22 September 2010

Angkringan: Sop Ceker Ayam

Tulisan lanjut dari A Perfect Day: Berlibur sebelum Libur Panjang adalah Angkringan: Sop Ceker Ayam. Ini menjadi tema tulisan yang menarik buatku. Angkringan dan Sop Ceker Ayam. Dua tema yang dijadikan satu judul. Hm...

Sebenarnya ketika kuliah di Yogyakarta dulu, aku tidak terlalu sering makan di angkringan. Sepanjanga ingatanku hanya beberapa kali saja dan itu juga karena ajakan dari teman. Tidak terlalu sering makan di luar karena masakan rumah menu favorit, bersih, sehat, dan murah meriah. He..he..

Tapi angkringan identik dengan gambaran Kota Yogyakarta, setidaknya bagi diriku yang merindukan suasana Yogyakarta, kampung halaman kedua. Ketika mendengar kata angkringan maka yang muncul adalah gambaran nasi kucing, teh hangat atau es jeruk, dan remang-remang. Ha..ha...remang-remang membuat menjadi romantis. Sayang ketika pacaran dulu, aku nggak pernah diajak ke angkringan sama mantan pacarku. Sepertinya perlu melangkahkan kaki kembali ke Yogyakarta bersama mantan pacar untuk menikmati makan nasi kucing di angkringan. Masak setelah di Jakarta baru diajak, eh...kuajak dengan "paksa" untuk makan di angkringan.

Angkringa Bilast (terdiam beberapa saat, terhanyut dengan FB-an) kutahu pertama sekali dari bos cantik di kantor. Penasaran dengan kehebohan yang disampaikan oleh bos. Semakin penasaran karena letaknya hanya "sejengkal" dengan rumah, jln. pancoran. Masak bos yang rumahnya di Tanjung Barat bisa tahu angkringan ini. Ditambah dengan informasi dari teman kerja yang juga heboh menceritakan. Nonton bola dunia bareng di sana. Bertambah rasa penasaran.

Akhirnya menuju ke sana juga pada hari Sabtu, menjelang libur panjang Lebaran. Tempat terakhir yang disinggahi seharian berlibur. Benar-benar menjadi a perfect day setelah tiba di angkringan. Lesehan dan remang-remang, mengingatkanku akan Yogyakarta tercinta. Sekalipun di pinggir jalan raya Pancoran, yang penuh dengan lalu lalang kendaraan, suasana itu tetap menyenangkan.

Menunya serba dua ribuan. Dari semua pilihan yang ada, aku paling suka nasi kucing ikan teri dan nyam..nyam....sop ceker ayam dengan sambalnya yang ajuibilah pedasnya. Mantap kali...Siapa mau?? Sop ceker ayam dengan sambel pedasnya. Datanglah ke Angkringan Bilast, dijamin tidak nyesal.

21 September 2010

Kunjungan Sahabat II: Bersama Ben

Luar biasa...!!
Satu kata yang terpikirkan dalam pikiranku ketika akhirnya kami bertemu. Tuhan itu baik...memberi satu kesempatan untuk bertemu. Dia ingin sekali mengunjungiku, melihat tempat dimana aku bekerja dan dimana aku tinggal.

Dengan lambaian tangan kanan, aku memberi isyarat kepada supirnya untuk masuk halaman depan tempat aku bekerja. Saat dia turun, dia peluk aku dengan hangat. Suaranya masih seperti dulu, gaya bicaranyapun masih sama, masih Emma yang kukenal. Ha..ha..Lalu muncul si kecil yang ganteng. He..he..sudah besar Ben yach...dan ajaib dia mau untuk salaman dan dipeluk. Terakhir ketemu dengan Ben, sangat susah mendekatinya walaupun berhasil sekali memeluknya di pesta pernikahan "bou" nya. Di sela kesibukan bersama keluara, masih sempat membawa dua jenis kue. buat kami He..he..kita berlebaran ya...

Aku ingin memperkenalkannya dengan teman kantorku, tetapi dia seakan ragu, akhirnya dia dan Ben masuk ke ruang kerjaku. Dia senang melihat suasana kantorku. Hm..sekilas memang nyaman karena suasana kekeluargaan, nggak kantor banget gitu lho...

Berfoto bersama Ben kemudian berdua dengan mamanya dan Ben yang ambil. Sambil tertawa Ben memfoto kami. Kemudian dengan bantuan teman kerja, Nissa yang baik hati dan cantik mengambil foto kami bertiga, sayang Ben tidak mau, akhirnya hanya aku dan Emma.

Setelah itu, dengan mobil sewanya, kami menuju rumah sambil bercakap-cakap dan akhirnya tiba di rumah mungil kami. Abang sudah siap menanti. Biasanya hanya dengan baju seragam kerjanya, celana pendek dan kaos, tetapi kali ini dia lengkap dengan jeans dan kaos CWSH.-nya Aku sendiri terpesona dengan kesiapan si abang menyambut sahabatku. Good...Good...Ha..ha..

Senang melihat Ema dan abang berbincang, lepas bebas sementara aku memanaskan masakan yang sudah kusiapkan tadi pagi sebelum ke kantor. Rendang ala renta dan sup daging untuk Ben, tak lupa tentunya telur yang sudah disiapkan untuk menjadi telur dadar buat Ben dan mamanya He..he..ibu dan anak memiliki selera yang sama persis, hanya kali ini mamanya Ben lebih memilih telur dadar tanpa garam karena lupa buat garamnya. Untung telur dadar buatan tante Renta untuk Ben ada garamnya. He..he..

Melihat Ben makan lahap dengan telur dadarnya, jadi ingat benar dengan mamanya dulu. Menu favorit telur dadar. Ha..ha..sayang aku lupa foto Ben lagi makan dadar itu, koq kayaknya enak banget makan telur dadar ya, Ben...Kehadiran Ben dengan telur dadarnya membuat tante Renta kerajinan makan telur dadar dua mingguan. Ha..ha...

Setelah makan, terlihat ngantuk. Nah..itu nurun dari tante Renta, Ben...habis makan ngantuknya pol. Asal jangan Aspemo kayak tante Renta ya. Ha..ha..Bersama om-nya, Ben ke tempat tidur. Kirain tidur, eh...malah ketawa ngakak bersama om-nya. Saat Ben masih di rumah, aku tidak mengerti kenapa bisa om-nya membuat dia tertawa terbahak begitu, tapi setelah Ben pergi, om-nya cerita dan aku mengerti kenapa Ben tertawa, buka karena om-nya tapi karena plesetan kata-katanya sendiri. Hm..kecil-kecil sudah punya selera humor seperti mamanya. Bayangin aja, nine diplesetin jadi nice, two menjadi teeth, six menjadi sex. Wah.wah..kecil-kecil sudah pintar plesetin kata ya, Ben...

Ada satu kejadian yang lucu juga, ketika mama Ben telpon keluarga yang akan dikunjungi, pulsanya habis, lalu minjam HP-ku, dengan yakin bahwa pulsaku masih banyak, aku memberikan HP-ku, eh...ternyata pulsanya tidak mencukupi. Ha..ha...lalu pinjam HP abanglah. Untung ada. Hi..hi..

Waktu yang singkat untuk bercerita banyak hal dengan mamanya Ben, tetapi kami bersyukur punya kesempatan untuk bertemu terlebih aku, sahabatku mengunjungi kami di rumah mungil kami. Setiap pertemuan dengannya selalu meninggalkan kata-kata positive yang mendukung aku untuk tetap semangat dan maju. Tinggakan sikap itu, itu tak ada gunanya. Kalimat yang sederhana tetapi bermakna bagiku. Semoga aku bisa menerapkan kata-katanya. Aku berharap juga bahwa dalam setiap pertemuan denganku, dia mendapat kata-kata positive dariku.

Terdesak oleh waktu, akhirnya Ben dan mama Ben menuju Rumah Sakit di Menteng. Sebelum menuju mobil, sebuah kaos mungil untuk Ben. Sepertinya sih kebesaran ya, Ben...dan sebelum memasuki mobil, mama Ben berkata, tidak ada oleh-oleh dariku jadi bentuk yang lain aja ya. Hm...selalu memberi yang tak terduga, salib, rok, kaset, "baju ehem", bentuk lain. Tapi di atas semua itu, dia memberikan persahabatan yang menerimaku apa adanya. Siapakah aku sehingga persahabatan kami bisa bertahan sampai saat ini? Tentunya bukan karena siapakah aku dan siapakah dia, tetapi karena Dia ada diantara persahabatan kami.

Hm..jadi ingat satu sahabat di masa kecil dulu, kami baru bertemu setelah hampir 21 tahun tidak berjumpa sama sekali, tetapi akhirnya kami bertemu lagi dan sepertinya kami berdua merasakan bahwa kami ingin membingkai kembali persahabatan itu. Dapatkah?? Hm...satu kemungkinan yang menarik untuk direnungkan dan didoakan.

Bagaimana dengan persahabatan yang lain? Perlu dipikirkan usaha untuk membangun komunikasi yang intensif lagi dengan beberapa sahabat lain yang mungkin selama ini terabaikan. Maaf...sahabat-sahabatku....

Kunjungan Sahabat I: Flash Back

Merupakan suatu kegembiraan tersendiri ketika kita memiliki kesempatan dikunjungi oleh sahabat yang sudah terjalin bertahun-tahun. Hm...ada berapa tahun ya? Aku mengenalnya di bangku kuliah S1 Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Itu tahun 1992. Kalau dihitung berarti sudah 18 tahun kami bersahabat. Waktu yang sangat panjang...Flash back sejenak ketika awal pertemuan.

Pertama dia mengenalku, dia tidak suka. Dia bilang aku perempuan yang "centil" kalau kuterjemahkan dalam bahasa rumahku "mentel". Dia tidak suka dengan gayaku yang berlebihan katanya. Cara dia memandangku sedikit aneh di awal, aku tidak mengerti tapi aku juga tidak perduli tapi aku dapat merasa. Aku justru memandang dia, orang yang "sedikit serem". He..he..habis pendiam sih....Jarang senyum. Hi..hi..kalo ingat itu jadi tertawa sendiri.

Tanpa terasa akhirnya kami menjadi dekat dan semakin dekat. Dia bilang, dia punya sahabat di SMP yang marganya sama dengan diriku. Katanya, sahabatnya itu sangat baik, sama dengan diriku. Di kemudian hari...Jalan Tuhan kali ya...aku bertemu dengan sahabatnya itu dan menjadi sahabatku juga di Bandung, dan penilaiannya benar..sahabatnya itu baik.

Entah kenapa dia menjadi dekat dengan diriku. Dia tak mengerti dan akupun tak mengerti. Habis...dia pendiam di awalnya, jadi takut untuk dekat. Pernah dia berkata, apa karena kau sama dengan sahabatku ya, boru Sihombing. Tambahan dari sahabatnya boru hombing si "talak baba". Ha..ha..

Bersama dia dan Naomi, satu sahabat lainya, kami dikenal sebagai "Trio Kwek-Kwek". Kwek-kwek identik dengan bebek yang ribut dan kami memang sangat ribut dengan tawanya yang menggema, di ruang kuliah, bahkan seluruh gedung pusatpun turut bergetar mendengar tawa kami bertiga. Ha..Ha...(terdengar toh bahana tawa kami).

Banyak peristiwa yang terjadi diantara kami:
1.Saat menjadi MC di PMK Filekspi. Dia sangat gugup berdiri di depan. Aku tak ingat apa yang dibicarakannya tapi alurnya sangat cepat karena dia tidak tahu harus menyampaikan apa.
2.Saat mempersiapkan tema perayaan Natal PMK Filekspi. Kami menghubungi Pak Pdt. Budi. Kami kebingungan menentukan tema Natal, sampai-sampai Pak Pendeta menyampaikan di awal kotbahnya, dia perlu ekstra untuk menghubungkan tema yang kami berikan dengan tema Natal. Ha..ha...jujur, akupun tak ingat tema Natal itu, tapi aku masih ingat dengan kebingungan kami.
3.Saat aku diputus oleh pacar pertamaku. Hari-hari sepi melanda diriku, aku selalu main ke kostnya. Hal pertama yang dia lakukan adalah mempersilahkan aku tidur terlebih dahulu, setelah itu baru kami ngobrol. Ha..ha..dia bilang aku "Aspemo-Asal Peak Modom". Dengan sabar dia menghadapi diriku yang bermuram durja. Jika ingat itu, aku pasti sahabat yang menyebalkan bagi dia. He..he..
4. Saat dia ditinggal pergi kekasih hatinya karena sudah menyelesaikan studinya. Pernah ke rumah, apakah setelah mengantar abangnya baru ke rumah atau beberapa hari setelah itu, aku lupa ttetapi aku ingat dengan perkataannya, dengan memeluk jaketnya saja, tercium bau atau harum??? badannya, serasa kangennya hilang. Tetapi saat dia mendapatkan kartu Natalnya dikembalikan dalam keadaan dirobek, dia merasa seperti hatinya dirobek-robek dan itu menjadi puncak keputusannya. Tidak lagi. Sabar....tetapi setelah mengambil sikap, maka tidak ada kata ragu lagi.
5.Saat kami nonton di bioskop dekat alun-alun utara, hujan deras turun...semua orang berteduh, tetapi kami, tanpa perduli siapapun, kami menerobos hujan dan bermain di lapangan hijau yang luas, seperti anak kecil. Puas....bebas...lega...itu yag kami rasakan.
6.Saat di rumah dengan telor dadar yang disukainya dan saat riuh dengan lagu si..."naked". Ha..ha..
7.Saat dia mengambil keputusan "break" dengan si D agar dia bisa fokus dengan skripsinya. Berhasil...dengan penyusunan skripsi tetapi disalahpahami oleh si D.
8.Saat aku diminta berdoa sebelum berangkat ke pemberkatan pernikahannya. Ach...jika ingat itu, aku sedih kenapa tidak mau diminta untuk mendoakannya.
9. Saat di Depok, dia memberi kaset Roxxet, penyanyi yang sangat kusuka pada saat.
10.Saat sebuah rok diberikan untuk pekerjaan nantinya. Hm...sampai saat ini rok itu masih berada dalam lemariku.
11. Saat dia mengatakan bahwa aku sudah cocok jadi ibu rumah tangga
12. Saat dia mengatakan ingin memiliki dua orang anak. Ya..kecintaanya pada anak-anak terwujud dengan menjadi guru TK.
13. Saat bakatnya melukis tidak dikembangkan karena merasa dia hanya bisa meniru sementara aku terkagum-kagum dengan bakatnya itu.

Terlalu banyak cerita dalam persahabatan kami, baik suka maupun duka. Ternyata tak terhitung peristiwa yang kami jalani bersama. Selama bertahun-tahun, walau jauh tetapi persahabatan itu tetap terjaga. Sekalipun jarang komunikasi tetapi saat aku butuh dia, dia selalu ada untuk mendengarkan aku dan aku berharap saat dia butuh aku, aku ada di sampingnya. Tapi sepertinya dalam pergumulan terhebat dalam hidupnya, aku tidak ada di sampingnya saat itu karena aku "asyik" dengan kesendirianku. Maaf...sahabat....

16 September 2010

A Perfect Day: Berlibur Sebelum Libur Panjang

Akhirnya Libur Lebaran telah usai. Rencana untuk mengisi liburan dengan updated blog baru terealisasikan setelah liburan selesai. Hm...tidak masalah, yang penting sudah muncul kemauan untuk updated blog ini. Sebelum menulis lagi, sekilas tadi sempat membaca apa yang sudah kutuangkan dalam blog ini dan sangat mengejutkan, ternyata sudah hampir setahun aku tidak pernah updated blog ini dan ternyata sudah setahun kami berada di rumah ini. Hm...waktu yang tidak singkat.

Ide untuk tulisan dalam blog ini sudah ada beberapa pada saat liburan kemarin, beberapa diantaranya adalah:
1. Sahabatku Berkunjung
2. Berlibur Sebelum Libur Panjang
3. Menu Favorit: Sop Ceker Ayam
4. Antara Rumah dan Gramedia
5. Berlibur dengan Happy Call
6. Gerimis di Taman Barito
7. Sejenak di Taman Menteng
8. Es pisang hijau

Daftar panjang judul tulisan yang ingin kutuangkan dalam blog ini. Hm..mana dulu yang ingin kutulis ya? Sepertinya Berlibur Sebelum Libur Panjang........

Masih tergambar dalam ingatanku, sebelum libur panjang...sesak sekali rasanya. Rasanya tak sabar untuk mengalami libur panjang. Betapa tidak, dari beberapa bulan, load kerja sangat tinggi, rasanya pekerjaan tiada habisnya, baik pekerjaan di kantor maupun di rumah.

Hari Sabtu biasanya merupakan hari yang panjang dan menyenangkan karena punya waktu untuk membereskan pekerjaan rumah sepanjang minggu yang tidak terpegang, akan tetapi Sabtu, tanggal 04 September 2010 merupakan hari Sabtu yang menyenangkan dan sangat menyenangkan. Betapa tidak, setelah hampir 8 bulan aku selalu melalui hari Sabtu dengan beberes pekerjaan rumah, Sabtu ini aku bisa ditemani oleh misua jalan seharian, dan lebih bersyukurnya lagi, kami bisa menjalani hari seharian dengan bebas tanpa kwatir memikirkan apapun itu. Dan lebih hebatnya lagi, kekasih hati dapat memahami betapa aku membutuhkan waktu "pelepasan" . Ha..ha...jadilah hari berlalu dengan berbagai aktivitas.

Pagi hari bangun dengan keinginan yang menggebu-gebu membereskan segala pekerjaan karena dengan semakin cepatnya pekerjaan selesai semakin cepat pula untuk melangkahkan kaki ke luar dari pintu pagar rumah. Setelah semua beres, aktivitas selanjutnya adalah ngelirik-lirik buku di toko buku Gramedia. Maksudnya ngelirik adalah misua asyik dengan buku-buku sementara aku asyik dengan Facebook. Buku-buku cemburu karena tanganku asyik dengan tuts huruf-huruf di HP. Sekali-kali ngelirik bukulah. Ha..ha...

Sebelum ke Gramedia sudah beli tiket film The Expendables. Ada kejadian yang nyaris membuat hari libur ini menjadi tidak sempurna. Saat di Gramedia, aku kehilangan tiket film, tetapi untung tiket yang sudah terjatuh dari kantong jeans bisa ditemukan lagi karena kebaikan hati dari pegawai Gramedia. Itulah karena keasyikan dengan FB. Ha..ha..jika bukan karena kebaikan hati pegawai, maka kami sudah pulang dengan wajah segi 100. Tak bisa nonton, tak jalan-jalan, dimarahin suami pula. Untungnya itu tak terjadi.

Cuapeks juga berdiri lebih kurang 2 jam di toko buku, sementara jam nonton belum kunjung tiba. Hm...sambil menunggu, bolehlah makan burger dulu sambil mengistirahatkan kaki yang terasa pegal. Jam satu tepat, film di putar. Dari awal film sudah penuh dengan adegan seru tapi sekaligus sadis. He..ha...kalo ponakan nonton dengan banyak menutup wajahnya dengan tangannya, sementara aku banyak nonton dengan menutup mata. Tapi asyik nonton..buka tutup mata. Ha..ha..

Aktivitas selanjutya adalah makan siang @ Komiri apa Kemiri ya? Antara itulah namanya,. Aku mengenal tempat ini karena salah satu rekan kerja merayakan ulangtahunnya di tempat ini. Tempatnya asyik, luas...banyak pilihan dan nyaman. Nuansa kampung dipadu dengan kota. Makan sate, jajanan pasar dan tak ketinggalan minuman kesukaan misua, es kelapa muda. Sementara dia asyik dengan makananya, aku asyik membayangkan maem di angkringan ntar malam. He..he...selera memang beda untuk yang satu ini.

Perut sudah kenyang, apa lagi kalau tidak dilanjutkan dengan shopping @ Matahari yang menawarkan banyak hal menarik...tetapi akhirnya hanya satu aitem yang dibeli. Untuk satu aitem...muterin seluruh bagian Matahari. Ha..ha..tapi di situlah keasyikan berbelanja, olah raga kaki dan cuci mata.

Melirik ke samping, wajah kekasih hati sudah segi sepuluh. Ha..ha...emang ada segi 10 ya? Tetapi dengan menguatkan hati, dia dengan rela hati mendampingi perempuan yang haus akan pelepasan liburan. Malam semakin larut...sejenak berhenti di angkringan, melepaskan lelah dengan dua mangkok sop ceker, sebungkus nasi ikan teri, dan teh hangat. Hm.....A Perfect Day....

Thanks God....aku benar-benar menikmati liburan sebelum libur panjang bersama orang yang Engkau percayakan mendampingi aku dan tanpa mengkhwatirkan "apapun" karena berkatMu melalui orang yang Engkau percayakan juga sebagai sahabatku.

A Perfect Day.........

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio