17 Maret 2011

Yogyakarta: Perayaan Hari Pernikahan ke-10 Tahun

Aku kembali lagi ke Yogyakarta, dari tanggal 12-16 Maret 2011. Hm....menyenangkan sekali selama berada di Yogyakarta, melepas kangen dengan ketiga ponakan yang lucu habis plus satu ponakan yang sudah dewasa. Ha..ha..

Sebenarnya satu alasan lain main ke Yogyakarta adalah karena adikku si bungsu merayakan hari Pernikahannya yang ke-10 tahun. Dia mau tepat tanggal 14 Maret merayakan ulangtahun pernikahannya.

Dia dan suami mempersiapkan perayaan hari pernikahan mereka sangat baik, bukan karena perayaannya megah atau pernik-pernik pestanya tetapi maksud dan tujuan dari perayaan tersebut. Mengucap syukur dan berharap ada manfaat yang dirasakan oleh setiap pasangan yang hadir, baik dari pihak keluarga maupun dari teman-temannya dan suaminya. Jadi bukan sekedar perayaan. Luar biasa....

Untuk acara tersebut, khusus mengundang Pdt. Budi Marsudi yang membaptis dia (sidi). Hm..sudah berapa tahun yang lalu itu? Pak Pdt ini sangat sibuk,tetapi pendekatan adikku agar dia mau membawa Firman pada perayaan tersebut adalah dengan "anak baptis sidi". Ha...ha..luluh juga Bpk. Pdt ini. Hm....luar biasa..

Dari segi persiapan, kita hanya memasak menu makanan yang tidak terlalu mewah, biasa aja:
1. Sangsang; 2. Ikan Mas arsik; 3. Sambal Krecek; 4. Sengsu; 5. Ikan goreng braskap (walau digoreng saat pada makan karena kelupaan, ha..ha..); 6. Sop sayur; 7. Sop buah; 8. Buah jeruk dan salak pondoh; 9. Buah tangan: kue bolu pandan/coklat ;10.Kue wingko

Undangan jam 17.30 WIB dan acara dimulai jam 18.00 WIB. Hm...molor setengah jam, tetapi cukup tepat waktunya. Kebaktian sampai jam 7 kurang 10 dan 10 menit untuk sharing si "mbok n bapak'e" plus potong kue sekedarnya, dimana ketiga anaknya minta memotong kue juga.

Sharing pengalaman mereka sangat bagus dan semoga memberi manfaat bagi setiap pasangan yang hadir, dan satu lagi yang mau kusampaikan di sini adalah mengenai Firman Tuhan yang disampaikan oleh Bpk. Pdt. Budi Marsudi:

1. Anggur yang terbaik yang dihidangkan dalam pernikahan di Kana
2. Dari bahan bacaan Firman tersebut diungkapkan bahwa sering sekali pernikahan seperti anggur yang biasa dihidangkan dalam pernikahan biasa. Anggur terbaik dulu dihidangkan dan kemudian anggur yang biasa. Sama dengan kebanyakan pernikahan, pengalaman kebahagiaan di awal pernikahan tetapi ketika semakin bertambah hari semakin hambar. Akan tetapi pernikahan di Kana menunjukkan bahwa pernikahan di dalam Tuhan Yesus harusnya pernikahan itu menjadi semakin manis, seperti Tuhan Yesus menjadikan air menjadi anggur yang terbaik dalam pernikahan itu.
3. Bagaimana pernikahan itu dapat menjadi semakin baik? Kuncinya adalah :
  • Komunikasi diantara suami-istri, orangtua-anak.
  • Membagi waktu dengan baik: aktu makan bersama, doa bersama, rekreasi berdua dan rekreasi bersama.
  • Memperhatikan penampilan fisik itu penting.
  • Kesadaran akan waktu dan setiap moment yang dijalani. Hidup di masa sekarang, bukan masa lalu ataupun masa depan. Sering kali kita tidak menghargai saat ini karena kita dibayangi oleh masa lalu dan masa depan.
Pembelajaran yang sangat bagus dari Firman yang disampaikan oleh Pak Pdt. Budi Marsudi: Komunikasi, kesadaran akan saat ini dan penampilan.

Akupun rindu untuk merayakan hari pernikahan kami yang ke-5 tahun pada tgl 13 Juli 2011 ini secara khusus. Bukan berarti ada pesta tetapi kami berdua merayakan secara khusus, dimana selama ini berlalu begitu saja. Hm....

3 komentar:

Ima mengatakan...

13Juli2011 *menunggu undangan*

Ima mengatakan...

13Juli2011 *menunggu undangan*

renta mengatakan...

Ha.ha...bisa aja Ima...

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio