10 Februari 2011

Ziarah: Makam Papi

Sudah sekitar 17 tahun berlalu, tetapi mata mami masih berkaca-kaca ketika kami berlima mengelilingi kuburan papi. Mami, anak tertua dengan istrinya dan anak terakhir dengan istrinya juga. Memang, jika diingat-ingat, ini kali pertama kami secara lengkap datang berziarah ke kuburan papi. Mungkin mami terharu karena ini kali pertama kami bersama-sama datang atau karena teringat kembali seluruh kenangan hidup bersama papi? Entahlah, tetapi setelah anak pertamanya memimpin doa, wajahnya sudah terlihat lebih sumringah.

Mengenang papi, aku hanya tahu sedikit tentang kisah hidupnya. Itu juga dari anaknya yang pertama. Tidak memiliki kesempatan untuk bertemu langsung, hanya melihat di foto saja. Dia pergi saat anak-anaknya anak muda, yang satu tamat SMA dan yang satu masih SMA. Satu hal yang sangat berkesan dari cerita itu adalah bagaimana papi hidup dalam kekerasan keluarganya sehingga dia merantau ke seberang pulau, Kalimantan dan kemudian bertemu dengan perempuan Dayak yang cantik.

Hidup dengan penuh kejujuran menurun kepada anak-anaknya dan bersyukurlah aku karena aku keciptran didikan papi. Hi..hi...dan satu lagi kecipratan didikan papi adalah tidak boleh absen kebaktian minggu. Sesakit apapun diusahakan tetap kebaktian minggu. Sehingga, jika di keluargaku boleh absen gereja, tetapi setelah menjadi keluarga Marbun, nggak bisa lagi absen kecuali benar-benar sakit. Hiks..hiks...

Pengalaman hidupnya yang keras tidak menghilangkan iman percayanya bahwa ada Allah yang berdaulat yang menjaga dan memberi berkat dalam hidupnya, sehingga akhir hidupnya dengan penderitaan karena kompilasi penyakitpun tidak menghalanginya untuk tetap pergi setiap minggu untuk kebaktian. Sebelum dia pergi, Tuhan memberi kasih karunia memiliki pengalaman hidup bertemu dengan "Sinar" yang pada akhirnya dia temui juga.

Sekalipun aku tidak mengenal langsung dirimu, papi, tetapi aku dapat melihat "kualitas" didikanmu pada diri anakmu. Seperti doa anakmu, kami bersyukur memiliki sosok bapak seperti dirimu terlepas dari kekurangan dirimu.

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio