01 Februari 2017

Evaluasi Hidup Hemat

Waw...ini sudah tanggal 1 bulan Februari 2017. Cepatnya berlalu. Jadi ingat dengan komitmen bersama untuk hidup irit atau lebih tepatnya komitmen untuk hidup hemat atau mengelola keuangan dengan lebih baik dan bijak. Hi..hi...ada yang protes dengan kata irit karena mengandung kata pelit. Jadi yang lebih tepat bukan irit, tetapi hemat atau lebih tepat lagi mengelola keuangan dengan lebih bijak.

Melihat kembali tulisan sebelumnya tentang tahun penghematan dan mencheck strategi apakah yang telah dilaksanakan selama bulan Januari 2017? Wel...mari kita lihat satu persatu:
1. Belanja harian -- isi kulkas

  • Well ini sudah berjalan sampai sejauh ini. Sebelum belanja ke pasar, mencheck terlebih dahulu isi kulkas, bahkan saat memasak ketika ada bahan yang sudah habis, maka langsung dicatat dalam buku catatan. Hasilnya apa? Boleh jujur ni? Bisa dikatakan tidak ada belanjaan lagi yang membusuk di kulkas. Luar biasa ya. Tepuk tangan dong....Dampak dari proses ini adalah, ketika membeli belanjaan di pasar, selain melihat daftar belanjaan, terjadi proses mengukur jumlah yang mau dibeli. Dulu, jika mau beli tomat, jeruk nipis, telur, jenis sayuran....beli apa saja dengan pemahaman..."buat persediaan". Well...memang tersedia selalu sih, tetapi sering sekali membusuk di dalam kulkas. Sekarang jika beli tomat, jeruk nipis tidak lagi jor-joran, setengah kilo atau sekilo, tetapi beberapa buah saja, secukupnya sampai belanja berikutnya:)
  • Berkat yang diterima disyukurin dan dihargai dengan memanfaatkannya dengan baik. Sering sekali sepulang dari kegiatan gereja atau rapat kerja mendapat berkat makanan. Selama ini pasti tu makanan langsung masuk kulkas dan lupakan keberadaannya. Jika ingat maka dimakan, jika tidak maka lagi-lagi membusuk di kulkas. Sekarang? Well...pertama menjadi belajar untuk bersyukur untuk setiap berkat makanan yang diterima. Artinya melihat itu sebagai berkat yang Dia berikan. Berkat itu tidak harus honor yang tinggi baru bersyukur, atau dapat beli mobil baru bersyukur. Tidak...sekarang, setiap apa yang diterima, bahkan untuk satu kotak nasipun patut disyukurin karena itu adalah pemberian dari DIA. Hm...sepele ya...tapi jika kita mengingat masih banyak orang yang tidak bisa makan atau makan ala kadarnya, wah.....jika mengalami seperti mereka baru mungkin kita bisa belajar mengucap syukur untuk setiap makanan yang kita terima dengan gratis:). Jadi sekarang, aku sudah bisa bersyukur untuk setiap makanan yang diterima, tidak menganggap itu kecil dan tidak berarti sehingga akhirnya makanan itu tidak membusuk di kulkas.
2. Makan di luar
  • Budget sudah dibuat dan sudah berpikir dengan lebih matang saat akan makan di luar dan hasilnya...pengeluaran untuk makan sudah jauh berkurang dari waktu sebelumnya, tetapi bulan ini masih di atas budget:) Tidak apa-apa, yang pasti ada kemajuan, yaitu membuat budget, frekuensi makan di luar berkurang 50% nya:) Luar biasa ya? Tepuk tangan dong...:) Apa dampak lainnya ya? Well...sekarang aku benar-benar memikirkan hari ini mau masak apa ya? Menu untuk besok apa ya? Lauknya? Sayurnya? Buahnya? Makanan ringanya? Wah...wah....menurutku itu suatu kemajuan...jadi ada perubahan hati dalam memasak. Kalau sebelumnya, masak ala kadarnya dan jika malas, ya....hayukkk makan di luar. Akibatnya? Sangatlah boros. Dibuat budget makan di luarpun akan tetap tidak berhasil karena sangat mudah untuk mengambil keputusan makan di luar. Dampak lainnya? Sekarang, sebelum keluar rumah sudah berpikir kira-kira akan lapar apa tidak ketika di luar ya? Jika lapar, maka makan dulu deh sebelum keluar rumah atau jika tidak sempat, siapkan buah dan kue yang ada di rumah. Praktis kan? Jadi tidak akan kelaparan:). 
3. Belanja bulanan
  •  Hm....godaannya tinggi sekali ketika ada discount sampai lupa bahwa di rumah masih tersedia. Tetapi sekarang ketika melihat discount, hi..hi...aku sudah seperti temanku itu...mari senam jari di atas kalkulator. Berhitung deh...
  • Sebelum berhitung, lebih dulu berpikir...hm...persediaan masih ada apa tidak ya? Lha...selama ini, bisa beli keperluan bulanan double mak jleb. Ha..ha...istilahnya!!! Iyah, beli ini dan itu, eh...sampai di rumah ternyata masih ada 2 atau 3 bungkus di rumah. Well...emang sih masih bisa dipakai untuk bulan berikutnya dan berikutnya, tetapi pembelajaran yang kuambil dari proses ini adalah perlunya kita membuat daftar belanja bulanan dan mencheck terlebih dahulu persediaan di rumah sehingga ketika di supermarket, kita tidak dengan mudahnya mengambil ini dan itu. Kita berpikir apakah ini ada dalam daftar? Jika tidak ada, apakah ini perlu dibeli sekarang? Kalau tidak seperti itu, ya...lagi-lagi pengeluaran akan "bengkak" setiap bulannya. Akhirnya tidak sesuai budget deh. Lah...kalau setiap bulan begitu, ya nggak bakalan bisa kelola keuangan donk! Dengan membuat daftar belanjaan saja, masih "bengkak" rasanya, tapi sudah berkurang "bengkak"nya. Ha..ha..
Well...itu dululah yang bisa dievaluasi. Hm..rasanya ada perkembangan yang baik deh, so...tepuk tangan dulu donk! Yuk...terus mempertahankan ini dan perlu dievaluasi untuk strategi yang lainnya ya...Siap.....!! Untuk strategi lainnya perlu dievaluasi akhir bulan Februari ini deh.

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio