22 Maret 2014

STUPA, Harapan Menjadi Saluran Berkat

Bermimpi! Itu yang dilakukan keluarga besarku. Menerima berkat yang luarbiasa dan menjadi saluran berkat, itu visi Pdt. SP Sihombing. Bentuknya seperti apa? Berjalan pelan tapi pasti...visi itu tetap dipegang sampai memutih rambutnya dan jalan pun sudah tertatih-tatih karena dimakan usia. Tetapi semangatnya mengalahkan semua itu. Akhirnya di akhir tahun 2013, saat semua anak, menantu dan cucu bisa kumpul semua, tercetus impian itu dan diwujudkan dalam sebuah nama "STUPA". Wah...apa artinya ya? 

STUPA adalah sebuah lembaga non-profit yang dikelola dengan prinsip transparansi dan professional dengan tujuan untuk mendorong upaya dan inisiatif untuk mengembalikan relasi yang bermartabat antara alam dan manusia melalui penguatan pertanian yang berkelanjutan (Sustainable Agriculture), energi terbarukan (Renewable Energy), tata kelola sumberdaya alam (Resource Management) dan sistem ekonomi yang adil (Fair Trade). Strategi/pendekatan yang ditempuh adalah melalui penguatan kelembagan, kesadaran kritis warga atas wilayahnya, advokasi, community organizing dan gerakan prosumen (relasi produsen-konsumen).

Sumbangan pemikiran, tenaga, dan perhatian masih terus diupayakan untuk kereta STUPA agar terus berjalan, walau perlahan, tapi semangat yang mempeloporinya tidak pernah berhenti:)

Sementara itu dulu dah mengenai STUPA......:)

Justin, My Lovely Brother !

Bertahun-tahun dia hidup dalam dunianya sendiri. Sedih...tapi kami tidak dapat berbuat banyak. Hal-hal kecil yang kami lakukan rasanya tidak memberikan arti baginya. Mengingat perjalanan waktu, kami sempat kehilangan harapan, tetapi lihatlah sekarang, Tuhan bekerja secara luar biasa. Berkatnya mengalir, dalam segala keberadaan istrinya, Tuhan memberikan perubahan sedikit demi sedikit sampai saat ini, kami bisa ngobrol lagi dengan dia, duduk bersama lagi dengan dia, bercanda. Melihatnya tertawa terbahak-bahak ketika kakak pertama membuat lelucon, rasanya waktu yang berlalu itu tidak berarti apa-apa. Senyum yang mengembang, kebaikan yang terpancar, dan kecerdasannya terlihat. Tuhan punya rencana apa dalam hidupmu, bang? Sampai sekarang orangtua kita memiliki pengharapan dan keyakinan bahwa dirimu diciptakan Tuhan dengan maksud dan tujuan yang khusus untukmu. Bersyukur untuk orangtua yang dalam segala keberadaan mereka, mendukung dan mengasihimu dan kita semua anak-anaknya. 

Terus berharap dan percaya dalam setiap waktu yang berlalu. Itu satu jalan dalam menjalani hidup yang diberikanNYA kepada kita, dalam segala keberadaan kita. Dalam segala keberadaanmu, aku sungguh bersyukur memiliki berkat Tuhan memberikanmu menjadi salah satu saudara dalam hidupku. Apa kabarmu, dek? Bagaimana sakitmu? Bentuk kepedulian yang terungkapkan. Coba....banyakkah abang yang seperti dirimu? Hanya satu, yaitu abangku, Justin Mardoharris Sihombing :)

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio