26 Januari 2017

Penghematan ala Voucher Parsley :)

Tadi terinspirasi menulis tentang tahun penghematan karena ingat dengan kejadian voucher yang kami dapat dari salah satu bank pemerintah. Voucher itu membuat kami mengambil keputusan untuk menggunakannya tadi malam dan makanlah kami di Parsley, jalan Kaliurang.Tidak ada yang salah dengan voucher itu, masih berlaku koq:) Hanya aku jadi terinspirasi menulis tulisan dengan judul tahun penghematan karena jadi merasa perlu menuliskannya agar menjadi pengingat dalam proses belajar menghemat tahun 2017 ini karena kegagalan melakukan penghematan dalam makan malam tadi. Dimanakah letak kegagalan penghematan voucher tersebut? Ini dia ceritanya, tapi sebelumnya, coba lihat foto di bawah ini. Apa yang salah?


Hm...tidak ada yang salah dengan voucher maupuan makanananya. Pilihan makananya adalah nasi goreng ikan teri dengan segelas chocolate houten dan sop tulang iga bakar dengan segelas cappucino. Makanannya enak dan kami menikmatinya. Nah...yang salah dalam moment ini terkait dengan tulisan tahun penghematan adalah....hi..hi...jadi malu. Kan ceritanya kalau mau makan di luar itu, pilihannya nggaklah makan nasi....kedua kalau makan di luar itu bukan karena laper.....ketiga kalau makan di luar itu disesuaikan budgetnya. Ha..ha...ketiganya gagal, bok. Lha gimana....??

Lha iyah...Tadi ceritanya kan mau keluar bukan khusus untuk memanfaatkan voucher tersebut, tetapi tujuan pertama adalah untuk mengirim jualan si abang, lah...JNE sudah tutup, nah, tujuan kedua adalah makan di Parsley. Saat duduk di meja makan, lupa deh sama kesepakatan bersama bahwa ketika makan di luar maka menunya bukanlah makanan yang mengenyangkan rasa lapar alias nasi, tetapi menu di luar nasi, misalnya pizzakah, pastakah, saladkah, kopikah, kuekah. Lha ini pilihannya adalah nasi goreng dan sop iga bakar karena jam makan malam dimana tadi sebelum keluar rumah tidak makan di rumah dulu. Jadi karena perut dalam keadaan laper, maka mata tertuju pada menu makanan yang mengenyangkan deh....:) Dan berikutnya adalah....budget makanannya...yah, ndak banyaklah ya karena kan sudah menggunakan voucher 100 ribu, jadi paling ntar nambah 10 - 20 ribulah dan ternyata saudara...saudara.....hiks...60 rebo.....setelah dikurangi voucher 100 rebo itu.

Jadi gagallah cerita mau menerapkan penghematan ala voucher Parsley Jakal ini:( Jadi pembelajaran dari kejadian ini menginspirasiku untuk menuliskan tulisan sebelum ini dengan judul tahun penghematan dengan harapan, dengan menuliskannya, maka ide-ide penghematan itu menjadi nglotok di otak sehingga ada sinyal "warning" saat ada situasi seperti di atas:) Hm....mari mengingat-ingat strategi-strategi yang sudah dituliskan agar benar dapat diterapkan:)

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio