10 November 2017

Pulang Kampung ke Siantar

Nah...setelah urusan check up di Penang selesai plus nyobain makanan ini dan itu...maka aku menyempatkan diri untuk pulang kampunglah. Masak tinggal sejengkal lagi dari bandara Kualanamo ndak menyempatkan diri bertemu orang-orang terkasih:) 
Jadi...aku pulanglah ke rumah.Tapi berhubung sekarang kecepatanmengetik melambat....ha...ha...maka mari kita letakkan foto-fotonya saja dulu yang bercerita yah...:)
Jadi kali ini parade foto saja yah....yang penting ingat dulu moment-moment menyenangkan ini. Kiranya Tuhan memberikan kesempatan lagi untuk pulang dan bertemua emak dan bapak yang tercinta, ponakan yang smart, dan abang serta eda dan kakak yang super baik.
Hm...ada tambahan video nih....hanya beberapa detik saja, tetapi momen ini penting banget bagiku, yaitu makan bersama orang-orang terkasih dengan masakan mamak yang super duper enak, "Ikan Mas Naniura". Memang masakan emak yang paling enak sedunia.
Hm...ngences deh saat membayangkan lagi akan ikan mas naniura masakan mamak. Maluaite godang ate, omak....selalu menyediakan waktu untuk memasak makanan kesukaanku, walaupun sebenarnya ndak tega melihat mamak harus berlelah untuk masak di dapur. Hiks...omak sudah terlihat semakin tua. Rasanya ingin menolak, tetapi ingat suatu cerita bagaimana orang tua senang sekali membuat sesuatu yang membuat anaknya bahagia. Bahagianya orang tua adalah saat dia bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat anaknya bahagia, seperti saat kita masih kecil..dia melakukan apa saja agar kita anak-anaknya bertumbuh dan bergembira. Maka salah satu kebahagian omak adalah memasak masakan kesukaanku, ikan mas naniura. Mauliate godang ate, omak...:)






Check Up Ke Penang

Setelah sekian lama menunda untuk check up, akhirnya berangkat juga ke Penang untuk check up hasil operasi pengangkatan penyakit miom. Aku berangkat hari Sabtu, tanggal 29 September 2017. Sendiri sajah. Iyah..sudah bisa mandiri berangkat ke Penang, lagian kan tujuannya check up aja koq, dan Puji Tuhan hasilnya baik-baiks aja, walaupun setahun lagi masih harus check up untuk memastikan tidak terjadi pertumbuhan yang lainnya:).
Jadi bisa dikatakan selama perjalanan di Penang, aku sangat menikmati perjalanan, soalnya bebas bergerak kemana saja dan bebas bereksplorasi makanan. Ha..ha...tapi namanya juga hanya sebentar saja ya, maka nyoba makanan ini dan itu tidak banyak, tetapi aku cukup puas untuk makan apa saja yang kumau. Kemudian mampir beli oleh-oleh buat keluarga di Siantara. Hm...tidak banyak yang kuceritakan tapi biarlah beberapa foto menceritakan sendiri. Ha..ha...ketahuan kalau sudah mulai teler nih menuliskannya. Nah...benarkan...dengan foto-foto saja sudah menceritakan tentang makanan, lokasi tempat makan, dan tempat beli oleh-olehnya. Semoga ada kesempatan lagi ke sini berdua dengan suami, bisa makan apa aja yang enak :) dan...jalan-jalan mengeksplorasi kota tua Penang lah...:)

Perjalanan Di Kota Surabaya

Yippee....mengawali perjalanan ke 4 kota untuk satu pekerjaan ini adalah dengan berkunjung ke Kota Surabaya. Hm...tanggal berapa ya melakukan perjalanan ke Kota Pahlawan ini? Hm....oh iya...dari tanggal 7-13 Oktober 2017. Nah...tuh kan..kalau tidak segera ditulis perjalanannya, bisa lupa deh....Sik...asyik....bisa ingat memori yang sudah sebulan lebih nih. Ditemani secangkir kopi Blue Poda dan diiringi dengan derasnya hujan, sudah beberapa tulisan aku hasilkan sore ini lho:) Hm...tujuan menuliskan dalam blog ini lebih pada agar moment-moment itu tidak hilang begitu saja. Maklum, low memori ni sekarang. Mungkin akibat usia yang menua ya. Tapi apapun itu....aku senang bisa menuliskan setiap perjalanan kehidupanku dalam blog ini. Lagian tidak banyak teman yang mengetahui blogku ini lho:) Hanya beberapa teman dekat saja, kalaupun tahu nggak apa-apa juga sih..semoga apa yang ditulis menjadi satu inspirasi dalam hidup mereka yang membaca tulisan-tulisan perjalanan kehidupanku ini. 
Nah, kali ini perjalanan ke Kota Pahlawan terkait dengan pekerjaan yang sama di Riau, maka ini pun perjalanan yang tidak bisa diceritakan dengan gamblang, tetapi bahwa aku pernah melakukan pekerjana ini di Kota Surabaya....hm...itu sesuatu banget deh:) Jadi, lagi-lagi...aku cerita ajah ya tentang yang asyik...asyik ajah...:)
Pertama tentu cerita tentang makanan yang enak dong. Ha..ha...dari cari-cari info, makanan yang enak yang cukup dekat tempat menginap adalah nasi rawon setan. Beuh...sempat bilang sama driver gocar, "Mas...ntar kalau sudah selesai makan dari situ, ndak jadi setan toh?" Beuh...mas nya ketawa ngakak. Aih..senangnya bisa membuat orang tertawa terbahak-bahak ya...Rasanya....hm...enak....tapi tidak sesetan namanya....Ndak pedas-pedas amat koq:)
Nah, perjalanan kedua adalah aku di depan kafe Babeh. Hm...nggak ada yang istimewa banget dari lokasi ini, hanya ingin mengingat bahwa perjalanan tugas ke Riau ini bersama satu tim, yaitu Any Soendari. Orang yang dinamis...aktif...dan semangat. Belajar banyak pada semangatnya dalam bekerja:) Dan terakhir adalah perjalanan ke UIN Sunan Ampel. Trimakasih untuk satu kesempatan perjalanan bersama seorang teman yang semangat dan dinamis dan bisa bertemu banyak orang yang asyik-asyik...:)

Perjalanan Di Riau

Wow...luar biasa punya kesempatan bekerja di Provinsi Pekan Baru, Riau. Sudah lama sekali impian untuk bisa memperoleh kesempatan bekerja di Provinsi Pekan Baru, tapi ketika bermimpi, koq rasanya ndak mungkin ya. Soale...dari sisi pekerjaan rasanya jauh....Tapi Puji Tuhan...Dia tahu tentang keinginanku ini dan dia kabulkan, sehingga 22-27 Oktober 2017 lalu, aku diberi kesempatan ntuk bekerja di Riau.  Iyah...pekerjaan yang luar biasa juga...mengukur efektifitas pekerjaan suatu lembaga besar. Yippee...jadinya bisa ketemu orang-orang besar juga. Ha..ha...
Tapi karena pekerjaan itu adalah sesuatu yang tidak boleh dishare dengan terbuka, maka dalam tulisan ini aku tidak bercerita tentang pekerjaannya, tetapi bercerita tentang sekali dayung, 2-3 pulau terlampau alias...pertemuan dengan orang-orang dekat dalam hidupku yang tinggal di kota nan panas ini. Ini beberapa moment yang menyenangkan selama perjalanan ke Riau. 
Pertama, tentunya, aku menyempatkan bertemu dengan tanteku, adik bungsu mama. Dia seorang diaken di salah satu gereja. Walaupun aku tidak bisa menginap di rumah tane karena keterbatasan waktu, aku bisa berkunjung ke rumah tante dengan kebaikan hati dari temannya yang menjemput dan mengantarku ke rumah tante. Luar biasa baik hati teman tanteku ini ya. Datang ke hotel, menjemputku, kemudian diantar ke rumah tante hanya agar aku bisa main ke rumah tante sebentar, kemudian, kami makan mie pangsit yang super enak....jauh eh dari mie pangsit simpat empat Siantar:) Lalu kemudian menganta aku dan tante ke hotel lagi. Tante menginap semalam di hotel . Walau sebentar, tetapi perjumpaan itu menyenangkan, bisa mengungjungi adik mama:)
Yang kedua adalah, orang kedua yang penting untuk ditemui adalah sobat kuliah S2 ku, Cici.. Hiks...sayang aku tidak sempat main ke rumahnya, padahal dia sudah siapkan makan malam masakaan dia yang kurindu. Dulu, ketika kuliah di Yogya, kami sering kumpul di kos nya dan kami makan bersama. Perhatiannya luar biasa sebagai sahabat. Karena lagi-lagi waktuku yang sempit, lha..tiap malam pasti ada pertemuan dengan narsum, jadinya ndak sempat lagi ketemuan ma Cici di rumah karena saat aku bisa, dia ada tugas pula ke Padang. Hiks..jadinya kami bertemu di bandara, sesaat aku akan berangkat. Pertemuan hanya kurang lebih 15 menit...Terharu...dia menyempatkan dirinya bertemu, membawa anak-anaknya yang dengan pakaian seragam akan langsung berangkat ke sekolah setelah menemui aku di bandara. Hiks..terimakasih Ci....terimakasih Bening, Embun, dan Berlian.
Dan ketiga, nah....ini dia...menyempatkan diri makan yang enak di Riau. Di sepanjang kerja beberapa hari, rasanya belum menemukan makanan yang enak di lidah. Ternyata kata temanku yang pernah kerja di Riau, dia juga merasa makanan di Riau tidak begitu memuaskan. Hiks...kan jadi penasaran, masak si ndak ada makanan yang enak (pst selain dari mie pangsit itu ya:) Akhirnya malam terakhir, kami berdua dengan tim kerja, mampir di satu rumah makan terkenal, yang kebetulan tidak begitu jauh dari Grand Central Hotel Pekanbaru, tempat kami menginap. Kami makan di Pondok Patin H.M Yunus. Here we were....laper.....dan ya...lumayan untuk lidah yang sudah pengen maem berkuah dan pedas.
Satu lagi ni cerita, bisa berkunjung ke Balai Adat Melayu Riau. It's time to selfie...:) No cerita, soale terkait pekerjaan:) tapi senang bisa selfie di depan ini agar di masa yang akan datang, aku bisa ingat, aku pernah melakukan perjalanan pekerjaan di Riau ini.
 

Wajah Lugu SD Ku

Nah...ini adalah fotoku ketika lulus SD dari SDN 57 Padang, Sumatara Barat. Foto ni kulihat kembali ketika baru-baru ini aku terhubung kembali dengan kawan-kawan SD dulu. Hiks..terharu aku dengan respond kawan-kawan SD dulu. Rata-rata mereka masih mengingat diriku. Sementara aku yang low memori ini perlu bekerja kerja untuk mengingat wajah-wajah mereka di masa kecil dulu. Dan inilah wajah SD ku dulu. Lugu dan culun dengan rambut belah tengah panjangnya. Wow...
Jadi ingat masa SD di Padang. Yang pasti nangkap ikan di parit belakang sekolah. Hiks...jorok benar dulu ya. Ikan-ikan kecil di aliran parit aja ditangkapin. Tetapi itulah masa kanak-kanak...semuanya menarik untuk dikerjakan:) Kemudian ingat dengan ibu guru  yang senang melihat keseriusanku belajar lagu "Indonesia Raya", dan dengan bangga memintaku tampil untuk menyanyikan lagu tersebut. Hiks...tak taunya, di tengah bernyanyi dengan semanga 45, aku lupa deh lanjutan lagunya. Yah....penonton kecewa...termasuk ibu gurukuyang ndut tapi baik hati. Ingat dengan temanku yang mungil, Ismed dan Akmal....Aku baru ingat dengan jelas siapa mereka di masa laluku. Ha..ha...tapi yang kuingat persis adalah cowok keturunan china, tinggi besar, sangat menonjol tinggi badannya dibandingkan dengan teman-teman lainnya, sehingga aku ingat persis dengan dia, namanya Tongson. Hm...sayang dia tidak ada dalam WA group, belum terlacak keberadaannya. Dimanakah dia sekarang ini?

Tahap Lanjutan Kafe The Karanglo

 Well....pembicaraan beberapa waktu yang lalu saat abang pertama datang ke Yogya semakin terealisasi dengan komitmen dari ponakan memberikan waktunya untuk mendesign dan merenovasi rumah. Wow...mak jang....designnya luar biasa. Si pelit memberikan pujian aja mengatakan, "Bagus banget designnya ya, dek". Hm....jika sampai dia memberikan pujian, maka dijamin itu berlaku universal. Ha...ha...Kalau aku yang beri pujian, maka masih diragukan validasinya:) 
Nah, kelanjutan dari rencaan Kafe The Karanglo itu semakin mendekati dengan kehadiran ponakan nan pintar ini. Sodarapun mendukung proses untuk renovasi bangunannya, belum lagi dukungan dari sodara lain untuk memberi pelajaran penting dari proses mengenal benih kopi, bertumbuh, perawatan pertumbuhan, berbuah, pemetikan, pemilihan, penjemuran, roasting, sampai penyajian. Semua mendukung untuk proses pembukaan family bisnis ini. Sahabatpun memberi dukungan semangat dan suami pun melihat ini sebagai sesuatu yang sangat serius sampai dia bergumul untuk mengatakan tidak pada sesuatu yang penting juga dalam hidupnya. Hm...Jadi, apa lagi yang ditunggu? Semua telah tersedia....jadi mari belajar dari nol untuk melakukan impian ini. Do the best !
Jadi teringat percakapan dengan sang ponakan ketika dia mengatakan bahwa "Kita bekerja untuk kemuliaan nama DIA. Semua yang kita kerjakan akan hilang lenyap, tetapi ketika kita bekerja untuk kemuliaan nama DIA, maka semua itu tidak menjadi sia-sia" Wow...luar biasa sekali pernyataan sang ponakan yang masih muda belia. Wow...aku tertegur sangat dengan pernyataannnya. Bagaimana dengan dirimu? Seberapa jauh memahami konsep bekerja untuk kemuliaan nama DIA?? 
Eits...itu foto bukan di kafe ya...tapi di suatu tempat untuk melihat barang-barang yang akan dibeli. Saat amelihat barang-barang terjadi diskusi antara sang arsitek dengan calon barista dan chef the Karanglo :)

Mari Mulai Berolahraga Lagi

Yesss....setelah mabok dengan begitu mudahnya merasa lelah, maka rasa kapok menyerang. Bangun tidur pagi aja terasa lelah. Ini kondisi tubuh sudah nggak benar nih. Bangun selalu siang dan dalam keadaan merasa lelah, sampai-sampai berpikir, "jangan-jangan, ada suatu penyakit dasyat nih dalam tubuh". Itu saking merasa lelah, padahal baru bangun pagi. Hm...benar-benar....nggak benar nih. Gawats...
Akhirnya dengan susah payah bangun pagi dan dengan dorongan suami untuk memulai kembali olah raga teratur dan minum air putih yang banyak, maka sejak Senin, 30 Oktober 2017, kami berdua membangun olah raga pagi, pilihannya jalan pagi dan naik sepeda. 
Well...setelah hampir dua minggu, minus hari minggu, maka mulai terasa badan semakin fit, tidak merasa lelah lagi bangun di pagi hari. Setelah beraktifitas di pagi hari beberes rumah dan masak makananpun, badan tidak lelah seperti biasanya. Upaya jalan pagi atau naik sepeda setiap hari minus hari minggu dalam dua minggu sungguh mendatangkan banyak manfaat. Nih beberapa manfaat yang didapatkan:
  1. Yang pasti, kondisi badan tidak mudah lelah lagi. Yippeee....setiap bangun pagi tidak merasa lelah seperti biasanya.
  2. Merasa lebih fit untuk kondisi tubuhnya dalam keseharian beraktifitas. Yessss.......
  3. Wow...sudah bisa bangun jam 04.00 WIB lagi....Beuh...rasanya sudah lama sekali tidak bisa bangun sepagi itu. Senang rasanya bisa bangun sepagi itu lagi
  4. Dengan bangun lebih pagi, maka bisa memiliki waktu pribadi dengan DIA bersama suami. Yippeee.....asyik....bisa doa bareng, baca Firman bareng, diskusi bareng tentang Firman dan kembali bisa lebih terbuka membicarakan pergumulan yang terkait dengan pesan-pesan DIA. Wow....senang sekali rasanya.
  5. Bangun pagi dengan gairah....semangat...
  6. Bisa terkoneksi dengan kesegaran alam pedesaan. Luarrr...biasaa.....:)
  7. Pikiran yang dibangun semakin positif.....energi negatif semakin menipis karena dari mata melek, sudah dibangun sesuatu yang positif. Yipppee.....
Wah...pokoknya senang banget deh dalam dua minggu ini bisa konsisten bangun pagi dan olah raga pagi dengan teratur. Awalnya jalan kaki hanya 30 menit, tetapi sekarang sudah bisa 1 jam jalan pagi/naik sepeda. Wah....rasanya senang sekali. Semakin terasa fit...semakin terasa energik, semakin terasa semangat, semakin terasa optimis. Wuih...memang keteraturan bangun pagi dan olah raga itu mendatangkan banyak sekali  manfaat seperti yang sudah diuraikan di atas. Jadi...mari...mulai bangun kebiasaan bangun pagi dan olah raga pagi. Dijamin mendatangkan sukacita lho....
 

09 November 2017

Luka Yang Menua by Kak Boni

Wow...serius sekali judul tulisannya ya. Ehm...iyah sih...judul tulisannya cukup serius. Ini adalah materi yang dibawakan oleh Kak Boni di Kompak, 7 November 2017 yang lalu. Kelas Bertumbuh sudah selesai, tetapi kami melihat adalah menarik jika sebelum masuk ke Kelas Berbuah, maka ada materi tambahan, salah satunya adalah materi Luka Yang Menua. Hm...aku menuliskan dalam blog ini sebagai pengingat bahwa dalam proses ini, aku diingatkan tentang seseorang yang perlu aku cermati ketika berelasi dengan dia. Lewat materi ini, aku mencoba merangkai kenapa relasiku dengan dia sangat buruk :). Tapi tentang hal ini, tidak akan aku tulis dalam blog ini, tetapi ada beberapa point yang kutulis agar menjadi pengingat juga akan point-point materi yang disampaikan kak Boni.
Beberapa point yang menarik adalah:
  1. Teori yang disampaikan lebih pada pendekatan psikoanalisa dari Freud bahwa pengalaman di masa lalu itu berpengaruh pada kondisi kita. Jadi seumpama permukaan gunung es yang terlihat hanya sedikit saja, sedangkan yang tidak terlihat lebih besar.
  2.  Hm...lupa ayatnya tapi kira-kiranya dikatakan bahwa Allah  mau kita menjaga hati kita karena dari hatilah muncul sumber kehidupan. Apakah Amsal??? Lupa-lupa ingat. Tapi pointnya adalah bahwa hati kita perlu jaga karena hati berpengaruh pada banyak aspek kehidupan kita.
  3. Ketika kita mengalami situasi yang tidak mengenakkan hati, contoh konkrit kedukaan...janganlah kita "merohanikan" kondisi kita dengan tujuan kita cepat sembuh. Tidak...Yesus saja mengambil waktu menyendiri saat Dia mendengar bahwa Yohanes dipenggal kepalanya. Hatinya sedih sekali dan Dia tidak berpura-pura bahwa Dia baik-baik saja. Dia ambil waktu untuk berproses dalam rasa dukanya. Jadi mari....kita jangan melewati setiap tahapan dalam proses hati kita.
  4. Nah..cara kita ketika mengalami beberapa situasi hati yang tidak mengenakan adalah dengan kita berelasi dengan hati kita. Kita komunikasi dengan hati kita:) Jadi perlu ambil waktu deh untuk bicara dengan diri kita dan dengan Tuhan. 
  5. Nah, praktek yang dilakukan sbb:
  • Dalam dua detik, ingalah satu nama.
  • Nah, setelah ingat nama itu, maka tulislah dalam sebuah surat dan tuliskan apa yang kamu rasakan tentang orang itu.
  • Setelah kamu tuliskan, maka anggaplah orang itu ada  di depan mu dan bacakanlah isi surat yang kamu tulis itu.
  • Nah...kemudian...(tambahan dariku:) setelah kamu baca isi suratmu itu, kembali komunikasi dengan hatimu dan tanyakan kepada DIA, Dia mau bicara apa dengan situasi itu.
  • Proses ini tidak hanya terjadi sekali dan semua beres...tapi proses ini dilakukan berulang kali sampai tahapan kita lebih tenang dan lebih paham.
  • Nah...kira-kiranya begitulah point-point yang dipahami dari Kak Boni. Semoga bermanfaat ....dan monggo dipraktekan dan lihat manfaatnya:)

Happy Wedding, Mas Hery dan Kak Peter

Wow...perjalanan sejarah Kompak nih, pada hari dan tanggal yang sama, Sabtu, 4 November 2017, bersamaan melakukan pernikahan yang kudus. Kambing dan dombanya menikah di hari yang sama. Mas Hery, sebagai domba dari Kak Peter, yang menjadi kambingnya lebih dulu mengadakan pemberkatan pernikahan di pagi hari dan dilanjutkan resepsinya pada siang hari. Sedangkan Kak Peter melakukan pemberkatan pernikahannya sore harinya. Wow...selamat ya Mas Heri dan Mbak Dewi, serta serta Kak Peter. Tuhan memberkati hari-hari dalam kebersamaan kalian dengan pasangan masing-masing.
Nah...ini foto teman-teman Kompak sebelum berangkat. Yippeee...dengan dua mobil, kami berangkat bersama-sama. Nah berikutnya adalah foto Mas Heri dan Dewi, kemudian foto lagi sebelum pulang nih...dan foto pemberkatan Kak Peter.


25 September 2017

Persiapan Kafe Karanglo

Yes.....ide menjalankan bisnis dengan memanfaatkan rumah ini akan dilakukan segera. Awal dari persiapan dengan datangnya big boss cafe Poda :) Orang yang selalu mau belajar sampai datang ke Yogya dan Jawa Timur untuk mengembangkan ekspansi bisnisnya dalam bidang coklat nantinya.
Sebelum launching, mereka belajar lebih dulu. Nah...sambil menyelam minum air, maka kehadiran big boss cafe Poda diberdayakan untuk diskusi tentang memfungsikan rumah ini menjadi Kafe Karanglo. Hm...nama belum ditemukan, tetapi sementara ini mari kita sebut dengan Kafe Karanglo. Dimulai dengan diskusi mengenai hal-hal apa saja yang akan didesign, tanpa mengubah struktur bangunan rumah, hanya menambah meja bartender dan dapur dan mendekorasi ruangan. 
Mari kita lihat proses diskusi di dalam rumah sampai studi banding dengan mendatangi kafe-kafe yang ada di Yogya, tidak hanya kafe kopi, tetapi juga kafe teh, kafe Java Tea, di pinggiran jalan Ring Road. 
Perjalanan juga sampai ke kafe Filosofi Kopi. Hm...kafe yang sedang beken banget, dimana didahului dengan film perdananya Filosopi Kopi yang terkenal dalam dunia perfilman. Nah, ini nih menu kopi yang ditawarkan dan kami pesan saat mengunjungi Filosofi Kopi ini. Namanya persis seperti yang di film itu, salah satunya adalah kopi Timus. Tempatnya asyik...dan ramai sekali dengan pengunjung, kebanyakan kaum muda. Hm..sepertinya diperuntukan untuk kaum muda memang:) Big boss Cafe Poda mengatakan bahwa mesin kopinya itu bisa mencapai 200 juta. Alamak.......mahal bingits...
Hm...keder juga dengar harga mesin kopinya. Tapi tidak perlu khawatir...masing-masing punya kelebihan. Nah...mari kita cari kelebihan dari Kafe Karanglo nantinya. Kalau soal kualitas kopi....nggak kalah deh nanti sumber kopi Kafe Karanglo. Dijamin...!!! Lha iyah...wong kopinya sudah dieksport ke Korea dan juga Belanda. Kualitas eksport, bro...:)
Ok, sekarang mari serius untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Jadi kudu serius. Wuih....serius banget dengan bisnis ini. So...pastilah....kita seriusin agar minggu ketiga bulan Desember 2017 dapat dilaksanakan launching Kafe Karanglo ini. Yes....semangat....!!! Bersama menjalani Progo untuk mencari perlengkapan pecah belah perkopian :) Luar biasa semangat untuk membuka Kafe Karanglo ini.

Pelatihan PSMP, Kader Petani Kakao, Kab. Luwu

Wow....ini sesuatu yang menarik. Setelah mengikuti pelatihan di UC UGM tentang pelatihan PSMP pada bulan Agustus 2017, maka aku berangkat ke Kota Belopa, Kab. Luwu untuk melaksanakan pelatihan PSMP kepada para kader petani kakao yang nantinya akan menjadi trainer di desa mereka masing-masing.
Hm..ini perjalanan pertamaku di tahun ini. Setelah kurang lebih 8 bulan istirahat cukup banyak pasca operasi. Ehm...in action....menjadi trainer di tengah Kader petani kakao di Kota Belopa, Kab. Luwu itu.....sesuatu banget deh. Walaupun 3 malam tidur tidak nyaman (hi..hi...salah pilih hotel deh), dan beban kerja yang banyak sekali, tetapi aku sangat menikmati setiap proses yang ada. Bekerjasama dengan MT lokal, yaitu Bapak Pajar. Dia pekerja keras. Terlihat wajah lelah di wajahnya karena sebelum aku datangpun, dia sudah menyiapkan banyak hal sehingga kegiatan pelatihan kepada kader petani kakao ini dapat berjalan dengan optimal. Thanks, Pak Pajar.
Peserta pelatihan di Batch 1 termasuk banyak kamu muda. Ehm...menggunakan istilah dalam modul, kaum muda. Well...sekalipun udara panas, tetapi semangat belajar dari para peserta luar biasa. Setiap sessi diikuti dengan keseriusan tetapi sepanjang sessi kita juga bisa tertawa terbahak-bahak. Benar-benar kaum muda....Dan peserta pelatihan di Batch 2, justru sebaliknya, banyak kaum dewasa, tetapi semangat dan kemauan belajarnya tak kalah dengan peserta di Batch 1.
Satu hal yang mengharukan adalah, ketika salah satu ice breaker tentang memberikan penghargaan kepada siapapun yang telah memberikan pendapat, presentasi mewakili kelompok dan lainnya dengan memberikan buah-buahan di angan-angan.....eh...hari kedua, salah satu peserta membawa buah pepaya california kepada aku dan pak Pajar sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terimakasih karena sudah diberikan ilmu yang menolong mereka untuk memahami persoalan-persoalan sosial. Ach....aku juga berterimakasih untuk semangat kalian semua untuk belajar bersama dan Puji Syukur pada Tuhan karena kesempatan dalam pekerjaan ini mempertemukan aku dengan orang sederhana yang memiliki semangat luar biasa.

Edisi Jalan-Jalan di Kota Belopa, Kab. Luwu

Nah....ini dia nih....Mari bekerja dan kemudian jangan lupa untuk menikmati perjalanannya. Well...rasanya baru kali ini aku menerapkan pesan big bos..."Jangan lupa bergembira". Ha..ha..selama ini aku tidak menjalankan itu karena kerja ya kerja...tapi ternyata kerja sambil bergembira itu penting. Kebetulan juga nih....Pak Pajar yang menjadi teman di daerah juga mengerti perlunya bergembira dalam bekerja. Jadilah kami menikmati makan enak. Tentu makan enak itu adalah makanan khas Palopo, yaitu Kapurung. 
Selain Kapurung, ada Lawa juga. Hm...saat menuliskan ini, aku kebayang nikmatnya Kapurung dan Lawa. Apa sih Kapurung itu? Itu adalah makanan dengan berbagai jenis sayuran dan ada sagu nya plus dengan pilihan berbagai ikan. Nah...aku pilih ikan bandeng. Wow....enak banget ikan bandengnya lho. Jauh beda rasa ikan bandeng di sini dengan di Yogya. Jauh....jauh...banget. Di sini, enak banget....terasa manis dan segar sekali.
Wah....pokoknya...kalau datang ke Kab.Luwu lagi...bakalan ngejar Kapurung dengan ikan bandeng bakar dan Lawa. Oh iya, Lawa itu adalah ikan laut yang tidak dimasak dengan api, tetapi makan mentah dengan bumbu-bumbunya. Hm...seperti masak ikan naniura ala bataklah, tetapi ini tidak begitu kental dengan bumbu seperti naniura. Tapi....asli ngenes nih membayangkannya. Ha..ha...Nah, belum lagi makan di TPI....sayang tidak dapat pemandangannya karena kami datang sudah malam hari, selepas kerjaan selesai dan menanti datangnya Nevi dari Kab. Luwu Utara. Syukurlah, walaupun tidak dapat pemandangannya, tetapi kami sempat menikmati makan ikan bakar kakap merah dan....hayah...lupa nama ikan satunya. Ha..ha..soalnya biasanya tahunya ikan gembung....ikan asin...tahu dan tempe deh...:)
Oh iya...satu lagi nih...mari berselfi di depan kantor Pemda Kab. Luwu, terlihat tulisan Kota Belopa di puncak bukitnya, dan Mesjid baru yang besar....Luar biasa...

Jejamuran Lagi...Bersama Pak Dave

Rasa sedih setelah mengantar Pak Yohanes ke tempat peristirahatan terakhirnya masih mengikuti dalam perjalanan pulang kami. Dalam perjalanan pulang, kami mengalami jalan yang panjang, tersesat oleh GPS yang menjadi pegangan kami. Kami melalui jalan-jalan desa yang kecil. Untunglah akhirnya kami sampai juga ke jalan besar Ring Road :) Lalu dengan segera kami meluncur ke Rumah Makan Jejamuran. Waktu sudah menunjukkan jam 16.00 WIB. Rasa lelah dan lapar menyatu yang mempercepat si abang mengendarai mobil menuju Jejamuran. 
Wow...akhirnya sampai juga di rumah makan ini lagi. Dengan cepat, aku memesan berbagai menu yang mengundang selera, apalagi saat lapar...bukan hanya mengundang selera tetapi juga mengundang air liur :)
Rasanya aku memasan sedikit makanan untuk kami bertiga, tapi koq ya kenyang banget ya. Hm...menu pesanan kami adalah 2 sate, 1 tongseng, 1 cah kangkung jamur, 1 tom yam, 1 asam manis. Minumnya sederhana saja, 2 teh dan Pak Dave tidak pesan minuman apapun karena ada sebotol aqua di tangannya. Nggak banyak kan? Tapi.....alamak....kita makan dengan lahap dan kenyang sekali. Nggak tahu nih, lahapnya karena enak apa karena sudah laper banget ya...Ha..ha...Tapi yang pasti, senang melihat Pak Dave makan dengan lahap, dia menikmati setiap menu yang ada. Tadinya aku sudah khawatir beliau tidak akan suka jamur, eh...ternyata....oh...ternyata...dia suka makan jamur dengan bumbu asia banget:). Jadilah kita makan dengan nikmat. Harganya? Hm...masih terjangkau oleh dompet ini:) Setiap saudara, keluarga atau teman yang datang ke Yogya, salah satu menu yang wajib dinikmati adalah Jejamuran ini. Sampai sejauh ini, semua teman, sodara dan keluarga yang diajak menikmati makan menu jejamuran ini.

Selamat Jalan, Pak Yo

Kabar duka itu kami terima subuh dari Kak Asther, rekan satu pelayanan di KOMPAK, bahwa Pak Yohanes, suami dari Ibu Rosa, telah memenuhi panggilan dari Bapa Surgawai pada dini hari Selasa, tanggal 19 September 2017.  
Beberapa hari sebelumnya, beliau sempat dirawat di RS Bethesda selama beberapa hari. Aku dan abang masih sempat bertemu dengan beliau dan melihat kondisinya yang lelah dengan penyakitnya. Sebelum itu, pernah satu-dua kali juga kami berkunjung ke RS menjenguknya, tetapi kondisinya masih semangat, tetapi saat kami datang dan bertemu terakhir kalinya, dia terlihat lemah. Malam sebelum dia pergi, abang sempat berkata "Dek, apakah memang ini waktunya bagi Pak Yo ya?" Lalu aku jawab, " Hus...koq mikir gitu sih". Aku mengingat Pak Yo yang memiliki semangat yang luar biasa dalam menjalani hidupnya walaupun dia sudah mengalami sakit ginjal sejak 9 tahun lalu dan harus mengalami cuci darah selama itu. Tetapi perjuangan Pak Yo sudah selesai di dunia ini pada Selasa dini hari yang lalu. 
Aku tidak dapat membayangkan bagaimana hancurnya Ibu Rosa dalam menghadapi situasi ini. Jadi ingat masa lalu dulu....saat mengalami betapa sedihnya ditinggal, padahal hanya mengenal sesaat. Tak bisa kubayangkan apa yang dirasakan oleh Ibu Rosa saat ini, setelah Pak Yo pergi untuk selamanya. Saat bertemu dengan Ibu Rosa, aku tidak dapat mengatakan apa-apa selain hanya pelukan yang erat dan diam seribu basa. Tak sanggup aku mengucapkan kata-kata penghiburan. Aku hanya bisa berdoa dalam hati untuk kekuatan dan penghiburan dari DIA untuk Ibu Rosa, Yola, Samuel dan keluarga besar. Selamat jalan, Pak Yo...Walau kita jarang komunikasi, tetapi semangatmu dalam menjalani hidup di atas penyakit yang Engkau derita mewarnai satu sisi dalam kehidupanku. Trimakasih untuk warna cerah yang Engkau hadirkan dalam hidup ku dan bang Ramses melalui cerita kasih mu dengan Ibu Rosa. Berbahagialah Ibu Rosa memiliki cinta kasihmu dan begitu juga Yola dan Samuel.

Pembinaan Bidang 5, GKI Gejayan

Bidang 5, GKI Gejayan melakukan pembinaan bagi para aktivis di GKI Gejayan pada hari Sabtu-Minggu, 23-24 September 2017. Salah satu komisi yang adalah KOMPAK, di mana ada beberapa rekan yang mengikuti pembinaan ini, yaitu: Kak Asther, Kak Othie, Fisti, Olga, Sandi, Jejep dan Bang Ramses. Senang melihat teman-teman bisa mengikuti kegiatan ini.
Aku percaya mereka mendapatkan penyegaran kembali dan semangat untuk melayani dalam komisi masing-masing. Sayang aku tidak bisa ikut kegiatan ini karena dalam waktu yang bersamaan, aku mengikuti kegiatan Reuni Perak Padmanaba Angkatan 47 di SMA 3, Yogyakarta.
Hm...tulisan ini aku buat karena ada foto yang bagus yang dapat menjadi pengingat untuk perjalanan ke depan. Yup...bahwa abang semakin terlibat dalam pelayanan semenjak bergabung dalam Pancaran Anugerah. Proses yang dilaluinya di Pancaran Anugerah memperkuat hatinya untuk ambil bagian dalam pelayanan. Hi..hi...kadang malahan aku yang mengerem langkahnya agar tidak mengikuti jejakku waktu muda dulu, hanya bergerak di seputaran aktivitas pelayanan, bukan pelayanan yang sesungguhnya. Aku tidak mau dia mengalami itu, maka ada saat aku mengajak dia "ngerem" langkah yang diambil. Fokus dalam pelayanan itu penting sehingga kita tidak terjebak dalam banyaknya aktivitas pelayanan, tetapi melupakan proses kita dalam bertumbuh mengenal DIA. Dalam semua pelayanan yang diambil, jangan sampai kita bablas dalam banyaknya kegiatan, tetapi lupa pada hati yang hancur di hadapan DIA. 
Wow...jadi ingat video yang dikirim oleh Ibu Pdt. Rimma tentang hati yang hancur dalam pelayanan itu adalah sangat....sangat..penting. Hm...jika mendengarkan video itu...rasanya aku perlu berpikir ulang lagi tentang pelayanan yang dilakukan selama ini. Hm....dalam sekali isi pesan dari David Wilkersons. Siapa sih sebenarnya David Wildersons ini? Siapapun dia...yang pasti...pesannya sangat dalam sekali...menohok hati ini....

Reuni Perak Padmana Angkatan 47 (1989-1992)

Yippeee.....akhirnya bisa juga mengikuti reuni perak padmana angkatan 47 (1989-1992). Pada tanggal 23-24 September adalah hari yang patut dikenang dalam memori, reuni perak Padmanaba angkatan 47.
Tadinya sudah kasih kabar kepada teman panitia kalau bakalan ndak bisa datang karena ada pekerjaan yang mengharuskan ke luar daerah. Tapi Puji Syukur....akhirnya bisa mengikuti reuni perak ini.
 Wow....walaupun dulu aku adalah siswa yang pendiam...Ehm....tapi setelah 25 tahun....rasa haru biru juga mengingat sekolah ini. Engkau masih anak sekolah....(Lagu Chrisye....) Yup...25 tahun lalu, aku ternyata masih anak sekolah, yang lucu dan imut...seimut adik-adik yang ditemui di kelas saat memasuki kelasku yang dulu. Wow....mereka melihat kami seperti sudah tua banget. Ha..ha...baper sih....
Melewati lorong ini serasa masih muda kembali, soalnya ndak ada adik kelas yang imut dan lugu...time freeze...Benar-benar serasa muda kembali. Wow....masih serasa mimpi, 25 tahun lalu aku bersama teman-teman SMA di sini. Wow...Wow...banyak kenangan, yang pasti, aku adalah siswa yang pendiam sekali. Hi..hi..sampai di kuliah juga aku selalu mendeklarasikan kalau aku adalah anak yang pendiam, tetapi tidak ada satupun teman yang menyetujuinya, sampai sekarang. Hi..hi...masih berasa anak yang pendiam, padahal misua bilang, aku istri yang cerewet. Hm....
Nah, kembali ke reuni perak ini, kami bersama teman-teman dan guru wali kelas, Ibu Anna Woro, guru bahasa Jerman, "Ich liebe dich, Bu Anna..." Kami berfoto bersama dalam kelas. Tidak semua teman bisa datang, tetapi koq serasa kelas ini sempit ya. Rasanya dulu.....dulu...25 taon yang lalu, ini kelas serasa luas....tapi sekarang berasa sempit deh...Hm...tanda emang sudah mengembang ke kanan dan ke kiri, ke depan dan ke belakang nih badan. Ha..ha...Ini foto bersama tampak depan ruang kelas dan juga duduk manis di meja kursi saat sekolah dulu. Wow...tuh Koko mau terbang ke masa lalu, ke 25 taun silam. Ha..ha..siswa iseng...teman-temanku memang pada iseng banget dulu. Ya...bolos lompati jendelalah...buang angin yang memabokkan seisi kelas, sampai-sampai Ibu Anna ngambek tidak mau mengajar satu semester bila tidak ada yang mengaku. Dan....itu teman-teman memang kompak banget.....semua diam seribu bahasa. Ha..ha...
 Yang cewek-cewek..?? Tuh...pada masih centil. Terlihat kan? Lupa kalo pada sudah punya anak SMA juga. Ha..ha...tapi itulah semangat muda yang muncul saat ketika kumpul bareng lagi bersama teman SMA. Masa muda yang sangat indah....masa yang menyenangkan...rasanya tidak ada persoalan yang tak bisa diatasi. Semua adalah sesuatu yang menyenangkan. Hi..hi...jadi maksudnya sekarang tidak menyenangkan? Menyenangkan juga, tapi beda nilai rasanya. Ha..ha... Ini adalah guru-guru yang mengajar dan mendidik kami 25 tahun yang lalu. Luar biasa....guru yang mengajar dari hati selalu dihormati dan dikenang oleh siswanya. Terimakasih bapak dan ibu guru. Pengabdianmu terlukis dalam perjalanan hidup siswa dan siswimu. 
Bersyukur untuk semua itu. Aku bersyukur pernah mengalami sekolah di SMA 3 Padmanaba, mengenal teman-teman yang rendah hati, saling mendukung, kebersamaan menjadi nilai yang penting di antara teman sekelas. Mungkin aku tidak terlalu dekat dengan mereka saat itu karena aku anak pindahan yang masih membutuhkan proses adapatasi, si pendiam dan pemalu. Halah....(sekarang malu-maluin). Dan....seiring dengan waktu, aku kembali diingatkan bahwa hidup itu dijalani dengan syukur kepada Sang Pencipta dan Pemberi Berkat. Mari....kita jalani kehidupan ini dengan mengingat siapa DIA dalam hidup kita, maka perjalanan naik dan turun itu menjadi suatu hal yang indah. Love you, guys.....

22 Agustus 2017

Retret Kompak GKI Gejayan, 19-20 Agustus 2017

Wow...baru aja selesai pelatihan di hari Jumat, eng..ing...eng....Sabtu dan Minggu sudah beracara dengan Retret Kompak GKI Gejayan, 19-20 Agustus 2017. Rasa penat selama seminggu mengikuti pelatihan terobati dengan keriuhan dan kehangatan teman-teman Kompak, apalagi dipandu dengan MC yang lucu abis, Kak Maria. Asyik...deh...plus...dengan Firman yang dibawakan oleh Bang Tuan Juniar Situmorang, yang panggilan kerennya adalah Bang TJ. Wow....luar biasa sekali. Perlu berpikir untuk mencerna setiap pernyataan Bang TJ. Hi..hi..mungkin karena rasa penat juga yah...tapi beberapa point yang disampaikan oleh Bang TJ adalah bahwa kita ini turut serta dalam rangkaian Kerajaan Allah di muka bumi ini dan kita adalah carang yang hidup karena aliran yang mengalir dari pokoknya. Jangan tambahkan beban rohanimu dengan berbagai disiplin.
Cukup sudah membebani dirimu dengan kuk-kuk rohani tersebut. DIA datang untuk membebaskan kita. So...displin rohani menjadi tidak perlu? Well....bukan itu pertanyaannya, tetapi sejauhmana dalam menjalankan semua disiplin rohani itu kita melakukan bukan karena beban di hati, tetapi dasar dari melakukan semua itu sudah seharusnya kita selangkah lebih maju, yaitu kita melakukan karena kita rindu dan haus untuk selalu bertemu dengan DIA. Gali dan gali lah Alkitab bukan karena disiplin yang mengikat diri tetapi gali dan galilah Alkitab karena kerinduan dan rasa haus untuk bertemu dan mengenal DIA lebih dalam dan lebih dalam lagi. Mak jleb.....dalam banget.....teguran dan sapaan DIA melalui Bang TJ.

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio