14 Juli 2017

Edisi Libur Lebaran 2017: Candi Ratu Boko

Hm....setelah menghabiskan uang yang cukup banyak di Matahari untuk cuci mata:) maka mari kita menyegarkan jiwa hari ini dengan melakukan perjalanan ke wisata, murah  meriah. Ach...mosok sih murah meriah? Lha daripada pergi ke tempat yang jauh, perlu biaya transport mahal, biaya penginapan, kulinernya:) Hi..hi...Kan lebih bagus, mari menyehatkan jiwa dengan melakukan perjalanan yang terjangkau saja dulu. Aku ingat dulu ketika begitu banyaknya orang berlomba-lomba ke wisata di luar negeri, tapi tidak melakukan perjalanan ke wisata lokal yang ada di negara sendiri dulu. Rugi deh...Nah..supaya aku ndak asbun...maka akupun menerapkannya dengan melakukan perjalananan ke wisata lokal dulu. Hi..hi...ada ajah alasannya:) Tapi satu sisi benar koq. Mosok...orang berduyun duyun ke Yogya melihat Candi Ratu Boko, tapi kami yang dah tinggal bertahun-tahun belum pernah ke sana. Aih...agak malu dikit dong...:)
Jadi kami pun melakukan perjalanan ke Candi Ratu Boko. Lokasinya tidak jauh dari Candi Prambanan, jadi sebenarnya bisa langsung sekali jalan lho dari Candi Prambanan ke Candi Ratu Boko dan Tebing Breksi. Sekali jalan, tiga wisata terjalani :)  Untuk Candi Ratu Boko, biaya masuknya perorang adalah Rp 40.000,- Hm..rodo mahal untuk kantong awak ini kalau ingin sering ke sini. Rasanya memang pengen sering ke sini karena lokasi candi sangat bagus, luas dan banyak pendopo-pendopo untuk kita bisa menikmati keindahan alamnya. Untuk yang mau berduaan maupun untuk keluarga. Ada banyak tempat persinggahan dan tetap menikmati pemandangannya. Jika ingin melihat sunset, maka biaya masuknya di atas jam 3 sore jauh lebih mahal lagi lho, yaitu Rp 100.000,- Wow...mahal ya...Hm...lihat jumlah angkanya mahal, tetapi jika mendapatkan pemandangan sunsetnya, rasanya tidak mahal. Pasti indah sekali. Saat ini hanya bisa membayangkan sajalah, soalnya datangnya pagi hari:) Wah...asyik tempatnya. Nih...aku sertakan beberapa fotonya ya....sambil cerita, apa sih pembelajaran dari kunjungan ini selain penyegaran jiwa tentunya:) Hm...tapi saking banyaknya fotonya, jadi bingung deh mau sertakan foto yang mana:)
Nah ini, ada dua foto yang bagus, yang satu adalah memotret sang fotografer pribadiku yang sedang memotret kolam mandi para putri di jaman dulu. Bagus ya...Fotografernya ngaya...ambil fotonya:) Dia ndak tahu kalau kali ini dia yang difoto:)
Jadi apa dong, value dari perjalanan ke Candi Ratu Boko ini? Hm...ada satu foto yang sengaja diambil, yaitu duduk di antara reruntuhan batu-batu candi :) Saat melihat reruntuhan bebatuan candi tersebut, aku teringat tentang makna hidup yang kita jalani.
Saat kita meninggalkan dunia ini, apa yang kita tinggalkan buat dunia ini? Seperti reruntuhan batu candi ini...dia menceritakan tentang adanya suatu kerajaan di jamannya dulu, tetapi apa yang telah ditinggalkan orang-orang pada jaman itu? Bagaimana dengan hidupku? Apa yang kutinggalkan bagi dunia ini? Hm....berat bok....tapi itulah yang teringat saat melihat reruntuhan bebatuan candi tersebut. Mana dong fotonya? Ha..ha..lagi...lagi...masih tertinggal di kamera sang fotografer. Hm....nanti diedit saja. Sekarang beranjak ke cerita berikutnya. Kalau tidak ngebut nih menuliskannya, bakalan semakin samar apa yang akan ditulis dan fotonya bisa entah kemana nantinya, seperti pengalaman temanku:)

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio