01 Juni 2017

Duniaku dan Facebookku

Saat sedang sibuk sekali, maka aku tidak pernah membuka facebook. Selain karna di HP ku ndak bisa buka Facebook, ya...pastinya lebih memilih tidur daripada melihat facebook. Tapi ketika ternyata waktu luang cukup banyak, maka akupun memilih melihat dan membaca facebook tentang cerita teman-teman, baik yang dikenal dekat maupun yang dikenal samar-samar:). Yah..samar-samar...karena selain karena aku memang memorinya menurun, juga karena banyak sekali yang menjadi friend tanpa ingat mereka dengan baik. Tapi itulah salah satu asyiknya dunia facebook, kita bisa menjadi punya banyak kawan di sana. Kita juga bisa menjadi berkomunikasi lagi dengan banyak teman-teman lama.
Hanya....setelah semakin aku rajin membaca facebook, sempat muncul dalam pikiran....aku tuh rasanya adalah orang yang ekstrovert (merasa ekstrovert seh...), tapi koq ya....ketika baca dan lihat berita kawan-kawan, ada rasa....hello....koq aku ndak seperti mereka ya? Maksudnya mau bercerita tentang apa saja dalam facebook mereka. Hm....apa aku sedang bermetamorfosis menjadi introvert? Katanya seh...suami istri itu saling mempengaruhi. Lha...aku bersanding dengan pria yang sangat introvert (dulu seh....). Hi..hi...
Tapi memang kayaknya ada yang kurang pas aja sih waktu baca berita kawan-kawan di facebook. Yang kurang pas itu adalah.....hm...apa yah? Koq ndak bisa menemukan kata yang tepat. Hm...tapi rasanya aku bisa cerita apa saja di blog ini tentang hidupku. Berarti aku tidak bermetamorfosis sebagai pribadi yang introvert dong ya. Atau bagaimana ya???
Walah...kali ini tulisan hanya bentuk kegalauan sesaat saja ya. Tapi galau akan hal apa ya? Wong, aku baru belajar tentang ambil langkah, jalani, nikmati dan lepaskan. Jadi aku sedang proses menjalani dan menikmati dan melepaskan hal-hal yang tidak bisa kuambil. Kan nggak semua didapat dalam perjalanan ini. Intinya dalam perjalanan adalah ambil langkah, jalani, fokus, nikmati dan jangan lupa untuk melepaskan ketika hal itu tidak dapat diraih. Ketika melepaskan itu tentunya tidak mengurangi kenikmatan perjalanan yang telah dipilih:) Wow...itu pembelajaran yang luar biasa kudapatkan ketika para ponakan mengunjungiku.
Jadi...inti tulisan dunia facebook ini apa toh? Hm....embuh...awalnya ada kegalauan ketika membaca cerita teman-teman yang kumerasa "mempublikasikan keberhasilan mereka" tapi apa ada yang salah dengan semua itu ketika memang mereka sudah berhasil dalam hidupnya. Tapi....??Hi..hi...jadi bingung. Ketika aku dalam posisi mereka, apakah aku tidak mempublikasikan juga dalam dunia facebook? Hm....tapi sebenarnya apa sih keberhasilan hidup itu? Apakah kegalauanku itu bentuk dari aku merasa tidak berhasil dalam hidup? Apa sih yang disebut berhasil dalam hidup? Punya gelar pendidikan tinggi? Punya kekayaan? Terkenal? Sukses dalam pekerjaan? 
Kalau gelar pendidikan, rasanya aku layak lah mempublikasikan diri, tapi sebandingkah gelar pendidikan dengan pengetahuannya? Kalau kekayaan...nggak seh...tapi sebagian kecil orang memandang kami "ber-ada" :) Iyah...hanya karena melihat apa yang kami tinggali dan apa yang kami kendarai. Padahal mereka nggak tahu aja tentang semua itu. Titipan... Hi...hi... Terkenal? Dikenal banyak orang tapi aku sering lupa. Ha..ha...Sukses dalam pekerjaan? Lah...kemarin baru dimarahin orang karena memposisikan diri melakukan kesalahan padahal maksud hati supaya dia tidak malu aja dengan kesalahannya, eh...malahan aku dimarahin dan diancam segala. Piuh....jadi karena diperlakukan begitu, berarti satu indikator ndak berhasil kali dalam pekerjaan ya? Hi...hi...Punya suami ganteng? Hm...boleh dikit dipublikasikanlah, sayangnya ndak mau pulak orangnya dipublikasikan. Hi..hi...Punya anak? Lha....ini ada anak namanya Kiki, yang datang kalo pas ada libur sekolah doang, bukan tinggal setiap hari di rumah. Punya Tuhan yang maha baik? Lha...yang lain juga punya Tuhan yang maha baik koq. Aha...bisnis kali ya...Hm?? Bisnisnya apa dunk! Berbagai macam rasa dan rasa? Nano...nano...tuh rasanya :)
Jadi..apa yang perlu dipublikasikan dalam dunia facebook? Kesimpulannya...embuh....sekarang sebenarnya facebook itu untuk apa sih diciptakan? Bukankah menjalin kekerabatan? Hm...perlu baca info dari penciptanya nih tentang tujuan diciptakannya facebook. Ya...sudah....ngak usah repot-report amat....ingat aja itu...Jadikan facebook menjadi sarana menjalin kekerabatan. Ingat juga kata Pak Pdt. Sundoyo....jadikanlah tulisanmu menjadi tulisan-tulisan yang bermakna yang membangun para pembacamu. 
So...semoga tulisan ini, yang berangkat dari kegalauan hati membaca cerita-cerita dunia facebook, juga menjadi tulisan yang menginspirasi.

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio