08 November 2010

Setelah Empat Tahun: Baju Pengantin


Hm..sepertinya tulisan dalam blog ini penuh dengan foto yang kata orang mungkin narsis. Kan jadi nggak enak hati jika dipikir narsis. Tetapi untunglah ternyata tidak narsis, tetapi lebih kepada kepentingan tulisan agar terlihat lebih hidup dan berbicara. Di samping itu jika blog ini baik-baik saja, maka mungkin 20 tahun ke depan (jika Tuhan berkenan memberi usia yang panjang), maka aku bisa melihat perjalanan hidupku melalui blog ini. Dengan foto-foto yang ada, maka tentunya akan memudahkan untuk mengingat perjalanan hidup tersebut. Jadi bukan bermaksud narsis ya, walaupun foto-foto sebelumnya banyak foto diri dan terlebih foto di atas ini. He..he..

Aha, ini foto diambil ketika menghadiri acara pemberkatan pernikahan bere Arlen Marbun dengan istrinya ...br. Sihombing
(he..he..namanya nggak tahu) di Gereja HKBP Taman Mini pada tanggal 30 Oktober 2010. Sayang, alamat gerejanya tidak dapat kutuliskan di sini karena tidak memperhatikan bahwa alamat itu penting untuk dituliskan. Setelah menulis ini, baru menyadari bahwa alamat gereja juga menjadi satu data yang dapat menjadi bahan untuk tulisan.

Ini menjadi tulisan yang menarik bagiku karena setelah 4 tahun menikah dengan suami, baru ini kali pertama aku memakai baju pengantin dulu. Saat akan menikah dulu, aku mengajukan protes pada mamak karena menggunakan uang yang cukup mahal untuk membeli baju pengantin beserta dengan songketnya. Rasanya dulu berpikir ini baju hanya dipakai untuk sekali seumur hidup. Akan sangat sayang sekali bukan dengan biaya yang menurutku mahal sekali pada saat itu dan pada saat inipun masih mahal bagiku. He..he..

Terlepas dari keberatanku pada waktu itu, aku menyadari bahwa orangtua kita ingin melihat anaknya tampil cantik di hari pernikahannya. Setelah 4 tahunpun masih terlihat cantik kan? He..he..bukan hanya baju pengantinya yang masih cantik dan update, hi..hi.. tapi orangnya juga. Ha..ha..Nah kalau kalimat terakhir ini sepertinya akan diprotes oleh suami. Jelas cantik di zaman pernikahan dong...kalau sekarang terlihat tidak terlihat. Maksudnya??? Hi..hi..hanya dia yang mengerti kayaknya.

Satu pengalaman lucu pada acara ini adalah, aku dan abang datang paling awal. Namanya pakai songket dan wajah penuh make up, nggak mungkinlah datang dengan naik motor atau angkot. Nah...datanglah kami ke gereja ini dengan kendaraan yang berbeda, abang dengan motornya dan aku dengan taksi. Pas kebetulan kami datang kepagian. Pihak pekerja gereja bagian beres-beresin ruangan sedang bekerja, lalu ketika melihat taksi datang dan keluar dengan baju ala pengantin, maka dikiralah aku pengantin perempuan. Hal ini didengar oleh abang. Ha..ha..dia ketawa mendengar hal itu. Itu suatu pujian atau mata sang pekerja lagi rabun ya?? He..he..intinya sih...aku masih cantik kali dengan menggunakan pakaian pengantinku itu ya. Ha..ha..maunya.....(nah..ini baru narsis namanya). He..he.. 1000 x.

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio