01 Juni 2017

Langkah Kita Bersama

Rencana kehadiranmu sudah kau sampaikan beberapa waktu sebelumnya. Kita sudah punya rencana akan berkunjung ke daerah wisata anu, ani, dan ana..:) Tapi kemudian, berita gembira yang kau dapat membuat waktu kunjunganmu menjadi singkat, padat, dan jelas. Ha..ha...kayak tulisan aja, singkat, padat dan jelas. Dan menjadi fokus untuk kita menghabiskan waktu bersama dengan segala cerita dan perjalanan hidup yang luar biasa. Semakin menjadi luar biasa karya Tuhan ketika Dia mengijinkan kehadiran salah satu teman dekat di masa mudamu. Ruarrrrr biasa....cara Tuhan bekerja ya.
Rasanya Rabu sore sampai Sabtu pagi sangat singkat sekali. Tidak terasa waktu yang berlalu. Aku sangat menikmati setiap moment dan obrolan kita. Walau badan yang menua ini merasakan lelah, tetapi hati bersukacita. Cerita temanmu tentang museum Affandi yang luar biasa. Dia tidak hanya menceritakan indahnya lukisan dari Affandi, tetapi justru yang menarik perhatiannya adalah kisah cinta Affandi dan perjalanan hidup keluarga Affandi. Ha..ha...dia tidak jauh beda dengan dirimu. Ketertarikan pada makna-makan hidup yang menjadi perhatian kalian. Memang betullah, untuk mengenal siapa seseorang, kenalilah teman-temannya. Bukan suatu kebetulan temanmu hadir dalam perjumpaan kita di Yogya. Itu merupakan satu karya Tuhan untuk memberikan satu warna lagi dalam perjalanan hidup kita bersama:)
Makan nasi uduk di tengah kelaparan kita:) Enak dan berasa bagi kita berdua, tetapi bagi si uda, berlemak, kolesterol. Ha..ha..Kemudian si cantik satunya datang dan di tepi sawah nan hijau yang tidak terlihat jelas karena sudah malam....:) bercerita dengan penuh semangat tentang perjalanan hidup Affandi dan keluarganya. Besok paginya, kita melangkahkan kaki menikmati indahnya alam pedesaan disertai seruput kopi dua mangkok, yang bagi kalian amazing tidak terlalu manis. Sementara si uda menghindari cahaya panas mentari, kalian berdua sangat menikmati cahaya mentari pagi. Wah...siapa kita dan teman kita ndak jauh beda ya. Suka kopi, suka kehangatan mentari pagi, terpesona dengan keindahan alam pedesaan. Luar biasa Tuhan menempatkan dan menghadirkan orang-orang dalam hidup kita ya. Setelah itu kita berjumpa dengan Mr. Cool Man...:)
Perjalanan berikutnya kita melangkahkan kaki ke GKI Gejayan, dan amazing dengan kotbah Pak Pdt Sundoyo. Dalam kelucuannya yang membuat terpingkal-pingkal, pesan yang disampaikan dalam sekali " Taat....Menerima Kuasa....Menjadi Saksi..." Dua penerapan yang kuingat adalah menjadi penulis-penulis yang memberikan pesan positif kepada pembacamu dan seperti apapun pemimpinmu, doakan dan sampaikan usulan, bukan pembangkangan. Waw.....masih ingat banget, padahal rasanya habis juga energi untuk tertawa terpingkal-pingkal. Salah satunya....syukur...dengan nada rendah...dan syukur dengan nada tinggi. Ha..ha...hanya yang mendengarkan secara langsung yang bisa tertawa:) Kotbah yang menginspirasi.
Berikutnya kita melakukan perjalanan singkat ke Garden of Prayer, salah satu karya Tuhan yang luarbiasa. Dalam kesulitan, Dia bekerja luar biasa...Langkah kaki kita berikutnya adalah ke Kampung Wedangan (semoga nggak terbalik:) dimana temanmu terperanjat ketika mendengar total jumlahnya. Ha..ha...sudahlah murah....tempatnya asyik banget untuk kita ngobrol sampai akhirnya kita mendengar kisah sedih yang terpendam selama ini. Walau kisah sedih, kita bisa tertawa bersama...:) Salut dengan kekuatan hati si abang ya....
Langkah kita berikutnya adalah memberikan satu moment yang tak terlupakan buat uda. Rasanya terperanjat melihat matanya berkaca terharu untuk kejutan yang kalian berikan:) Walau badan masih bau naga....kejutan itu sangat menyentuh dalam dan memberikan satu pembelajaran juga bagiku:) dan kita akhiri dengan makan bersama dengan menu baru "Lada Hitam B2". Wow....
Sebelum dia pulang, kita sempatkan melangkahkan kaki ke Malioboro, mengambil beberapa foto yang seumur belum dilakukan, walau sudah puluhan tahun tinggal di sini:) Dan ketenangan kalian membuatku berpikir ulang tentang bagaimana menjalani hidup dengan lebih santai dan belajar melepaskan. Yah....pertemuan ini memberikan satu pembelajaran lain padaku bahwa dalam mengambil langkah-langkah kehidupan, jalanilah dengan menikmati setiap perjalanan yang ada, saat memang harus melepaskan, lepaskanlah...jangan memaksa diri untuk menjalani dan mengambil semuanya sehingga kita tidak menikmati perjalanan yang sedang kita lakukan. Ambil langkah, jalanilah, nikmatilah setiap moment. Jika harus melepaskan satu langkah, lepaskanlah...:)
Lihatlah...sepanjang jalan Malioboro, begitu banyak hal yang dapat dinikmati, tetapi tentu tidak semua bisa dijalani, jadi fokuslah tanpa harus kehilangan rasa menikmati perjalanan itu. Jika saatnya melepaskan, lepaskanlah..:)
Wow....terimakasih untuk kunjungan kalian bertiga ya. Banyak warna yang telah kalian hadirkan, walau kalian tidak menyadarinya, tetapi sungguh langkah-langkah kalian kemarin menjadi satu warna yang bermakna lagi dalam hidupku. Thank you...!!

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio