25 September 2013

Retret KOMPAK Bertumbuh @ Omah Tembi

KOMPAK merupakan salah satu pelayanan di GKI Gejayan. Satu setengah tahun yang lalu, aku dan abang bergabung di dalamnya. Kami mau belajar bersama-sama mengenal Kristus melalui Kompak. Pada periode pertama (tahun lalu), kami rajin datang, tetapi pada saat moment retret berarkar, bertumbuh dan berbuah, kami tidak bisa datang. Tetapi periode kedua, retret berakar dan bertumbuh kami bisa datang dan ternyata begitu banyak manfaat yang dialami selama retret ini, bukan hanya keakraban, kebersamaan, tetapi firman yang menguatkan dan menyegarkan tubuh jasmani dan rohani kita.

Nah, foto ini merupakan retret kedua yang kami ikuti. Retret Bertumbuh @ Omah Tembi, dari tanggal 14-15 September 2013. Retret kali ini lebih banyak berdoanya dibanding retret sebelumnya. Akan tetapi keakraban juga terjalin dengan outbond yang sederhana tetapi sangat mengasyikkan. Wah..pokoke, setiap momentnya luar biasa, ya firman yang disampaikan bang..duh..koq lupa namanya yah? Tapi firman yang disampaikan sampai membuat aku mengangga...:) satu yang kuingat adalah bagaimana anak2 Allah menjadi yang terbaik dalam setiap pekerjaan yang dipercayakan kepadanya dan senantiasa mengkaitkan segala sesuatu dengan Allah. Luar biasa sekali...
Hm...doanya....!!! Dalam ngantuk, aku pun disadarkan betapa orang yang kita hormati membasuh kaki kita, bagaimana dengan Yesus saat membasuh kaki murid-muridNya sebagai tanda cinta kasihNya? Wah....luar biasa....
Satu lagi...doa hening di pagi hari....he...he...awalnya mengeraskan hati untuk tidak berdoa di kayu salib yang dengan sengaja diletakkan di depan. Sekalinya mendekati kayu salib, langsung terisak-isak. Hi..hi...malu tapi aku percaya itu sebagai langkah awal lagi bagiku untuk memulai lagi berproses dalam perjalanan kehidupan dengan kekuatan baru. Setelah pulang dari Aceh, memang rasanya hidupku berjalan dengan "kehampaan" lagi dan bukannya mendekat, tetapi malah semakin mengeraskan hati. Hello....doa yuk....selalu ada suara yang memanggil, tetapi selalu kuabaikan dan hasilnya hati yang semakin keras. Tapi puji Tuhan...berkat Retret Kompak Bertumbuh ini, begitu banyak moment yang membuatku disegarkan dan dikuatkan lagi.
Yuk...bertumbuh mengenal Kristus di gereja kita masing-masing!!!

Menghadapi Masa Depan Anda dengan Damai

Saya percaya banyak diantara kita yang memikirkan masa depan, mempersiapkan masa depan, dan pastinya muncul akan kekhawatiran akan masa depan. Bisakah saya katakana 99,9 % diantara kita yang mengkhawatirkan masa depan? Sepertinya iya, tetapi masalahnya adalah berapa persen tingkat kekhawatirannya? Itu yang berbeda dari masing-masing kita.
Pagi ini, aku diajarkan bukan tentang masa depan saja, tetapi bagaimana percaya penuh kepada Allah, dan termasuk salah satunya adalah tentang masa depan kita. Aku belum sampai pada masa depan, tetapi masa sekarang aja…masih kabur bagiku tentang bagaimana mempercayakan diri kepada Allah. Sudah sangat sering mendengar kata percaya kepada Allah. Bagiku, Allah itu pasti menjaga dan memberkati kita ketika kita sudah melakukan bagian kita. Sepanjang kita tidak melakukan bagian kita, bagaimana mungkin Allah menjaga dan memberkati kita? Itu yang kupahami selama ini. Dan aku berkutat dengan apakah aku sudah melakukan bagianku? Misalnya disiplin waktu, displin kerja, tekun, dll…..dan hasilnya adalah aku melihat kegagalan disana sini, tetapi berkat Allah tetap mengalir, tapi selalu muncul ketidakpuasan…”Seandainya aku melakukan ini, melakukan itu…pasti berkatNYA jauh lebih dari yang sekarang”. Wah…pokoke….kegagalan deh yang terlihat.
Tetapi hasil ngobrol dengan kekasih hati (cie..cie…) tadi pagi memberi sudut pandang yang berbeda, bisa dikataka terbalik lagi.
Katanya: “Lho…memang menjadi anak Allah itu enak banget…..Itu nggak bisa dipungkiri (dalam hati menjawab, huh…koq enak benaaar….nggak terima.com). Kemudian dilanjutkannya dengan analogi “ Seperti anak dengan orang tuanya. Sebagai anak, dia nggak perlu selalu minta ini itu kepada ortunya. Ortunya akan memberikan apa yang dibutuhkan tanpa diminta, memang ada saatnya si anak yang meminta. Tapi secara umumnya orang tua akan memberikan apa saja yang dibutuhkan anaknya. Si anak hanya bertugas menjadi anak yang baik dan taat”.
Jawabku: “Nah…menjadi anak yang baik dan taat itu kan sudah merupakan bagian yang dilakukan si anak. Maksudkupun begitu…aku sebagai anak melakukan bagianku”. Lalu dia menjelaskan, tetapi melakukan bagian si anak yang dimaksud tidak lah harus melakukan ini dan itu, tetapi sebagai anak Allah, salah satu bagian yang kita lakukan adalah berdoa dan taat. Sekali lagi dalam hatiku menjawab,”Wuih…enak banget berdoa dan taat aja sudah selesai deh tanggungjawab kita. Nggak perlu melakukan bagian lain seperti yang kumaksud di atas. Wong katanya menjadi anak Allah harus menjadi “the best” (hasil retret Kompak Bertumbuh @ Omah Tembi, 15-16 Septmber 2013).
Lalu dijelaskan lagi, tetapi cara berpikirnya harus dibalik…bagian kita yang pertama sekali kita lakukan adalah: berdoa dan taat….dan yang lain akan menyusul untuk kita dimampukan untuk melakukannya. Contoh…dengan berdoa…maka kita menjadi tenang menghadapi persoalan, kita meletakkan kepercayaan kita kepada Allah. Dengan begitu, secara psikologis aja nih…., hati dan pikiran tenang dan ada kekuatan dan semangat untuk melakukan bagian kita yang lain, misalnya tekun bekerja, cerdik dalam bekerja, dll. Jadi logika berpikirnya dibalik…jangan melakukan ini dan itu dulu baru berdoa dan taat. Justru….berdoa dan taat lebih dulu, kemudian menjadi terbaik dalam bagian lainnya.
So…let’s pray first and then be the best in others action!!!

Omah Joyful

Omah Joyful! Koq disebut Omah Joyful? Apa artinya? Hm...itu merupakan perpaduan bahasa Jawa dan Inggris Secara tata bahasa sebenarnya nggak nyambung:) tetapi sebagai satu kesatuan mempunyai makna yang "luarbiasa", yaitu “RUMAH PENUH SUKACITA”. Sebenarnya masih berproses mencari kata yang tepat sih...dengan makna yang sama, tetapi sementara ini dulu. Lagi menanyakan kata penuh sukacita dalam bahasa Jawa:) 
Omah Joyful itu adalah rumah pemberian Tuhan dengan maksud agar: "Penuhlah sukacitamu". Wah..hebat yah...sudah punya rumah dong? He..he..sebenarnya itu bukan rumah kami koq, tetapi itu rumah bapake dan mboke Galang, malah dah disebut rumahnya Katja:) makanya tadinya mau disebut Omah Katja, tetapi berhubung itu menunjuk pada satu orang saja,  maka dicari kata lain dan sementara ini ketemulah Omah Joyful.
 

Oh iya, lanjutan dari penuhlah sukacitamu. Hm...artinya adalah ini adalah rumah sementara kami tempati sambil menanti yang punya rumah kembali lagi ke Yogyakarta:) tetapi sementara menanti, rumah ini dimaksudkan untuk menjadi rumah yang penuh sukacita. Awalnya sih, sukacita kami sebagai yang dipercaya untuk menempati rumah ini, tetapi koq ya rasanya egois banget yah:) Dan memang kami sangat penuh sukacita tinggal di Omah Joyful. Asli…suer…penuh sukacita. Ha..ha… Bagaimana tidak penuh sukacita, rumahnya besar…., bersih…., artistic….dan lingkungan alam pedesaan yang segar…. Lalu seiring dengan mengajukan pertanyaan ini dan itu kepada DIA, jawaban dari DIA adalah bahwa Omah Joyful tidak diperuntukan hanya kepada kami untuk menikmati sukacita itu, tetapi setiap orang yang datang ke rumah memperoleh sukacita.
Lah..bagaimana caranya? Dengan mengelola rumah secara bertanggungjawab bukan kepada pemilik rumah saja, tetapi kepada DIA pemberi berkat. Wah...rohani banget yah??? Tapi memang begitulah. Awalnya kami tidak mau tinggal di Omah Joyful karena besar....sekali bagi kami dan memikirkan biaya perawatan dan beban bagaimana merawat rumah membuat kami berpikir seribu kali untuk tinggal di dalamnya. Jadi awalnya bukan sukacita yang kami terima, tetapi "tak sanggup deh....". Akan tetapi Ketulusan hati dari mbok dan bapake Galang membuat kami memberanikan diri menerima dan ketika mengatakan iya, Firmannya meneguhkan kami untuk tinggal: "Supaya penuhlah sukacitamu" (Yoh 16:24). Omah Joyful dimaksudkan untuk kami bertumbuh di dalamnya dengan penuh sukacita dan pada akhirnya sukacita kami itu memberi dampak kepada setiap orang yang datang ke rumah. Hm..bukan hanya datang bertamu, tetapi juga untuk maksud lain. Apakah itu??? Ya...Omah Joyful direncanakan menjadi rumah penginapan bagi orang yang membutuhkan tempat untuk menginap bukan dengan tujuan sekedar meletakkan badan, tetapi juga tempat untuk "refleksi" diri sehingga melalui situasi dan kondisi rumah dan lingkungan, orang yang menginap akan mendapatkan kesegaran baru dan kekuatan baru untuk melanjutkan kehidupannya dan doa kami “Menemukan Allah dalam hidupnya”. (Ups…Firman yang meneguhkannya lupa…hm..perlu dicari di catatan dulu:)
 

Wah...gimana mungkin....
 

Yup..rasanya tidak mungkin. Itu awal pemikiran kami berdua. Awalnya kami berpikir Omah Joyful jauh dari lokasi kota. Coba pikir getho lho...Bahkan beberapa yang mendengar rencana ini juga menyatakan pemikirannya bahwa….agak sulit karena lokasinya jauh :(. Tetapi ketika kami melihat ini bukan hanya sekedar penginapan yang mendatangkan keuntungan financial, tetapi lebih kepada tujuan seperti yang disebut di atas....apa yang tidak mungkin?  As long as...kita melakukan bagian kita (Aha....doa dan taat, penguatan dari firman Yesaya 26:1-9, sate Rabu, 25 September 2013), apa yang tidak mungkin. Dia akan meluruskan jalan buat kita. Wuih...enak banget kesannya. Tapi langkah pertama memang itu yang diminta bukan?? Percaya dan lakukan bagianmu: Doa dan Taat, selebihnya semua itu akan menyusul. Kalau kata orang lain sih "Selama ada keyakinan, alam semesta pun membuka jalan". Wah...hebat kan...alam semesta membuka jalan...apalagi kita...Allah sendiri yang merintis jalan lurus bagi orang yang percayar, Yesaya 26:7). 

Wuih...enak banget....Yup...akupun masih bergumul dengan itu, tetapi pagi tadi dapatnya itu. Amin.....itu langkah orang beriman, bukan bertanya bagaimana, tetapi Amin...dan kemudian bertanya padaNYA, bagaimana. Bukan sebaliknya, bagaimana dulu baru Amin.
Jadi, tulisan ini adalah sebagai langkah berikut untuk membuat Omah Joyful berjalan. Well..sebenarnya dari awal kami tinggal, rumah ini sudah menjadi Omah Joyful...tetapi itu Joyful bagi kami berdua, belum menjadi Omah Joyful bagi orang lain. 


So....Let's work with God to make this house/home become Omah Joyful....!!! 

Background gambar:
Itu gambar diambil untuk melihat view alam pedesaannya dan foto yang satu untuk melihat teman dekat yang berfoto bersama ketika mereka berkunjung dan kami ngobrol mengenai rencana ini dimana masing-masing menyampaikan sumbangsih mereka. Yang satu menjadi marketing:) yang satu menyediakan mobil untuk rental:).

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio