04 November 2010

Makanan Khas Palembang: Ikan Pindang


Begitu sampai kota Palembang, aku terkagum-kagum dengan kotanya yang bersih. Si bunda sudah sejak awal bercerita bahwa dia suka dengan Kota Palembang karena kebersihannya, enak dipandang mata. Aku penasaran dengan ceritanya. Sebersih apa sih kotanya?? Rasa penasaran itu akhirnya terbukti: Kota Palembang bersih, enak dipandang mata. Aku tidak menyangka Kota Palembang semaju ini. He..he..maaf ya penduduk Palembang. Kirain hanya Medan saja yang kota di Pulau Sumatera ini. Ha..ha.. ternyata Palembang sudah semaju kota Medan. Bravo deh..

Pak Memed, temannya bunda tidak menjemput kami, hanya Pak Jamal yang menjemput di bandara. Sementara kami menuju Kota Palembang, ternyata Pak Memed sudah siap dengan menu makanan yang melimpah di rumah makan Raos. Rumah makannya sederhana, tidak begitu besar, tetapi menurut informasi ini termasuk rumah makan yang menu makanannya memuaskan pengunjungnya. Let's see...

Hm...Ikan Pindang, makanan khas Palembang terhidang di depan mata, sayang dalam fotonya ikan pindangnya sudah disantap, jadi yang terlihat hanya kuahnya yang sepiring. Dulu, aku penasaran sekali dengan rasa ikan pindang. Dari berbagai media, salah satunya Kompas memberitakan khusus masalah ikan pindang. Hm...Sejak itu aku jadi penasaran, apa sih ikan pindang itu. Hm..ternyata enak juga, karena berkuah dan dapat kepala ikannya. Ha..ha..kalau hanya daging saja sepertinya cepat "nek" karena mengandung banyak lemak. Selama di Palembang/
Kab. Musibanyuasin, aku disuguhi ikan pindang. Ha..ha...sama seperti kalau keluarga datang ke rumah, pasti selalu ada ikan mas arsik atau gulai ayam kampung n si..nguk..nguk...Hi..hi..

Oh iya, di bawah ini, menu makanan ketika makan bersama Bpk. Apriadi, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Musibanyuasin dan Bpk. Fauzi, Kepala Badan Perencanaan. Wah..suprise dengan sambutan mereka. Kita dijamu benar. Ntar deh dalam tulisan lain mengenai jamu menjamu dari stakeholder Kab. Musibanyuasin. Soalnya jamu menjamu bukan masalah makanan saja tapi diajak kelililing sehingga bisa melihat kemajuan dari kab ini. Hm...nyam..nyam...Di tempat ini aku pertama kali makan burung goreng. Eh..ternyata enak juga. Satu lagi menu baru yang dimakan adalah udang goreng dari sungai Musi. Kata si bunda udang sombong soalnya kepalanya besar sekali. Ha..ha..asal yang sering makan tidak menjadi kepala besar alias sombong ya.


Oh iya..pembelajaran apa yang kudapat dari perjalanan ini ya? Hm..satu hal mengenai menu makanan, jangan sungkan untuk makan menu baru dan jangan juga terlalu jaim, rugi sendiri. Selama makan itu, minumanku standar saja, es teh. Habis..rasanya nikmat jika setelah makan minum es teh, apalagi teh botol sosro...He..he..Satu menu minuman yang biasa dimana-mana tapi rasanya ternyata beda di sini, juice mangga. Wah..si bunda begitu suprise dengan nikmanya juice mangga. Nggak tahu jenis mangga apa, tapi enak sekali dan beda rasanya. Melihat warnanya memang berbeda sih dan sangat menarik. Sayang, tidak cepat berespon untuk mengambil foto juice mangganya.

So..pembelajaran kedua: Ketika berada di daerah baru, jangan ragu untuk mencoba menu makanan dan minuman yang baru. Ikan pindang, udang sombong, burung goreng, sambal mangga, lalapan bambu, dan juice mangga. Hiks..hiks...juice mangga lewat deh.

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio