21 September 2010

Kunjungan Sahabat I: Flash Back

Merupakan suatu kegembiraan tersendiri ketika kita memiliki kesempatan dikunjungi oleh sahabat yang sudah terjalin bertahun-tahun. Hm...ada berapa tahun ya? Aku mengenalnya di bangku kuliah S1 Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Itu tahun 1992. Kalau dihitung berarti sudah 18 tahun kami bersahabat. Waktu yang sangat panjang...Flash back sejenak ketika awal pertemuan.

Pertama dia mengenalku, dia tidak suka. Dia bilang aku perempuan yang "centil" kalau kuterjemahkan dalam bahasa rumahku "mentel". Dia tidak suka dengan gayaku yang berlebihan katanya. Cara dia memandangku sedikit aneh di awal, aku tidak mengerti tapi aku juga tidak perduli tapi aku dapat merasa. Aku justru memandang dia, orang yang "sedikit serem". He..he..habis pendiam sih....Jarang senyum. Hi..hi..kalo ingat itu jadi tertawa sendiri.

Tanpa terasa akhirnya kami menjadi dekat dan semakin dekat. Dia bilang, dia punya sahabat di SMP yang marganya sama dengan diriku. Katanya, sahabatnya itu sangat baik, sama dengan diriku. Di kemudian hari...Jalan Tuhan kali ya...aku bertemu dengan sahabatnya itu dan menjadi sahabatku juga di Bandung, dan penilaiannya benar..sahabatnya itu baik.

Entah kenapa dia menjadi dekat dengan diriku. Dia tak mengerti dan akupun tak mengerti. Habis...dia pendiam di awalnya, jadi takut untuk dekat. Pernah dia berkata, apa karena kau sama dengan sahabatku ya, boru Sihombing. Tambahan dari sahabatnya boru hombing si "talak baba". Ha..ha..

Bersama dia dan Naomi, satu sahabat lainya, kami dikenal sebagai "Trio Kwek-Kwek". Kwek-kwek identik dengan bebek yang ribut dan kami memang sangat ribut dengan tawanya yang menggema, di ruang kuliah, bahkan seluruh gedung pusatpun turut bergetar mendengar tawa kami bertiga. Ha..Ha...(terdengar toh bahana tawa kami).

Banyak peristiwa yang terjadi diantara kami:
1.Saat menjadi MC di PMK Filekspi. Dia sangat gugup berdiri di depan. Aku tak ingat apa yang dibicarakannya tapi alurnya sangat cepat karena dia tidak tahu harus menyampaikan apa.
2.Saat mempersiapkan tema perayaan Natal PMK Filekspi. Kami menghubungi Pak Pdt. Budi. Kami kebingungan menentukan tema Natal, sampai-sampai Pak Pendeta menyampaikan di awal kotbahnya, dia perlu ekstra untuk menghubungkan tema yang kami berikan dengan tema Natal. Ha..ha...jujur, akupun tak ingat tema Natal itu, tapi aku masih ingat dengan kebingungan kami.
3.Saat aku diputus oleh pacar pertamaku. Hari-hari sepi melanda diriku, aku selalu main ke kostnya. Hal pertama yang dia lakukan adalah mempersilahkan aku tidur terlebih dahulu, setelah itu baru kami ngobrol. Ha..ha..dia bilang aku "Aspemo-Asal Peak Modom". Dengan sabar dia menghadapi diriku yang bermuram durja. Jika ingat itu, aku pasti sahabat yang menyebalkan bagi dia. He..he..
4. Saat dia ditinggal pergi kekasih hatinya karena sudah menyelesaikan studinya. Pernah ke rumah, apakah setelah mengantar abangnya baru ke rumah atau beberapa hari setelah itu, aku lupa ttetapi aku ingat dengan perkataannya, dengan memeluk jaketnya saja, tercium bau atau harum??? badannya, serasa kangennya hilang. Tetapi saat dia mendapatkan kartu Natalnya dikembalikan dalam keadaan dirobek, dia merasa seperti hatinya dirobek-robek dan itu menjadi puncak keputusannya. Tidak lagi. Sabar....tetapi setelah mengambil sikap, maka tidak ada kata ragu lagi.
5.Saat kami nonton di bioskop dekat alun-alun utara, hujan deras turun...semua orang berteduh, tetapi kami, tanpa perduli siapapun, kami menerobos hujan dan bermain di lapangan hijau yang luas, seperti anak kecil. Puas....bebas...lega...itu yag kami rasakan.
6.Saat di rumah dengan telor dadar yang disukainya dan saat riuh dengan lagu si..."naked". Ha..ha..
7.Saat dia mengambil keputusan "break" dengan si D agar dia bisa fokus dengan skripsinya. Berhasil...dengan penyusunan skripsi tetapi disalahpahami oleh si D.
8.Saat aku diminta berdoa sebelum berangkat ke pemberkatan pernikahannya. Ach...jika ingat itu, aku sedih kenapa tidak mau diminta untuk mendoakannya.
9. Saat di Depok, dia memberi kaset Roxxet, penyanyi yang sangat kusuka pada saat.
10.Saat sebuah rok diberikan untuk pekerjaan nantinya. Hm...sampai saat ini rok itu masih berada dalam lemariku.
11. Saat dia mengatakan bahwa aku sudah cocok jadi ibu rumah tangga
12. Saat dia mengatakan ingin memiliki dua orang anak. Ya..kecintaanya pada anak-anak terwujud dengan menjadi guru TK.
13. Saat bakatnya melukis tidak dikembangkan karena merasa dia hanya bisa meniru sementara aku terkagum-kagum dengan bakatnya itu.

Terlalu banyak cerita dalam persahabatan kami, baik suka maupun duka. Ternyata tak terhitung peristiwa yang kami jalani bersama. Selama bertahun-tahun, walau jauh tetapi persahabatan itu tetap terjaga. Sekalipun jarang komunikasi tetapi saat aku butuh dia, dia selalu ada untuk mendengarkan aku dan aku berharap saat dia butuh aku, aku ada di sampingnya. Tapi sepertinya dalam pergumulan terhebat dalam hidupnya, aku tidak ada di sampingnya saat itu karena aku "asyik" dengan kesendirianku. Maaf...sahabat....

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio