09 Februari 2017

Penyakit yang diangkat!!

Well....19 Desember adalah satu  masa dalam hidupku yang "menggetarkan". Menggetarkan dari sisi kesehatan, keuangan, masa depan, kekeluargaan, pertemanan. Iyah...aku sakit miom yang sudah menahun. Salah satu kebandelan dan tidak mendengarkan apa kata orangtua ya....sakit miom ini. Sudah lama emak mengingatkan untuk periksa ke dokter ketika masih juga belum hamil-hamil. Hm..karena terlalu menikmati masa berdua atau juga ada unsur ketidaksiapan, maka enjoy aja dalam kondisi berdua, tidak resah dengan situasi itu. Tetapi memang perlu belajar mendengarkan apa kata orang tua dengan lebih baik lagi. Ternyata salah satu penyebabnya adalah adanya si miom dalam rahim. Sudahlah tahu, tetapi masih saja merasa tidak apa-apa karena memang tidak menyebabkan keluhan sakit apapun. Akan tetapi si miom semakin membesar dan akhirnya dia mendesak di bagian dalam dan sudah saatnya diangkat:( Sayangnya diangkat bersamaan dengan anugeraha Allah dalam hidup seorang wanita.

Nah...ini satu moment yang menggetarkan ketika memilih antara kesehatan dan terselipnya kerinduan yang justru semakin nyata ketika dia mau diambil:(. Tidak ada pilihan lain karena sudah menyebabkan resiko nyawa. Kesiapan hati sangat diperlukan. Dukungan abang, keluarga dan sahabat sangat menolong untuk melalui semua itu. Doa dan dana mengalir, bahkan ponakanku yang memiliki kepekaan rasa juga mendoakan aku dengan sangat detil. Hiks..terharu mendengar ketika mboknya menyampaikan cerita itu.

Terharu dengan dukungan keluarga, dukungan doa yang tiada putus dan juga dana, dari yang memiliki hidup banyak berkat sampai yang cukup berkat, semua berkontribusi mendukung biaya operasiku ini. Luar biasa....!! Belum lagi dukungan dana dari rekan kerja yang tak terduga. Betapa tak menyangka akan dukungan mereka. Ach...semua mendukung. Orang tua yang sangat khawatir dan akhirnya bisa merasa lega setelah melihat borunya sampai di rumah:). Sungguh menggetarkan pengalaman ini. Mungkin bagi orang lain berkata, "Aih....biasa lagi operasi seperti itu". Yah...memang biasa karena banyak perempuan yang mengalami, tetapi bagaimana perjalanan dari bandelnya, kemudian mengetahui, dan berusaha dengan cara sendiri dan akhirnya menjalani dengan berbagai cerita dukungan yang mengharukan. Semua itu menjadi tidak biasa bagiku.

DIA yang sangat paham dengan kebandelanku tetap menyatakan kasihNYA dengan memenuhi segala yang kuperlukan untuk operasi ini dengan cara-caranya yang tak terduga. Aku hanya bisa berkata,"Trimakasih untuk kasihMU, pemberianMu melalui kasih dan kepeduliaan orang-orang yang Engkau hadirkan dalam hidupku". Satu penutupan kejadian tak terduga adalah saat mendapatkan berita bahagia dari si M:) Siapakah dia? Yang pasti kami percaya dia dikirim oleh tangan TUHAN:)

Belum lagi dengan moment ini menjadi ada moment indah lainnya. Betapa tidak, yang harusnya tidak bisa pulang dan "berdamai" dengan masa lalu, akhirnya diberi kesempatan untuk "berdamai" dengan masa lalu. Doa yang terjawab, walaupun secara logika rasanya tidak mungkin terjadi. Tuhan buat semuanya baik sekali.

Jadi, dengan semua pengalaman yang "menggetarkan" ini, apakah aku masih perlu bersedih? Yah...ada masa berduka atas kehilangan anugerah itu, tetapi akan sampai berapa lama? Dengan doa dari Cici yang baik hati, aku disadarkan arti rasa di relung hati akan masa berduka atas kehilangan anugerah itu. Trimakasih, Ci..:) Akan tetapi aku juga bersukacita dengan semua moment yang luar biasa itu. Tak terceritakan satu persatu:) 

Jadi, terimakasih untuk kalian semua yang memberi warna dalam momentku ini, terkhusus buat abang sayang yang terus mendukung walaupun dirimu berduka atas kehilangan itu.

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio