultan Mahmud Badarudin, langsung ambil posisi untuk berfoto. Tas dititip ke porter. Awalnya malu-malu karena bukan kebiasaanku foto di berbagai tempat, tetapi si artis asyik aja berfoto, padahal ini bukan perjalanan pertamanya ke Palembang. Aha...jadi aku ambil pose deh untuk berfoto. Jepret...ini hasil yang terbaik. Lumayan bagus kan? Ya bagus latar belakangnya, ya bagus senyumnya juga. Ha..ha.

Sepertinya ini hal yang sederhana, tetapi bagiku ini menjadi suatu pembelajaran yang menarik karena melalui perjalanan ini, aku bisa melihat sisi positif dari asyiknya berfoto. Hm...sebernanya dulu ketika masih muda sih, suka banget berfoto. Setiap ada acara, maka terjadi arena lomba lari, lari sana lari sini untuk bisa berfoto bersama. Tapi kan itu dulu.....ketika masih muda.....Hi..hi...

Entah sejak kapan aku akhirnya jadi tidak begitu bersemangat berfoto. Kapan dan kenapa jadi malas ya? Hm..sepertinya itu perlu ditelusuri. Nah..berkat perjalanan dengan sang "artis", aku akhirnya melihat sisi positif dari berfoto pada tempatnya. Setidaknya kupikir, aku jadi punya banyak foto yang menjadi satu pendukung dalam tulisanku di blog ini. Tulisan menjadi hidup dan tentunya hal ini juga menjadi suatu rangkaian cerita perjalanan hidup.

Terimakasih ya, bundaku yang cantik. Perjalanan singkat tapi banyak hal yang menjadi pembelajaran. Ini satu pembelajaran yang positif dalam hidupku. Berikutnya akan aku tuangkan dalam tulisan apa saja pembelajaran yang kudapat. Sederhana saja tapi ketika kita renungkan menjadi bermakna.

19 Oktober 2010

Antara Rumah dan Gramedia

Hm...teringat akan hari libur panjang, janji untuk menuliskan pengalaman selama berlibur belum lunas juga. Ini tulisan yang kesekian yang harusnya dituangkan dalam blog ini pada saat libur. Ever is better than never dan..maaf pak dan bu bos. Menuangkan tulisan pada jam kerja, tapi masih di pagi hari, saat teman-teman kantor belum pada datang dan kalaupun datang masih pada di meja makan, sarapan pagi. Hm..korupsi waktu kerja yang bermanfaat juga untuk menuangkan ide tulisan, mumpung lagi muncul moodnya untuk menulis.

Yup..aku teringat akan satu ide tulisan, yaitu antara rumah dan gramedia. Ide tulisan ini muncul saat aku dan suami memiliki rencana ke toko buku Gramedia Matraman. Pusat toko bukua Gramedia. Luas, ada 3 tingkat, dan nyaman. Menjadi satu alternatif favorit suami untuk mengisi libur panjang. Hm..sebagai istri yang mendukung suami, he..he..aku ikutlah menyempurnakan sukacita libur panjangnya. Sebelumnya dia sudah menyempurnakan sukacita libur panjangku dengan berlibur seharian sebelum libur panjang.

Judul ini muncul saat kami menuju ke toko buku tersebut, hujan datang dengan sangat deras, hanya beberapa menit lagi sebelum sampai ke Gramedia. Karena tidak ingin berbasah-basah, kami minggir di emperan bengkel motor yang tutup karena sudah menjelang libur panjang. Banyak orang yang ikut berteduh. Hm...ada kenikmatan tersendiri, duduk di atas motor didampingi suami sambil menikmati terpaan hujan yang terbawa angin kencang. Sambil menikmati hujan dan melihat sebagian orang tetap meneruskan perjalanan sekalipun hujan deras membasahi tubuh mereka (bagi yang naik motor, he...he..) aku dan suami bicara ngalor ngidul yang akhirnya berbicara dengan kesiapan punya anak.

Aku tidak kaget ketika dia mengatakan sudah siap untuk memiliki anak, bahkan sudah rindu untuk memiliki anak karena akupun demikian. Setiap melihat anak kecil yang lucu, aku langsung terbayang perpaduan wajah kami berdua. Hm..kebayang nggak, jika wajah ikut mamanya yang manis dengan hidung bengkoknya. Ha.ha..dan kulitnya ikut bapaknya yang putih, khasnya suku Dayak. Hm...pasti cantik dan ganteng deh...

Tuhan..dengarin doa kami ya...Karunia kami dua putra dan putri yang cantik dan ganteng. He..he...Bagi teman-teman yang baca blog ini, tolong diselipkan doa untuk itu ya. Makasih...makasih...

22 September 2010

Angkringan: Sop Ceker Ayam

Tulisan lanjut dari A Perfect Day: Berlibur sebelum Libur Panjang adalah Angkringan: Sop Ceker Ayam. Ini menjadi tema tulisan yang menarik buatku. Angkringan dan Sop Ceker Ayam. Dua tema yang dijadikan satu judul. Hm...

Sebenarnya ketika kuliah di Yogyakarta dulu, aku tidak terlalu sering makan di angkringan. Sepanjanga ingatanku hanya beberapa kali saja dan itu juga karena ajakan dari teman. Tidak terlalu sering makan di luar karena masakan rumah menu favorit, bersih, sehat, dan murah meriah. He..he..

Tapi angkringan identik dengan gambaran Kota Yogyakarta, setidaknya bagi diriku yang merindukan suasana Yogyakarta, kampung halaman kedua. Ketika mendengar kata angkringan maka yang muncul adalah gambaran nasi kucing, teh hangat atau es jeruk, dan remang-remang. Ha..ha...remang-remang membuat menjadi romantis. Sayang ketika pacaran dulu, aku nggak pernah diajak ke angkringan sama mantan pacarku. Sepertinya perlu melangkahkan kaki kembali ke Yogyakarta bersama mantan pacar untuk menikmati makan nasi kucing di angkringan. Masak setelah di Jakarta baru diajak, eh...kuajak dengan "paksa" untuk makan di angkringan.

Angkringa Bilast (terdiam beberapa saat, terhanyut dengan FB-an) kutahu pertama sekali dari bos cantik di kantor. Penasaran dengan kehebohan yang disampaikan oleh bos. Semakin penasaran karena letaknya hanya "sejengkal" dengan rumah, jln. pancoran. Masak bos yang rumahnya di Tanjung Barat bisa tahu angkringan ini. Ditambah dengan informasi dari teman kerja yang juga heboh menceritakan. Nonton bola dunia bareng di sana. Bertambah rasa penasaran.

Akhirnya menuju ke sana juga pada hari Sabtu, menjelang libur panjang Lebaran. Tempat terakhir yang disinggahi seharian berlibur. Benar-benar menjadi a perfect day setelah tiba di angkringan. Lesehan dan remang-remang, mengingatkanku akan Yogyakarta tercinta. Sekalipun di pinggir jalan raya Pancoran, yang penuh dengan lalu lalang kendaraan, suasana itu tetap menyenangkan.

Menunya serba dua ribuan. Dari semua pilihan yang ada, aku paling suka nasi kucing ikan teri dan nyam..nyam....sop ceker ayam dengan sambalnya yang ajuibilah pedasnya. Mantap kali...Siapa mau?? Sop ceker ayam dengan sambel pedasnya. Datanglah ke Angkringan Bilast, dijamin tidak nyesal.

21 September 2010

Kunjungan Sahabat II: Bersama Ben

Luar biasa...!!
Satu kata yang terpikirkan dalam pikiranku ketika akhirnya kami bertemu. Tuhan itu baik...memberi satu kesempatan untuk bertemu. Dia ingin sekali mengunjungiku, melihat tempat dimana aku bekerja dan dimana aku tinggal.

Dengan lambaian tangan kanan, aku memberi isyarat kepada supirnya untuk masuk halaman depan tempat aku bekerja. Saat dia turun, dia peluk aku dengan hangat. Suaranya masih seperti dulu, gaya bicaranyapun masih sama, masih Emma yang kukenal. Ha..ha..Lalu muncul si kecil yang ganteng. He..he..sudah besar Ben yach...dan ajaib dia mau untuk salaman dan dipeluk. Terakhir ketemu dengan Ben, sangat susah mendekatinya walaupun berhasil sekali memeluknya di pesta pernikahan "bou" nya. Di sela kesibukan bersama keluara, masih sempat membawa dua jenis kue. buat kami He..he..kita berlebaran ya...

Aku ingin memperkenalkannya dengan teman kantorku, tetapi dia seakan ragu, akhirnya dia dan Ben masuk ke ruang kerjaku. Dia senang melihat suasana kantorku. Hm..sekilas memang nyaman karena suasana kekeluargaan, nggak kantor banget gitu lho...

Berfoto bersama Ben kemudian berdua dengan mamanya dan Ben yang ambil. Sambil tertawa Ben memfoto kami. Kemudian dengan bantuan teman kerja, Nissa yang baik hati dan cantik mengambil foto kami bertiga, sayang Ben tidak mau, akhirnya hanya aku dan Emma.

Setelah itu, dengan mobil sewanya, kami menuju rumah sambil bercakap-cakap dan akhirnya tiba di rumah mungil kami. Abang sudah siap menanti. Biasanya hanya dengan baju seragam kerjanya, celana pendek dan kaos, tetapi kali ini dia lengkap dengan jeans dan kaos CWSH.-nya Aku sendiri terpesona dengan kesiapan si abang menyambut sahabatku. Good...Good...Ha..ha..

Senang melihat Ema dan abang berbincang, lepas bebas sementara aku memanaskan masakan yang sudah kusiapkan tadi pagi sebelum ke kantor. Rendang ala renta dan sup daging untuk Ben, tak lupa tentunya telur yang sudah disiapkan untuk menjadi telur dadar buat Ben dan mamanya He..he..ibu dan anak memiliki selera yang sama persis, hanya kali ini mamanya Ben lebih memilih telur dadar tanpa garam karena lupa buat garamnya. Untung telur dadar buatan tante Renta untuk Ben ada garamnya. He..he..

Melihat Ben makan lahap dengan telur dadarnya, jadi ingat benar dengan mamanya dulu. Menu favorit telur dadar. Ha..ha..sayang aku lupa foto Ben lagi makan dadar itu, koq kayaknya enak banget makan telur dadar ya, Ben...Kehadiran Ben dengan telur dadarnya membuat tante Renta kerajinan makan telur dadar dua mingguan. Ha..ha...

Setelah makan, terlihat ngantuk. Nah..itu nurun dari tante Renta, Ben...habis makan ngantuknya pol. Asal jangan Aspemo kayak tante Renta ya. Ha..ha..Bersama om-nya, Ben ke tempat tidur. Kirain tidur, eh...malah ketawa ngakak bersama om-nya. Saat Ben masih di rumah, aku tidak mengerti kenapa bisa om-nya membuat dia tertawa terbahak begitu, tapi setelah Ben pergi, om-nya cerita dan aku mengerti kenapa Ben tertawa, buka karena om-nya tapi karena plesetan kata-katanya sendiri. Hm..kecil-kecil sudah punya selera humor seperti mamanya. Bayangin aja, nine diplesetin jadi nice, two menjadi teeth, six menjadi sex. Wah.wah..kecil-kecil sudah pintar plesetin kata ya, Ben...

Ada satu kejadian yang lucu juga, ketika mama Ben telpon keluarga yang akan dikunjungi, pulsanya habis, lalu minjam HP-ku, dengan yakin bahwa pulsaku masih banyak, aku memberikan HP-ku, eh...ternyata pulsanya tidak mencukupi. Ha..ha...lalu pinjam HP abanglah. Untung ada. Hi..hi..

Waktu yang singkat untuk bercerita banyak hal dengan mamanya Ben, tetapi kami bersyukur punya kesempatan untuk bertemu terlebih aku, sahabatku mengunjungi kami di rumah mungil kami. Setiap pertemuan dengannya selalu meninggalkan kata-kata positive yang mendukung aku untuk tetap semangat dan maju. Tinggakan sikap itu, itu tak ada gunanya. Kalimat yang sederhana tetapi bermakna bagiku. Semoga aku bisa menerapkan kata-katanya. Aku berharap juga bahwa dalam setiap pertemuan denganku, dia mendapat kata-kata positive dariku.

Terdesak oleh waktu, akhirnya Ben dan mama Ben menuju Rumah Sakit di Menteng. Sebelum menuju mobil, sebuah kaos mungil untuk Ben. Sepertinya sih kebesaran ya, Ben...dan sebelum memasuki mobil, mama Ben berkata, tidak ada oleh-oleh dariku jadi bentuk yang lain aja ya. Hm...selalu memberi yang tak terduga, salib, rok, kaset, "baju ehem", bentuk lain. Tapi di atas semua itu, dia memberikan persahabatan yang menerimaku apa adanya. Siapakah aku sehingga persahabatan kami bisa bertahan sampai saat ini? Tentunya bukan karena siapakah aku dan siapakah dia, tetapi karena Dia ada diantara persahabatan kami.

Hm..jadi ingat satu sahabat di masa kecil dulu, kami baru bertemu setelah hampir 21 tahun tidak berjumpa sama sekali, tetapi akhirnya kami bertemu lagi dan sepertinya kami berdua merasakan bahwa kami ingin membingkai kembali persahabatan itu. Dapatkah?? Hm...satu kemungkinan yang menarik untuk direnungkan dan didoakan.

Bagaimana dengan persahabatan yang lain? Perlu dipikirkan usaha untuk membangun komunikasi yang intensif lagi dengan beberapa sahabat lain yang mungkin selama ini terabaikan. Maaf...sahabat-sahabatku....

Kunjungan Sahabat I: Flash Back

Merupakan suatu kegembiraan tersendiri ketika kita memiliki kesempatan dikunjungi oleh sahabat yang sudah terjalin bertahun-tahun. Hm...ada berapa tahun ya? Aku mengenalnya di bangku kuliah S1 Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Itu tahun 1992. Kalau dihitung berarti sudah 18 tahun kami bersahabat. Waktu yang sangat panjang...Flash back sejenak ketika awal pertemuan.

Pertama dia mengenalku, dia tidak suka. Dia bilang aku perempuan yang "centil" kalau kuterjemahkan dalam bahasa rumahku "mentel". Dia tidak suka dengan gayaku yang berlebihan katanya. Cara dia memandangku sedikit aneh di awal, aku tidak mengerti tapi aku juga tidak perduli tapi aku dapat merasa. Aku justru memandang dia, orang yang "sedikit serem". He..he..habis pendiam sih....Jarang senyum. Hi..hi..kalo ingat itu jadi tertawa sendiri.

Tanpa terasa akhirnya kami menjadi dekat dan semakin dekat. Dia bilang, dia punya sahabat di SMP yang marganya sama dengan diriku. Katanya, sahabatnya itu sangat baik, sama dengan diriku. Di kemudian hari...Jalan Tuhan kali ya...aku bertemu dengan sahabatnya itu dan menjadi sahabatku juga di Bandung, dan penilaiannya benar..sahabatnya itu baik.

Entah kenapa dia menjadi dekat dengan diriku. Dia tak mengerti dan akupun tak mengerti. Habis...dia pendiam di awalnya, jadi takut untuk dekat. Pernah dia berkata, apa karena kau sama dengan sahabatku ya, boru Sihombing. Tambahan dari sahabatnya boru hombing si "talak baba". Ha..ha..

Bersama dia dan Naomi, satu sahabat lainya, kami dikenal sebagai "Trio Kwek-Kwek". Kwek-kwek identik dengan bebek yang ribut dan kami memang sangat ribut dengan tawanya yang menggema, di ruang kuliah, bahkan seluruh gedung pusatpun turut bergetar mendengar tawa kami bertiga. Ha..Ha...(terdengar toh bahana tawa kami).

Banyak peristiwa yang terjadi diantara kami:
1.Saat menjadi MC di PMK Filekspi. Dia sangat gugup berdiri di depan. Aku tak ingat apa yang dibicarakannya tapi alurnya sangat cepat karena dia tidak tahu harus menyampaikan apa.
2.Saat mempersiapkan tema perayaan Natal PMK Filekspi. Kami menghubungi Pak Pdt. Budi. Kami kebingungan menentukan tema Natal, sampai-sampai Pak Pendeta menyampaikan di awal kotbahnya, dia perlu ekstra untuk menghubungkan tema yang kami berikan dengan tema Natal. Ha..ha...jujur, akupun tak ingat tema Natal itu, tapi aku masih ingat dengan kebingungan kami.
3.Saat aku diputus oleh pacar pertamaku. Hari-hari sepi melanda diriku, aku selalu main ke kostnya. Hal pertama yang dia lakukan adalah mempersilahkan aku tidur terlebih dahulu, setelah itu baru kami ngobrol. Ha..ha..dia bilang aku "Aspemo-Asal Peak Modom". Dengan sabar dia menghadapi diriku yang bermuram durja. Jika ingat itu, aku pasti sahabat yang menyebalkan bagi dia. He..he..
4. Saat dia ditinggal pergi kekasih hatinya karena sudah menyelesaikan studinya. Pernah ke rumah, apakah setelah mengantar abangnya baru ke rumah atau beberapa hari setelah itu, aku lupa ttetapi aku ingat dengan perkataannya, dengan memeluk jaketnya saja, tercium bau atau harum??? badannya, serasa kangennya hilang. Tetapi saat dia mendapatkan kartu Natalnya dikembalikan dalam keadaan dirobek, dia merasa seperti hatinya dirobek-robek dan itu menjadi puncak keputusannya. Tidak lagi. Sabar....tetapi setelah mengambil sikap, maka tidak ada kata ragu lagi.
5.Saat kami nonton di bioskop dekat alun-alun utara, hujan deras turun...semua orang berteduh, tetapi kami, tanpa perduli siapapun, kami menerobos hujan dan bermain di lapangan hijau yang luas, seperti anak kecil. Puas....bebas...lega...itu yag kami rasakan.
6.Saat di rumah dengan telor dadar yang disukainya dan saat riuh dengan lagu si..."naked". Ha..ha..
7.Saat dia mengambil keputusan "break" dengan si D agar dia bisa fokus dengan skripsinya. Berhasil...dengan penyusunan skripsi tetapi disalahpahami oleh si D.
8.Saat aku diminta berdoa sebelum berangkat ke pemberkatan pernikahannya. Ach...jika ingat itu, aku sedih kenapa tidak mau diminta untuk mendoakannya.
9. Saat di Depok, dia memberi kaset Roxxet, penyanyi yang sangat kusuka pada saat.
10.Saat sebuah rok diberikan untuk pekerjaan nantinya. Hm...sampai saat ini rok itu masih berada dalam lemariku.
11. Saat dia mengatakan bahwa aku sudah cocok jadi ibu rumah tangga
12. Saat dia mengatakan ingin memiliki dua orang anak. Ya..kecintaanya pada anak-anak terwujud dengan menjadi guru TK.
13. Saat bakatnya melukis tidak dikembangkan karena merasa dia hanya bisa meniru sementara aku terkagum-kagum dengan bakatnya itu.

Terlalu banyak cerita dalam persahabatan kami, baik suka maupun duka. Ternyata tak terhitung peristiwa yang kami jalani bersama. Selama bertahun-tahun, walau jauh tetapi persahabatan itu tetap terjaga. Sekalipun jarang komunikasi tetapi saat aku butuh dia, dia selalu ada untuk mendengarkan aku dan aku berharap saat dia butuh aku, aku ada di sampingnya. Tapi sepertinya dalam pergumulan terhebat dalam hidupnya, aku tidak ada di sampingnya saat itu karena aku "asyik" dengan kesendirianku. Maaf...sahabat....

16 September 2010

A Perfect Day: Berlibur Sebelum Libur Panjang

Akhirnya Libur Lebaran telah usai. Rencana untuk mengisi liburan dengan updated blog baru terealisasikan setelah liburan selesai. Hm...tidak masalah, yang penting sudah muncul kemauan untuk updated blog ini. Sebelum menulis lagi, sekilas tadi sempat membaca apa yang sudah kutuangkan dalam blog ini dan sangat mengejutkan, ternyata sudah hampir setahun aku tidak pernah updated blog ini dan ternyata sudah setahun kami berada di rumah ini. Hm...waktu yang tidak singkat.

Ide untuk tulisan dalam blog ini sudah ada beberapa pada saat liburan kemarin, beberapa diantaranya adalah:
1. Sahabatku Berkunjung
2. Berlibur Sebelum Libur Panjang
3. Menu Favorit: Sop Ceker Ayam
4. Antara Rumah dan Gramedia
5. Berlibur dengan Happy Call
6. Gerimis di Taman Barito
7. Sejenak di Taman Menteng
8. Es pisang hijau

Daftar panjang judul tulisan yang ingin kutuangkan dalam blog ini. Hm..mana dulu yang ingin kutulis ya? Sepertinya Berlibur Sebelum Libur Panjang........

Masih tergambar dalam ingatanku, sebelum libur panjang...sesak sekali rasanya. Rasanya tak sabar untuk mengalami libur panjang. Betapa tidak, dari beberapa bulan, load kerja sangat tinggi, rasanya pekerjaan tiada habisnya, baik pekerjaan di kantor maupun di rumah.

Hari Sabtu biasanya merupakan hari yang panjang dan menyenangkan karena punya waktu untuk membereskan pekerjaan rumah sepanjang minggu yang tidak terpegang, akan tetapi Sabtu, tanggal 04 September 2010 merupakan hari Sabtu yang menyenangkan dan sangat menyenangkan. Betapa tidak, setelah hampir 8 bulan aku selalu melalui hari Sabtu dengan beberes pekerjaan rumah, Sabtu ini aku bisa ditemani oleh misua jalan seharian, dan lebih bersyukurnya lagi, kami bisa menjalani hari seharian dengan bebas tanpa kwatir memikirkan apapun itu. Dan lebih hebatnya lagi, kekasih hati dapat memahami betapa aku membutuhkan waktu "pelepasan" . Ha..ha...jadilah hari berlalu dengan berbagai aktivitas.

Pagi hari bangun dengan keinginan yang menggebu-gebu membereskan segala pekerjaan karena dengan semakin cepatnya pekerjaan selesai semakin cepat pula untuk melangkahkan kaki ke luar dari pintu pagar rumah. Setelah semua beres, aktivitas selanjutnya adalah ngelirik-lirik buku di toko buku Gramedia. Maksudnya ngelirik adalah misua asyik dengan buku-buku sementara aku asyik dengan Facebook. Buku-buku cemburu karena tanganku asyik dengan tuts huruf-huruf di HP. Sekali-kali ngelirik bukulah. Ha..ha...

Sebelum ke Gramedia sudah beli tiket film The Expendables. Ada kejadian yang nyaris membuat hari libur ini menjadi tidak sempurna. Saat di Gramedia, aku kehilangan tiket film, tetapi untung tiket yang sudah terjatuh dari kantong jeans bisa ditemukan lagi karena kebaikan hati dari pegawai Gramedia. Itulah karena keasyikan dengan FB. Ha..ha..jika bukan karena kebaikan hati pegawai, maka kami sudah pulang dengan wajah segi 100. Tak bisa nonton, tak jalan-jalan, dimarahin suami pula. Untungnya itu tak terjadi.

Cuapeks juga berdiri lebih kurang 2 jam di toko buku, sementara jam nonton belum kunjung tiba. Hm...sambil menunggu, bolehlah makan burger dulu sambil mengistirahatkan kaki yang terasa pegal. Jam satu tepat, film di putar. Dari awal film sudah penuh dengan adegan seru tapi sekaligus sadis. He..ha...kalo ponakan nonton dengan banyak menutup wajahnya dengan tangannya, sementara aku banyak nonton dengan menutup mata. Tapi asyik nonton..buka tutup mata. Ha..ha..

Aktivitas selanjutya adalah makan siang @ Komiri apa Kemiri ya? Antara itulah namanya,. Aku mengenal tempat ini karena salah satu rekan kerja merayakan ulangtahunnya di tempat ini. Tempatnya asyik, luas...banyak pilihan dan nyaman. Nuansa kampung dipadu dengan kota. Makan sate, jajanan pasar dan tak ketinggalan minuman kesukaan misua, es kelapa muda. Sementara dia asyik dengan makananya, aku asyik membayangkan maem di angkringan ntar malam. He..he...selera memang beda untuk yang satu ini.

Perut sudah kenyang, apa lagi kalau tidak dilanjutkan dengan shopping @ Matahari yang menawarkan banyak hal menarik...tetapi akhirnya hanya satu aitem yang dibeli. Untuk satu aitem...muterin seluruh bagian Matahari. Ha..ha..tapi di situlah keasyikan berbelanja, olah raga kaki dan cuci mata.

Melirik ke samping, wajah kekasih hati sudah segi sepuluh. Ha..ha...emang ada segi 10 ya? Tetapi dengan menguatkan hati, dia dengan rela hati mendampingi perempuan yang haus akan pelepasan liburan. Malam semakin larut...sejenak berhenti di angkringan, melepaskan lelah dengan dua mangkok sop ceker, sebungkus nasi ikan teri, dan teh hangat. Hm.....A Perfect Day....

Thanks God....aku benar-benar menikmati liburan sebelum libur panjang bersama orang yang Engkau percayakan mendampingi aku dan tanpa mengkhwatirkan "apapun" karena berkatMu melalui orang yang Engkau percayakan juga sebagai sahabatku.

A Perfect Day.........

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio