21 Februari 2011

Latihan Kreativitas

Kemarin sore, ponakanku yang semakin dewasa, Tonggi namanya main ke rumah. Setiap berbicara dengan dia selalu memberikan warna yang membuatku lebih bersyukur untuk setiap moment dalam hidup. Salah satu hal yang dia sharingkan adalah ketika dia mengikuti satu kegiatan belajar-mengajar di Akademi Berbagi. Banyak point yang aku dapat dari apa yang dia sharingkan, beberapa diantaranya adalah:
1. Ternyata ada pemikir dan pemerhati bangsa. Mereka tetap melakukan bagiannya sekalipun tidak terlihat (tidak dipublikasikan seperti berita-berita lainnya), namanya Akademi Berbagi (Akber). Hm..untuk tahu lebih banyak tentang Akber ini, coba baca satu tulisan dari blog Tonggi di http://tigakotakimaji.blogspot.com
2. Membangun kreatifitas. Salah satu pembelajaran yang diterimanya dalam Akber ini adalah sessi Kreativitas. Ternyata kreativitas itu bukan hanya bakat saja, tetapi kreatifitas juga dapat dilatih. Jadi jangan berkecil hati ketika mendapati diri merasa tidak memiliki kreatifitas. Bisa koq dilatih. Beberapa contoh kecil untuk melatih kreatifitas adalah:
a. Latih keseimbangan antara tangan kanan dan kiri. Kita terlalu sering menggunakan tangan kanan ataupun sebaliknya. Nah..mulai sekarang cobalah latih tangan yang jarang digunakan. Misalnya kita biasa menggunakan tangan kanan, sekarang coba bangun kebiasaan gunakan tangan kiri. Satu lagi, cobalah menulis dengan tangan kiri, hmmmm dijamin amburadul deh tulisannya, tetapi itu salah satu bentuk latihan lho untuk meningkatkan kreatifitas. Yuk..coba menulis dengan tangan kiri deh...
b. Lakukan kegiatan yang berbeda dari biasanya. Misalnya:
*
Posisi duduk di gereja.
Ketika mengikuti kebaktian di gereja, kita punya kebiasaan duduk di tempat yang sama. Nah mulai sekarang, setiap kebaktian duduklah di tempat yang berbeda-beda.
* Lay out tulisan kali ini cukup jauh berbeda dari biasanya. Hm..ini sebagai satu penerapan menulis dengan lay out berbeda. Rasanya sih agak aneh begitu, nggak nyaman juga...tetapi segala sesuatu perlu proses.
* Menu makanan. Biasanya ketika ada kesempatan makan siang sehabis pulang gereja, aku dan abang memilih menu yang sama: hm...B2. He..he..tapi setelah sharing dengan Tonggi, kami akan mencoba sesuatu yang baru. Hm..sebenarnya sudah beberapa kali mencoba menu yang lain, tetapi selalu kecewa dengan rasanya. Ha..ha..tapi rasa ketakutan itu akan menghambat kita untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda bukan???

2 komentar:

Ima mengatakan...

boleh juga dicoba ibadah minggu jam 6 sore, setelah itu lanjut dinner di D'Cost. Kita realisasikan hari minggu ini, Kak? ;)

rentasihombing mengatakan...

Ima bisa aja. Ha..ha..ntar kutanya ya, apakah abang mau melatih kreatifitasnya dengan mengubah jam kebaktiannya. Hi..hi..

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio