25 September 2013

Omah Joyful

Omah Joyful! Koq disebut Omah Joyful? Apa artinya? Hm...itu merupakan perpaduan bahasa Jawa dan Inggris Secara tata bahasa sebenarnya nggak nyambung:) tetapi sebagai satu kesatuan mempunyai makna yang "luarbiasa", yaitu “RUMAH PENUH SUKACITA”. Sebenarnya masih berproses mencari kata yang tepat sih...dengan makna yang sama, tetapi sementara ini dulu. Lagi menanyakan kata penuh sukacita dalam bahasa Jawa:) 
Omah Joyful itu adalah rumah pemberian Tuhan dengan maksud agar: "Penuhlah sukacitamu". Wah..hebat yah...sudah punya rumah dong? He..he..sebenarnya itu bukan rumah kami koq, tetapi itu rumah bapake dan mboke Galang, malah dah disebut rumahnya Katja:) makanya tadinya mau disebut Omah Katja, tetapi berhubung itu menunjuk pada satu orang saja,  maka dicari kata lain dan sementara ini ketemulah Omah Joyful.
 

Oh iya, lanjutan dari penuhlah sukacitamu. Hm...artinya adalah ini adalah rumah sementara kami tempati sambil menanti yang punya rumah kembali lagi ke Yogyakarta:) tetapi sementara menanti, rumah ini dimaksudkan untuk menjadi rumah yang penuh sukacita. Awalnya sih, sukacita kami sebagai yang dipercaya untuk menempati rumah ini, tetapi koq ya rasanya egois banget yah:) Dan memang kami sangat penuh sukacita tinggal di Omah Joyful. Asli…suer…penuh sukacita. Ha..ha… Bagaimana tidak penuh sukacita, rumahnya besar…., bersih…., artistic….dan lingkungan alam pedesaan yang segar…. Lalu seiring dengan mengajukan pertanyaan ini dan itu kepada DIA, jawaban dari DIA adalah bahwa Omah Joyful tidak diperuntukan hanya kepada kami untuk menikmati sukacita itu, tetapi setiap orang yang datang ke rumah memperoleh sukacita.
Lah..bagaimana caranya? Dengan mengelola rumah secara bertanggungjawab bukan kepada pemilik rumah saja, tetapi kepada DIA pemberi berkat. Wah...rohani banget yah??? Tapi memang begitulah. Awalnya kami tidak mau tinggal di Omah Joyful karena besar....sekali bagi kami dan memikirkan biaya perawatan dan beban bagaimana merawat rumah membuat kami berpikir seribu kali untuk tinggal di dalamnya. Jadi awalnya bukan sukacita yang kami terima, tetapi "tak sanggup deh....". Akan tetapi Ketulusan hati dari mbok dan bapake Galang membuat kami memberanikan diri menerima dan ketika mengatakan iya, Firmannya meneguhkan kami untuk tinggal: "Supaya penuhlah sukacitamu" (Yoh 16:24). Omah Joyful dimaksudkan untuk kami bertumbuh di dalamnya dengan penuh sukacita dan pada akhirnya sukacita kami itu memberi dampak kepada setiap orang yang datang ke rumah. Hm..bukan hanya datang bertamu, tetapi juga untuk maksud lain. Apakah itu??? Ya...Omah Joyful direncanakan menjadi rumah penginapan bagi orang yang membutuhkan tempat untuk menginap bukan dengan tujuan sekedar meletakkan badan, tetapi juga tempat untuk "refleksi" diri sehingga melalui situasi dan kondisi rumah dan lingkungan, orang yang menginap akan mendapatkan kesegaran baru dan kekuatan baru untuk melanjutkan kehidupannya dan doa kami “Menemukan Allah dalam hidupnya”. (Ups…Firman yang meneguhkannya lupa…hm..perlu dicari di catatan dulu:)
 

Wah...gimana mungkin....
 

Yup..rasanya tidak mungkin. Itu awal pemikiran kami berdua. Awalnya kami berpikir Omah Joyful jauh dari lokasi kota. Coba pikir getho lho...Bahkan beberapa yang mendengar rencana ini juga menyatakan pemikirannya bahwa….agak sulit karena lokasinya jauh :(. Tetapi ketika kami melihat ini bukan hanya sekedar penginapan yang mendatangkan keuntungan financial, tetapi lebih kepada tujuan seperti yang disebut di atas....apa yang tidak mungkin?  As long as...kita melakukan bagian kita (Aha....doa dan taat, penguatan dari firman Yesaya 26:1-9, sate Rabu, 25 September 2013), apa yang tidak mungkin. Dia akan meluruskan jalan buat kita. Wuih...enak banget kesannya. Tapi langkah pertama memang itu yang diminta bukan?? Percaya dan lakukan bagianmu: Doa dan Taat, selebihnya semua itu akan menyusul. Kalau kata orang lain sih "Selama ada keyakinan, alam semesta pun membuka jalan". Wah...hebat kan...alam semesta membuka jalan...apalagi kita...Allah sendiri yang merintis jalan lurus bagi orang yang percayar, Yesaya 26:7). 

Wuih...enak banget....Yup...akupun masih bergumul dengan itu, tetapi pagi tadi dapatnya itu. Amin.....itu langkah orang beriman, bukan bertanya bagaimana, tetapi Amin...dan kemudian bertanya padaNYA, bagaimana. Bukan sebaliknya, bagaimana dulu baru Amin.
Jadi, tulisan ini adalah sebagai langkah berikut untuk membuat Omah Joyful berjalan. Well..sebenarnya dari awal kami tinggal, rumah ini sudah menjadi Omah Joyful...tetapi itu Joyful bagi kami berdua, belum menjadi Omah Joyful bagi orang lain. 


So....Let's work with God to make this house/home become Omah Joyful....!!! 

Background gambar:
Itu gambar diambil untuk melihat view alam pedesaannya dan foto yang satu untuk melihat teman dekat yang berfoto bersama ketika mereka berkunjung dan kami ngobrol mengenai rencana ini dimana masing-masing menyampaikan sumbangsih mereka. Yang satu menjadi marketing:) yang satu menyediakan mobil untuk rental:).

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio