02 Juni 2014

Antara Diriku dan Tuhanku

Ada "puisi" yang bagus banget. Ini karya dari Bunda Theresa. Aku ambil dari PIC BB salah satu temanku. Yuk...coba kita simak isinya:

Apapun yang engkau bangun
selama bertahun-tahun bisa jadi
akan dihancurkan orang lain hanya
dalam satu malam:
tapi bagaimanpun bangunlah dan teruslah berkarya

Kebaikan yang engaku lakukan hari ini
mungkin saja besok sudah dilupakan orang:
tapi bagaimanapun teruslah berbuat baik

Bagaimanapun, berikan yang terbaik
dari dirimu sebaik-baiknya yang dapat
engkau lakukan

Pada akhirnya, engkau akan tahu
bahwa ini adalah urusan antara
engkau dan Tuhanmu,
Bukan urusan antara engkau dan mereka

Aku pernah mendengar sepenggal dari puisi ini dari salah seorang pendeta di GDI Jakarta. Pak Pendeta itu mengatakan bahwa 10 kali engkau melakukan kebaikan dan 9 kali kebaikanmu disalahgunakan, tetapi tetaplah untuk melakukan kebaikan. Wah...ini seperti menjawab salah satu pergumulanku. Aku rasanya ingat kalo aku dulu berpikiran bahwa memang tak ada gunanya kita melakukan kebaikan karena sering disalahgunakan oleh orang-orang tertentu.  Tapi kotbah pak pendeta ini mengingatkanku untuk tidak pernah berhenti melakukan kebaikan.

Dan ketika membaca dalam PIC salah satu temanku, aku tertegun untuk paragraf terakhir " Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu, bukan urusan antara engkau dan mereka". Yah...pada akhirnya memang semua itu adalah antara aku dan Tuhanku. Jadi kenapa mesti pusing dan migrain dengan semua "ketidakadilan dan kesusahan" yang ditimpakan oleh mereka-mereka dalam lingkar hidupmu, bahkan dalam lingkar terjauh sekalipun??? Pada akhirnya apapun yang aku lakukan adalah antara aku dan Tuhanku. Jadi, ingatlah ya Renta.....semuanya adalah antara dirimu dan TUHANmu. Jadi yuks....jalani hidup ini dengan satu pemahaman "ANTARA DIRIKU DAN TUHANKU"

Evaluasi: Promoting Inclusive Education Project

Nah, ini satu lagi anugerah Tuhan untuk tahun 2014 ini. Migunani mendapatkan satu pekerjaan evaluasi program lagi dari PLAN pada bulan Maret 2014. Promoting Inclusive Education Project namanya. Lagi-lagi narsis nih. Ini foto aku sedang fasilitasi FGD Komite Sekolah/orang tua di SDN Sukoharjo, Kab. Rembang, Provinsi Jawa Tengah. He..he..ini judul tulisan sebenarnya hanya numpang nama pekerjaan saja agar ini menjadi tercatat dalam "sejarah" perjalanan hidupku dan mencari makna perjalanan ini. Hm...kira-kira apa yang menjadi pembelajaran dalam proyek ini ya? "Mikir dulu ach..." Tapi sebelum sampai ke pada maknanya. Aku ingin kasih komen dulu sama foto narsisnya:) Aku senang menemukan foto ini dari sekian banyak foto untuk proyek ini. Senang sekali karena terlihat saat memfasilitasi aku tertawa.
Ha...ha...ha...Wah, jadi senang benaran hatiku saat ini mengingat kisah perjalanan dalam proyek ini. Apa senangnya sih? Koq jadi senyum-senyum sendirian:) Iyah...ingat sepertinya susah. Gimana nggak rasanya susah, di sini kami mengalami sulitnya medan di tengah turunya hujan deras dengan naik ojek. Hiks..sebenarnya ketika berangkat, kami ada fasilitas mobil, tetapi baru beberapa km berjalan, ban mobil bocor. Sementara waktu pertemuan di sekolah sudah mendekati waktunya, terpaksa naik ojek dan..hiks...hujan turun. Kalo naik motor berdua dengan misua sih mungkin asyik juga yah, tapi ini sama tukang ojek, nggak bisa pegangan dengan baik. Hujan...jalan tidak semulus biasanya di kota besar :) Hi..hi..Tapi itu pengalaman yang menyenangkan koq. Setelah semua selesai, ada kenangan yang menyenangkan. Aku juga bertemua dengan salah satu anggota komite yang sudah berumur...tetapi semangat empat limanya untuk ikut berkontribusi dalam komite sekolah luar...biasa. Eyang tersebut sangat aktif dalam diskusi. Dia berusaha mengajukan dirinya untuk presentasi di depan, mewakili kelompoknya. Dalam keterbatasannya, kelompok memberi kesempatan, walaupun pada akhirnya kemudian dijelaskan lagi oleh teman kelompoknya. SEMANGAT!!! Jadi ingat...dalam usia senjanya pun dia sangat semangat, bagaimana masa mudanya dulu yah? Aku menarik ke diriku sendiri. Bagaimana semangatku di masa mudaku, di masa kiniku, dan di masa tua ku nanti? Adakah kini ku ini semangat terasa oleh orang-orang di lingkar hidupku? Semoga kamu...kamu...merasakan aura semangat ke kini an ku ini:)

26 Mei 2014

Lesson Learned and Smart Practices: SESAME Project

Well, ini satu pekerjaan yang Tuhan berikan lagi kepadaku. Di bawah payung Migunani, aku memiliki kesempatan lagi untuk melakukan kunjungan lapangan ke Kupang. Jika kita melihat ini sebagai suatu pekerjaan saja, maka kita akan memandang sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja, tetapi ketika kita melihat bahwa ini adalah suatu kesempatan yang DIA berikan, maka kita akan melihat bahwa ini adalah salah satu anugerah yang DIA berikan. So, apa istimewanya bekerja dalam pekerjaan ini?
Pertama, narsis dulu dong:) ini fotoku setelah pekerjaan selesai, aku menyempatkan diri menikmati udara sore yang menyegarkan. Kedua, ada banyak pembelajaran selama perjalanan ini, saat bekerjasama dengan mas Benny, saat kami ngobrol dan diskusi, saat kami makan ikan bakar bersama, saat ngobrol dengan salah satu peserta yang memilih untuk tetap berada di NKRI. Banyak sekali. Tapi satu hal yang aku ingin sharekan di sini adalah ketika aku berkenalan dan ngobrol dengan Julietty, yang biasa dipanggi bu Etty. Dia adalah....hm....koq lupa ya posisinya di Caritas??? Tapi dia datang dari Jakarta untuk mengawal kegiatan Lesson Learned ini. Saat kami jalan kaki makan siang bersama di warung yang sederhana, dia bercerita bahwa bersama anak dan suaminya mereka tetap melakukan bisnis warung makan setiap sabtu-minggu. Dia jualan nasi beserta lauk pauknya. Ha..ha...khas jawaban misua ketika ditanya mau makan apa. Well, tepatnya aku tidak ingat apa yang dijual, tapi pasti makanan nasi dan lauk pauknya. Waw....dengan pekerjaannya yang super di Caritas, beliau tetap konsisten untuk mengerjakan bisnis warung makannya. 
Jadi teringat dengan rencana-rencana kami yang sampai saat ini belum terealisasi. Apakah itu? Bisnis....dari bisnis jualan batik, bisnis warung makan, bisnis laundry....Wah...belum kesampaian deh. Dulu sempat bisnis bareng dengan 2 sohib, Ana dan Emma, tetapi berhenti di tengah jalan:( Sampai sekarang modal dan keuntungan yang walaupun sedikit masih tetap kusimpan, dengan harapan suatu saat masih memungkinkan untuk melanjutkan bisnis ini.
Well...back to lap top...jadi kawans...melalui perjalanan ini, Tuhan ingatkan aku bahwa berkat Tuhan itu tidak selalu dari pekerjaan tetap kita, tetapi juga bisa dari "pekerjaan sampingan", as long as...kita tekun, Tuhan pasti buka jalan dan memberkatinya. Pertanyaannya: Seberapa tekunkah kita menjalankan "pekerjaan sampingan" yang Tuhan juga mau berkati???

Happy Birthday, Sayang!!!

Ini merupakan hari yang ditunggu. Sebelumnya kami memiliki banyak rencana, akan tetapi sayang seribu kali sayang, rencana itu ditunda dulu beberapa saat karna tugasnya belum selesai dan tugasku banyak. Bete...itu awalnya:) tetapi aku tidak mau merusak hari ini dengan rasa bete, jadi mari kita menjalankan tugas masing-masing. He..he... 
Syukur diucapkan dalam doa tadi pagi. Yah...bersyukur karena pada pagi hari ini, aku bisa mengucapkan selamat ulangtahun, memeluk, dan menciumnya. Teringat tahun lalu aku tidak memiliki kesempatan itu karena aku diberi karunia oleh DIA bekerja di lapangan. Sebelum berangkat ke lapangan, aku sibuk menyiapkan sesuatu yang istimewa. Hm...kalo kado ulangtahun sih...rasanya tidak memberikan suprise, soalnya belinya sama-sama di...ha..ha...apalagi kalo bukan salah satu toko kesukaannya, Gramedia:) Aku membelikan Alkitab bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Bagus banget deh:) seperti terlihat di foto ini kan...:) Perpaduan bahasa indonesia dan inggris dan warna hijau, bok....Tapi setelah setahun berlalu, tra....la....itu jadi milikku. Maksudnya milik.....yo...aku yang sering menggunakanya, sementara dia lebih menikmat membaca Alkitab dengan tabletnya yang suka "hang" itu. Ha..ha...Oh iya, soal istimewanya itu...aku membungkus dengan kado dan kemudian meninggalkan sepotong kertas putih yang tidak istimewa. So...dimana istimewanya? Tra...la....rahasia.com deh...:)
Nah, untuk tahun ini pun tidak suprise juga. Lagi....lagi....lagi...tidak suprise, soalnya belinya bersama-sama. Ha...ha...susah juga kalo suami punya selera yang beda dengan istrinya, jadinya istrinya nggak pede beli sendiri :( Tapi satu sisi, kebersamaan membeli menjadi istimewakan...(halah....cari pembenaran:)
Wah....maksud tulisan ini apa ya? Koq kayaknya ndak jelas gitu? Ya tentu saja jelas dong...aku ingin menulis suatu tulisan di blog ini di hari ulang tahun suami terkasih. Diawali dengan rasa bete, kemudian, kesempatan di dekatnya pada hari H-nya, teringat kado ulangtahun setahun yang lalu, dan kado tahun ini. Oh iya, belum disebutkan kado ultahnya tahun ini yah...Hm...apa yah....(rahasia.com). Tahun depan aja disampaikan. Yah...kelamaan deh....Pokoke ini tulisan tentang perayaan hari ulangtahun suami terkasih. 
So...pesannya apa dong? Biasanya setiap tulisan ada pesannya. Hm...baik kecil maupun besar pemberian kita, tetapi yang diperlukan orang terkasih kita adalah perhatian dan di atas semua perhatian itu DOA adalah yang terutama. Jadi tidak perlu mengeluarkan biaya kan? Tetapi hati yang mau mendoakan:)  Jadi sudahkah kita memberi perhatian kepada orang terkasih kita? Bapak, mamak, mertua, sodara, ponakan, sahabat, dan bahkan teman di dunia maya pun itu berarti. Dan tulisan ini adalah satu bentuk ingatan bagiku bahwa aku perlu memperhatikan orang-orang yang Tuhan percayakan hadir dalam lingkar hidupku.

22 Maret 2014

STUPA, Harapan Menjadi Saluran Berkat

Bermimpi! Itu yang dilakukan keluarga besarku. Menerima berkat yang luarbiasa dan menjadi saluran berkat, itu visi Pdt. SP Sihombing. Bentuknya seperti apa? Berjalan pelan tapi pasti...visi itu tetap dipegang sampai memutih rambutnya dan jalan pun sudah tertatih-tatih karena dimakan usia. Tetapi semangatnya mengalahkan semua itu. Akhirnya di akhir tahun 2013, saat semua anak, menantu dan cucu bisa kumpul semua, tercetus impian itu dan diwujudkan dalam sebuah nama "STUPA". Wah...apa artinya ya? 

STUPA adalah sebuah lembaga non-profit yang dikelola dengan prinsip transparansi dan professional dengan tujuan untuk mendorong upaya dan inisiatif untuk mengembalikan relasi yang bermartabat antara alam dan manusia melalui penguatan pertanian yang berkelanjutan (Sustainable Agriculture), energi terbarukan (Renewable Energy), tata kelola sumberdaya alam (Resource Management) dan sistem ekonomi yang adil (Fair Trade). Strategi/pendekatan yang ditempuh adalah melalui penguatan kelembagan, kesadaran kritis warga atas wilayahnya, advokasi, community organizing dan gerakan prosumen (relasi produsen-konsumen).

Sumbangan pemikiran, tenaga, dan perhatian masih terus diupayakan untuk kereta STUPA agar terus berjalan, walau perlahan, tapi semangat yang mempeloporinya tidak pernah berhenti:)

Sementara itu dulu dah mengenai STUPA......:)

Justin, My Lovely Brother !

Bertahun-tahun dia hidup dalam dunianya sendiri. Sedih...tapi kami tidak dapat berbuat banyak. Hal-hal kecil yang kami lakukan rasanya tidak memberikan arti baginya. Mengingat perjalanan waktu, kami sempat kehilangan harapan, tetapi lihatlah sekarang, Tuhan bekerja secara luar biasa. Berkatnya mengalir, dalam segala keberadaan istrinya, Tuhan memberikan perubahan sedikit demi sedikit sampai saat ini, kami bisa ngobrol lagi dengan dia, duduk bersama lagi dengan dia, bercanda. Melihatnya tertawa terbahak-bahak ketika kakak pertama membuat lelucon, rasanya waktu yang berlalu itu tidak berarti apa-apa. Senyum yang mengembang, kebaikan yang terpancar, dan kecerdasannya terlihat. Tuhan punya rencana apa dalam hidupmu, bang? Sampai sekarang orangtua kita memiliki pengharapan dan keyakinan bahwa dirimu diciptakan Tuhan dengan maksud dan tujuan yang khusus untukmu. Bersyukur untuk orangtua yang dalam segala keberadaan mereka, mendukung dan mengasihimu dan kita semua anak-anaknya. 

Terus berharap dan percaya dalam setiap waktu yang berlalu. Itu satu jalan dalam menjalani hidup yang diberikanNYA kepada kita, dalam segala keberadaan kita. Dalam segala keberadaanmu, aku sungguh bersyukur memiliki berkat Tuhan memberikanmu menjadi salah satu saudara dalam hidupku. Apa kabarmu, dek? Bagaimana sakitmu? Bentuk kepedulian yang terungkapkan. Coba....banyakkah abang yang seperti dirimu? Hanya satu, yaitu abangku, Justin Mardoharris Sihombing :)

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio