19 Juli 2017

The First Time: Mama Jessy ke Yogya

Akhirnya waktu itu tiba juga. Selasa, 11 Juni 2017, Mama Jessy, ipar yang baik hati mendapatkan kesempatan Bimtek dari tempat kerjanya. Senang sekali berjumpa di kota yang menyenangkan ini. Setelah lebih kurang enam tahun, akhirnya ketemu juga di kota tercinta ini. Memang...Yogya selalu yang terbaik untuk dikunjungi ya, Mama Jessy..:)  Di malam pertama kedatangan Mama Jessy, kami menyempatkan diri menikmati keramaian dan keindahan Alun-Alun Selatan. Semakin ramai saja alun-alun ini. Kalau kunjungan sebelumnya belum ada tempat lesehan di tengah lapangannya, sekarang sudah ada dan cukup mendominasi lapangannya:) Kesempatan dong...satu jepretan foto sang fotografer:) Mak...jepret.....senyum sumringah terlihat. Walau lelah, tapi senang malam itu bisa bersama menikmati malam dengan Mama Jessy, juga Emma dan Ben. Satu malam sebelum besok pulang ya, Ben..:)
Siang hari setelah pelatihan selesai, maka perjalanan dilanjutkan ke....mana lagi dong kalau bukan satu budaya warisan nenek moyang yang menjadi salah satu keajaiban dunia, Candi Borobudur. Yipee....berulang kali ke sini...baru kali ini rasanya adem ayem matahari di atas, jadi asyik banget mengjalaninya. Walau tidak semua tingkat diputarin, tetapi rasanya baru kali ini melihat dengan kekaguman ukiran-ukiran di batu dan gagahnya bangunan Candi Borobudur ini. Luar biasa...Ha..ha...selama ini kemana, neng??? Orang dari berbagai belahan dunia datang dan melihat dengan penuh kekaguman akan candi ini, lha...si neng baru sekarang, itu juga setelah kunjungan ke sekian kali:) Hm...pengaruh dari alam yang adem ayem kali ya..:)
Dan kemudian kami memasuki museum GUSBI (Galeri Unik dan Seni Borobudur Indonesia). Hm....menarik untuk hal-hal yang dipamerkan, tetapi sepertinya tidak terawat tempat dan barang-baangnya, sehingga rasanya tidak ingin berlama-lama di dalam museum ini. Di sini ada tempat orang membatik, jadi kita bisa langsung praktek membatik lho dengan membayar Rp 10.000.-. Ini sesuatu yang menarik menurut saya. Pengunjung bisa langsung melihat proses membatik. 
Dari sini berencana jalan langsung ke Kaliurang, tetapi ternyata waktu tidak memungkinkan lagi, akhirnya langsung menuju rumah, untuk istirahat sebentar, minum segelas teh hangat, menikmati kacang rebus yang dibeli di Pasar Renjodani. Tidak banyak yang bisa dihidangkan sebagai ucapan selamat datang kepada iparku ini. Setelah rehat sejenak, kami melanjutkan satu kuliner wajib bagi saudara dan keluarga, apa lagi kalau bukan Nasi Uduk Palagan. Ha..ha...lha iyalah...masak jauh-jauh datang ke Yogya tidak menikmati Nasi Uduk Palagan:) Di sini, kami makan bersama ponakan yang baik hati dan pekerja keras, Boy...:) Walau sesaat....tapi senang bisa kumpul bareng Mama Jessy dan Boy...:) Trimakasih untuk kesempatan yang baik ini untuk berbagi kasih pada Mama Jessy, Boy, dan Rina, teman kerja Mama Jessy.

0 komentar:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio