22 Juli 2017

Mengapa Chester Bennington, Vokalis Linkin Park, Bunuh Diri?

RIP Chester Bennington, 10 Potret Perjuangan Karir Vokalis Linkin ParkBerita sedih datang lagi dari dunia musik. Yah, Chester Bennington, vokalis Linkin Park bunuh diri pada hari Jumat, tanggal 21 Juli 2017 meninggal dengan cara gantung diri di kediaman pribadinya yang terletak di Palos Verdes Estates, Los Angeles. Sebelum ini juga mendengar kabar artis lain yang bunuh diri, Robin Williams. Sedih...dan tak bisa mengerti kenapa mereka bunuh diri. Bukankah mereka memiliki segalanya dalam hidup mereka? Bahkan, Chester Bennington bukan hanya memiliki kekayaan, ketenaran, tetapi juga memiliki cinta kasih anaknya, Tyler Lee Bennington. Cinta kasih putri kecilnya yang masih berusia sebelas tahun terlihat dari bagaimana dia peduli dan sayang pada ayahnya, sehingga dia menyadari beberapa gejala ayahnya akan bunuh diri. Tanggal 2 Juni 2017, sekitar satu setengah bulan sebelum kepergian Chester Bennington, dia menulis sebuah pesan yang sangat luar biasa, "Ayah, nikmati apapun apa yang kau lakukan hari ini. Cintai hidupmu karena ini seperti "Castle of Glass". Luar biasa sekali pesan yang disampaikan putri kecilnya.
Kenapa orang yang memiliki segalanya kekayaan dan ketenaran harus menghabisi hidupnya dengan menggantung diri, sementara orang lain di luar sana berjuang untuk terus hidup. Kenapa? Ketika melihat kilas balik kehidupannya, Chester Bennington mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Dia adalah anak dari keluarga yang bercerai, dia adalah korban kekerasan seksual dari salah satu temannya yang lebih tua dan baru bisa menyampaikan kepada ayahnya mengenai pengalaman mengerikan itu ketika dia sudah berusia 13 tahun. Akan tetapi dia mengurungkan niatnya melanjutkan kasus itu ke ranah hukum karena ternyata orang yang melakukan kekerasan seksual terhadapnya juga mengalami hal yang sama. "Tidak ada guna dendam" kata Chester. Walaupun dia menyadari bahwa dampak dari pengalaman itu adalah menjadi bagian yang dia bawa dalam kehidupan berikutnya, bahwa dia kehilangan kepercayanan diri, takut berbicara. Tidak hanya pengalaman kekerasan seksual, dia juga mengalami bullying karena fisiknya kurus dan berpenampilan berbeda. Cerita sedih kemudian adalah dia sebagai pengonsumsi narkoba.
Dalam perjalananya menghadapi semua trauma-trauma itu, dia meniti karir dalam dunia musik dan kita mengenal dia sebagai vokalis Linkin Park. Bahkan di awal tahun 2017, album Linkin Park sukses bertengger di puncak Billboard 200, yang berjudul One More Light. Dia berhasil dan sukses dalam dunia musik.
Jadi pertanyaan mengapa Chester Bennington bunuh diri? Aku tidak tahu jawaban pastinya, hanya dia yang mengerti kenapa dia mengambil keputusan itu. Akan tetapi ketika melihat kilas balik hidupnya, dia adalah anak yang bertumbuh dalam trauma-trauma yang menyakitkan dan dia melarikan diri dari rasa sakit itu pada hal yang positif (musiknya yang sukses), tetapi pasti juga pada hal yang negatif. Kekosongan hatinya tidak dapat diisi oleh kekayaan, kesuksesan, dan ketenaran. Semua itu tidak dapat mengisi kekosongan hatinya. Bahkan seorang putri kecilnya, Tyler Lee bisa melihat betapa kosong hidup ayahnya, sehingga dia memberikan pernyataan yang memberi dukungan kasih sayang dan perhatian kepada ayahnya dan itu tidak cukup.
Bagaimana dengan hidup kita? Yah...kita pasti bersedih mendengar kabar duka itu, tetapi apakah kita melihat diri kita? Apakah kita juga sebenarnya hidup penuh dengan kekosongan hati? Kemana kita selama ini mengisi kekosongan hati kita? Kemana? Mari, kita renungkan kilas balik hidup kita dan semoga kita sampai pada keputusan bahwa kita mengambil keputusan untuk terus hidup dan menghargai, mensyukuri hidup yang diberikan kepada kita, seperti apapun situasi dan kondisi hidup. Mari kita juga belajar untuk memiliki rasa peduli pada orang sekitar kita, seperti Tyler Lee perduli pada ayahnya. 
Selamat jalan Chester Benington....Biarlah karya-karyamu terus diingat dan dinikmati oleh penggemarmu, pecintamu dan anak keturunanmu. Turut berduka atas kepergianmu....
Info sekilas Chester Benington:
Lahir di Phoenix, 20 Maret 1976 berakhir pada 21 Juli 2017 (41 tahun)
Pengalaman traumatis: perceraian orangtua, kekerasan seksual dan bullying juga mulai mengonsumsi ganja, opium, kokain, sabu hingga LSD sejak usia muda
Karir:
Mengenal musik menjelang akhir SMA di Phoenix
Bergabung dengan Band Grey Daze, sempat menghasilkan tiga album (1993-1997)
Bersama Band Sean Dowdell dan His Friends
Bersama Linkin Park, album perdana Hybrid Theory pada 2000. Album One More Light. Rilis video musik terbaru berjudul "Talking to Myself".
(Note: dari berbagai sumber)

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio